Jet Tempur Rezim Syiah Assad Serang Warga Sipil dengan Gas Klorin, 100 Orang Tewas

Idlib (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 100 orang tewas pada hari Selasa (4/4/2017) ketika pesawat tempur rezim Assad melakukan serangan gas klorin di provinsi Idlib di barat laut Suriah, menurut Menteri Kesehatan oposisi Suriah Firas Jundi.

“Serangan menewaskan lebih dari 100 orang dan 500 warga sipil, kebanyakan anak-anak, terluka,” Jundi mengatakan dalam konferensi pers di Idlib, lansir World Bulletin.

Jundi mengatakan pesawat-pesawat tempur rezim menyerang kota Khan Shaykun di Idlib selatan dengan rudal yang mengandung “gas beracun”.

“Banyak anak-anak termasuk di antara para korban,” katanya, mempekirakan jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat.

Dua Faksi Revolusi Suriah Amankan Akses Jurnalis Internasional untuk Liput Korban Gas Klorin

Seorang pejabat pertahanan sipil setempat sebelumnya mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pesawat rezim melakukan serangan gas klorin di kota pada Selasa pagi.

Serangan pada hari Selasa tersebut terjadi satu hari setelah sebuah pesawat rezim melakukan serangan gas klorin yang sama di kota Al-Habit di Idlib, yang mempengaruhi puluhan.

Serangan gas dengan cepat dikutuk oleh Menteri Luar Negeri U.K. Boris Johnson.

“Laporan mengerikan mengenai serangan senjata kimia di Idlib, Suriah. Insiden harus diselidiki dan pelaku harus dimintai pertanggungjawaban,” katanya di Twitter.

Pasukan rezim Suriah diyakini meluncurkan serangan gas pada daerah yang dikuasai oposisi dalam beberapa pekan terakhir.

Pada tanggal 30 Maret, 35 warga sipil terkena serangan gas klorin pasukan rezim Syiah Assad di Al-Qaboun dekat Damaskus.

Tahun lalu, sebuah panel investigasi yang ditunjuk PBB menemukan bahwa senjata kimia digunakan oleh pasukan rezim Syiah Suriah pada tahun 2014 dan 2015. Namun, tidak ada langkah-langkah tindak lanjut.

Gas klorin adalah salah satu dari beberapa elemen dan senyawa yang digunakan dalam serangan kimia yang menghancurkan, dan dilarang oleh perjanjian internasional. Paparan gas tingkat tinggi dapat menyebabkan mati lemas karena cedera kimia dalam saluran udara paru mengakibatkan penumpukan cairan yang parah di paru-paru, yang rentan dialami anak-anak dan manula.

Sejak Maret 2011, oposisi Suriah telah menuntut diakhirinya kekuasaan keluarga Assad yang telah berlangsung lebih dari 44 tahun.

Inilah Infografik 162 Serangan Senjata Kimia Rezim Assad di Suriah

Rezim Suriah menanggapi protes unjuk rasa dengan kekuatan militer yang keji, mendorong situasi menjadi spiral kekerasan, pertempuran berdarah dan perang global yang masih berlangsung antara rezim Assad dan sekutunya dengan faksi-faksi jihad dan oposisi.

Sejak itu, menurut PBB, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negeri yang babak belur akibat perang tersebut.

Namun Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah berjumlah lebih dari 470.000 orang.

Terkuak “Menista” Al Maidah 51 Pasca Pidato di Kep Seribu, GNPF MUI: Dia Tak Akan Menyesal

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dinilai tidak menyesali dan akan mengulangi penistaan Al Maidah 51. Sebab, sesaat diperiksa pada lanjutan sidang ketujuh belas ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) memberikan bukti tambahan Ahok “menista” pasca pidato 27 September tahun lalu itu.

“Di TV Al Jazeera tersebut, Ahok mengatakan tidak menyesal dan bahkan Ahok dengan tegas mengatakan akan mengulangi perkataannya tersebut apabila ke Kepulauan Seribu lagi,” ujar Nasrulloh Nasution, koordinator GNPF MUI di Gedung Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).

Ia menjelaskan, pemaparan ini berasal dari hasil pemeriksaan terdakwa Ahok dan juga bukti tambahan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di dalam persidangan ke-17 kasus penistaan agama. Dua bukti tambahan berupa
video wawancara Ahok di TV Al Jazeera dan video di Balai Kota baru-baru ini mengungkap perkataan kontroversial ini.

(Baca juga: Sempurna! Ahok Akui Benar Video Pidato Al Maidah 51 di Ruang Sidang)

Menurutnya, pernyataan tegas Ahok yang tidak merasa menyesal atas perbuatannya menista Alquran dan umat Islam merupakan sebuah bentuk arogansi Ahok sekaligus bukti kuat, Ahok menyadari dan menghendaki penistaan tersebut.

Praktisi hukum yang tidak pernah absen dalam sidang petahana DKI Jakarta ini mengatakan, Ahok juga kembali mengulangi penistaan terhadap Surat Al Maidah 51 di Balai Kota sebagaimana bukti tambahan kedua JPU.

“Dalam video tersebut, Ahok menyebut akan membuat wifi dengan username “Al Maidah 51” dan passwordnya “kafir”,” terang dia.

“Ahok tidak akan merasa menyesal telah menista Surah Al Maidah 51 meskipun dia minta maaf jutaan kali,” pungkasnya.

Persidangan ketujuh belas dengan agenda pemeriksaan terdakwa Ahok ini selesai pada pukul 22.45 WIB. Persidangan kedelapan belas akan dilanjutkan Selasa depan dengan agenda pembacaan surat tuntutan JPU.

Reporter: HA

Sempurna! Ahok Akui Benar Video Pidato Al Maidah 51 di Ruang Sidang

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Video pidato Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu, tanggal 27 September 2016 yang menyinggung Surah Al Maidah 51 akhirnya diputar di persidangan. Video pada lanjutan sidang ketujuh belas ini diakui tegas dan gamblang kebenarannya oleh Ahok.

“Gambar dan suaranya benar, tidak ada pemotongan dan sisipan,” jawab Ahok ketika ditanya ketua Majelis Hakim tentang kebenaran video yang diputar Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Gedung Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).

Menanggapi itu, Nasrulloh Nasution yang ditemui di sela persidangan mengatakan, pengakuan Ahok akan kebenaran perkataannya yang menista Surah Al Maidah 51 merupakan alat bukti yang sah. Jadi, kata dia, pengakuan ini dapat menguatkan dakwaan JPU.

(Baca juga: Pemeriksaan Terdakwa, Jaksa Dinilai Punya Jurus Jitu Skak Mat Ahok di Persidangan)

“Ahok saat ini sedang dimintakan keterangannya sebagai terdakwa, yang mana segala apa yang dia nyatakan dalam pemeriksaan tersebut adalah alat bukti yang sah dan akan menguatkan dakwaan Jaksa,” jelas Koordinator Persidangan GNPF MUI ini.

Selain itu, Nasrulloh menegaskan bahwa Ahok dalam video tersebut telah jelas mengatakan “jangan mau dibodohin pakai Surah Al Maidah 51.” Menurutnya hal itu memiliki nilai pembuktian yang cukup.

“Sempurna, kami yakin Majelis Hakim akan mempertimbangkannya sebagai alat bukti yang memberatkan dia (Ahok -red),” tegas Nasrulloh.

Diketahui, Sidang pemutaran video berlangsung tiga jam lebih. Sempat ditunda untuk istirahat sholat dan makan siang, sidang kembali dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan Terdakwa Ahok.

(Baca juga: Ahli Agama Kubu Ahok: Ketentuan Dalam Al Qur’an Harus Diundang-undangkan Dulu Agar Bisa Dilaksanakan)

Dalam persidangan, JPU memutarkan beberapa video barang bukti yang diserahkan saksi-saksi pelapor yaitu video di Kepulauan Seribu, video di Balai Kota dan video di partai Nasdem. Video-video yang diputar menggunakan layar dan dapat disaksikan oleh pengunjung sidang tersebut diperoleh JPU dari youtube Pemprov DKI, saksi pelapor Novel Chaidir Hasan, Burhanuddin, dan Muchsin Alatas.

Reporter: HA

Rezim Assad Lancarkan Serangan Udara ke Pemukiman Warga Timur Ghouta, Puluhan Tewas

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Provinsi Rif Dimashq terutama kota-kota timur Ghouta menyaksikan hari berdarah saat puluhan serangan udara diluncurkan oleh pesawat rezim Syiah Nushairiyah Suriah, menyebabkan puluhan orang warga tewas dan luka-luka, semua dari mereka warga sipil.

Koresponden ElDorar AlShamia melaporkan, Senin (3/4/2017), bahwa lebih dari 75 serangan udara menargetkan Timur Ghouta dan kabupaten Jobar Damaskus. 31 serangan terkonsentrasi di Jobar, dan sisanya tersebar di daerah Qaboun, Hamuriya, Douma, Saqba, Harasta, Zamalka, Kafr Batna, Jisreen, Haza , Ein Tarma dan al-Marj, yang mengakibatkan 27 korban sipil termasuk 2 perempuan dan seorang anak dan melukai puluhan warga sipil.

Wartawan ElDorar menambahkan: Serangan udara yang menargetkan Douma menewaskan 21 orang. Penembakan artileri berat juga menargetkan tim pertahanan sipil dan ambulans, sementara lima tewas di Saqba dan satu orang di Jisreen.

Satu-satunya pusat medis yang tersisa di kota Jisreen kini benar-benar tidak dapat beroperasi akibat serangan udara yang menyebabkan kerusakan peralatan yang cukup besar.

Setelah Perisai Efrat Berakhir, Turki Siap Luncurkan Operasi Baru di Suriah

TURKI (Jurnalislam.com) – Turki bersiap-siap untuk meluncurkan operasi militer baru setelah tercapainya Operasi Perisai Efrat di Suriah utara, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Senin (3/4/2017), lansir Anadolu Agency.

“Tahap pertama Operasi Perisai Efrat berakhir setelah al-Bab Suriah dibersihkan dari teroris (PYD dan IS). Sekarang kami sedang mempersiapkan operasi baru melawan kelompok teror di daerah lain,” kata Erdogan selama kampanye yang diadakan sebagai bagian dari upacara pembukaan beberapa proyek di provinsi laut Hitam Trabzon.

Diluncurkan pada akhir Agustus tahun lalu, dan dilaksanakan dengan dukungan dari pejuang Tentara Pembebasan Suriah, operasi Perisai Efrat bertujuan untuk meningkatkan keamanan, mendukung pasukan koalisi dan menghilangkan ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki.

“Operasi baru akan memiliki nama yang berbeda. Kami memiliki kejutan baru bagi semua kelompok teror termasuk PKK / PYD, IS dan Feto yang berharap pada musim semi,” tambah Erdogan.

“In sya Allah, bulan-bulan berikutnya akan menjadi musim semi bagi Turki dan warga Turki, dan musim dingin yang mematikan bagi pelaku teror.”

Menteri Pertahanan Fikri Isik mengatakan pada hari Jumat bahwa berakhirnya operasi militer Turki di Suriah utara bukan berarti ancaman juga telah berakhir.

“Ketika kebutuhan muncul dan ancaman terhadap keamanan Turki muncul, Turki tidak akan ragu melakukan operasi lainnya untuk menghilangkan ancaman ini,” katanya.

Isik menambahkan bahwa operasi telah membersihkan wilayah IS seluas 2.000 kilometer persegi (772 mil persegi), dan “mimpi penggabungan kanton” PKK / PYD di Suriah utara telah hancur.

PYD adalah cabang Suriah PKK, yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki dan Internasional.

Menteri mengatakan Turki akan terus melakukan apapun yang diperlukan untuk memastikan wilayah tersebut tetap stabil dan bebas dari teror.

“Operasi itu berakhir, tapi apa yang perlu dilakukan akan terus dilakukan,” tambahnya.

Uni Eropa: Pasca Konflik Bashar Assad Tidak lagi Presiden!

LUXEMBOURG (Jurnalislam.com) – Presiden Bashar al-Assad tidak memiliki masa depan pasca-konflik Suriah, pada akhirnya nasibnya berada di tangan rakyat Suriah, menteri luar negeri Uni Eropa mengatakan Senin (3/4/2017) dalam menanggapi pergeseran kebijakan AS yang jelas.

Namun pekan lalu Washington mengisyaratkan tidak lagi akan fokus pada penggulingan Assad karena berkonsentrasi pada pertempuran yang lebih luas terhadap kelompok-kelompok pejuang di Suriah.

Ketika ditanya apa yang dimaksudkan dengan pernyataan itu untuk kebijakan Uni Eropa, kepala blok urusan luar negeri Federica Mogherini mengatakan bahwa ia percaya bahwa Assad “tidak mungkin” untuk kembali ke status quo di Suriah.

Setelah hampir tujuh tahun perang, “tampaknya benar-benar tidak realistis untuk percaya bahwa masa depan Suriah akan persis sama seperti dulu di masa lalu,” kata Mogherini saat ia tiba untuk pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Luxembourg.

“Tapi rakyat Suriah yang akan memutuskan, yang jelas … setiap solusi yang dapat diterima oleh semua orang Suriah, kami akan mendukungnya.”

Para menteri luar negeri kemudian mensahkan pernyataan yang mencatat: “Uni Eropa mengingatkan bahwa tidak akan ada perdamaian abadi di Suriah di bawah rezim Assad saat ini!”

Dikatakan sekitar 13,5 juta orang Suriah kini membutuhkan bantuan kemanusiaan di dalam wilayah Suriah sementara lima juta lainnya mencari perlindungan di Negara tetangga, seperti Turki dan negara-negara regional lainnya.

Mogherini pada hari ini Selasa (4/4/2017) bersama dengan PBB menjadi tuan rumah konferensi dua-hari di Brussels membahas masa depan Suriah yang difokuskan pada situasi bencana kemanusiaan di negara itu setelah perang yang telah merenggut lebih dari 320.000 jiwa.

Mogherini menekankan bahwa ini adalah bagian dari upaya untuk mempersiapkan akhir perang dengan baik, sementara pembicaraan damai yang disponsori PBB di Jenewa terus mencari penyelesaian damai dan Rusia serta Turki menengahi pembicaraan gencatan senjata antara Damaskus dan kelompok oposisi.

Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel mengatakan dia yakin posisi Amerika Serikat yang berubah pasti “lebih realistis”, karena jika bersikeras bahwa Assad harus mundur dari awal hanya akan menghasilkan kebuntuan.

“Tapi ada satu hal yang tidak boleh terjadi – bahwa seorang diktator yang melakukan kejahatan mengerikan di kawasan itu tetap tak tersentuh,” kata Gabriel.

Pembicaraan perdamaian PBB harus terus berjalan dengan tujuan menghasilkan “konstitusi baru, pemilu dan pemerintahan yang baru dan demokratis,” katanya.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault mengatakan harus ada transisi politik yang tulus menuju Suriah baru.

“Perancis tidak percaya sedikit pun bahwa Suriah yang baru ini dapat dipimpin oleh Assad lagi,” katanya.

Stasiun Kereta Rusia di Saint Petersburg Dibom, Sedikitnya 10 Tewas dan 50 Terluka

RUSIA (Jurnalislam.com) – Sekitar 10 orang dikhawatirkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka, Senin (3/4/2017) setelah ledakan mengguncang sistem metro di kota kedua Rusia, Saint Petersburg, menurut pihak berwenang, yang tidak mengesampingkan serangan militan.

Presiden Vladimir Putin mengatakan para penyelidik sedang mencari ke dalam semua kemungkinan penyebab ledakan – “disengaja, kriminal dan pertama-tama … teroris,” lansir World Bulletin.

Gambar yang diputar di televisi nasional menunjukkan pintu sebuah kereta pecah, dan tubuh berlumuran darah bertebaran di peron stasiun.

Petugas layanan darurat bergegas ke tempat kejadian di stasiun metro Institut Teknologi, pusat transportasi utama.

Andrei Kibitov, juru bicara gubernur Saint Petersburg, mengatakan: “Kami tidak tahu persis jumlah mereka yang tewas, tapi diperkirakan sekitar 10 orang.”

Dia menambahkan bahwa sekitar 50 orang terluka, dua diantaranya menjalani operasi darurat.

Ledakan itu menyebabkan kebingungan, dengan lalu lintas pada Moskovsky Prospect diblokir, jalanan ramai dan sibuk, dan kendaraan darurat bergegas ke stasiun.

“Ibuku sedang berada di metro, saya tidak tahu apa yang terjadi padanya, saya tidak bisa menemukan dia,” kata seorang wanita bernama Natalia.

Juru bicara Komite nasional anti-terorisme Rusia (national anti-terrorism committee-NAK), Andrei Przhezdomsky, mengatakan dalam sambutannya di televisi bahwa ledakan itu terjadi pada pukul 14:40 waktu setempat (1140 GMT) dan bahwa mereka sedang menyelidiki penyebabnya.

Przhezdomsky mengatakan “ledakan terjadi di sebuah kereta antara stasiun Institut Teknologi dan Sennaya (Square),” yang satu sama lainnya berdampingan dengan jalur yang sibuk di pusat kota.

Jaringan metro mengumumkan bahwa mereka sepenuhnya tidak beroperasi setelah mengevakuasi seluruh penumpang dan Komite Investigasi Rusia juga meluncurkan penyelidikan terhadap ledakan.

Moskow metro juga tweeted bahwa mereka “mengambil langkah-langkah keamanan tambahan” seperti yang dipersyaratkan oleh hukum di situasi seperti itu

Pemeriksaan Terdakwa, Jaksa Dinilai Punya Jurus Jitu Skak Mat Ahok di Persidangan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, kembali akan digelar pada hari Selasa Besok (4/4/2017) di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian RI, Ragunan, Jakarta Selatan. Sidang yang ketujuhbelas ini sedianya akan mengagendakan pemeriksaan terhadap terdakwa.

“Di sidang rabu lalu, hakim sudah mengetok palu bahwa agenda sidang selasa ini adalah pemeriksaan Ahok,” terang Nasrulloh Nasution, Senin (3/4/3017).

Menurut Advokat yang selalu menghadiri sidang ini, Ahok tidak akan banyak dicecar pertanyataan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pasalnya, kata dia, bukti-bukti yang menguatkan dugaan tindak pidana penistaan agama sudah berhasil diperoleh Jaksa dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan Ahli.

(Baca juga: Ahli Agama Kubu Ahok: Ketentuan Dalam Al Qur’an Harus Diundang-undangkan Dulu Agar Bisa Dilaksanakan)

“Apalagi dalam persidangan sebelumnya terungkap fakta adanya niat Ahok menista Surah Al Maidah 51,” kata dia.

Nasrullah menegaskan, niat untuk menista Surah Al Maidah 51 sudah muncul sejak Ahok gagal memenangkan pilgub Bangka Belitung tahun 2007 lalu. Ia menjelaskan, Ahok menuding kekalahannya di Pilgub Bangka Belitung ini disebabkan, selebaran-selebaran yang beredar tentang Surah Al Maidah.

“Ahok sudah sakit hati sejak lama dengan Surah Al Maidah 51. Ia menganggap kemenangannya di Pilgub Bangka Belitung terjegal Surah Al Maidah 51,” papar Nasrullah.

“Jadi pidatonya di Kep. Seribu yang menyinggung Surah Al Maidah 51 itu adalah puncak kekesalannya,” tambahnya.

(Baca juga: Tim Advokasi GNPF MUI: Hamka Haq Bukan Saksi Ahli Agama, Dia Politisi)

Lebih lanjut koordinator sidang GNPF MUI ini menilai, Jaksa akan mengeluarkan jurus jitunya untuk men-skak mat Ahok dalam persidangan nanti seperti yang sudah dilakukannya terhadap saksi-saksi Ahok sebelumnya.

“Kita tunggu kejutan apa yang akan diberikan Jaksa dalam sidang besok, bisa jadi Ahok akan dipermalukan Jaksa di depan pendukungnya sendiri,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Penasehat Hukum (PH) Ahok dalam sidang sebelumnya sudah menyatakan cukup menghadirkan Saksi dan Ahli yang meringankan. Sehingga agenda sidang Selasa beskk akan mendengarkan keterangan terdakwa Ahok.

Reporter: HA

Jauh dari Standar, Pelatihan Imam Masjid Ideal ala Nabi Digelar

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Profesi Menjadi seorang Imam Masjid adalah Profesi yang sangat Mulia. Menurut pimpinan ponpes Salman Al Farisi 2, Ustaz Fajriansyah, Lc, profesi ini pernah diemban nabi dan para sahabat.

“Profesi Imam masjid adalah profesi yang sangat mulia karena Rosululloh dan para Sabahat Khulafaurosyidin juga pernah mengemban profesi ini, selain menjadi pemimpin negara,” katanya sesaat memaparkan materi pelatihan Imam Masjid sesuai cara Rasul di Masjid Quba Arrohman Blumbang, Tawangmangu Karanganyar, Ahad (2/4/2017).

Ia menjelaskan, karena pentingnya profesi seorang imam Masjid, maka sudah selayaknya Imam masjid mengetahui syarat dan rukun menjadi seorang imam yang baik dan benar.

Senada dengan Fajriansyah, Ustaz Muhammad Amrulloh, pemateri selanjutnya mengatakan, Imam masjid merupakan tugas yang sangat mulia. Akan tetapi, kata dia, banyak diantara mereka yang masih enggan untuk serius menempuh idealnya seorang imam.

“Hal ini diakibatkan banyak dari imam tersebut masih sangat jauh dari standar bacaan Alqurannya ” jelas penempuh pendidikan magister Ilmu Tafsir IAIN Surakarta tersebut.

“Salah satu penyebab kurang Standarnya bacaan Imam adalah kurangnya belajar dan sudah merasa cukup dalam mempelajari Ilmu Tilatulqur’an” tambah Guru MIT Isykarima tersebut.

Sebelumnya, acara ini digelar disebabkan minimnya pengetahuan dan standardisasi Imam masjid. “Acara ini kami laksanakan karena rasa keprihatinan kami kepada para imam masjid terutama di daerah yang masih sangat jauh dari standar menjadi Seorang Imam. InsyaaAlloh acara-acara seperti ini akan kita laksanakan di daerah lain di Kabupaten Karanganyar ini,” ujar Kelik Subagyo, panitia acara dari Korp Da’i An Nubala ini.

Forum Me-DAN Banten dan Yayasan At Taubah Gelar Khitanan Massal Gratis, Peserta Membludak

SERANG (Jurnalislam.com) – Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Banten bersama Yayasan At Taubah, menggelar khitanan massal gratis.
Acara ini digelar untuk merajut ukhuwah peduli sesama masyarakat Serang dan sekitarnya.

“Alhamdulillah respon masyarakat antusias sekali, terbukti masyarakat berbondong-bondong mendaftarkan anaknya untuk ikut acara ini,” ungkap kordinator acara, Adin kepada jurniscom di sela-sela acara.

Ketua Forum Me-DAN Banten ini mengatakan, seluruh peserta di acara ini tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Peserta, kata dia, hanya mengisi registrasi dan biodata untuk mempermudah kelancaran acara. Adin mengaku kaget dengan lebihnya peserta yang diprioritaskan untuk kaum dhuafa ini.

(Baca juga: Me-DAN Banten Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Mancak)

“Alhamdulillah peserta membludak dari target awal 50 peserta menjadi 62,” papar dia.

Sementara itu, Suprana, salah satu orang tua peserta dari Anyer ini merasa senang dan terbantu dengan adanya acara khitanan massal gratis tersebut.

Acara yang berlangsung di ruang serbaguna Yayasan At Taubah pada Ahad (2/4/2017) ini, juga bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kesehatan Provinsi Banten.

Suasana khitanan massal gratis

Reporter: Jajat