90 Persen Lahan Pertanian Gaza Hancur Akibat Serangan Israel

GAZA (jurnalislam.com)- Serangan militer Israel yang terus berlangsung telah mengubah lahan pertanian subur di Jalur Gaza, terutama di sepanjang perbatasan timur, menjadi tanah tandus. Ladang dan rumah kaca yang sebelumnya menjadi sumber kehidupan kini hancur, mendorong sektor pertanian Gaza ke ambang kehancuran, menurut keterangan petani dan pejabat Palestina.

Israel dituding sengaja menargetkan infrastruktur pertanian Gaza sebagai bagian dari strategi memperdalam krisis kemanusiaan di wilayah yang dihuni lebih dari dua juta orang itu.

Para ahli dan pejabat setempat memperingatkan, penghancuran sektor pertanian telah memperburuk krisis ketahanan pangan di Gaza, membuat jutaan orang terancam kelaparan.

Berdasarkan data resmi Palestina, lebih dari 90 persen lahan pertanian Gaza kini “tidak dapat digunakan” karena para petani tidak bisa mengakses tanah mereka akibat serangan Israel.

“Operasi militer Israel telah menghancurkan sekitar 16.700 hektare lahan pertanian, termasuk 7.800 hektare lahan sayuran, 1.400 hektare lahan tanaman pangan, dan 7.500 hektare lahan pohon buah-buahan,” kata juru bicara Kementerian Pertanian Gaza, Mohammed Abu Ouda, dikutip The New Arab (28/4/2025).

Ia menambahkan, lebih dari 45 persen lahan pertanian Gaza telah hancur sebagian atau sepenuhnya, sehingga membuat petani kesulitan untuk bangkit kembali.

“Sebelum perang, Gaza memproduksi sekitar 25 jenis tanaman pangan yang berbeda, cukup untuk mencapai tingkat swasembada,” ujar Abu Ouda.

“Kini, dengan sebagian besar lahan pertanian musnah dan impor makanan diblokir, memenuhi kebutuhan pangan pokok penduduk menjadi hampir mustahil.” imbuhnya.

Para petani Gaza menggambarkan betapa beratnya dampak perang terhadap kehidupan mereka. Mohammed al-Madhoun, seorang petani dari Shujaiya di Gaza Timur, menceritakan bahwa ladangnya yang dahulu penuh tomat, mentimun, dan kentang kini berubah menjadi tanah hangus.

“Kami mencoba menyelamatkan yang tersisa, tetapi jika terlalu dekat, kami ditembaki,” katanya kepada The New Arab.

“Sebelum perang, saya memiliki profesi yang cukup untuk menghidupi delapan anggota keluarga saya. Kini, semuanya hancur.”

“Kalau saya tidak bekerja, keluarga saya akan kelaparan. Tapi kalau saya mendekat ke lahan, saya bisa dibunuh,” tambahnya.

“Israel secara sengaja memusnahkan ketahanan pangan kami.”

Di Jabalia, Gaza Utara, petani lain bernama Samer al-Bardawil, juga menghadapi risiko serupa.

“Setiap hari adalah perjuangan. Kami mempertaruhkan hidup untuk mendatangi lahan, karena pilihannya hanya dua: mengambil risiko demi masa depan atau menyerah pada kelaparan,” kata ayah sembilan anak berusia 55 tahun itu.

Kerusakan akibat serangan Israel tak hanya melanda sektor pertanian. Sektor peternakan Gaza pun mengalami kehancuran parah. Menurut Kementerian Pertanian Gaza, sekitar 2.500 peternakan ayam hancur dan lebih dari 36 juta ekor ayam mati, termasuk 850.000 ayam petelur.

Selain itu, ribuan sapi dan domba juga hilang, memperburuk ketahanan pangan wilayah tersebut.

“Kami telah kehilangan segalanya,” ujar Adel Shaath, seorang peternak dari Gaza Timur. Ia menceritakan bahwa seluruh hewan ternaknya mati karena tidak bisa diberi makan atau minum saat terjadi pengeboman.

Mohammed al-Wahidi, seorang pakar ekonomi di Gaza, mengatakan kehancuran sektor pertanian dan peternakan membuat Gaza kehilangan harapan untuk swasembada.

“Lahan produktif yang tersisa hanya sekitar 1.500 hektare, terutama di wilayah barat Khan Yunis dan al-Zawaida. Itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduk,” jelasnya.

“Blokade ketat Israel akan terus menghalangi upaya warga Palestina untuk menghidupkan kembali sektor pertanian mereka dalam waktu dekat,” pungkas al-Wahidi.

Reporter: Bahry
Sumber: The New Arab

Blokade dan Serangan Israel Perparah Krisis Pangan di Gaza

GAZA (jurnalislam.com)- Krisis kelaparan di Jalur Gaza semakin parah seiring dengan kerusakan sektor pertanian akibat agresi militer Israel. Melambungnya harga bahan pangan dan kelangkaan kebutuhan pokok membuat ribuan keluarga kini bergantung pada bantuan kemanusiaan dan dapur amal untuk bertahan hidup.

Mahmoud Hassanein, relawan di dapur amal Al-Rahma di wilayah barat Kota Gaza, mengungkapkan lonjakan permintaan bantuan sejak pecahnya perang.

“Pada awal perang, kami melayani sekitar 400 keluarga setiap hari. Kini jumlah itu meningkat menjadi lebih dari 9.500 keluarga. Banyak orang bahkan kesulitan mendapatkan sepotong roti,” ujarnya kepada The New Arab, Ahad (28/4/2025).

Suha Murtaja, seorang ibu lima anak yang mengantre di dapur amal tersebut, mengisahkan betapa sulitnya memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

“Suami saya kehilangan pekerjaan di sektor pertanian. Kami tidak lagi memiliki penghasilan. Kadang-kadang, kami hanya mendapatkan lentil atau nasi, itu pun nyaris tidak cukup,” katanya.

“Dulu kami hidup bermartabat. Kini, kami harus mengantre dan bergantung pada bantuan untuk bisa makan. Saya tidak pernah membayangkan hidup dalam situasi seperti ini,” tambah Suha.

Situasi diperburuk dengan penutupan penyeberangan Kerem Shalom pada 2 Maret lalu, yang selama ini menjadi jalur utama distribusi barang, termasuk bahan makanan dan pasokan medis, ke Gaza.

“Blokade yang diperparah dengan penutupan Kerem Shalom membuat ekonomi Gaza yang sudah rapuh semakin tercekik,” kata Mohammed Abu Jayyab, ekonom berbasis di Gaza.

“Sedikit jalur pasokan yang masih tersisa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan jutaan penduduk Gaza, memperburuk krisis ketahanan pangan,” lanjutnya.

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan keprihatinan atas memburuknya situasi di Gaza.

“Operasi militer yang terus berlanjut semakin memperburuk krisis pangan di Gaza, membuat lebih dari dua juta penduduk membutuhkan bantuan kemanusiaan darurat,” ungkap UNRWA dalam siaran persnya.

Sementara itu, Program Pangan Dunia (WFP) juga menyoroti kondisi yang terus memburuk.

“WFP terus berupaya mengatasi krisis kelaparan di Gaza, namun blokade dan pembatasan akses telah membuat upaya ini semakin sulit,” demikian pernyataan WFP.

Reporter: Bahry
Sumber: The New Arab

Dugaan Pelecehan di Sukoharjo, Sekolah Pecat Oknum Guru dan Dampingi Korban Tempuh Jalur Hukum

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Lembaga Pendidikan Kuttab Al Faruq menggelar jumpa pers untuk menanggapi kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru berinisial DI di ruang Pendopo Kuttab Al Faruq, Grogol, Sukoharjo pada Senin, (28/4/2025).

Dalam keterangan resminya, pihak sekolah menyatakan keprihatinan yang mendalam terhadap kasus tersebut. Pendamping Kuttab Al Faruq Endro Sudarsono menjelaskan bahwa saat saat ini oknum guru berinisial DI itu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak aparat Polres Sukoharjo.

Endro juga menjelaskan terkait kronologi dan tindakan yang dilakukan oleh pihak sekolah. Menurutnya, bahwa insiden tersebut pertama kali diketahui pada Rabu, (19/2/2025), setelah wali santri melaporkan dugaan tindak pelecehan.

Pada hari yang sama, pihak sekolah segera melakukan klarifikasi kepada korban, wali korban, serta terduga pelaku. Tanpa menunda, sekolah juga mengeluarkan Surat Keputusan Pemberhentian Tidak Hormat terhadap DI.

Sejak kejadian itu, Endro mengatakan bahwa pihak sekolah aktif mendampingi korban dan keluarganya dalam proses hukum, termasuk menyerahkan bukti rekaman CCTV, membantu proses pelaporan ke Polres Sukoharjo, hingga mengajukan pendampingan psikologis melalui Biro Konsultasi dan Pemeriksaan Psikologis (BKPP) UMS.

“Malam itu kita lakukan pemecatan dan paginya kita sosialisasikan kepada wali santri soal pemecatan dan kita kordinasi tentang persiapan pelaporan tentang identitas, CCTV termasuk ada harapan dari kami terkait keterangan psikolog namun setelah kita lakukan kordinasi dengan pihak kepolisian supaya ada keterangan psikolog yang ada badan hukumnya dan akhirnya ada kordinasi dengan RSJD Kentingan,” katanya.

“Dan akhirnya pelaporan aduan diterima, CCTV, bukti keterangan saksi saksi, sepekan akhirnya tersangka ditahan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Endro juga menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak yang dirugikan dengan adanya kasus tersebut.

Kami menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada korban, orang tua korban dan pihak pihak lain yang merasa terganggu dengan peristiwa ini,” pungkasnya.

Ngopi Bareng Bahas Palestina, DSKS Ajak Anak Muda di Solo Melek Isu Global

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta) mengadakan acara menarik serta inspiratif yaitu bincang tentang Palestina yang diadakan di sebuah café di daerah Laweyan, Solo, Ahad (27/4/2025).

Tidak seperti pada umumnya diskusi Palestina yang biasa diadakan di masjid ataupun unjuk rasa di jalan.

Ketua DSKS, Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir menjelaskan dengan konsep ini berharap agar isu Palestina bisa cair diterima oleh semua kalangan anak muda.

“Kita membicarakan tenang Palestina dengan menggandeng anak-anak muda, konsepnya juga cair karena diadakan di café bukan di tempat seminar ataupun kajian. Artinya ini adalah forum bebas dimana masyarakat siapa saja boleh bergabung dan berdiskusi tentang masalah Palestina,” ungkapnya.

Dalam obrolan menarik tersebut DSKS menghadirkan pembicara yang cukup lama malang melintang di dunia timur tengah dan daerah konflik, Pizaro Gozali Idrus, Direktur Baitul Maqdis Institute.

Dalam penyampaiannya Pizaro banyak memberikan informasi aktual yang jarang disampaikan oleh media masa pada umumnya. Diantaranya adalah mulai robohnya kekuasaan Netanyahu.

“Jarang diungkap oleh media adalah kekuasaan Netanyahu semakin kritis karena di internal zionis israel terjadi perpecahan dimana dari pihak angkatan udara, perwira, dinas intelijen, dinas tempur dan juga dokter militer semuanya bersepakat melahirkan petisi untuk menolak perang. Hal ini karena menerutu mereka penjajahan tidak menghasilkan apa-apa hanya semakin mengisolir zionis israel dan sandera sampai saat ini tidak bisa keluarkan,” ujarnya.

Mantan wartawan Anadolu Agency tersebut menjelaskan, Ini pertema kali dalam sejarah mereka kompak untuk mogok perang, ini yang harus semua kita ketahui.

Selanjutnya adalah kekuatan perlawanan Hamas di darat itu juga sangat kuat. Zionis pun memahami kalau Hamas tidak punya angkatan udara makanya zionis selalu menyerang melalui udara meskipun korbannya adalah perempuan dan anak-anak.

“Banyak analis militer dunia yang menyebut tentara zionis sebenarnya tidak siap untuk berperang melawan pejuang-pejuang Palestina. Dalam 15 bulan pertama yang diketahui ada 6 ribu tentara zionis israel yang tewas angka ini jauh dari rilis resmi zionis israel yang hanya menyebut 800 tentara yang tewas,” tambahnya.

Menurut wartawan yang sering ke timur tengah tersebut, begitu pentingnya kita harus terus memperoleh informasi terbaru persoalan Palestina, tidak hanya dari sisi penderitaan korban. Meski perjuangan dalam bentuk apapun juga harus dilakukan seperti penggalangan dana, aksi kemanusiaan dan lain sebagainya.

Tetapi ada fakta-fakta lain yang saya garis bawahi dalam hal ini bahwa penjajah israel itu gagal menaklukan rakyat Palestina.

Bukti kekuatan kelompok pejuang Palestina adalah tentang pelucutan senjata yang hingga saat ini tidak bisa dilakukan karena semua masyarakat Gaza, Palestina menolak. Termasuk Hamas yang tidak akan mau meletakkan senjata karena bagi Hamas itu garis merah.

“Maka saat ini di dalam klausul tidak ada aturan yang mengharuskan Hamas untuk melucuti senjatanya yang ada penonaktifan senjata,” pungkasnya.

AS Serang Lebih dari 800 Target Houthi di Yaman, Ratusan Tewas

AMERIKA (jurnalislam.com)- Militer Amerika Serikat mengumumkan telah menyerang lebih dari 800 target di Yaman sejak pertengahan Maret 2025, menewaskan ratusan tentara Houthi, termasuk beberapa anggota pimpinan kelompok tersebut.

Dalam pernyataan resmi pada Ahad (27/4/2025), Komando Pusat AS (USCENTCOM) menjelaskan bahwa operasi militer yang dinamai “Rough Rider” telah diluncurkan sejak 15 Maret untuk mengatasi ancaman Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden, serta memperkuat kembali pencegahan regional AS.

“Sejak dimulainya Operasi Rough Rider, USCENTCOM telah menyerang lebih dari 800 target. Serangan-serangan ini menewaskan ratusan pejuang Houthi dan sejumlah pemimpin mereka,” kata USCENTCOM.

Selain itu, serangan tersebut juga menghancurkan berbagai fasilitas penting milik Houthi, termasuk fasilitas komando dan kendali, sistem pertahanan udara, lokasi manufaktur senjata canggih, serta gudang penyimpanan persenjataan.

Menurut CENTCOM, operasi militer ini telah memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan serangan Houthi. Mereka mencatat, peluncuran rudal balistik Houthi menurun hingga 69 persen, sementara serangan menggunakan pesawat nirawak (drone) serang satu arah menurun hingga 55 persen.

USCENTCOM juga menuduh Iran terus memberikan dukungan kepada kelompok Houthi.

“Iran tidak diragukan lagi terus mendukung Houthi. Mereka hanya dapat melanjutkan serangan terhadap pasukan kami dengan bantuan dari rezim Iran,” kata komando tersebut.

Militer AS menegaskan akan terus meningkatkan tekanan terhadap Houthi hingga tercapai tujuan utama operasi, yakni memulihkan kebebasan navigasi dan memperkuat pencegahan AS di kawasan Timur Tengah.

Reporter: Bahry
Sumber: The New Arab

Forum Lingkar Pena Milad ke-28: Menginspirasi Dunia lewat Literasi dan Kepedulian

SOLO (jurnalislam.com)- Forum Lingkar Pena (FLP) yang merupakan organisasi kepenulisan terbesar di Indonesia, kini terus berkembang tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri di berbagai benua seperti Asia, Eropa, Afrika, Australia, bahkan di Amerika Serikat.

Dalam rangka MILAD Ke-28, FLP menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema Literasi Digital: Menghubungkan Ide, Menginspirasi Dunia di Ruang Pertemuan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Solo, Minggu (27/4/2025).

Seminar Nasional ini dihadiri oleh Astrid Widayani, S.S., S.Ε., Μ.Β.Α (Wakil Walikota Solo), Arif Handoko, S.Sos, M.H (Kadispersip Solo), perwakilan Badan Pengurus Pusat (BPP) FLP turut hadir yaitu Daeng S. Gegge Mappangewa (Ketua Umum), Rafif Amir (Sekjend), Syilviya Romandika (Bendahara Umum) dan Wiwiek Sulistyowati (Humas) ini juga diikuti oleh 90 peserta dari anggota FLP dan masyarakat umum dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Hadir sebagai pemateri yaitu Pizaro Gozali Idrus (Jurnalis & Direktur Baitul Maqdis Institute), Ganjar Widhiyoga, Ph. D (Dosen & Pakar Hubungan Internasional) dan Al Razi Izzatul Yazid (Humanitarian Division Head Rumah Zakat & Sphere Trainer).

Dalam sambutannya, Astrid Widayani mengapresiasi Forum Lingkar Pena yang telah menjadi organisasi positif yang hadir untuk mengembangkan literasi, meningkatkan minat baca, dan semangat untuk berkarya.

“Saya ucapkan selamat mengadakan acara Milad di Kota Solo kota budaya yang kreatif. Semoga FLP bisa mendorong untuk meningkatkan literasi, bisa menjadi wadah pembinaan jiwa,” ujarnya.

Astrid berharap agar FLP bisa terus semangat dalam berkarya secara jujur dan tajam. Serta peduli dalam menjaga peradaban kota dengan moralitas dalam pembentukan karakter untuk menuju generasi emas dimasa mendatang.

Pada momen Milad Forum Lingkar Pena Ke-28 ini, FLP juga menggelar Solidaritas untuk Palestina. Sebagai wujud kepedulian terhadap saudara-saudara kita di Palestina yang sedang mengalami tragedi kemanusiaan.

#FLPPeduliPalestina kali ini memperoleh penggalangan dana sejumlah Rp 10.000.000,- yang disalurkan melalui Rumah Zakat.

Arab Saudi dan Qatar Akan Lunasi Utang Suriah Rp250 Miliar ke Bank Dunia

ARAB SAUDI (jurnalislam.com)- Arab Saudi dan Qatar mengumumkan akan melunasi tunggakan utang Suriah kepada Bank Dunia yang mencapai sekitar Rp250 miliar (setara dengan 15 juta dolar AS). Pengumuman ini disampaikan melalui pernyataan resmi yang diterbitkan Saudi Press Agency pada Ahad (27/4/2025).

Kedua negara Teluk tersebut disebut memainkan peran penting dalam upaya diplomatik mendukung pemerintahan baru Suriah, menyusul penggulingan Bashar al-Assad pada Desember lalu.

“Kementerian Keuangan Kerajaan Arab Saudi dan Negara Qatar bersama-sama mengumumkan komitmen untuk melunasi tunggakan Suriah kepada Bank Dunia, dengan total sekitar 15 juta dolar AS,” demikian isi pernyataan tersebut.

Pengumuman ini disampaikan hanya beberapa hari setelah Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan Suriah menghadiri pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade.

Sebagaimana diketahui, sebagian besar infrastruktur Suriah hancur akibat perang yang berlangsung selama 14 tahun. Bank Dunia menghentikan seluruh operasinya di Suriah sejak awal konflik. Dengan penyelesaian tunggakan ini, Suriah dapat kembali mengakses dukungan finansial serta bantuan teknis dari Bank Dunia.

“Komitmen ini akan membuka jalan bagi Kelompok Bank Dunia untuk melanjutkan dukungan dan operasi di Suriah setelah penangguhan lebih dari 14 tahun,” lanjut pernyataan itu.

Selain itu, penyelesaian utang ini juga memungkinkan Suriah untuk segera mengakses dukungan finansial dalam upaya pengembangan sektor-sektor penting.

Pemerintah Suriah sendiri sangat berharap kepada negara-negara Teluk yang kaya untuk membantu membiayai rekonstruksi serta memulihkan perekonomian mereka yang hancur akibat konflik berkepanjangan.

Reporter: Bahry
Sumber: The New Arab

Hamas Siap Bebaskan Semua Tawanan Israel di Gaza dengan Imbalan Gencatan Senjata Lima Tahun

GAZA (jurnalislam.com)- Hamas menyatakan kesiapannya untuk membebaskan seluruh tawanan Israel yang tersisa di Gaza dengan imbalan gencatan senjata selama lima tahun, kata seorang pejabat Hamas pada Sabtu (27/4/2025).

“Hamas siap untuk pertukaran tawanan dalam satu gelombang dan gencatan senjata selama lima tahun,” ujar pejabat tersebut kepada AFP yang meminta agar namanya tidak dipublikasikan, menjelang pertemuan delegasi Hamas dengan para mediator di Kairo.

Sebelumnya, mediator dari Qatar dan Mesir telah mengajukan proposal baru yang mencakup gencatan senjata jangka panjang di Jalur Gaza, berlangsung antara lima hingga tujuh tahun. Skema ini melibatkan pertukaran semua tawanan Israel yang ditahan oleh Hamas dengan sejumlah tawanan Palestina yang akan dibebaskan oleh Israel, sebagaimana dilaporkan BBC pada Selasa (22/4), mengutip pejabat senior Palestina yang mengetahui jalannya negosiasi.

Usulan tersebut juga mencakup penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza. Hamas, menurut pejabat tersebut, bersedia menyerahkan kendali atas Gaza kepada pemerintahan Palestina apa pun yang disepakati di tingkat nasional dan regional.

Meski demikian, Israel secara tegas menolak kemungkinan Hamas kembali menguasai Gaza pascaperang.

Dalam wawancara terpisah dengan Al-Araby Al-Jadeed, pejabat Hamas lainnya menegaskan keterbukaan kelompok itu terhadap setiap usulan yang bertujuan mengakhiri perang secara permanen, bukan sekadar perjanjian parsial yang berpotensi menguntungkan Israel dengan meredakan tekanan domestik.

Gencatan senjata singkat antara Hamas dan Israel sebelumnya diberlakukan pada 19 Januari 2025, namun runtuh dua bulan kemudian setelah Israel kembali melanjutkan operasi militernya di Gaza, menewaskan ratusan warga Palestina.

Hamas menekankan keinginannya untuk melanjutkan ke tahap kedua gencatan senjata. Namun, Israel bersikeras memperpanjang tahap pertama yang sebelumnya menyaksikan pembebasan puluhan tawanan Israel dan asing pada November 2023, dengan imbalan ratusan tahanan Palestina.

Saat ini, Israel mencatat masih ada 59 tawanan yang berada di Gaza. Dari jumlah tersebut, diyakini 24 orang masih hidup, termasuk 22 warga negara Israel, satu warga Thailand, dan satu warga Nepal.

Reporter: Bahry
Sumber: The New Arab

40 Alat Berat Dihancurkan Israel, Pertahanan Sipil Gaza Kesulitan Evakuasi Korban

GAZA (jurnalislam.com)– Kekurangan peralatan penyelamatan menghambat upaya pencarian lebih dari 30 orang yang diyakini masih tertimbun di bawah reruntuhan rumah yang dibom oleh Israel di Kota Gaza.

Mahmoud Basal, juru bicara Pertahanan Sipil Palestina di Gaza, mengatakan bahwa para petugas darurat tidak mampu menjangkau para korban akibat minimnya peralatan yang diperlukan.

“Petugas kami tidak dapat menjangkau mereka karena kurangnya peralatan yang diperlukan,” ujarnya kepada kantor berita AFP, dikutip Al Jazeera, Sabtu (27/4/2025).

Serangan udara Israel sebelum fajar menghantam rumah keluarga Khour di lingkungan Sabra, Kota Gaza. Akibat serangan tersebut, empat orang tewas dan lima orang lainnya mengalami luka-luka.

Basal juga mengungkapkan bahwa pada Rabu lalu, pesawat-pesawat tempur Israel menghancurkan sekitar 40 kendaraan teknik milik pertahanan sipil. Kendaraan tersebut selama ini digunakan untuk menyingkirkan puing-puing berat dalam operasi pencarian dan penyelamatan, serta untuk mengevakuasi jenazah dari bangunan-bangunan yang hancur.

Kondisi ini semakin memperparah situasi kemanusiaan di Gaza, di tengah intensifnya serangan militer Israel dan memburuknya krisis bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut.

Reporter: Bahry
Sumber: Al Jazeera

Sudah 50 Hari Israel Cegat Ribuan Truk Bantuan Masuk Gaza, Pengungsi Terancam Kelaparan

GAZA (jurnalislam.com)– Hampir 3.000 truk bantuan kemanusiaan milik Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dilaporkan siap menyalurkan bantuan penyelamat jiwa ke Jalur Gaza. Namun, pengepungan ketat yang diberlakukan oleh otoritas Israel telah menghambat masuknya bantuan tersebut selama lebih dari 50 hari.

Dalam pernyataan resminya, UNRWA menyampaikan bahwa kondisi kemanusiaan di Gaza kini berada dalam titik yang sangat memprihatinkan. Kelaparan melanda warga, sementara akses terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan semakin sulit.

“Warga Gaza kelaparan dan situasinya sangat genting,” demikian kutipan dari pernyataan UNRWA yang dipublikasikan melalui media sosial X pada Jumat malam (25/4/2025).

UNRWA menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan seharusnya tidak dijadikan alat tawar-menawar ataupun senjata dalam konflik. Mereka mendesak agar pengepungan segera diakhiri dan bantuan bisa disalurkan tanpa hambatan.

“Pengepungan harus dihentikan, bantuan harus segera disalurkan, para sandera harus dibebaskan, dan gencatan senjata harus kembali diberlakukan sekarang juga,” lanjut pernyataan tersebut.

Sebelumnya, berbagai lembaga kemanusiaan internasional juga telah memperingatkan bahwa blokade Israel terhadap Gaza berisiko menyebabkan bencana kelaparan besar-besaran, terutama di tengah meningkatnya serangan militer dalam beberapa bulan terakhir.

Kontributor: Bahry