Diberondong Tembakan Milisi Syiah Houthi, Gubernur Yaman Ini Lolos dari Maut

YAMAN (Jurnalislam.com) – Gubernur provinsi selatan Yaman Ad-Dali selamat dari upaya pembunuhan pada hari Selasa (21/03/2017), menurut sumber lokal, lansir World Bulletin.

Fadl al-Jaadi dihujani tembakan pasukan Houthi saat mobilnya melintas dekat sebuah kamp militer di kota Ad-Dali.

Gubernur tidak terluka serius dalam serangan, yang juga melukai dua rekannya, kata sumber itu.

Al-Jaadi diangkat sebagai gubernur Ad-Dali pada pertengahan 2015 oleh Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi.

Pasukan pemerintah menguasai sebagian besar provinsi Ad-Dali, sedangkan pemberontak Syiah Houthi mengendalikan beberapa daerah di provinsi ini.

Yaman jatuh ke perang pada tahun 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi dan pasukan sekutu mantan Presiden Ali Abdullah Saleh menyerbu ibukota Sanaa dan wilayah Yaman lainnya.

Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan serangan udara luas untuk membalikkan keuntungan militer Houthi dan menopang pemerintah Yaman yang didukung Saudi.

Pembicaraan damai yang ditengahi PBB antara pemerintah dan pemberontak Houthi gagal menyelesaikan konflik, di mana 10.000 orang tewas dan sekitar tiga juta lainnya menjadi pengungsi, menurut perkiraan PBB.

 

Panglima Perang Syiah Hizbullah Tewas Dibunuh Pasukannya Sendiri di Suriah

BEIRUT (Jurnalislam.com) – Panglima Perang Syiah Hizbullah di Suriah Tewas dibunuh oleh pasukannya sendiri atas perintah pemimpin kelompok Hassan Nasrallah, menurut intelijen zionis pada Selasa (21/03/2017), Middle East Eye melaporkan.

Gadi Eisenkot, seorang jenderal militer Israel, mengatakan dalam sebuah konferensi di Netanya bahwa Mustafa Badreddine tewas di tangan pasukannya sendiri, dan mengatakan pembunuhan itu menyoroti “kedalaman krisis internal dalam Hizbullah” dan mengkhianati “tingkat kekejaman, kompleksitas dan ketegangan antara Hizbullah dan pelindungnya, yaitu Iran”.

Seorang pejabat militer zionis mengatakan kepada kantor berita AP bahwa Israel meyakini perintah untuk membunuh Badreddine, dikenal dengan nom de guerre “Zulfikar”, diberikan oleh Hassan Nasrallah. Namun pejabat Israel itu tidak memberikan bukti,.

AP mengatakan intelijen Israel percaya Badreddine bermusuhan dengan komandan militer Iran di Suriah karena kerugian berat Hizbullah.

Eisenkot mengatakan pembunuhan Badreddine menunjukkan Hizbullah menderita “krisis internal atas apa yang mereka pertaruhkan, krisis ekonomi dan krisis kepemimpinan”.

Klaim itu muncu beberapa pekan setelah Middle East Eye melaporkan pasukan Syiah Hizbullah yang mengatakan bahwa seorang pria bernama “Zulfikar” telah membunuh beberapa pasukan garda revolusi Syiah Iran dalam insiden di Tell Eiss, selatan Aleppo, selama konflik atas kurangnya dukungan Iran dalam pertempuran untuk ibukota provinsi tersebut.

Pada saat kematiannya wakktu lalu, kelompok itu mengatakan Badreddine tewas dalam ledakan kuat di salah satu pusat dekat Bandar Udara Internasional Damaskus.

Namun tidak ada catatan bahwa serangan terjadi pada saat itu dan tidak ada kelompok oposisi yang mengklaim serangan.

Sementara militer Syiah Hizbullah mengatakan Badreddine adalah “pemimpin perang besar”, dan mengatakan bahwa mujahidin Suriah penyebab atas kematiannya, meskipun anggota parlemen Hizbullah, Nawar al-Saheli, mengaitkan serangan itu ke Israel, dan bersumpah bahwa “pembalasan akan terjadi pada waktu yang tepat” .

AS Keluarkan Larangan Penumpang Muslim Bawa Perangkat Elektronik ke dalam Pesawat

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – AS pada hari Selasa (21/03/2017) mengeluarkan peraturan ketat untuk penumpang muslim yang membawa perangkat elektronik ke dalam pesawat.

Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan pembatasan akan berlaku untuk penerbangan dari 10 bandara asing di delapan negara mayoritas Muslim, termasuk Bandara Internasional Istanbul Ataturk, Anadolu Agency melaporkan.

Peraturan ini mengutip “evaluasi intelijen” baru yang menyimpulkan kelompok militan terus menargetkan penerbangan komersial dengan “menyelundupkan alat peledak di berbagai barang-barang konsumen”.

Inggris kemudian mengeluarkan larangan serupa di semua penerbangan dari bandara Turki, Lebanon, Mesir, Arab Saudi, Yordania dan Tunisia.

Bagi orang-orang yang berangkat dari bandara-bandara yang dimaksudkan oleh AS tersebut, perangkat-perangkat yang lebih besar dari telepon seluler, seperti tablet, pemutar DVD portabel, laptop dan kamera, dilarang masuk ke dalam kabin tetapi dapat ditempatkan di bagasi.

Perangkat medis diizinkan tetapi masih harus dipindai sebelum dibawa masuk kabin.

Selain Ataturk, AS menerapkan peraturan bagi bandara berikut: Bandara Internasional Ratu Alia Jordan; Bandara Internasional Kairo; Bandara Internasional King Abdul Aziz dan Bandara Internasional King Khalid di Arab Saudi; Bandara Mohamed V Maroko; Bandara Internasional Hamad di Qatar; Bandara Internasional Dubai dan Abu Dhabi di UAE; dan Bandara Internasional Kuwait.

Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan “sebagian kecil dari penerbangan” menuju AS akan terpengaruh dan peraturan akan tetap diberlakukan sampai ancaman menurun.

27 Warga Sipil Mosul Tewas dalam Serangan Udara Koalisi AS

MOSUL (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 27 warga sipil tewas dalam serangan udara koalisi pimpinan AS dan bom pinggir jalan di Mosul barat, di mana pasukan Irak berperang dengan kelompok Islamic State (IS) dari daerah, menurut seorang aktivis Irak, lansir World bulletin, Selasa (21/03/2017).

Pesawat-pesawat tempur koalisi menyerang dua rumah di distrik Bab al-Baid di Mosul barat, Senin, menewaskan 22 warga sipil, kata Saeed Abad.

“Para korban masih terkubur di bawah puing-puing, tim pertahanan sipil tidak dapat mengevakuasi mereka karena pertempuran sengit antara pasukan pemerintah dan pasukan IS masih berlangsung,” katanya.

Abad mengatakan insiden itu terjadi saat pesawat tempur koalisi mencoba untuk menargetkan penembak jitu IS di atap rumah.

Koalisi pimpinan AS belum mengomentari laporan tersebut.

Sementara itu, lima warga sipil tewas ketika sebuah bom pinggir jalan meledak di Mosul barat, menurut Petugas Rapid Response Abdullah al-Alaf.

Dia mengatakan pemboman itu terjadi saat sejumlah warga sipil berusaha melarikan diri dari Mosul barat ke daerah yang dikuasai militer di kota.

“Lima belas warga sipil lainnya, sebagian besar perempuan, terluka dalam ledakan itu,” katanya.

Pada pertengahan Februari, pasukan Irak – yang didukung oleh koalisi udara pimpinan AS – mulai meluncurkan operasi baru pada IS dari Mosul barat, kubu terakhir mereka di utara kota.

Serangan itu merupakan bagian dari operasi militer Irak lebih luas yang diluncurkan Oktober lalu untuk merebut kembali seluruh kota, yang diserbu IS pada pertengahan 2014.

Saksi Ahli Agama Kubu Ahok Dinilai Tak Layak Berikan Kesaksian

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Koordinator Persidangan Tim Advokasi GNPF MUI, Nasrullah Nasution menyatakan, majelis hakim akan mengenyampingkan keterangan Ahli agama terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia mengungkapkan beberapa alasan mengapa keterangan KH Ahmad Ishomuddin, ahli agama versi Ahok ini layak untuk tidak dipertimbangkan.

“Pertama, Ahli Agama versi Ahok ini bukanlah Ahli Tafsir melainkan mengaku sebagai Ahli Fiqih sehingga apa yang ditafsirkannya tidak layak dipertimbangkan,” katanya seusai menghadiri sidang kelimabelas Ahok di Auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Kedua, kata dia, Ahli Agama versi Ahok ini sebagai Ahli Fiqih telah keluar dari ranah keahliannya dengan mengatakan bahwa Ahli yakin tidak ada unsur kesengajaan Ahok untuk menista agama Islam, yang seharusnya hal ini menjadi domain kewenangan hakim.

“Ketiga, sebelum memberikan keterangannya hari ini, Ahli Agama versi Ahok tersebut mengakui dalam persidangan telah melakukan briefing terlebih dahulu dengan Tim Penasehat Hukum Ahok sehingga keterangannya sudah berpihak dan tidak lagi kompeten disebut sebagai Ahli,” papar praktisi hukum ini.

(Baca juga: Ahli Agama Islam Kubu Ahok Sebut Al Maidah 51 Sudah Tidak Relevan)

“Ahli agama versi Ahok ini tidak kompenten menjadi Ahli karena ikut briefing Tim Ahok sebelum sidang, sudah memihak sebelum memberikan keterangan wajar saja kalau keterangannya ngawur begitu,” jelas Nasrulloh.

Reporter: HA

Ahli Agama Islam Kubu Ahok Sebut Al Maidah 51 Sudah Tidak Relevan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Saksi ahli agama yang didatangkan penasehat hukum (PH) terdakwa Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok menyebut, Surat Al Maidah ayat 51 sudah tidak relevan diterapkan dalam kondisi saat ini. KH Ahmad Ishomuddin, ahli agama versi Ahok ini menjelaskan, surat Al Maidah 51 hanya bisa diterapkan pada kondisi peperangan.

Selain itu, menurut salah satu Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Raden Intan Lampung itu, ayat-ayat Al Qur’an tidak boleh digunakan dalam politik kecuali terhadap 2 ayat, yaitu ayat “falyatanafasil mutanafisun” dan ayat “fastabiqul khayrat“.

(Baca juga: Gatot, Saksi Ahli Bahasa PH Ahok Malah Tegaskan Al Maidah 51 Alat Kebohongan)

Menanggapi itu, Nasrulloh Nasution, Koordinator Persidangan Tim Advokasi GNPF MUI yang hadir menyaksikan persidangan mengatakan bahwa keterangan Ahli Agama dari kubu Ahok ini sangat memprihatinkan.

“Pasalnya, sebagai orang yang mengaku ulama seharusnya Ahli berada di jalur yang benar dan taat pada seruan MUI sebagai representasi ulama di Indonesia,” kata Nasrulloh di Auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Menurutnya, pernyataan KH Ahmad Ishomuddin adalah sebuah bentuk sikap tegas Ahli bahwa Surah Al Maidah 51 sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini.

Terlebih, kata Nasrullah, ahli menafsirkan kata awliya dalam Surah Al Maidah 51 sebagai teman setia, berbeda dengan tafsiran Ahli Agama yang telah diperiksa sebelumnya yang menafsirkan awliya sebagai pemimpin.

Berseberangan dengan ulama-ulama lainnya yang mendukung sikap dan pandangan keagamaan MUI, ulama yang mengaku masih menjabat Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI ini dinilai Nasrulloh juga telah menyebut sikap dan pandangan keagamaan MUI sebagai pemicu membesarnya kegaduhan.

“Pernyataan dia (ahli) yang menyebut sikap dan pandangan keagamaan MUI sebagai pemicu sama saja mengartikan sikap dan pandangan keagamaan MUI sebagai sumber kegaduhan, gak benar itu, justru sikap dan keagamaan MUI itu untuk meredakkan kegaduhan yang dibuat Ahok dan menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya.

Reporter: HA

Gatot, Saksi Ahli Bahasa PH Ahok Malah Tegaskan Al Maidah 51 Alat Kebohongan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Persidangan kelimabelas kasus penistaan agama kembali digelar pada hari ini, Selasa (21/03/2017) dengan agenda mendengarkan keterangan 3 Ahli yang dihadirkan oleh Penasehat Hukum (PH) Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

Prof. Rahayu adalah ahli pertama yang diperiksa dalam persidangan kelimabelas ini. Guru Besar Linguistik dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Depok ini memberikan keterangan dalam kaitan keahliannya untuk menjelaskan maksud yang terkandung dalam perkataan Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 silam.

Dalam persidangan, Ahli menerangkan bahwa maksud dibohongi pakai Surat Al Maidah 51 adalah Surat Al Maidah 51 dijadikan sebagai alat kebohongan. Adapun terkait kata “dibodohin” dan “dibohongi”, menurutnya kedua kata tersebut mempunyai arti yang sama.

Nasrulloh Nasution, praktisi hukum yang turut menyaksikan jalannya persidangan menyatakan bahwa keterangan Ahli yang menyatakan Surat Al Maidah 51 sebagai alat kebohongan bersesuaian dengan keterangan-keterangan para Ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pada persidangan sebelumnya, ahli pidana dan ahli agama Islam yang dihadirkan JPU menjelaskan bahwa makna dibohongi Surat Al Maidah 51 berarti Surat Al Maidah 51 dijadikan alat kebohongan dan ulama yang menyampaikan Surat Al Maidah 51 sebagai orang yang berbohong.

(Baca juga:

Fatal! Saksi yang Dihadirkan Ahok Dinilai Justru Memberatkan bukan Meringankan)

Ahli juga menjelaskan bahwa arti kata “orang” dalam kalimat dibodohin pakai surat Al Maidah 51 adalah ungkapan yang bermakna umum, tidak hanya bermakna elit politik. Artinya, kata dia, bisa juga bermakna ulama sebagai orang yang menyampaikan Surat Al Maidah 51.

“Keterangan Ahli Bahasa ini sudah sesuai dengan keterangan ahli-ahli JPU, menguatkan fakta bahwa selain mengatakan Surat Al Maidah 51 sebagai alat kebohongan, Ahli juga mengatakan bahwa orang yang menyampaikan Surat Al Maidah 51 sebagai orang yang menyebarkan kebohongan,” jelas pria yang rutin mengikuti persidangan Ahok ini di Auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

Koordinator Persidangan Tim Advokasi GNPF MUI ini mengatakan, Ahli Bahasa yang dihadirkan PH Ahok ini juga menguatkan unsur niat Ahok untuk menista agama Islam. Menurutnya, Ahli sudah menyimpulkan bahwa perkataan Ahok di Kepulauan Seribu yang menyinggung Surat Al Maidah 51 merupakan hasil pengalaman Ahok dari kegagalannya bertarung di Pilgub Bangka Belitung tahun 2007. Ahok menuduh kegagalan ia dalam pilgub tersebut akibat adanya selebaran yang beredar yang menyeru agar tidak memilih pemimpin non muslim sebagaimana dinyatakan dalam Al quran Surat Al Maidah 51.

“Ahli Bahasa menerangkan bahwa tidak ada ruang hampa dalam pikiran dan setiap perkataan tidak dapat berdiri sendiri dan selalu berhubungan dengan perkataan sebelumnya. Makanya, pengalaman kegagalan Ahok di pilgub Bangka Belitung 2007 akibat Surat Al Maidah 51 menjadi pengalaman buruk yang kemudian dituangkan dalam bukunya dan disampaikanya dalam pidato di Balai Kota dan di partai Nasdem,” papar dia.

(Baca juga:

Saksi Ketiga Ahok, Bambang Waluyo Dengar Utuh Ahok “Menoda” Surat Al Maidah 51)

“Pengalaman buruk Ahok dengan Surat Al Maidah 51 adalah bukti penguat adanya unsur niat menista agama Islam,” pungkasnya

Diketahui, selain ahli bahasa, PH Ahok juga menghadirkan ahli agama KH Ahmad Ishomuddin dan Djisman Samosir sebagai ahli hukum pidana.

Reporter: HA

Inilah Rincian Serangan Hayat Tahrir al Sham dan Ahrar al Sham di Damaskus

SURIAH (jurnalislam.com) – Faksi-faksi jihad dan oposisi bersenjata Faylaq al Rahman melancarkan serangan terkordinasi di pinggiran timur ibukota Suriah kemarin. Serangan mendadak tersebut dimulai di distrik Jobar Damaskus dan kemudian menyebar ke daerah terdekat, lansir The Long War Journal, Senin (20/03/2017).

Hayat Tahrir al Sham (HTS), koalisi faksi-faksi jihad yang dipimpin oleh cabang al Qaeda di Suriah Jabhat Fath al Sham (JFS), meluncurkan dua serangan Istisyhad dengan kendaraan berisi alat peledak improvisasi (suicide vehicle-borne improvised explosive devices-SVBIED) pada awal serangan. HTS (Majelis Pembebasan Suriah) memposting foto dua mujahidin pelaku bom istisyhad, serta gambar memuliakan saat syahid pada saluran Telegram resmi HTS.

Drone juga digunakan untuk menghasilkan rekaman serangan SVBIED dari atas, mujahidin al Qaeda di Suriah telah lama menggunakan drone untuk merekam gambar dengan instan ketika pertempuran atau melakukan serangan

Foto lain menunjukkan jihadis HTS bergerak di seluruh Jobar, seorang mujahidin dengan lengan bawah diamputasi yang terlibat dalam pertempuran, garasi kompleks, poster rezim yang hancur dan truk yang ditangkap sebagai bagian rampasan perang.

Gambar bisa dilihat di bawah artikel ini. (Selain foto tersebut, beberapa foto adalah gambar grafis, yang menunjukkan pasukan rezim Assad tewas di jalan-jalan.)

Pemimpin HTS, Syeikh Abu Jaber (juga dikenal sebagai Hashem al Sheikh), hanya beberapa hari yang lalu berjanji bahwa anak buahnya akan segera “meningkatkan” operasi mereka terhadap rezim Syiah Bashar al Assad. Tampaknya serangan Damaskus tersebut adalah bagian dari apa peningkatan operasi yang dimaksud. Selain itu, HTS telah melakukan serangan bom martir di Damaskus dan juga membunuh seorang pejabat intelijen militer senior di Homs.

Ahrar al Sham, juga ambil bagian dalam serangan. Faksi jihad ini telah merilis serangkaian foto dari pertempuran di situs media sosial mereka. Tweet mereka mengatakan bahwa “kawasan industri” antara kabupaten Jobar dan Qabun sebagian besar telah “dibebaskan” setelah banyak anggota pasukan rezim Assad tewas atau terluka.

Pejuang Ahrar ini ditampilkan sedang mempersiapkan pertempuran, menampilkan pertempuran di lingkungan Damaskus, dan “rampasan” mereka pada gambar di bawah.

Pemimpin HTS saat ini, Abu Jaber, dan jihadis senior HTS lainnya adalah tokoh yang pernah menonjol di Ahrar al Sham.. Memang, beberapa kepemimpinan Ahrar menolak untuk bergabung dengan HTS, tapi hal ini tidak menghentikan HTS dan Ahrar bekerja sama di medan perang Suriah. Selain pertempuran di Damaskus, keduanya juga telah berkoordinasi di Daraa, sebuah kota Suriah selatan, provinsi Homs dan kemungkinan di tempat lain dalam beberapa pekan terakhir.

Faylaq al Rahman, sebuah organisasi cabang FSA (Free Syrian Army), juga memainkan peran penting dalam pertempuran. Faylaq al Rahman telah menggunakan rudal TOW buatan Amerika, termasuk dalam beberapa pekan terakhir. Kelompok berafiliasi FSA ini telah sering bersekutu dengan jihadis Al Qaeda, seperti halnya di Kabupaten Jobar. Peran Faylaq al Rahman dalam pertempuran menempatkan anggotanya di daerah yang sama dengan HTS dan pasukan Ahrar al Sham.

Faylaq al Rahman melaporkan dalam sebuah pernyataan bahwa dua tank rezim Assad telah hancur. Mereka tweeted foto kartu identifikasi yang diduga milik loyalis rezim di daerah itu. Dan dalam satu video, seorang pejuang Faylaq al Rahman terdengar menyerukan pasukan rezim Assad untuk menyerah, saat mereka dikepung dalam sebuah bangunan.

Pasukan dari ketiga kelompok – HTS, Ahrar al Sham, dan Faylaq al Rahman – digambarkan mengenakan ikat kepala merah putih yang sama.

Ada kemungkinan bahwa masih ada faksi jihad lain yang terlibat dalam pertempuran. Misalnya, Jaysh al Islam yang memiliki kehadiran yang kuat di daerah sekitar Damaskus, terutama di wilayah Ghouta timur.

Faksi-faksi jihad dan Oposisi telah mengendalikan wilayah di daerah yang mengelilingi pusat kota Damaskus. Upaya baru kemungkinan dimaksudkan untuk membersihkan lebih banyak ruang bagi mujahidin, sekaligus untuk membuat rezim Syiah Assad dan sekutunya bertempur di front tambahan yang lebih genting, di ibukota Suriah.

 

 

Kasus Sosial Kitchen, LUIS Akui Tolong Korban Bukan Tindak Kekerasan

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Endro Sudarsono menegaskan bahwa Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) tidak pernah mempunyai agenda perusakan bahkan penganiayaan.

Endro beserta 11 anggota laskar lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyerangan di Rumah Makan Sosial Kitchen, di Surakarta. Esok, pada Selasa, (21/03), 12 anggota laskar beserta satu wartawan Ranu Muda akan menjalani siding perdana di PN Semarang.

“Kami mempunyai standar bahwa di dalam SOP kami tidak boleh ada perusakan,” ungkap dia saat ditemui Islamic News Agency (INA) di Lapas Kedungpane, Semarang, Jawa Tengah, Senin (20/01/17) siang.

Endro melanjutkan, di dalam proses rekonstruksi yang digelar polisi pun tidak ada adegan perusakan atau penganiayaan seperti tuduhan aparat.

Justru, saat malam penyerangan, ia dan rekan-rekannya turut membantu korban yang terjatuh karena ulah oknum tak dikenal yang melakukan penganiayaan.

“Kami tawari minum mereka (korban), tapi tidak mau. Mereka kejang-kejang,” tambah Endro.

(Baca juga:

Esok, Sidang Perdana Ranu Muda Digelar di PN Semarang)

Endro pun menyebutkan bahwa LUIS merupakan organisasi resmi yang disahkan berdasarkan akta notaris. Untuk itu, tuduhan permufakatan jahat merupakan tuduhan yang mengada-ada.

“Kami diakui MUI dan kita punya akta notaris dan kita sering diundang oleh MUI bahkan polisi,” pungkasnya.

Berdasarkan penelusuran kantor berita yang diinisiasi JITU ini, kesebelas anggota LUIS dikenakan sejumlah tuduhan di antaranya: Pasal 170 ayat 1, Pasal 170 ayat 1 jo pasal 56 KUHP. Kemudian Pasal 169 ayat 1 dan Pasal 406 ayat 1jo pasal 55 ayat 1 serta Pasal 167 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Reporter: Ali Muhtadin/INA

Taliban Luluskan 67 Mujahidin Terbaik dari Kamp-kamp Afghanistan Utara

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengatakan bahwa 67 “Mujahidin” terbaik telah lulus dari dua kamp pelatihan yang terletak di provinsi Faryab di barat laut Afghanistan setelah mendapatkan latihan khusus. Taliban telah mempublikasikan 12 fasilitas pelatihan di seluruh negeri sejak akhir 2014.

Empat puluh pejuang lulus pada 18 Maret dari “kamp militer – Intiqam Giran-e-Quran – di sekitar distrik Shirin Tagab” di Faryab. Pernyataan ini dirilis pada Voice of Jihad, situs media resmi Taliban.

“Mujahidin menerima pelatihan tentang penggunaan senjata berat dan ringan, menembak sasaran, informasi mengenai militer dan bahan peledak di kamp,” menurut Voice of Jihad.

Kabupaten Shirin Tagab adalah salah satu dari tujuh kabupaten yang diperebutkan oleh Taliban. Pada bulan Juli 2016, RFE / RL melaporkan bahwa sedikitnya 35 desa berada di bawah kendali Taliban. Pada Februari 2017, Taliban mengambil alih satu desa lain di Kabupaten Shirin Tagab setelah membunuh lima polisi boneka.

Dalam pernyataan kedua, yang dirilis pada 17 Maret, Taliban mengatakan bahwa “sebanyak 27 Mujahidin lulus dari kamp militer Khalid-Bin-Walik pada hari Kamis.”
Provinsi Faryab dikenal sebagai tempat terbaik bagi Taliban. Dari 15 kabupaten di provinsi Faryab, tujuh dalam kepungan Taliban dan satu lagi telah dikuasai Taliban, menurut data yang dikumpulkan oleh FDD Long War Journal.

Taliban menggunakan kabupaten ini untuk meluncurkan serangan terhadap Maimana, ibukota provinsi. Walaupun pasukan Afghanistan mencegah jatuhnya Maimana, mereka gagal mengeluarkan Taliban dari distrik-distrik sekitarnya.

Taliban telah mempublikasikan sedikitnya 12 dari kamp pelatihan sejak akhir 2014 (lihat daftar di bawah). Pada akhir 2015, Taliban mengumumkan bahwa kamp Khalid bin Walid mengoperasikan 12 fasilitas satelit di seluruh Afghanistan, dan memiliki kapasitas untuk “melatih hingga 2000 rekrutan dalam satu waktu.” Selain itu Taliban mengatakan, kamp Khalid bin Walid juga “melatih rekrutan di 8 provinsi (Helmand, Kandahar, Ghazni, Ghor, Saripul, Faryab, Farah dan Maidan Wardak) dan memiliki sekitar 300 ahli pelatih militer dan ulama.”

Tandzim al Qaeda, diketahui juga mengoperasikan kamp di Afghanistan. Pada 2015, AS menyerang sebuah kamp al Qaeda di distrik Bermal di Paktika, dan dua lainnya di distrik Shorabak di provinsi Kandahar. Komandan pasukan AS di Afghanistan, Jenderal John Campbell, mengatakan bahwa salah satu kamp di Shorabak adalah yang terbesar di Afghanistan sejak AS menginvasi pada tahun 2001. Kamp-kamp Al Qaeda juga telah beroperasi di Kunar dan Nuristan.

Harakat-ul-Mujahideen, sebuah faksi jihad Pakistan yang erat bekerjasama dengan al Qaeda, “mengoperasikan kamp pelatihan di Afghanistan timur,” pemerintah AS menyatakan pada tahun 2014. Partai Islam Turkistan, Islamic Jihad Union, dan Imam Bukhari Jamaat, sebuah kelompok jihad Uzbek yang beroperasi di Suriah dan Afghanistan afiliasi al Qaeda, juga mengaku mengoperasikan kamp-kamp di Afghanistan.

Kamp pelatihan yang dipublikasikan oleh Taliban sejak Desember 2014:

Desember 2014: Taliban mengumumkan keberadaan sebuah kamp pelatihan di provinsi Faryab.
Desember 2014: Kamp Khalid bin Waleed di provinsi Kunar.
Juni 2015: Taliban menyebut kamp pelatihan “pasukan khusus”; Lokasi tidak diungkapkan.
Agustus 2015: Kamp Pelatihan Shaheed Ustaz Aasim di Lions Den, di provinsi Paktia.
September 2015: Kamp Salahadin Ayyubi; Lokasi tidak diungkapkan.
Juli 2016: Kamp pelatihan Omar bin Khattab di Kunduz.
Oktober 2016: Kamp pelatihan Jihad Abdullah bin Mubarak; Lokasi tidak diungkapkan.
November 2015: Kamp Khalid bin Walid; Lokasi tidak diungkapkan. Menurut Taliban, memiliki 12 “cabang.”
November 2015: Kamp Abu Dujana, di provinsi Sar-i-Pul. Ini adalah salah satu dari 12 kamp cabang Kamp Khalid bin Walid.
Januari 2017: Kamp pelatihan Al Farouq; Lokasi tidak diungkapkan.
Maret 2017: Intiqam Giran-e-Quran di Faryab.
Maret 2017: Khalid-Bin-Walid, di Faryab.