Orang Tua Waspada! 9 Produk Marshmallow Favorit Anak Ternyata Mengandung Babi, Meski Bersertifikat Halal

JAKARTA (jurnalislam.com)– Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengawasan peredaran obat dan makanan terkait klaim kehalalan produk. Koordinasi ini dilakukan berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Nomor 10 Tahun 2024 (BPJPH) dan Nomor KS.01.01.2.06.24.05 (BPOM) tentang Pengawasan Jaminan Produk Halal di Bidang Obat dan Makanan.

Hasil pengawasan menunjukkan terdapat 11 batch dari 9 produk pangan olahan yang mengandung unsur babi (porcine). Dari 9 produk tersebut, 7 produk telah bersertifikat halal (9 batch) dan 2 produk belum bersertifikat halal (2 batch).

Merujuk Lampiran Siaran Pers Nomor 242/KB.HALAL/HM.1/04/2025 Tanggal 21 April 2025 yang dibagikan melalui laman resmi BPJPH, berikut daftar produk pangan olahan yang mengandung unsur babi (porcine):

1. Corniche Fluffy Jelly Marshmallow – Produk asal Filipina, diimpor oleh PT Dinamik Multi Sukses, bersertifikat halal BPJPH.

2. Corniche Marshmallow Rasa Apel Bentuk Teddy – Produk asal Filipina, diimpor oleh PT Dinamik Multi Sukses, bersertifikat halal BPJPH.

3. ChompChomp Car Mallow (bentuk mobil) – Produk asal China, diimpor oleh PT Catur Global Sukses, bersertifikat halal BPJPH.

4. ChompChomp Flower Mallow (bentuk bunga) – Produk asal China, diimpor oleh PT Catur Global Sukses, bersertifikat halal BPJPH.

5. ChompChomp Marshmallow Bentuk Tabung (Mini Marshmallow) – Produk asal China, diimpor oleh PT Catur Global Sukses, bersertifikat halal BPJPH.

6. Hakiki Gelatin (Bahan tambahan pangan pembentuk gel) – Diproduksi PT Hakiki Donarta, bersertifikat halal BPJPH.

7. Larbee – TYL Marshmallow Isi Selai Vanila – Produk asal China, diimpor oleh Budi Indonesia Perkasa, bersertifikat halal BPJPH.

8. AAA Marshmallow Rasa Jeruk – Produk asal China, diimpor oleh PT Aneka Anugrah Abadi dan Brother Food Indonesia, tidak bersertifikat halal.

9. SWEETIME Marshmallow Rasa Coklat – Produk asal China, tidak bersertifikat halal.

Menanggapi temuan tersebut, BPJPH langsung memberikan sanksi berupa penarikan dari peredaran untuk 7 produk bersertifikat halal, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 42 Tahun 2024. Sementara itu, BPOM memberikan sanksi berupa peringatan dan instruksi penarikan produk untuk 2 produk yang tidak bersertifikat halal.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa sertifikat halal bukan hanya kewajiban administratif, tapi bentuk komitmen yang menyangkut akurasi, legalitas, dan kepercayaan masyarakat.

“Sertifikat halal adalah representasi standar halal yang harus dijaga secara konsisten. Pelanggaran terhadapnya bukan sekadar kesalahan teknis, tapi bisa berdampak serius secara hukum dan kepercayaan publik,” tegasnya.

Kontributor: Bahry

HPDKI Solo Raya Gelar Halal Bihalal dan Workshop Hilirisasi Peternakan

KARANGANYAR (jurnalislam.com)– Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Solo Raya menggelar acara Halal Bihalal dan Kopdar di Pendopo RM Said, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, pada Sabtu (19/4/2025). Acara ini menjadi ajang silaturahmi antarpeternak sekaligus ruang diskusi strategis melalui workshop bertema “Hilirisasi Peternak Domba dan Kambing.”

Workshop menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni perwakilan dari Sedana Farm Jombang, Jawa Timur, dan Bhineka Farm Boyolali, Jawa Tengah. Para peserta mendapatkan wawasan seputar pengelolaan peternakan modern dan strategi hilirisasi produk peternakan agar lebih berdaya saing di pasar.

Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, SE, turut hadir dan memberikan apresiasi kepada para peternak. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa profesi peternak adalah pekerjaan yang sangat mulia dan memiliki nilai spiritual tinggi.

“Beternak kambing dan domba adalah pekerjaan yang sangat istimewa, karena sebagian besar Nabi sebelum diangkat menjadi Nabi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah seorang peternak domba,” tutur Mas Adhe, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Ketua HPDKI Karanganyar, Triyono, berharap agar pemerintah dan Dinas Peternakan dapat terus membimbing para peternak untuk menjadi lebih profesional dan berdaya saing.

“Kami berharap dinas terkait bisa memberikan pembinaan dan juga membantu para peternak dalam hal pemasaran produk-produk peternakan, khususnya kambing dan domba,” ungkap Triyono.

Dalam sesi workshop, Mario dari Bhineka Farm mengajak para peternak untuk terus meningkatkan integritas dan kompetensi.

“Peternak harus jujur dan cerdas dalam mengelola ternaknya agar lebih diterima oleh pasar. Kepercayaan konsumen itu kunci,” tegasnya.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, menandai semangat baru para peternak untuk terus berkembang dan bersinergi dalam membangun sektor peternakan yang lebih maju.

7 Seruan dalam Aksi Bela Palestina Surabaya, Desak Pemerintah Ambil Sikap Tegas terhadap Zionis Israel

SURABAYA (jurnalislam.com)- Aksi Bela Palestina yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (19/4/2025), ditutup dengan momen penuh haru dan semangat perjuangan.

Ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat secara serentak membacakan Pernyataan Sikap Aliansi Rakyat Bela Palestina, sebagai wujud komitmen perjuangan bersama untuk kemerdekaan Palestina.

Pembacaan pernyataan sikap dipimpin dari atas panggung utama dan diikuti dengan lantang oleh seluruh peserta aksi. Pernyataan ini menjadi simbol kesatuan suara rakyat Surabaya, khususnya Jawa Timur, dalam menentang kezaliman zionis Israel dan mendukung kemerdekaan penuh bagi rakyat Palestina.

Dalam isi pernyataannya, Aliansi Rakyat Bela Palestina menyampaikan tujuh poin sikap, antara lain:

1. Mendoakan rakyat Palestina dalam setiap kesempatan agar diberi kekuatan, keberkahan, dan keteguhan dari Allah Subhanahu wa Taala menuju kemerdekaan sejati.

2. Menggalang bantuan kemanusiaan, baik berupa donasi maupun bentuk kampanye lain, melalui lembaga-lembaga terpercaya.

3. Memperkuat aksi boikot terhadap produk yang terafiliasi dan mendukung agresi zionis Israel secara terang-terangan.

4. Menyuarakan kisah-kisah keberanian para pejuang keadilan Palestina ke seluruh penjuru media dunia.

5. Mengajak elemen pendidikan dan masyarakat untuk solid dan konsisten dalam mendukung Palestina merdeka.

6. Menghidupkan semangat persatuan rakyat Indonesia dan dunia untuk membela kebenaran dan keadilan.

7. Mendesak pemerintah Indonesia agar bersikap tegas dalam setiap forum internasional, menuntut kemerdekaan Palestina dan menghukum zionis Israel atas tindakan genosida yang telah dilakukan.

Aksi yang berlangsung damai ini tidak hanya menjadi ajang seruan moral, tetapi juga membangun gerakan konkrit dan terstruktur dari akar rumput. Dengan pembacaan pernyataan sikap ini, Aliansi Rakyat Bela Palestina mengukuhkan bahwa perjuangan untuk Palestina adalah perjuangan panjang yang harus terus dinyalakan dari semua lini.

Reporter: Bahry

Muhammadiyah Jatim Ajak Sisihkan Donasi Harian untuk Palestina: Allah Akan Tolong Rakyat Indonesia

SURABAYA (jurnalislam.com)– Dalam lanjutan Aksi Bela Palestina yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (19/4/2025), giliran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, KH. Zainul Muslimin, menyampaikan orasi yang menggugah kesadaran dan semangat kemanusiaan peserta aksi.

Dengan penuh semangat, KH. Zainul mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada seruan solidaritas, namun juga mengkonkretkannya dalam bentuk dukungan finansial yang berkelanjutan.

“One day charity for Free Palestine, maka mari kita senantiasa setiap hari sisihkan uang kita untuk kita setorkan ke Lembaga Amil Zakat yang ada di Jawa Timur ini yang akan disalurkan ke Palestina,” serunya.

Ia menekankan bahwa kehadiran masyarakat dalam aksi ini adalah bukti nyata bahwa bangsa Indonesia memiliki empati dan semangat untuk membantu rakyat Gaza yang terus menghadapi penderitaan.

“Kehadiran kita di sini semuanya dan untuk seluruh rakyat Indonesia, mudah-mudahan ini menjadi bukti karena kita punya semangat untuk membantu kesulitan saudara kita di Gaza, maka mudah-mudahan Allah mewajibkan Diri-Nya untuk mengeluarkan kita dari seluruh kesulitan rakyat Indonesia ini.”

KH. Zainul meyakinkan bahwa perjuangan membantu Palestina bukan hanya memberi manfaat bagi Gaza, tetapi juga mengundang pertolongan Allah bagi bangsa Indonesia yang tengah menghadapi berbagai ujian.

“Sekali lagi, perjuangan kita untuk membantu Palestina merdeka, untuk membantu kesulitan saudara-saudara kita di Gaza, maka Allah akan hadir untuk membantu kesulitan rakyat Indonesia.” pungkasnya.

Aksi ini tidak hanya menjadi ajang seruan moral dan politik, tetapi juga momentum penggalangan kepedulian yang berkelanjutan. Pesan KH. Zainul Muslimin menambah energi spiritual dan motivasi peserta untuk terus menjadi bagian dari perjuangan global membela Palestina.

Kontributor: Bahry

Aliansi Rakyat Bela Palestina Gelar Aksi di Surabaya, Emil Dardak: Ini Suara Resmi Rakyat Jawa Timur!

SURABAYA (jurnalislam.com)- Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat kembali memadati kawasan depan Gedung Negara Grahadi Surabaya dalam Aksi Bela Palestina yang digelar Aliansi Rakyat Bela Palestina Surabaya, Sabtu (19/4/2025).

Aksi ini berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina yang terus mengalami penjajahan dan kekerasan dari rezim Zionis Israel.

Aksi tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“Selamat datang di halaman Gedung Negara Grahadi yang senantiasa siap menjadi simbol perjuangan panjenengan semua,” ucap Emil dalam orasinya di hadapan peserta aksi.

Emil menyampaikan bahwa perjuangan untuk Palestina adalah perjuangan kemanusiaan yang tidak terbatas pada umat Islam saja, tetapi juga menjadi suara dunia yang menuntut keadilan.

“Pagi hari ini kami atas nama Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa hadir di sini, diminta oleh beliau untuk membersamai perjuangan panjenengan semua. Karena ini sejatinya perjuangan untuk kemanusiaan, perjuangan untuk keadilan, dan tentunya mudah-mudahan untuk membawa kita ke tempat yang lebih baik di akhirat nanti,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa meskipun Jawa Timur secara geografis jauh dari Palestina, namun semangat perjuangan justru semakin kuat dan menyatukan.

“Jawa Timur mungkin jauh dari Palestina, tetapi bukan jarak yang memisahkan kita, tapi semangat perjuanganlah yang menyatukan kita. Semakin jauh kita dari Palestina secara jarak justru semakin memperkuat suara bahwa kemanapun anda berada diujung dunia, Anda akan menemukan perjuangan bagi keadilan Palestina,” tegasnya.

Emil juga berharap aksi ini dapat menjadi bagian dari efek bola salju yang akan terus membesar dan memberikan tekanan global terhadap penjajahan yang terjadi di tanah Palestina.

Aksi berlangsung damai dan penuh semangat, diisi dengan orasi dari berbagai tokoh, doa bersama, serta seruan boikot produk-produk yang terafiliasi dengan penjajahan Israel.

Kontributor: Bahry

Peduli Palestina, Ribuan Masyarakat Soloraya Ikuti Aksi “The Call From Gaza”

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) bersama Forum Ulama Surakarta menyelenggarakan aksi peduli Palestina. Kegiatan tersebut diselenggarkan di Graha Wisata Solo, Minggu (13/4/2025).

Acara yang diberi tema,”The Call From Gaza” tersebut diikuti ribuan peserta, terbukti banyak peserta yang duduk halaman luar karena di dalam gedung penuh.

Aksi peduli Palestina juga dihadiri beberapa tokoh dan ulama seperti Ustadz Salim A Fillah, Muhammad Husein Gaza, Ketua MUI Solo KH Abdul Aziz, Ust Khalid Saifullah Ketua Umum MTA, KH Syihabudin (Ponpes Isykarima), KH Muhammad Halim (Ponpes Takmirul Islam), ormas Islam dan masyarakat Se Solo Raya.

Ustadz Abdul Rachim Baasyir selaku koordinator acara menjelaskan melalui kegiatan ini berharap agar umat Islam terketuk dan peduli akan penderitaan warga Gaza, Palestina.

“Sebagai bentuk dukungan bahwa warga Solo dan sekitarnya juga peduli akan penderitaan yang saat ini dialami oleh warga Gaza Palestina,” ujarnya.

Ketua MUI Solo, KH Abdul Aziz dalam sambutannya menjelaskan, segala bentuk penjajahan di dunia harus dihapuskan.
“Saat ini sudah bukan zamannya negara menjajah negara lain. Suatu negara menindas negara lain.“Saat ini eranya adalah tolong menolong antar negara dan bersinergi dan bekerja sama,” ujarnya.

Sebagai negara yang religius kami menolak dengan keras adanya pelanggaran serius egala yang dilakukan oleh zionis israel. Terhadap negara Palestina karena bertentangan dengan agama apapun apalagi agama Islam.

“Sebagai umat Islam kami memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap perjuangan rakyat Palestina. Menurut kami masjid Masjid Al Aqsa mempunyai kedudukan mulia seperti Masjidil Haram ataupun dan Masjid Nabawi. Bahkan Masjidil Aqsha pernah menjadi kiblat pertama umat Islam,” tambahnya.

MUI mendukung sepenuhnya segala bentuk perjuangan untuk kemerdekaan Palestina, sebagai bentuk konkrit kami menyerukan agar semua masyarakat ikut berdoa untuk kemerdekaan Palestina setiap saat.

Muhammad Husein Gaza yang tampil membakar semangat peserta menjelaskan mengapa masalah Palestina ini terus terjadi karena umat Islam lalai akan perjuangan, sementara zionis israel setiap hari membunuh, setiap hari memborbardir rakyat tak berdosa di Palestina.

“Mengapa umat Islam memikirkan Palestina setahun sekali padahal dunia barat dan juga Amerika terus mendukung zionis untuk membantai anak-anak membunuh rakyat tak berdosa warga Palestina setiap waktu setiap hari. Mindset ini harus dirubah. Kita harus memperjuangkan kemerdekaan Palestina setiap hari,” ungkapnya.

Sementara itu dalam materinya Ustadz Salim menjelaskan bangkitkan di hati bahwa persoalan di Palestina adalah masalah kita semua. Ajarkan kepada anak-anak kita tentang Baitul Maqdis, terangkan tanah yang penuh keberkahan ini.

“Jangan biarkan anak-anak kita hanya rindu ke Kakbah Baitullah tapi buat mereka juga rindu untuk Sholat bersama di Masjid Al Asha. Setiap hari diajak untuk melihat penderitaan anak-anak di Gaza,” katanya.

Selain itu dalam kegiatan tersebut juga diadakan acara nonton film tentang penderitaan palestina, setelah itu diadakan penggalangan dana dan terkumpul Rp 1.325.773.936. Menurut panitia hingga berita ini ditulis masih banyak masyarakat yang mendonasikan uangnya ke rekening DSKS.

Ustadz Abdul Rochim Baasyir menjelaskan semua dana yang terkumpul akan disalurkan kepada lembaga yang berkompeten untuk bisa memberikah hadiah terbaik bagi warga Palestina.

Beragama yang Benar Kunci Kemajuan Bangsa

SOLO (jurnalislam.com)– Dengan beragama secara benar, praktik keberagamaan akan menghadirkan kemaslahatan bagi kehidupan bersama, untuk kemajuan bangsa yang berkemajuan dan berkeadaban.

Hal ini disampaikan oleh Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Dwi Jatmiko, dalam khutbah Idul Fitri 1446 H yang digelar oleh Takmir Masjid An Ni’mah di halaman Wisma Batari Jl Slamet Riyadi No 183, Kemlayan Kecamatan Serengan Solo.

Dalam shalat Idul Fitri yang digelar pada hari Senin (31/3/2025) tersebut, Dwi Jatmiko menyampaikan bahwa ada beberapa elemen yang harus dicapai jika ingin melahirkan generasi Indonesia Emas 2045.

“Untuk mewujudkan individu dan masyarakat yang berakhlak mulia, dan tidak menjadi sumber hadirnya masalah sosial, maka berilmu secara benar menjadi penopang utama terwujudnya pemahaman dan praktik keberagamaan yang benar,” kata Wakil Kepala SD Muhammadiyah bidang Humas itu.

Dia menjelaskan, agar praktik keberagamaan sesuai dengan yang digariskan oleh Allah Swt dan rasul-Nya, “Kita dianjurkan menuntut ilmu agama secara benar,” jelasnya, sambil tersenyum.

Beragama dalam spirit alhanafiyah assamhah (lurus dan lapang dada-red), sambungnya, adalah beragama yang lurus dan menebarkan kasih sayang dan toleran serta menghadirkan keselamatan, kebahagiaan, dan jalan hidup yang mencerahkan diri, keluarga dan kehidupan Bersama.

Dia membacakan Hadits: Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; ditanyakan kepada Rasulullah saw: “’Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah? Maka beliau bersabda: ‘Al-Hanifiyyah As-Samhah (yang lurus lagi toleran)’.”

“Alquran surah alMaun mengajrakan umat Islam agar melaksanakan praktik beragama yang berkontribusi dalam menyelesaikan problematika kehidupan,” terangnya.

Ibadah ritual tidak ada artinya jika pelakunya tidak melakukan amal soleh. Surat Almaun bahkan menyebut secara jelas orang yang beragama dengan secara nyata mengabaikan anak yatim dan tidak berusaha mengentaskan Masyarakat pra Sejahtera dari kemiskinan sebagai pendusta agama.

“Maka kita bisa belajar bagaimana spirit Almaun tetap membara seperti KH Ahmad Dahlan dalam melakukan 3 pilar Gerakan utama yaitu dibidang pelayanan Pendidikan, pelayanan Kesehatan dan pelayanan sosial,” katanya.

Menutup khutbahnya, anggota korps Mubalig Muhammadiyah Surakarta menekankan itu agar kita beribadah tidak hanya menjadi rutinitas dan ritual belaka.

“Akan tetapi, dapat menjadi wahana pencerahan yang membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

SD Muhammadiyah Palur Bagi Ribuan Takjil kepada Pengguna Jalan

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- SD Muhammadiyah Palur (SDMP) Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, menggelar aksi sosial dengan membagikan 2.500 paket takjil gratis kepada pengguna jalan di perempatan perumnas Palur, Jaten, Karanganyar dan Panjangrejo, Mojolaban, Sukoharjo pada Senin (24/3/2025).

Kegiatan pembagian takjil ini diiringi rintikan hujan tak menyurutkan semangat. Masyarakat terlihat antusias menyambut aksi sosial ini, dan seluruh paket takjil habis dalam waktu singkat.

Ketua Kegiatan, Hanif Khairudin menyampaikan kegiatan pembagian takjil ini merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.

“Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua. Takjil yang dibagikan ini dapat membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan agar tetap dapat berbuka puasa,” terang Hanif.

Setelah pembagian takjil, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama pengurus paguyuban orang tua murid (POM) dan guru staff karyawan SD Muhammadiyah Palur.

Seluruh rangkaian kegiatan Takjil On The Road di bulan Ramadhan mendapat dukungan penuh baik dari wali murid, ananda, BMT Sakinah Bekonang, Baznas Kabupaten Sukoharjo dan masyarakat

“Terima kasih kepada semua donatur wali murid, murid dan masyarakat, semoga Allah membalasnya dengan sebaik-baik balasan,” ungkapnya.

Hanif menambahkan kegiatan bertujuan untuk mempererat solidaritas dan merupakan bentuk kepedulian sosial dari sekolah kepada masyarakat.

KOHID Indonesia Bersedekah Gelar Iftar Ramadhan Gratis Untuk Warga Kampung Sewu Solo

SOLO (jurnalislam.com)- Bulan Ramadhan ini KOHID Indonesia Bersedekah mengadakan ifthar ramadhan gratis bagi semua warga padat penduduk RW 8 di wilayah Kampung Sewu Jebres, Surakarta pada Ahad, (23/3/2025).

ifthar Ramadhan gratis se-kampung sudah KOHID adakan untuk kesekian kalinya, bahkan untuk Ramadhan tahun 2025 ini KOHID memberi voucher gratis untuk semua warga RW 8 Kampung Sewu Jebres Surakarta Jawa Tengah.

“KOHID menyediakan 1.500 porsi semua jenis makanan, minuman dan buah serta snack,” kata Sentot, penyelenggara ifthar Ramadhan gratis tersebut.

“Berbagai makanan dari Nasi Ayam, Bakso, Lontong Sate, Sarung, Baju Muslim Ed Kopyor, Es Kacang ijo, dll semua yang tersaji gratis untuk warga RW 8 setempat,” imbuhnya.

Menurut Sentot, tujuan di adakannya ifthar Ramadhan gratis se kampung ini untuk menyatukan seluruh warga agar bisa bersilaturahim, menyuburkan Sedekah dan menjauhi Riba yang marak di masyarakat.

Adapun dana diadakannya acara ifthar Ramadhan gratis ini KOHID himpun bersama dari warga setempat ataupun donasi luar.

“Da’wah KOHID adalah sifatnya mengajak warga mencintai sedekah untuk mengenalkan Allah dan Islam. Harapan KOHID supaya orang bisa mencintai sedekah dan menjauhi Riba,” pungkas Sentot.

Pondok Al Mukmin Gelar Buka Bersama BRIN dan Balitbang Agama Semarang

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki selenggarakan buka puasa bersama di Gedung Darul Anshor Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki bersama Badan Riset dam Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Agama Semarang pada Ahad, (16/3/2025).

Menjelang acara buka puasa bersama Pondok Al Mukmin Ngruki menyampaikan terimakasih atas selesainya penelitian Evaluasi Implementasi Moderasi Beragama di lingkungan pondok pesantren di Soloraya pada tanggal 22-29 Agustus 2024. Penelitian ini diselenggarakan oleh Badan Litbang Agama Semarang kerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional dan Yayasan Elsa Semarang.

Menurut Arif Gunawan dari Balitbang Agama Semarang terdapat 51 pondok pesantren di Soloraya yang menjadi obyek penelitian dalam penelitian ini. Ada 4 indikator moderasi beragama yang diujikan. Adapun indikator tersebut adalah 1. Komitmen Kebangsaan, 2. Toleransi, 3. Anti Kekerasan dan 4. Akomodatif terhadap budaya lokal. Sampel data yang diambil adalah dari santri dan pengajar.

Hadir dalam buka puasa bersama ini adalah Ustadz Yahya Abdurahman Direktur Pondok Pesantren, Ustadz Sofa Sudaryanto dan Ustadz Riky Fajar selaku pembantu Direktur, Ustadz Abdurrahman Shobari Sekretaris Pondok Pesantren, Ustadz Aziz Ikhwani Humas Pondok Ngruki.

Sedangkan dari BRIN hadir Joko Tri Haryanto
Peneliti BRIN, Arif Gunawan dari Balai Litbang Agama Semarang, Muhammad Lukluil Makmun peneliti dari BRIN dan Mibtadin dosen UNS

Menurut Ustadz Yahya Abdurahman Direktur Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki berharap dari Balitbang Agama Semarang bisa mendapatkan data yang valid dan hasilnya bisa dipublikasikan ke masyarakat khususnya dari penyedia data dalam rangka evaluasi dan koreksi untuk pondok pesantren serta bisa menjadi bahan berbaikan dan pengembangan untuk instansi terkait dimasa yang akan datang.