Alhamdulillah, PTUN Cabut Izin Reklamasi Pulau K

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gugatan nelayan Teluk Jakarta dan organisasi lingkungan terkait proyek reklamasi pulau K akhirnya dikabulkan oleh majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (16/3/2017).

Dengan demikian, untuk sementara waktu Gubernur nonaktif DKI Jakarta saat ini, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selaku tergugat tidak dapat melanjutkan proyek di pulau itu. “Dalam pokok perkara mengabulkan gugatan dari penggugat untuk seluruhnya. Menyatakan batal keputusan tentang pemberian izin reklamasi Pulau K,” kata ketua majelis hakim, M Arief Pratomo memututuskan dikutip Republika.co.id.

Meski begitu, majelis hakim menunda sidang tersebut dan akan dilanjutkan lagi untuk membacakan putusan gugatan Pulau F dan I. Kendati baru Pulau K yang diputus, nelayan sudah merasa bahagia. “Hidup nelayan, hidup nelayan!” teriak nelayan dalam ruang sidang Kartika.

(Baca juga: Aksi Tolak Reklamasi: Reklamasi Hanya Untuk Pengembang dan Asing, Bukan Rakyat)

Sebelumnya, gugatan terkait tiga pulau reklamasi tersebut sudah dilayangkan Komunitas Nelayan Tradisional (KNT) dan organisasi lingkungan hidup Walhi sejak tahun 2016 lalu. Mereka mendaftarkan gugatan tersebut dengan nomor perkara 15/G/LH/2016/PTUN.JKT. Namun, majelis hakim baru dapat memutuskan hari ini setelah beberapa kali menggelar sidang.

Sekadar informasi, sebelumnya gugatan nelayan teluk Jakarta terhadap SK izin reklamasi Pulau G Teluk Jakarta yang diterbitkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama alias Ahok juga dikabulkan oleh majelis hakim di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Pulogebang, Jakarta Timur pada Selasa 31 Mei 2016.

Namun, terdakwa kasus penistaan agama ini kemudian memenangkan upaya banding di tingkat Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) atas putusan PTUN sebelumnya yang membatalkan reklamasi Pulau G tersebut. Maka, kelanjutan reklamasi Pulau G terbuka lagi.

“Membatalkan Putusan PTUN Jakarta Nomor 193/G/LH/2015/PTUN-JKT, tanggal 31 Mei 2016,” demikian tulis PT TUN dalam laman detail perkara putus tingkat pertama sebagaimana diunggah di situs PT TUN Jakarta.

Kendati demikian, saat ini kuasa hukum nelayan masih mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) terkait Pulau G tersebut. Kuasa hukum nelayan, Martin Hadiwinata yakin masih bisa memenangkan Pulau G lagi di tingkat MA. “Kami masih optimislah mas, kami masih berjuang terus (untuk Pulau G),” kata Martin.

Sumber: Republika online

Koalisi Arab Cegat Rudal Balistik Syiah Houthi di Taiz

YAMAN (Jurnalislam.com) – Koalisi Arab melaporkan bahwa mereka telah mencegat rudal balistik yang ditembakkan oleh milisi Syiah Houthi menuju pos tentara Yaman di provinsi Thabab di Taiz.

Sumber militer melaporkan bahwa rudal itu diluncurkan dari kamp Khaled dekat Taiz, lansir Al Arabiya News Channel, Kamis (16/03/2017)

Juga di Taiz, khususnya Mokha, bentrokan sengit meletus antara tentara Yaman dan milisi Syiah Houthi saat tentara mendorong maju menuju provinsi tersebut, sementara angkatan udara koalisi Arab membom lokasi milisi di barat Taiz.

Di provinsi Saada, tentara Yaman mengambil alih beberapa daerah setelah bentrokan besar dengan milisi.

Ketua Intelijen AS Bantah Tuduhan Mata-matai Donald Trump

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Klaim Presiden Donald Trump bahwa ia disadap selama pemilu tahun lalu menarik teguran keras lain dari anggota parlemen pada hari Kamis (16/03/2017), lansir Anadolu Agency.

Para pemimpin peringkat teratas Komite Intelijen Senat, Ketua Partai Republik Richard Burr dan Wakil Ketua Demokrat Mark Warner, menekankan komentar dari rekan mereka di Dewan yang pada hari Rabu juga menepis klaim yang tidak berdasar itu.

“Berdasarkan informasi yang tersedia bagi kita, kita tidak melihat ada indikasi bahwa Trump Tower adalah subyek pengawasan oleh unsur pemerintah Amerika Serikat baik sebelum atau setelah Hari Pemilihan 2016,” kata mereka dalam sebuah pernyataan singkat bersama.

Ketua Komite Intelijen Dewan Devin Nunes kepada wartawan di Capitol Hill pada hari Rabu mengatakan bahwa setelah melihat ke dalam masalah dia “tidak berpikir ada penyadapan di Trump Tower”.

Dan anggota tinggi Dewan dari Partai Republik, Paul Ryan, mengatakan kepada wartawan hari Kamis bahwa “penyadapan seperti itu tidak ada.

“Komite Intelijen dalam investigasi lanjutan, melebar dan yang sedang berlangsung tentang semua hal mengenai Rusia, menemukan bahwa penyadapan seperti itu tidak ada,” katanya

Gedung Putih telah berusaha menjalankan kembali retorika Trump, mengatakan kepada wartawan bahwa presiden meminta pengawasan yang lebih luas.

Sesungguhnya ketika Trump mengeluarkan tweeted pada tanggal 4 Maret ia menuduh mantan Presiden Barack Obama “menyadapnya” di Trump Tower.

“Betapa rendahnya Presiden Obama hingga menyadap (tapp) ponsel saya selama proses pemilihan yang sangat sakral. Ini adalah Nixon / Watergate. Bad guy (pria yang sakit)!” katanya dalam tweet lain hari itu, salah mengeja “tap dengan tapp”.

Trump mengatakan kepada Fox News pada hari Rabu bahwa ketika ia berkata “disadap (wires tapped)” itu berarti “pengawasan dan banyak hal lainnya”.

Para kepala Komite Intelijen Senat benar-benar telah menghentikan penyelidikan, menjelaskan pernyataan mereka untuk secara khusus menangani semua tuduhan penyadapan.

Administrasi hingga 20 Maret akan menyajikan bukti untuk mendukung klaim Trump. Direktur FBI James Comey akan memberikan kesaksian di depan Komite Intelijen Dewan pada tanggal tersebut.

 

Biadab, Jet Tempur Rusia Membom Masjid di Aleppo Bunuh 58 Jamaah Sedang Shalat

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Serangan udara di Masjid selama waktu shalat di kota Suriah Aleppo pada hari Kamis (16/03/2017) menewaskan 58 orang, sumber pertahanan sipil mengatakan kepada Anadolu Agency.

Pejabat pertahanan sipil Yahya Javad mengatakan, serangan itu juga melukai puluhan lainnya di daerah kota Al-Etarip.

“Sebuah pesawat perang, yang kami percaya adalah jet Rusia, membom sebuah masjid selama waktu shalat di desa Jina dekat distrik Al-Etarip di Aleppo,” katanya.

Javad mengatakan pejabat pertahanan sipil berusaha menyelamatkan orang dari reruntuhan Masjid. “Ada 200-300 orang di masjid [selama serangan].”

Dia mengatakan jumlah korban tewas bisa meningkat, meskipun tim pertahanan sipil telah berupaya menjangkau orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan.

Dia menekankan: “Menyerang Masjid dengan jet tidak dapat diterima.

Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium, yang memonitor perang melalui jaringan kontak di seluruh Suriah, mengatakan bahwa sebagian besar dari mereka yang tewas adalah warga sipil

Suriah tetap terkunci dalam perang sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Assad menindak aksi unjuk rasa dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari 470.000 warga Suriah telah tewas dalam konflik dan jutaan lainnya mengungsi.

3 dari 5 Jembatan Sungai Tigris Kota Mosul Direbut Pasukan Irak, 100.000 Warga Mengungsi

MOSUL (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak yang memerangi kelompok Islamic State (IS) di Mosul, pada hari Rabu (15/03/2017) menguasai Jembatan Besi (Iron Bridge) yang menghubungkan sektor timur dengan Kota Tua yang dikuasai IS, kata polisi federal, lansir Al Arabiya News Channel.

Polisi federal dan unit Rapid Response Kementerian Dalam Negeri merebut jembatan, pernyataan polisi mengatakan, mengutip seorang komandan. Pemerintah sekarang menguasai tiga dari lima jembatan yang melintasi sungai Tigris yang membagi Mosul.

Hampir 100.000 warga Irak telah melarikan diri dari pertempuran untuk merebut kembali barat Mosul dari IS, Organisasi Internasional untuk Migrasi (the International Organization for Migration-IOM) mengatakan pada hari Rabu.

Pasukan Irak meluncurkan serangan besar bulan lalu untuk merebut kembali barat Mosul, yang merupakan daerah perkotaan terpadat yang masih dipegang oleh IS, dengan perkiraan dihuni 750.000 warga ketika pertempuran dimulai.

Antara 25 Februari dan 15 Maret, lebih dari 97.000 orang telah mengungsi dari Mosul barat, IOM mengatakan di akun resmi Twitter-nya.

Warga mengungsi dari kawasan al-Nasser Mosul dan mengevakuasi daerah tersebut pada tanggal 14 Maret 2017, saat pasukan Irak terus maju dalam kota memerangi IS. (AFP)

Angka ini menandai peningkatan dari sekitar 17.000 pengungsi yang dirilis IOM beberapa hari sebelumnya, meskipun angka ini tidak selalu menunjukkan bahwa mereka semua itu melarikan diri dalam 24 jam terakhir.

Menurut IOM, lebih dari 238.000 orang saat ini mengungsi karena pertempuran di daerah Mosul, sementara lainnya melarikan diri tetapi kemudian kembali ke rumah mereka.

Diduga Korupsi di Perusahaan Militer Israel, 13 Orang Ditangkap Polisi Zionis

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Polisi zionis pada hari Rabu (15/03/2017) menangkap 13 orang yang diduga korupsi di perusahaan milik negara untuk teknologi militer dan ruang angkasa terbesar di Israel, Anadolu Agency melaporkan.

Juru bicara polisi zionis Micky Rosenfeld mengatakan penyelidikan polisi dan otoritas pajak selama berbulan-bulan dengan menyamar ke dalam Israel Aerospace Industries (IAI) melihat berbagai tingkat hirarki perusahaan serta perusahaan swasta yang bekerja dengan mereka.

“Kecurigaan termasuk penipuan, pencucian uang, dan pelanggaran kepercayaan,” kata Rosenfeld dalam sebuah pernyataan.

Situs berita Israel Times of Israel melaporkan bahwa seorang mantan perwira militer senior adalah salah satu dari mereka yang ditangkap.

IAI memiliki peran besar dalam memproduksi teknologi militer untuk Israel, mengklaim pada situs web bahwa mereka bertujuan untuk memimpin teknologi satelit dan ruang angkasa, sistem rudal, drone, sistem radar dan teknologi kedirgantaraan lainnya.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1953 untuk mendukung Angkatan Udara Israel dengan meningkatkan jet tempur dan menyediakan sistem rudal bagi militer.

Pertempuran Kembali Meletus di Perbatasan Myanmar – China, Puluhan Tewas

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Pertempuran yang berkecamuk di perbatasan Myanmar dengan China kembali menghilangkan puluhan nyawa, militer dan sumber-sumber resmi mengatakan pada hari Rabu (13/03/2017). Besarnya jumlah korban tewas memukul proses perdamaian pemerintah yang memang rapuh, World Bulletin melaporkan.

Ribuan orang sejak itu meninggalkan Laukkai dan melarikan diri ke China untuk mengungsi dari pertempuran senjata susulan juga serangan dan tembakan artileri.

Sumber-sumber militer mengatakan 28 warga sipil dan polisi tewas, sementara komandan di kantor kepala melaporkan sedikitnya 46 pasukan oposisi juga tewas.

Pasukan “menemukan 17 mayat dan merebut 27 senjata” antara 06-14 Maret, katanya dalam sebuah pernyataan.

Tiga gerilyawan tewas pada hari Rabu selama serangan militer di mana “beberapa perwira militer dan tentara Myanmar peringkat lebih rendah lainnya tewas dan terluka,” tambahnya.

Sebuah sumber militer yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan jumlah tersebut menambah 26 pasukan oposisi yang dikatakan pemerintah Myanmar telah tewas dalam sebuah pernyataan pada tanggal 6 Maret.

Media pemerintah melaporkan pada hari Selasa bahwa “puluhan tentara Myanmar” juga tewas dalam bentrokan yang meningkat.

Pertumpahan darah mengancam menggagalkan upaya pemimpin de facto Suu Kyi untuk menyegel kesepakatan damai dengan etnis minoritas Myanmar, beberapa di antaranya telah memperjuangkan negara selama beberapa dekade.

PBB mengatakan sedikitnya 50.000 orang telah meninggalkan rumah mereka di Negara bagian Shan dan Kachin sejak September untuk melarikan diri dari beberapa kekerasan terburuk di wilayah perbatasan Myanmar yang bergolak selama beberapa dekade.

Pembicaraan damai putaran kedua yang awalnya dijadwalkan akhir Februari kini telah mundur kembali ke bulan Mei.

Bentrokan di wilayah Kokang bulan ini juga telah meningkatkan ketegangan dengan Beijing, yang khawatir bahwa kerusuhan mematikan akan terjadi di perbatasannya seperti yang terjadi pada tahun 2015.

Orang-orang dari Kokang memiliki ikatan yang kuat dengan tetangga raksasa Myanmar, dimana penduduk setempatnya berbicara dengan dialek Cina dan yuan adalah mata uang umum mereka.

Pengamat percaya Beijing juga memegang kekuasaan yang signifikan atas para pejuang etnis dan telah memancing untuk meningkatkan peran kunci dalam proses perdamaian pemerintah.

Pekan lalu China menyerukan gencatan senjata segera dan pejabat pekan ini dilaporkan telah mengadakan pembicaraan dengan kelompok pejuang untuk menenangkan pertempuran.

Militer Mesir Malah Hancurkan Enam Terowongan Gaza Milik Palestina

KAIRO (Jurnalislam.com) – Tentara Mesir telah menghancurkan enam terowongan lintas perbatasan yang menghubungkan Semenanjung Sinai Mesir ke Jalur Gaza yang diblokade, kata militer dalam sebuah pernyataan Rabu (15/03/2017).

“Terowongan hancur dalam periode sejak 21 Februari hingga 13 Maret,” kata juru bicara militer Mesir Tamer al-Rifai seperti dikutip dalam pernyataan itu, lansir Anadolu Agency.

Terhuyung-huyung akibat blokade Israel selama satu dekade, sekitar 2 juta penduduk Jalur Gaza selama ini mengandalkan jaringan canggih terowongan lintas perbatasan untuk mengimpor bahan pokok, termasuk makanan, bahan bakar dan obat-obatan.

Setelah kudeta militer berdarah As-sisi tahun 2013 dalam menggulingkan Muhammad Mursi, Presiden pertama Mesir yang dipilih secara sah dan juga merupakan pemimpin Ikhwanul Muslimin, pihak berwenang Mesir telah menindak keras jaringan terowongan Sinai-Gaza.

Pada tahun 2014, Mesir mulai membangun “zona penyangga” di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza yang dikuasai kelompok perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyusul serentetan serangan militan terhadap pasukan keamanan Mesir yang dikerahkan di Sinai.

Satu tahun kemudian, tentara Mesir mulai membanjiri jaringan terowongan dengan air laut untuk memberantas seluruh lalu lintas lintas-perbatasan.

LSM Muslimah Turki Tolak Keputusan Larangan Jilbab Uni Eropa

STOCKHOLM (Jurnalislam.com) – Kelompok perempuan Turki pada hari Rabu (15/03/2017) mengatakan bahwa keputusan Pengadilan Eropa (the European Court of Justice) yang memungkinkan pelarangan simbol-simbol agama menunjukkan Eropa telah “menyerah kepada rasisme dan fasisme.”

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip Anadolu Agency, Yayasan Perempuan dan Demokrasi (Kadem) mengatakan: “Kami sedih melihat rasisme, diskriminasi, Islamofobia, xenophobia dan fasisme menjadi nilai-nilai yang tren di Eropa. (baca juga: Pengadilan Uni Eropa: Para Pengusaha Boleh Larang Karyawannya Kenakan Jilbab)

“Kami berharap pihak berwenang mencegah larangan jilbab, dan tidak menyetujui hal itu.”

Keputusan pengadilan hari Selasa bahwa larangan mengenakan “simbol politik, filsafat atau agama” apapun di tempat kerja tidak merupakan “diskriminasi langsung” digambarkan sebagai serangan langsung terhadap perempuan yang mengenakan jilbab, atau kerudung.

Kadem menambahkan bahwa perempuan tidak harus didikte oleh majikan, pemerintah atau pengadilan mengenai apa yang mereka kenakan.

“Eropa telah menandatangani keputusan lain yang melawan kebebasan hati nurani dan agama,” tambah pernyataan itu. “Pada dasarnya, Eropa membutuhkan beberapa pelajaran hak asasi manusia.”

Sebelumnya, Amnesty International mengkritik putusan itu sama dengan memberikan “kelonggaran yang lebih besar bagi pengusaha untuk mendiskriminasikan perempuan – dan laki-laki – Dengan alasan keyakinan agama.”

Amnesty mendesak negara-negara untuk mengutuk keputusan tersebut.

Pengadilan digelar untuk kasus dua perempuan di Perancis dan Belgia, masing-masing terjadi di tahun 2008 dan 2003, yang dipecat karena menolak melepaskan jilbab mereka di tempat kerja.

Samira Achbita bertindak setelah dia dipecat pada tahun 2003 sebagai resepsionis di perusahaan keamanan G4S di Belgia.

Dalam kasus kedua, perusahaan IT Prancis Micropole memberhentikan Asma Bougnaoui pada tahun 2008.

12 Milisi Syiah Houthi Tewas Dihantam Rudal Koalisi Arab di Sanaa

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 12 pemberontak Syiah Houthi tewas pada hari Rabu (15/03/2017) dihantam rudal jet tempur dalam serangan udara koalisi yang dipimpin Arab Saudi di timur ibukota Sanaa, menurut media lokal, lansir Anadolu Agency.

Pesawat-pesawat tempur koalisi menyerang daerah pegunungan di distrik Nihm, timur Sanaa, situs media September 26 yang berafiliasi militer mengatakan.

Menurut portal berita itu, 12 pasukan Syiah Houthi tewas di daerah tersebut.

Pada hari Senin, pasukan pemerintah mengatakan mereka mencetak kemenangan di direktorat Nihm.

Yaman jatuh ke perang pada tahun 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran dan pasukan sekutu mantan Presiden Ali Abdullah Saleh menyerbu ibukota Sanaa dan bagian lain Yaman.

Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan serangan udara luas yang bertujuan untuk mengembalikan pemerintahan yang didukung Saudi.