Capai Kesepakatan Gencatan Senjata, Berikut Isi Pernyataan Resmi Hamas

GAZA (jurnalislam.com)- Israel dan Gerakan Perlawan Islam, Hamas dilaporkan telah mencapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata setelah dimediasi oleh Qatar.

Melalui situs resminya, Hamas merilis kesepakatan gencatan senjata selama 4 hari tersenut, berikut poin poinnya.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Mengenai Pengumuman Perjanjian Gencatan Senjata

Didorong oleh tanggung jawab kami terhadap rakyat Palestina yang tangguh dan teguh, dan upaya berkelanjutan kami untuk meningkatkan ketabahan rakyat kami yang heroik di Jalur Gaza, untuk memberikan bantuan dan menyembuhkan luka-luka mereka, dan untuk memperkuat keinginan kemenangan perlawanan kami pada hari ketujuh. Oktober dalam menghadapi musuh Zionis:

Setelah perundingan yang sulit dan rumit selama beberapa hari, kami mengumumkan, dengan bantuan dan keberhasilan yang dianugerahkan oleh Allah Subhanahu WA Ta’ala, tercapainya kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan (gencatan senjata sementara) selama empat hari dengan upaya yang tekun dan dihargai dari Qatar dan Mesir yang mengatur:

  • Penghentian tembakan dari kedua belah pihak, penghentian seluruh aktivitas militer tentara pendudukan di seluruh wilayah Jalur Gaza, dan penghentian pergerakan kendaraan militer yang menyusup ke Jalur Gaza.
  • Masuknya ratusan truk yang membawa bantuan kemanusiaan, pertolongan, medis, dan bahan bakar ke seluruh wilayah Jalur Gaza, tanpa kecuali, utara dan selatan.
  • Pembebasan 50 tahanan pendudukan, perempuan dan anak-anak di bawah usia 19 tahun, sebagai imbalan atas pembebasan 150 perempuan dan anak-anak di bawah usia 19 tahun dari penjara pendudukan, semuanya sesuai dengan senioritas.
  • Penghentian lalu lintas udara di (selatan) selama empat hari.
  • Penghentian lalu lintas udara di (utara) selama enam jam setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 16.00.
  • Selama gencatan senjata, pendudukan berkomitmen untuk tidak menyerang atau menangkap siapa pun di seluruh wilayah Jalur Gaza.
  • Menjamin kebebasan pergerakan orang (dari utara ke selatan) di sepanjang Jalan Salah Al-Din.

Ketentuan perjanjian ini dirumuskan sesuai dengan visi perlawanan dan faktor-faktor penentunya, yang bertujuan untuk melayani rakyat kita dan meningkatkan ketabahan mereka dalam menghadapi agresi, terus-menerus menyadari pengorbanan, penderitaan, keprihatinan mereka, dan mengelola negosiasi ini dari sudut pandang yang berbeda. posisi ketabahan dan kekuatan di lapangan, meskipun ada upaya pendudukan untuk memperpanjang dan menunda negosiasi.

Saat kami mengumumkan tercapainya perjanjian gencatan senjata, kami menegaskan bahwa kami akan tetap memegang kendali, dan brigade kami yang menang akan tetap berupaya membela rakyat kami dan mengalahkan pendudukan dan agresi.

Kami berjanji kepada rakyat kami bahwa kami akan tetap setia pada darah, pengorbanan, kesabaran, ketabahan, dan aspirasi mereka untuk pembebasan, kebebasan, pemulihan hak, dan pembentukan negara Palestina merdeka dengan Al-Quds sebagai ibu kotanya, Insya Allah.

Gerakan Perlawanan Islam – Hamas
Rabu : 08 Jumadil Awal 1445H
Sesuai dengan: 22 November 2023

Reporter: Ridho Asfari

Mencekam! Tank Israel Kepung Rumah Sakit Indonesia di Gaza

GAZA (jurnalislam.com)- Tank-tank Israel mengepung dengan kejam Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, menyisakan kehancuran dan korban sipil Palestina. Dalam tragedi ini, setidaknya 12 nyawa tak bersalah telah melayang akibat tembakan artileri zionis Israel di kompleks kesehatan tersebut.

Ashraf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Senin (20/11/2023) bahwa “situasinya sangat buruk” di Rumah Sakit Indonesia, di mana ratusan orang masih terjebak.

“Staf Rumah Sakit Indonesia bersikeras bertahan dalam gedung untuk merawat pasien yang terluka. Ada sekitar 700 orang, termasuk staf medis dan orang yang terluka, di dalam rumah sakit,” katanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, angkat suara mengecam keras tindakan Israel. Ia meminta negara-negara mitra Israel untuk bersatu mendesak agar serangan kejam ini segera dihentikan.

“Serangan itu jelas merupakan pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan internasional. Semua negara, terutama yang memiliki hubungan dekat dengan Israel, harus menggunakan seluruh pengaruh dan kemampuannya untuk mendesak Israel menghentikan kekejamannya,” ujarnya dalam sebuah pernyataan, sebagaimana yang dilansir Al Jazeera.

Serangan tentara Israel di Rumah Sakit Indonesia ini terjadi sehari setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengevakuasi 31 bayi prematur dari Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza.

Termasuk di antara mereka terdapat lebih dari 250 pasien dalam kondisi sakit kritis atau terluka yang terdampar di sana sejak pasukan zionis Israel memasuki kompleks Rumah Sakit Al-Shifa tersebut.

Fasilitas kesehatan terbesar di wilayah tersebut dievakuasi dibawah todongan senjata setelah dikepung selama beberapa hari dengan 7.000 orang di dalamnya.

Badan kemanusiaan PBB, OCHA, melaporkan “runtuhnya layanan” di rumah sakit di Gaza utara menyusul serangan udara yang meluas dan kurangnya bahan bakar dan pasokan medis.

Meski militer Israel mengklaim adanya terowongan bawah tanah di bawah rumah sakit untuk keperluan militer, Hamas dan pejabat medis rumah sakit membantah klaim tersebut.

Marwan Abdallah, petugas medis di RS Indonesia, mengatakan tank Israel terlihat dari jendela.

“Anda dapat melihat mereka bergerak dan menembak,” katanya.

“Wanita dan anak-anak ketakutan. Terdengar suara ledakan dan tembakan terus-menerus.” imbuhnya.

Abdallah mengatakan rumah sakit tersebut telah menerima puluhan orang tewas dan terluka dalam serangan udara dan penembakan semalam.

Pemerintahan Hamas mengatakan jumlah korban tewas akibat pemboman udara dan operasi darat Israel di wilayah Palestina telah mencapai 13.000 orang, ribuan di antaranya adalah anak-anak.

Sumber: Al Jazeera

Reporter: Samsul

Hari Ke-45 Operasi Badai Al Aqsa, Brigade Al Qassam: Tujuan Israel Dalam Perang Adalah Membunuh Warga Sipil Gaza

GAZA (jurnalislam.com)- Dalam tengah-tengah serangan berkepanjangan oleh zionis Israel, operasi Badai Al Aqsa telah mencapai hari ke-45. Abu Ubaidah, juru bicara Al Qassam, menyampaikan rasa bangga terhadap keteguhan masyarakat Gaza yang terus menghadapi serangan brutal. Pernyataannya disampaikan melalui video yang ditayangkan oleh Al Jazeera Mubasher pada Selasa dini hari (21/11/2023).

“Mujahidin kami berhasil menargetkan 60 kendaraan militer Zionis dalam 3 hari terakhir, termasuk 10 kendaraan pengangkut pasukan,” ungkap Abu Ubaidah, menyoroti ketangguhan pasukan Al Qassam.

Brigade Al Qassam juga melaporkan keberhasilan penyergapan terhadap pasukan Israel di barat daya Gaza pada hari Sabtu.

“Mujahidin kami bahkan mendengar teriakan tentara musuh dan mereka meminta bantuan,” ungkapnya.

“Pasukan Al-Qassam juga menyergap musuh saat mereka menunggu pasukan penyelamat, dan menyebabkan banyak kematian, tidak kurang dari 7 orang di situ, dan Mujahidin kami kembali ke pangkalan mereka dengan selamat,” imbuhnya.

Pada hari Ahad, 25 pasukan elit Al-Qassam melancarkan serangan gabungan terhadap pasukan musuh yang bersembunyi di Rumah Sakit Anak Al Rantisi.

“Kami berhasil menghancurkan sebuah tank dan kendaraan pengangkut pasukan, menewaskan empat tentara musuh. Namun, satu mujahidin kami gugur dalam serangan tersebut,” terang Abu Ubaidah.

Abu Ubaidah juga menyoroti tindakan Israel yang menyerang anak-anak dan rumah sakit, mengklaim hal ini sebagai indikasi keputusasaan mereka.

“Tujuan penjajah dalam perang ini adalah untuk menghancurkan dan membunuh warga sipil semata,” katanya, menegaskan bahwa kebijakan agresif Israel mencerminkan ketidakyakinan mereka untuk menang.

Dengan optimisme tinggi, Abu Ubaidah menyatakan, “Agresi mereka (Israel) akan dipatahkan, dan kemauan kami tidak akan bisa dipatahkan!” Pernyataan ini mencerminkan tekad Brigade Al Qassam dalam menghadapi pertempuran yang terus berlanjut.

Sumber: Al Jazeera Mubasher

Reporter: Bahri

Bukti Kemenangan Hamas! Jurnalis Israel Sebut 2.985 Tentara Zionis Tewas

GAZA (jurnalislam.com)- Pemerintah Israel dituding menyembunyikan jumlah tentara Israel yang tewas dalam perang melawan Hamas. Jurnalis Israel mengungkapkan jumlah tentara Israel yang terbunuh lebih dari 2.985 tentara. Jumlah ini sangat besar dibanding dengan yang telah dilaporkan oleh pemerintah Israel.

“Jumlah prajurit kita yang gugur tidak kurang dari 2.985 prajurit, dan jumlah prajurit yang luka-luka sebanyak 11.600 prajurit. Saya terkejut dan menangis. Terkutuklah Anda, Netanyahu dan Biden, karena telah melibatkan Israel dalam perang yang telah diperingatkan oleh banyak orang,” kata seorang jurnalis Israel seperti dilansir akun X milik @LadyVelvet_HFQ, pada Jum’at (17/11/2023).

Akun X tersebut juga mengutip pesan seorang jurnalis Israel yang mengajak teman-teman tentaranya yang sedang berada di Gaza untuk segera pergi,

“Saya berpesan kepada seluruh saudara-saudara, dan teman-teman saya untuk meninggalkan Palestina, karena ini adalah kutukan Tuhan kepada anak-anak Israel, karena kami telah membunuh orang-orang yang tidak bersalah dan bahkan melakukan pembantaian terhadap anak-anak Gaza,” terangnya.

“Kutukan Gaza akan menghantui kita???“ sambungnya.

“Saat saya pergi, saya akan mempublikasikan skandal Netanyahu, Gavier dan Biden,” tulis akun @LadyVelvet_HFQ menirukan pernyataan jurnalis Israel tersebut.

Belum jelas berapa banyak tentara Israel yang tewas di Jalur Gaza sejak Israel memperluas operasi daratnya di wilayah yang diblokade tersebut pada 27 Oktober. Namun, angka resmi menyebutkan jumlah kematian tentara Israel sebanyak 371 orang sejak pecahnya perlawanan di Gaza.

Disisi lain, juru bicara Al Qassam, Abu Ubaidah, dalam sebuah pernyataannya pada hari Sabtu menegaskan bahwa jumlah korban tewas tentara Israel di Gaza jauh lebih besar dari yang perkirakan.

Reporter: Bahri

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Berikan Surat Tadzkirah Untuk Para Capres 

SOLO (jurnalislam.com)- Ustaz Abu Bakar Ba’asyir mengatakan bahwa selain memberikan surat tadzkirah ke Prabowo Subianto melalui Gibran Rakabuming, ia juga memberikan surat nasehat tersebut kepada Anis Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Hal itu ia katakan saat memberikan surat tadzkirah di Balaikota Surakarta pada Senin, (20/11/2023).

“Tiga capres itu kita beri surat semua, tentu nasehat itu bagi yang jadi presiden nanti tapi tiga tiganya kita kasih semua tapi menemui susah sekali, pak Anis sudah sampai di Jakarta, nanti pak Prabowo saya harapkan nanti yang menyampaikan mas Gibran, nanti pak Ganjar kita usahakan di Semarang,” katanya.

Ustaz Abu melanjutkan, bahwa siapapun nanti yang terpilih menjadi Presiden, mempunyai kewajiban untuk menegakkan hukum Allah di negara Indonesia.

“Nasehat itu sebagai seorang Presiden, orang Islam ini wajib mengatur negeri ini dengan hukum Islam, hukum Allah, supaya selamat, baik secara langsung atau sedikit demi sedikit,” terang Ustaz Abu.

“Presiden yang agama Islam punya kewajiban untuk itu, itu yang kita ingatkan. Memang banyak penentangan dari non muslim, tapi itu memang sudah sunnatullah,” pungkasnya.

Reporter: Iwan Kurniawan

Datangi Kantor Gibran Rakabuming, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Berikan Surat Tadzkirah

SOLO (jurnalislam.com)- Ustaz Abu Bakar Ba’asyir mendatangi Balai Kota, Surakarta guna memberikan surat tadzkirah kepada Cawapres yang juga Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, pada Senin, (20/11/2023).

Ustaz Abu datang sekitar pukul 10.00 WIB dengan memakai gamis berwarna putih dan didampingi sejumlah pengurus Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki menuju bagian umum untuk menyerahkan surat tersebut.

“Saya hari ini mau menyerahkan surat tadzkirah namanya, jadi Allah mewajibkan umat Islam yang mengerti agama harus menyampaikan nasehat kepada kepala negara, jadi itu kewajiban saya, dalam agama saya, saya mesti menyampaikan nasehat, dari tiga capres itu siapa yang jadi presiden supaya mengamalkan nasehat nasehat itu,” katanya.

Ustaz Abu mengatakan bahwa sebenarnya dirinya ingin memberikan surat tersebut secara langsung kepada Gibran Rakabuming agar nanti bisa diberikan kepada Prabowo.

“Kita pengennya ketemu mas Gibran, tapi susah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ustaz Abu menegaskan bahwa dalam surat tersebut ada nasehat yang nanti ia harapkan bisa diterapkan oleh Presiden yang terpilih di Pilpres tahun 2024.

“Karena surat ini, surat kewajiban agama, jadi orang yang mengerti agama, ustadz atau ulama wajib memberi nasehat ke Presiden supaya di dalam tugasnya itu bisa menyelamatkan negara dengan baik,” terangnya.

“Adapun nasehat diterima ataupun tidak diterima Allah yang menentukan nanti, bagi kita yang penting sudah menyampaikan, nanti di muka Allah saya sudah punya alasan, sudah punya bukti lewat nasehat ini,” pungkasnya.

Reporter: Inox Barbarossa

Semangat dan Keterbatasan, Kisah Inspiratif Santriwati PPTQ Al Himmah di Kompetisi Panahan Malang Raya

MALANG (jurnalislam.com)- Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al Himmah Malang meraih prestasi gemilang dalam kompetisi panahan yang diselenggarakan oleh FINA Horse Bow Archery di Mahad Tahfidzul Qur’an Al-Firqoh An-Najiyah, kec. Karangploso, kabupaten Malang pada Ahad (19/11/2023).

Empat santriwati dari PPTQ Al Himmah turut ambil bagian dalam kompetisi ini. Sri Wulan Retno Sari dan Fitriatun Nufus berkompetisi di tingkat SMA, sedangkan Syahidah Uyun Masruroh dan Ajeng Kirana Putri berpartisipasi di tingkat SMP.

Ustadz Karim, pengajar ekstrakurikuler panahan di PPTQ Al Himmah, menyampaikan kebanggaannya terhadap perjuangan para santriwati.

“Alhamdulillah, hasil yang maksimal bagi pemula. Meski persiapannya sederhana, namun capaiannya luar biasa,” ungkapnya.

Sri Wulan Retno Sari berhasil meraih posisi ke-4 dari 58 peserta, sementara Fitriatun Nufus masuk dalam 10 besar sebagai juara ke-9. Ustadz Karim menyoroti kendala persiapan singkat menjelang kompetisi, di mana hanya ada waktu 1 pekan untuk menyesuaikan standar persyaratan panitia.

“Persiapan hanya dilakukan dalam 1 pekan guna memenuhi standar yang diminta panitia. Meskipun anak-anak biasanya berlatih di halaman pondok dengan jarak 6-7 meter, namun dalam kompetisi, jarak minimal yang diharapkan adalah 12-15 meter,” terangnya.

Mengenai sarana berlatih, ustadz Karim mengakui bahwa baik tempat maupun perlengkapan masih kurang memadai. “Selama sepekan, kita berlatih di tempat komunitas panahan lain yang memiliki lapangan luas, meskipun kita harus menyewa tempatnya,” katanya.

Namun, kendati keterbatasan sarana, ustadz Karim memberikan keyakinan kepada anak-anak untuk tetap semangat dan istiqomah dalam berlatih. Meskipun perwakilan PPTQ Al Himmah untuk tingkat SMP harus terhenti di 20 besar, semangat dan semangat belajar tetap dijunjung tinggi.

Reporter: Bahri

Direktur Pemakaman Militer Israel: Kami Menguburkan 50 Tentara Dalam Waktu 48 Jam

Al-QUDS (jurnalislam.com)- Direktur pemakaman militer Zionis di Gunung Herzl, sebelah barat Al-Quds yang diduduki, David Oren Baruch, mengakui bahwa dalam waktu 48 jam sebanyak 50 tentara Zionis telah dimakamkan.

Baruch mengatakan, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perang Zionis Israel pada hari Ahad (19/11/2023): “Pada satu titik, kami menguburkan 50 tentara dalam waktu 48 jam.”

“Kita sedang melalui periode di mana pemakaman dilakukan setiap jam, dan terkadang setiap satu setengah jam,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, “Kami harus membuka kuburan dalam jumlah besar, dan di Gunung Herzl saja, kami membawa sekitar 50 jenazah untuk dimakamkan dalam waktu 48 jam,” ungkapnya.

Saat ini, Israel mengakui bahwa 380 tentara dan perwira telah terbunuh sejak perang dimulai pada tanggal 7 Oktober.

Sebagian besar tentara ini tewas pada hari pertama perang di dalam pangkalan militer Zionis dan kota-kota di sekitar Jalur Gaza.

Otoritas penyiaran pemerintah Zionis Israel melaporkan pada hari Ahad bahwa 60 tentaranya tewas dalam agresi darat di Jalur Gaza utara sejak 27 Oktober.

Sumber: SABA

Reporter: Bahri

Kejahatan Perang, Israel Serang Sekolah dan Kamp Pengungsi Jabalia

GAZA (jurnalislam.com)- Pejabat Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengatakan lebih dari 80 orang tewas pada hari Sabtu (18/11/2023) dalam dua serangan Israel di kamp pengungsi Jabalia.

“Sedikitnya 50 orang tewas dalam serangan fajar di sekolah Al-Fakhoura yang dikelola PBB di kamp tersebut,” kata pejabat kementerian tersebut kepada AFP.

Serangan Israel tersebut memicu kecaman dari PBB. Para pejabat PBB mengatakan ribuan pengungsi Palestina telah berlindung di sekolah tersebut,

“Berita tragis mengenai terbunuhnya anak-anak, perempuan dan laki-laki.” kata Martin Griffiths, selaku sekretaris Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan PBB.

“Tempat penampungan pengungsi adalah tempat yang aman, Sekolah adalah tempat untuk belajar.” tulisnya di Twitter.

“Warga sipil tidak dapat dan tidak seharusnya menanggung penderitaan ini lebih lama lagi. Kemanusiaan harus menang.” terangnya.

Pejabat PBB lainnya juga menyatakan keterkejutan mereka atas serangan tersebut, termasuk Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini, yang mengatakan bahwa ia telah melihat “gambar mengerikan” dari serangan tersebut, dan menambahkan bahwa “gencatan senjata demi kemanusiaan tidak bisa ditunda lebih lama lagi.”

Video di media sosial yang diverifikasi oleh AFP menunjukkan mayat-mayat berlumuran darah dan debu di lantai sebuah gedung, dengan kasur yang terjepit di bawah meja sekolah.

Jabalia, di Jalur Gaza utara, adalah kamp pengungsi terbesar di wilayah Palestina, tempat sekitar 1,6 juta orang mengungsi akibat pertempuran antara Israel dan Hamas yang berlangsung lebih dari enam pekan.

Awal bulan ini, Kementerian Kesehatan mengatakan 15 orang tewas akibat serangan Israel di sekolah yang sama. UNRWA mengatakan empat sekolahnya di Jalur Gaza yang menampung pengungsi akibat perang telah rusak akibat pemboman.

Serangan terpisah terhadap gedung lain di kamp Jabalia pada hari Sabtu menewaskan 32 orang dari keluarga yang sama, 19 di antaranya adalah anak-anak, kata pejabat kementerian kesehatan.

Kementerian merilis daftar 32 anggota keluarga Abu Habal yang dikatakan telah meninggal.

Pada awal bulan November, lebih dari 200 orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam tiga hari berturut-turut pemboman Israel di Jabalia.

Menurut laporan otoritas kesehatan Gaza, operasi darat dan udara tanpa henti yang dilakukan tentara Israel telah membunuh 12.300 orang, lebih dari 5.000 di antaranya adalah anak-anak.

Sumber: The New Arab

Reporter: Bahri

Abu Ubaidah: Penjajah Melakukan Kejahatan Terhadap Bayi Prematur di RS Al-Shifa

GAZA (jurnalislam.com)- Brigade Al-Qassam, sayap militer kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada Sabtu (18/11/2023) menegaskan bahwa jumlah tentara Israel yang tewas dalam pertempuran di Gaza jauh lebih besar dari yang telah diumumkan oleh pemerintah Israel.

“Kami kabarkan kepada kelompok musuh bahwa jumlah korban tewas jauh lebih besar dari yang Anda perkirakan,” kata juru bicara Al Qassam, Abu Ubaidah dalam sebuah video yang dilansir Al Jazeera Mubasher.

“Mujahidin kami menghancurkan sebuah apartemen tempat pasukan khusus musuh bersembunyi di Beit Hanoun, yang mengakibatkan terbunuhnya dan terlukanya semua tentara di sana,” sambungnya.

Ia juga mengatakan dalam tempo 4 hari terakhir, Brigade Al Qassam berhasil menghancurkan 62 kendaraan militer musuh.

“Mujahidin kami berada di lapangan, mengejar pasukan dan kendaraan musuh dari jalan ke jalan,” kata Abu Ubaidah.

“Kami telah mempersiapkan diri untuk pertahanan jangka panjang, dan semakin lamanya waktu yang dihabiskan oleh penjajah di Gaza, semakin besar pula kerugian yang dideritanya,” tegasnya.

Lebih lanjut Abu Ubaidah mengungkapkan masuknya pasukan Israel ke Kompleks Medis Al-Shifa adalah bentuk skandal internasional.

“Penjajah terus melakukan pelanggaran dan kejahatan terhadap bayi prematur dan warga sipil,” katanya.

“Apa yang dicari penjajah di Rumah Sakit Al-Shifa adalah hal yang konyol dan hanya sekedar mencari fatamorgana.” pungkasnya.

Diakhir pernyataannya Abu Ubaidah menegaskan bahwa Al Qassam telah mempersiapkan diri untuk pertahanan jangka panjang, berkesinambungan, dan fleksibel dari segala arah.

Sumber: Al Jazeera Mubasher

Reporter: Bahri