Senin, 7 Ramadhan 1447 / 23 Februari 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Penulis: Deddy Purwanto

Tolak Keputusan Trump Negara-negara Eropa juga Gelar Aksi Protes Turun ke Jalan

09 Des 2017 10:54:21
Tolak Keputusan Trump Negara-negara Eropa juga Gelar Aksi Protes Turun ke Jalan

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Pengunjuk rasa di beberapa wilayah Eropa turun ke jalan pada hari Jumat (8/12/2017) untuk mengecam keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Setelah shalat Jumat, warga di kota Hague di Belanda berkumpul di luar kedutaan AS dan meneriakkan slogan anti-Israel dan pro-Palestina.

Anggota komunitas Islam Eropa Die Islamische Gemeinschaft Milli Gorus (ICMG) dan Federasi Islam Belanda mengadakan demonstrasi di luar gedung kedutaan.

Mereka membawa bendera dan spanduk Turki dan Palestina yang bertuliskan “Al-Quds [Yerusalem] adalah ibu kota Palestina.”

Ini Reaksi Dunia atas Keinginan Trump Pindahkan Kedutaannya ke Yerusalem

Pada hari Rabu, Trump mengumumkan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibukota Israel dan juga berencana untuk memindahkan kedutaan AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Keputusan kontroversial tersebut membuat marah umat Islam di seluruh dunia.

Para pemrotes di Den Haag mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bersama bahwa keputusan Trump “bertentangan dengan nilai-nilai politik, diplomatik dan moral”.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa tidak mengejutkan bahwa Trump, yang “dikenal karena wacana Islamofobia, xenophobia, rasis dan populis dan marjinalisasi” membuat keputusan semacam itu.

Solidaritas Afrika untuk Palestina Gelas Aksi di Gereja Katedral, Aljazair: Al Quds Milik Kita

Langkah AS dipandang sebagai upaya untuk melegitimasi penjajahan Israel atas tanah Palestina.

Di ibukota Belgia, Brussels, kepala Federasi Islam Belgia, Ekrem Seker, mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengecam keputusan AS.

Dia mengatakan bahwa mencapai perdamaian di wilayah tersebut tidak mungkin “dengan mengumumkan ibukota imajiner” tapi hanya mungkin “dengan mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia, kekejaman dan serangan terhadap warga sipil”.

Abaikan Kecaman Dunia, Trump Resmikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Mengacu pada kebijakan permukiman Israel yang sedang berlangsung, Seker mengatakan bahwa keputusan Trump “provokatif”.

Dia meminta semua orang “yang menghormati hukum internasional” untuk melakukan demonstrasi melawan “keputusan tidak sah” Trump.

“Yerusalem, yang merupakan tempat suci bagi umat Islam, Kristen dan Yahudi, harus dijauhkan dari semua rencana politik.”

Kategori : Internasional

Tags : al quds AS Gaza palestina yerusalem

Kajian Ustadz Abdul Somad di Bali Membludak, Jamaah: ‘Suasananya Seperti 212’

09 Des 2017 10:28:57
Kajian Ustadz Abdul Somad di Bali Membludak, Jamaah: ‘Suasananya Seperti 212’

DENPASAR (Jurnalislam.com) – Kajian Ustaz Abdul Somad (UAS) di Masjid An Nur Denpasar sempat mendapat penolakan dari beberapa ormas lokal di Bali. Ceramah UAS dinilai memicu ketidakharmonisan kehidupan beragama di Bali. Massa ormas juga mendatangi Hotel Aston di Jalan Gatot Subroto tempat UAS menginap.

Meski akhirnya kajian tetap terlaksana dengan aman dan lancar setelah UAS mengklarifikasi semua tuduhan kepada dirinya.

“Kemudian ada juga pihak-pihak yang mengaku mendapatkan potongan video-video di media sosial yang menuduh saya anti kebhinkekaan. Saya kemudian klarifikasi didampingi kapolres, dandim dan pihak terkait kalau semua tidak seperti yang dituduhkan,” kata Ustadz Somad saat diwawancari sebuah televisi swasta, Jumat (8/12/2017).

Ustadz Abdul Somad di Masjid An Nur Denpasar. Foto: Budi Eko/Jurniscom

Salah satu jamaah, Abdulloh mencoba menjawab alasan penolakan UAS itu. Menurutnya, penolakan itu berawal dari provokasi seorang tokoh Bali di akun facebooknya.

“Dia menganggap kehadiran Ustadz Abdus Shomad dapat mengganggu kerukunan umat beragama di wilayah Bali,” kata Abdulloh.

Namun dengan adanya penolakan tersebut, antusiasme muslim Bali untuk menghadiri kajian UAS di Masjid An Nur semakin tinggi. Jamaah pengajian meluber hingga ke Jalan Raya Diponegoro.

“Alhamdulillah, acara aman terkendali hingga selesai termasuk dengan bantuan pengamanan tentara dari Kodam Udayana” jelasnya

Momen itu mengingatkan Abdulloh pada Aksi Bela Islam 411 dan 212. Usai kajian, jamaah memunguti sampah-sampah yang berserakan di sekitar lokasi.

“Momen ini mengingatkan dengan spirit Bela Islam 411 dan 212. Islam itu kaffah termasuk mengajarkan kebersihan,” pungkasnya.

Kesan lain juga diungkapkan Rizki Bongkeng. Pria asal Tasikmalaya ini mengaku terharu ketika ribuan jamaah bertakbir menyambut kedatangan UAS.

“Merinding wa, pas ustadz datang semua bertakbir dan bershalawat,” katanya.

Kategori : Nasional

Tags : masjid an nur denpasar penolakan ustadz abdul somad ustadz abdul somad di bali

PLO Tolak Berbicara dengan AS Kecuali Trump Tarik Kembali Keputusannya

09 Des 2017 10:28:40
PLO Tolak Berbicara dengan AS Kecuali Trump Tarik Kembali Keputusannya

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Seorang pejabat tinggi Badan Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization-PLO) mengumumkan pada hari Jumat (8/12/2017) bahwa Palestina tidak akan terlibat dalam pembicaraan yang melibatkan Amerika Serikat sebelum Donald Trump membalikkan keputusannya atas pengakuannya Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Negosiator kepala Palestina Saeb Erekat memposting di media sosial bahwa setiap pertemuan dengan AS berarti pengakuan atas kepindahannya.

Ini Reaksi Dunia atas Keinginan Trump Pindahkan Kedutaannya ke Yerusalem

“Tidak ada pembicaraan dengan pihak Amerika tentang proses perdamaian tanpa adanya pembalikan resolusi dan setiap orang Palestina yang duduk dengan pihak Amerika mengenai proses perdamaian sama saja mengakui keputusan Trump,” Erekat memposting di media sosial, lansir Anadolu Agency.

Pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusan untuk mengakui Yerusalem dan memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv meskipun mendapat tentangan internasional yang meluas

Perancis Tolak Yerusalem sebagai Ibukota Israel, Bertentangan Hukum Internasional

Yerusalem tetap menjadi inti konflik Israel-Palestina, dengan orang-orang Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang sekarang dijajah oleh Israel – dapat menjadi ibu kota negara Palestina masa depan.

Menjelang pemilihannya tahun lalu, Trump berulang kali berjanji untuk merelokasi Kedutaan Besar AS ke Yerusalem.

Kategori : Internasional

Tags : al quds AS Gaza palestina plo yerusalem

Relokasi Dubes AS Berlangsung 2 Tahun, Uni Eropa: Trump Mundur ke Masa Kegelapan

09 Des 2017 10:07:06
Relokasi Dubes AS Berlangsung 2 Tahun, Uni Eropa: Trump Mundur ke Masa Kegelapan

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Berbicara kepada Al Jazeera pada hari Jumat (8/12/2017), Sekretaris Negara AS Rex Tillerson mengatakan bahwa relokasi kedutaan AS mungkin tidak akan berlangsung sedikitnya dua tahun.

“Ini bukan sesuatu yang akan terjadi tahun ini atau mungkin tidak tahun depan, tapi presiden memang ingin kita bergerak dengan cara yang sangat konkret dan sangat tabah,” kata Tillerson setelah melakukan pembicaraan di Paris dengan mitranya dari Prancis Jean-Yves Le Drian.

Pengamat: Waspadai Target Politik Trump Di Balik Pencaplokan Al Quds

“Pengumuman Trump” berpotensi untuk mengirim kita mundur ke masa yang lebih gelap daripada yang telah kita jalani,” kata Federica Mogherini, perwakilan tinggi Uni Eropa untuk urusan luar negeri.

Saeb Erekat, kepala juru runding Palestina, mengatakan pada Aljazeera, bahwa warga Palestina tidak akan berbicara dengan AS sampai Trump menarik keputusannya.

Erekat mengatakan bahwa pimpinan Palestina mempertimbangkan semua opsi sebagai tanggapan atas pengumuman Trump.

Dalam sebuah pidato di Kota Gaza pada hari Kamis, pemimpin Hamas Ismail Haniya mengatakan bahwa keputusan AS adalah sebuah “deklarasi perang melawan warga Palestina”, dan meminta sebuah Intifadah baru, atau perlawanan rakyat.

Pemimpin Hamas: Keputusan AS adalah Deklarasi Perang

Haniya mengatakan pengakuan Presiden AS Donald Trump “membunuh” proses perdamaian Israel-Palestina.

“Keputusan ini membunuh proses perdamaian, membunuh Oslo, dan membunuh proses penyelesaian,” katanya.

“Keputusan AS adalah sebuah agresi, sebuah deklarasi perang terhadap kita, di tempat-tempat terbaik bagi kaum Muslimin di jantung Palestina, Yerusalem. Kita harus berjuang untuk meluncurkan sebuah Intifadah di hadapan musuh Zionis,” kata Haniya.

Kategori : Internasional

Tags : al quds AS Gaza palestina yerusalem

Kementrian Pendidikan Palestina Serukan Universitas, Sekolah dan Institusi Pendidikan Lakukan Perlawanan

09 Des 2017 09:52:35
Kementrian Pendidikan Palestina Serukan Universitas, Sekolah dan Institusi Pendidikan Lakukan Perlawanan

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Universitas, sekolah, dan institusi pendidikan Palestina juga telah mengumumkan aksi perlawanan setelah ada instruksi dari Kementerian Pendidikan Palestina, Jumat (8/12/2017), Aljazeera.

Trump, yang mengabaikan peringatan dari masyarakat internasional, mengumumkan pada hari Rabu bahwa AS secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan akan memulai proses perpindahan kedutaannya ke kota tersebut, yang melanggar kebijakan AS selama puluhan tahun.

Aksi Hari Kemarahan Rakyat Palestina, Bulan Sabit Merah: 767 Terluka dan 1 Orang Gugur

Keputusan tersebut telah dikecam oleh para pemimpin dunia yang telah menggambarkannya sebagai “eskalasi berbahaya” dan paku terakhir di peti mati perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina.

Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka, sementara Israel mengatakan bahwa kota tersebut, yang berada di bawah pendudukan Israel, tidak dapat dibagi.

Kategori : Internasional

Tags : al quds Gaza palestina yerusalem

Aksi Hari Kemarahan Rakyat Palestina, Bulan Sabit Merah: 767 Terluka dan 1 Orang Gugur

09 Des 2017 09:45:56
Aksi Hari Kemarahan Rakyat Palestina, Bulan Sabit Merah: 767 Terluka dan 1 Orang Gugur

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Sedikitnya seorang warga Palestina terbunuh dan ratusan lainnya terluka saat aksi protes Day of Rage (Hari Kemarahan), Jumat (8/12/2017) berlanjut di Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza menentang keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Seorang pria Palestina berusia 30 tahun tewas akibat tembakan Israel saat melakukan demonstrasi di Gaza pada hari Jumat, kantor berita Palestina WAFA melaporkan, mengutip kementerian kesehatan Palestina, lansir Aljazeera.

Pemimpin Hamas: Keputusan AS adalah Deklarasi Perang

Menurut WAFA, kementerian kesehatan mencabut pernyataan sebelumnya bahwa seorang pria lainnya juga terbunuh.

Bulan Sabit Merah (The Red Crescent) juga mengatakan pada hari Jumat bahwa sejauh ini, mereka telah menemukan sedikitnya 767 korban luka di Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.

Di dalam dan di sekitar Kota Tua Yerusalem, aksi dimulai setelah sholat Jumat.

Berbicara di depan Gerbang Damaskus di Yerusalem Timur yang diduduki, Harry Fawcett dari Al Jazeera mengatakan bahwa aksi tersebut sebagian besar bersifat damai.

“Situasi di Yerusalem Timur yang diduduki Israel relatif tenang dalam dua hari terakhir sejak pengumuman Trump ini,” katanya.

Putaran Konfrontasi Total di Tepi Barat Akan Berlangsung Hari Ini, Jumat

“Emosi sangat tinggi di sini, dan tidak butuh banyak hal untuk melepaskannya,” tambahnya.

“Protes sebagian besar berlangsung berisik dan keras dan kadang-kadang bendera dan spanduk Palestina dibentangkan kembali membuat pasukan keamanan Israel bergerak masuk dan memisahkan beberapa dari mereka yang ingin mereka targetkan.”

Pasukan zionis Yahudi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah para aksi protes di kota-kota Tepi Barat Hebron dan Bethlehem yang diduduki, dengan sedikitnya satu kasus amunisi hidup dilaporkan, kata layanan medis Palestina.

Jumat adalah hari ketiga unjuk rasa di wilayah yang dijajah Israel.

Kategori : Internasional

Tags : al quds palestina yerusalem

Tertangkap, Donald Trump dan Dua Pengawalnya Dibunuh

09 Des 2017 09:41:09
Tertangkap, Donald Trump dan Dua Pengawalnya Dibunuh

SOLO (Jurnalislam.com) – Warga Palestina berhasil menagkap Donald Trump bersama dua pengawalnya. Setelah itu mereka memenggal kepala presiden Amerika ke 45 itu.

Aksi teatrikal itu diperankan oleh para santri dalam aksi Solidaritas untuk Al Quds di Bundaran Gladak, Solo pada Jumat (8/12/2017).

“Inilah dia detik-detik pemenggalan kepala presiden Amerika Donald Trump, yang diperankan oleh mas-mas santri, mohon diperhatikan dengan seksama, takbir,” kata Nur Hadi Waseso salah orator dari Elemen Muslim Surakarta (Elmusa) disambut dengan teriakan takbir peserta aksi.

Massa juga menginjak-injak bendera Israel dan Amerika sebagai bentuk penolakan mereka atas kebijakan Trump yang telah melecehkan umat Islam dengan mengklaim Al Quds sebagai ibukota Israel.

Unjuk rasa mengecam kebijakan Donald Trump pada hari Jumat (8/12/2017) dilakukan umat Islam di beberapa kota di Indonesia.

Kategori : Nasional

Tags : alquds milik umat islam bela al quds Donald Trump palestina

Mahasiswa Palestina di Solo : ‘Terima Kasih Umat Islam Indonesia’

09 Des 2017 09:09:58
Mahasiswa Palestina di Solo : ‘Terima Kasih Umat Islam Indonesia’

SOLO (Jurnalislam.com) – Ada yang menarik dalam aksi Solidaritas Palestina di Bundaran Gladak, Solo pada Jum’at (8/12/2017) kemarin. Yaitu kehadiran empat warga Palestina yang terlihat antusias mengikuti aksi tersebut.

Ahmed, salah satu dari mereka mengaku terharu dengan aksi-aksi solidaritas umat Islam di Indonesia. Ia mengatakan, kepedulian muslim Indonesia sangat tinggi atas keadaan rakyat Palestina.

“Kita saudara sama orang Indonesia, Alhamdulillah ada orang baik disini, merasakan sama orang Palestina,” kata Ahmed saat ditemui Jurnalislam.com.

Mahasiswa asal Palestina dalam aksi solidaritas Al Quds di Solo

Lebih lanjut, pria yang berasal dari kota Hebron ini menegaskan, bahwa Al-Quds (Yerusalem) sejak dulu menjadi bagian Palestina dan bukan milik Israel.

“Al-Quds (Yerusalem) itu capital city buat Palestina, kita semua tau gak ada itu namanya Israel, lalu bagaimana mungkin ada kapital city buat Israel,” paparnya.

Ahmed bersama ketiga temannya mengucapkan terimakasihnya kepada umat Islam di indonesia yang sudah berusaha melakukan perlawanan terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump.

“Kita semua saudara, terima-kasih banyak buat umat Islam di Indonesia,” kata Ahmed.

Ahmed dan ketiga rekannya yang sedang studi di Indonesia itu saat ini tinggal di daerah Colomadu, Surakarta.

Kategori : Nasional

Tags : alquds milik umat islam ibukota israel palestina save alquds yersussalem

Kecam Keras Pemindahan Ibukota Israel ke Yerusalem, Ini Pernyataan Sikap FPI

08 Des 2017 11:31:54
Kecam Keras Pemindahan Ibukota Israel ke Yerusalem, Ini Pernyataan Sikap FPI

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang diumumkan pada Senin, 6 Desember 2017, yaitu perintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk segera melakukan pemindahan kantor kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem, mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk Front Pembela Islam (FPI).

Dalam pernyataan sikap yang diterima redaksi jurniscom, FPI menilai kebijakan sepihak pimpinan Donald Trump ini melanggar hukum Internasional, berikut pernyataan lengkapnya.

Front Pembela Islam menyatakan;
Pertama;
Sikap dan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat tersebut jelas jelas merupakan pelanggaran atas Hukum
Internasional. Secara Hukum Internasional Yerusalem adalah wilayah yang harusnya berada di bawah kewenangan
internasional, dan diberikan status hukum dan politik yang terpisah (separated body). Hal ini didasarkan atas
Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 181 tahun 1947. Resolusi ini juga memberikan mandat berdirinya negara
Arab (Palestina) dan negara Yahudi (Israel) yang masing-masing berstatus merdeka.

Kedua;
Selain itu juga, sikap dan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat tersebut melanggar beberapa Resolusi Dewan
Keamanan PBB atas Yerusalem lainnya yaitu;
1. Resolusi 242 : 22 November 1967, DK PBB meminta Israel menarik pasukan militernya dari kawasan yang
diduduki Israel sejak perang 1967.

2. Resolusi 250: 27 April 1968, meminta Israel tidak melakukan parade militer di Yerusalem.

3. Resolusi 251: 2 Mei 1968, mengutuk keras Israel yang melakukan parade militer di Yerusalem .

4. Resolusi 252: 21 Mei 1968, meminta Israel membatalkan semua aktivitas di Yerusalem dan mengutuk okupasi wilayah manapun di sana melalui agresi militer. Resolusi ini juga meminta Israel menghentikan upaya yang mengarah ke perubahan status kota itu.

5. Resolusi 267 : 3 Juli 1969, mengkonfirmasikan resolusi 252, yang menolak bentuk akuisisi wilayah Yerusalem dengan penaklukkan militer.

6. Resolusi 271: 15 September 1969, mengutuk kerusakan besar yang disebabkan oleh upaya pembakaran ke masjid suci Al Aqsa, yang bangunannya terletak di wilayah yang dikuasai secara militer oleh Israel. Resolusi ini
meminta Israel untuk memperhatikan bagian dari Konvensi Jenewa dan “menarik diri dari tindakan yang
menyebabkan halangan atas berdirinya Majelis Agung Muslim Yerusalem”, termasuk “rencana Israel untuk memelihara dan memperbaiki tempat suci bagi agama Islam di kota Yerusalem.”

7. Resolusi 298: 25 September 1971, mengkonfirmasikan bahwa semua upaya yang dimungkinkan termasuk langkah yang diambil oleh Israel untuk mengubah status Yerusalem, termasuk penyitaan lahan, adalah ilegal.

8. Resolusi 465: 1 Maret 1980, meminta Israel untuk menghentikan perencanaan dan konstruksi dari pembangunan di kawasan yang telah dikuasasinya sejak 1967, termasuk Yerusalem. Resolusi ini juga meminta Israel membongkar pembangunan yang sudah dilakukan.

9. Resolusi 476: 30 Juni 1980, mengkonfirmasikan kembali, “kebutuhan mendesak untuk menghentikan okupasi
wilayah Arab oleh Israel yang sudah berlangsung sejak 1967”. Resolusi ini juga menggarisbawahi semua
tindakan yang sudah diambil (oleh Israel) atas status Yerusalem, batal demi hukum.

10. Resolusi 478 : 20 Agustus 1980, mengutuk “dalam bentuk yang paling keras”, upaya menghidupkan kembali aturan hukum Israel yang ingin mengubah status Yerusalem. Resolusi ini juga meminta semua negara yang telah mendirikan kantor misi diplomatik di Yerusalem untuk pindah dari kota itu.

11. Resolusi 672: 12 Oktober 1990, penyesalan atas terjadinya kekerasan yang memakan korban jiwa lebih dari 20-
an warga Palestina, di Mesjid Al Aqsa pada 8 Oktober 1990. Resolusi ini juga mengutuk kekerasan yang dilakukan oleh pasukan keamanan Israel dan menyebut Israel sebagai “penjajah kekuasaan”.

12. Resolusi 1073 : 28 September 1996, menunjukkan kepedulian terhadap pembangunan di Yerusalem, berkaitan
dengan tindakan Israel membuka jalur masuk ke terowongan dekat Masjid Al Aqsa. Tindakan ini memicu konflik dan menyebabkan kematian sejumlah warga sipil. Resolusi ini meminta Israel memberikan “keselamatan
dan perlindungan” bagi warga sipil Palestina.

13. Resolusi 1322 : 7 Oktober 2000, menyesalkan kunjungan pemimpin oposisi Israel, Ariel Sharon, ke Masjid Al Aqsa, dan dampak kekerasan yang terjadi setelah itu di lokasi itu dan tempat suci lainnya, yang mengakibatkan lebih dari 80 warga Palestina tewas.

14. Resolusi 1397 : 12 Maret 2002, meminta pemimpin Palestina dan Israel untuk kembali ke proses perdamaian melalui negosiasi berkaitan dengan politik pembangunan di kawasan Yerusalem Timur.

15. Resolusi 2334: 23 Desember 2016, mengutuk konstruksi pembangunan yang dilakukan Israel di semua wilayah yang mereka kuasai sejak perang 1967, termasuk di Yerusalem Timur. DK PBB menekankan tidak akan
mengakui perubahan apapun atas garis batas yang ditetapkan sebelum perang 1967, dan mengingatkan bahwa “penghentian semua kegiatan pembangunan sangat penting untuk menyelamatkan solusi dua negara di Yerusalem.”

Ketiga ;
Selain melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB, Pemerintah Amerika Serikat jelas jelas membangkang terhadap
Resolusi Majelis Umum PBB Atas Yerusalem, yaitu ;

1. Resolusi 2253: 4 Juli 1967, menyampaikan kepedulian dan kekhawatiran atas upaya Israel untuk mengubah status Yerusalem dan meminta semua upaya yang telah diambil untuk dibatalkan dan tidak ada lagi upaya seperti itu.

2. Resolusi 36/15: 28 Oktober 1981, memastikan bahwa transformasi yang dilakukan Israel atas Yerusalem, termasuk terhadap situs sejarah, budaya dan agama, mengandung “pelanggaran yang menyolok terhadap prinsip
hukum internasional”. Tindakan yang dilakukan Israel itu menyebabkan hambatan serius untuk mencapai perdamaian yang adil dan komprehensif di Timur Tengah.

3. Resolusi 55/130: 28 Februari 2001, meminta agar Israel bekerjasama dengan komite khusus yang dibentuk
untuk menelisik tindakan Israel yang melanggar hak asasi manusia warga Palestina dan warga Arab lainnya, di kawasan yang diokupasi Israel. Resolusi itu menyatakan kekhawatiran mendalam akan situasi memburuk yang
terjadi di Yerusalem, yang diakibatkan oleh praktik dan tindakan yang dilakukan, terutama penggunaan kekerasan militer yang berlebihan, yang menyebabkan lebih dari 160 warga Palestina tewas.

4. Resolusi 10/14 : 12 Desember 2003, meminta Pengadilan Internasional Untuk Keadilan (HAM) memberikan opini nasihat atas konsekuensi hukum dari pembangunan tembok yang dilakukan Israel di “wilayah Palestina yang diokupasi, termasuk Yerusalem Timur.”

5. Resolusi 60/104 : 18 Januari 2006, meminta komite khusus, “menunda penghentian kelanjutan okupasi Israel,” dan melanjutkan penelisikan terhadap aksi Israel di “wilayah Palestina yang diokupasi, termasuk Yerusalem Timur dan kawasan Arab lainnya” sejak perang 1967.

6. Resolusi 70/89: 15 Desember 2015, mengutuk kelanjutan dari okupasi Israel di wilayah Palestina yang dikuasainya, termasuk Yerusalem Timyr, sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional. Resolusi ini juga
menyalahkan pembangunan tembok di kawasan itu yang dianggap melanggar hukum. Termasuk atas pembangunan tembok di dalam dan di lingkaran sekitar Yerusalem Timur.

7. Resolusi 71/96: 23 Desember 2016, menegaskan kembali bahwa Konvensi Jenewa atas perlindungan warga sipil
dalam perang, harus diterapkan di kawasan Palestina yang diokupasi Israel, termasuk Yerusalem Timur dan kawasan Srab lainnya, sejak 1967.

Keempat ;
Atas berbagai pelanggaran dan pembangkangan berbagai Resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB tersebut, membuktikan bahwa Pemerintah Amerika Serikat adalah sebuah entitas politik yang mendukung penindasan dan penjajahan serta kezhaliman sebagai sistem.

Kelima ;
Dengan dukungan yang terang benderang terhadap rezim apartheid Israel, maka Pemerintah AS adalah pihak yang bertanggung jawab penuh atas berbagai konflik yang terjadi di wilayah Timur Tengah dan menjadikan Amerika
Serikat sebagai sasaran yang legal untuk dijadikan target perlawanan politik, ekonomi dan bahkan militer diseluruh dunia.

Keenam ;
Front Pembela Islam mengutuk keras atas kebijakan pemindahan kedubes tersebut dan menuntut Pemerintah Amerika Serikat untuk segera membatalkan rencana tersebut.

Ketujuh ;
Front Pembela Islam menuntut Pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan segera mengusir Dubes AS dari Indonesia. Selain itu juga, Kami meminta agar Pemerintah Indonesia menjelaskan secara resmi pernyataan Dubes AS Donovan yang menyatakan telah berkonsultasi dengan Pemerintah
Indonesia sebelum memindahkan kantor kedubes AS ke Yerusalem. Apabila pernyataan ini benar, maka Pemerintah Indonesia telah melanggar Pembukaan UUD 45, yang menyatakan penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi.

Kedelapan ;
Front Pembela Islam menyerukan kepada Umat Islam Indonesia untuk melakukan demontrasi di kedubes AS di Jakarta dan Konsulat AS di Surabaya dan Medan dalam rangka menyampaikan protes kepada pemerintah AS.

Kesembilan ;
Front Pembela Islam menyerukan kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk melakukan perlawanan secara terus
menerus dan persisten terhadap segala bentuk arogansi, kezhaliman dan kesewenangan yang dipertontonkan oleh para penguasa dunia khususnya Pemerintah AS.

Demikian kami sampaikan.
Jakarta, 19 Rabiul Awal 1439 H / 8 Desember 2017
Dewan Pimpinan Pusat – Front Pembela Islam
KH. Ahmad Shabri Lubis, S.Pd.I
Ketua Umum
H. Munarman, SH
Sekretaris Umum

Kategori : Nasional

Tags : fpi pemindahan ibukota israel

Ini Pernyataan Sikap Jamaah Ansharusy Syariah Terkait Pemindahan Ibukota Israel ke Yerusalem

08 Des 2017 11:04:26
Ini Pernyataan Sikap Jamaah Ansharusy Syariah Terkait Pemindahan Ibukota Israel ke Yerusalem

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengakuan kota Yerusalem sebagai Ibukota Israel, dan Pemindahan Kedutaan Amerika Serikat Ke kota Al Quds (Yerusalem) membuat gaduh dunia Internasional, khususnya umat Islam.

Jamaah Ansharusy Syariah ikut mengecam pengakuan sepihak presiden Amerika Serikat, Donald Trump tersebut. Berikut pernyataan sikap yang diterima redaksi Jurnalislam.com.

Sehubungan dengan keputusan Pengakuan kota Yerusalem (Alquds) sebagai Ibukota Israel oleh Pemerintah Amerika Serikat yang diumumkan pada Senin 6 Desember 2017 dan rencana pemindahan kedutaan Amerika yang semula berada di Tel Aviv, Israel akan dipindahkan ke Yerussalam (Al Quds), Palestina. Maka dengan ini Jamaah Ansharusy Syariah menyatakan pernyataan sikap sebagai berikut:

Rencana pemindahan kedutaan Amerika ke Al Quds adalah bentuk arogansi Amerika dan bentuk penghinaan terhadap umat Islam, Al Quds (Yerusalem) adalah tempat suci umat Islam setelah Mekkah dan Madinah yang didalamnya terdapat masjid umat Islam Al Aqsa.

Rencana pemindahan kedutaan Amerika ke Al Quds, adalah bentuk Intervensi dan dukungan Amerika terhadap sekutunya Israel, padahal selama ini Amerika berusaha mencitrakan dirinya untuk ikut terlibat dalam perdamaian dunia, namun langkah ini sesungguhnya membuka wajah asli dari Amerika yang tidak pernah berpihak kepada umat Islam.

Langkah yang dilakukan pemerintah Amerika ini, merusak hubungan Diplomatis damai antar agama dan membawa dampak buruk terhadap situs suci Masjidil Aqsha sebagai berikut:

a. Bahwa seluruh resolusi internasional yang menetapkan penisbatan situs suci Umat Islam dan Nasrani kepada pemiliknya telah diabaikan karena kini Yerusalem telah menjadi ibukota Israel maka Israel berhak sesuka hati mengendalikan, melakukan perluasan dan membangun ibukotanya.

b. Merenggut seluruh hak yang dimiliki bangsa Palestina dan Arab untuk datang ke tempat-tempat suci di kota Yerusalem dengan dalih menjaga keamanan dan stabilitas negara.

c. Mencabut seluruh rekomendasi internasional, negara-negara Arab dan Islam yang menentang penetapan kota Yerusalem sebagai ibukota negara Israel atas rekomendasi siapapun karena merupakan bagian dari penjajahan.
d. Mendirikan pangkalan militer di Yerusalem, memasukkan tentara Israel ke seluruh penjuru kota sesuka hati dan legal.

e. Ancaman langsung penghancuran Masjid Al-Aqsa untuk dibangun di atasnya Haikal Sulaiman (Solomon Temple).

f. Pengusiran siapapun yang tidak memiliki identitas Israel dari Yerusalem dan membersihkan wilayah dari penduduk aslinya.

g. Mengabaikan seluruh berkas-berkas dan berbagai dokumen resmi kepemilikan warga Yerusalem untuk dikuasai Israel dan dianggap sebagai miliki negara.

h. Mengimbau dan menyeru kepada para pemimpin negara Islam dunia untuk mengambil sikap yang tegas terkait kebijakan Amerika ini
, seperti yang ditunjukkan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

i. Menghimbau dan menyeru kepada kaum muslimin di Indonesia dan dunia untuk mengambil sikap dan langkah untuk membela negeri Islam, Al Quds Palestina sebagai bentuk wala kita terhadap saudara kita kaum muslimin di Palestina dan menjaga Izzah kaum muslimin.

Demikian pernyataan sikap kami, semoga Allah swt melindungi kesucian Masjidil Aqsha dari tangan tangan kotor Yahudi dan Kafirin serta memuliakan Islam dan Kaum Muslimin. Amien Yarobbal Alamain.
Hasbunallahu wani’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’mannashiir.

Wassalamualaikum wr. Wb.

Abdul Rahim Baasyir
(juru Bicara jamaah Ansharusyariah)
Jakarta, 19 Rabiul awwal 1438H/ 8 Desember 2017M.

 

Kategori : Tak Berkategori

Tags : Abdul Rochim Ba’asyir Jamaah Ansharusy Syariah pemindahan ibukota israel

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

5 Feb 2026 12:27:54
Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

5 Feb 2026 12:20:43
Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

5 Feb 2026 12:19:07
Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

31 Jan 2026 17:06:51

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED