Hamas: Semakin Gencar Serangan, Semakin Kuat Rakyat Melawan

GAZA (Jurnalislam.com) – Merespon serangan udara brutal zionis Israel yang menargetkan penduduk sipil Gaza sejak beberapa hari lalu, Kepala Biro Politik Hamas Ismael Haniya menegaskan, jika Israel tidak menghentikan serangannya, maka medan perang akan semakin meluas.

Berikut pernyataan lengkap Ismael Haniya menanggapi serangan udara zionis Israel di Gaza:

Pasukan pendudukan Israel memulai babak baru kekerasan terhadap warga sipil Palestina pada Jumat lalu ketika mereka membenci para demonstran damai Palestina di Great Return March, membunuh dan melukai sejumlah warga sipil Palestina secara sengaja dan sengaja. Pada hari yang sama, pasukan Israel menembaki sekelompok warga Palestina yang berjarak tiga kilometer dari pagar pemisah.

Sejak Jumat, pendudukan Israel telah meningkatkan serangan terhadap sasaran sipil di Jalur Gaza, menyerang rumah, lokasi sipil, dan situs pemerintah dan membunuh bayi, wanita, dan orang tua. Sebagai tanggapan, faksi perlawanan Palestina memutuskan untuk membela orang-orang Palestina dari serangan-serangan mencolok Israel. Mereka juga menanggapi pelanggaran Israel untuk menekan pendudukan Israel untuk menghentikan agresi dan menerapkan pemahaman gencatan senjata yang disepakati.

Kami menekankan bahwa semakin mengerikan serangan Israel terhadap warga sipil Palestina, semakin kuat respons Palestina.

Mengingat bahwa pendudukan Israel telah menolak untuk menerapkan pemahaman gencatan senjata dan menghentikan waktu untuk menghindarinya, hal itu telah memicu kemarahan orang-orang yang terkepung di Gaza. Kemudian, pasukan pendudukan Israel melakukan kejahatan mengerikan terhadap kemanusiaan dengan menargetkan warga sipil dan menyerang lokasi-lokasi sipil, hanya membunuh warga sipil Palestina.

Sebaliknya, faksi-faksi perlawanan Palestina, terutama Brigade al-Qassam, telah menanggapi serangan-serangan Israel dengan penuh perhitungan.

Hamas menekankan bahwa ketenangan dapat dipulihkan hanya setelah menghentikan agresi Israel terhadap Jalur Gaza dan menerapkan pemahaman gencatan senjata oleh pendudukan Israel. Orang-orang Palestina yang terkepung di Jalur Gaza selama lebih dari 12 tahun hanya menuntut hak-hak dasar mereka, seperti semua hukum dan konvensi internasional.

Akhirnya, jika pendudukan Israel tidak menerapkan pemahaman gencatan senjata, medan perang akan semakin meluas.

Ismail Haniyeh

Kepala Biro Politik Hamas

Belajar Dari KH Mas Mansyur, Sang Pelopor

Oleh : M. Arsyad Arifi
Koordinator Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Republik Yaman

Siapa yang tak kenal KH Mas Mansyur? Kiai kharismatik yang menjadi tokoh “Empat Serangkai” pemimpin PETA (Pusat Tenaga Rakyat) bersama Soekarno, Hatta, dan Ki Hajar Dewantara.

Kyai yang pandai berpotret, suka memakai sarung dan peci ini lahir dari pasangan K.H. Mas Ahmad Marzuki dan Raudah di Surabaya, 25 Juni 1896 tepatnya di kampung Sawahan, Surabaya. Beliau tumbuh dalam lingkungan religius, mengingat ayahnya sendiri merupakan bagian dari keluarga Pondok Pesantren Sidoresmo Surabaya.

Murid Kyai Khalil Bangkalan dan Kyai Muhammad Thaha Sidoresmo ini terkenal cerdas, gemar membaca, dan suka mendengarkan nasehat. Bakat kepemimpinannya, menurut Muslihat (kakaknya), sudah terlihat sejak kanak-kanak. “ Ketika masih kanak-kanak, ia sering bermain sekolah-sekolahan dan ia seakan menjadi guru, bantal-bantal itu diibaratkan para murid” terang Muslihat.

Maka dari itu orang tuanya menyarankan beliau untuk naik haji dan berguru kepada Syekh Mahfudz Termas di Makkah. Di tengah-tengah pembelajarannya, terjadi pergolakan politik yang membuatnya harus pindah dari Saudi Arabia. Akhirnya turunlah sauh KH Mas Mansyur di negeri Firaun. Beliau melanjutkan pembelajarannya di Universitas Al-Azhar Cairo. Pada saat inilah beliau bertemu dengan banyak tokoh pembaharu seperti Muhammad Abduh, Rasyid Ridha terkenal dengan tafsirnya “Al-Manar”, Kasim Amin, Muhammad Haykal yang terkenal dengan karyanya “Hayatu Muhammad”, Abbas M. Akkad hingga Saad Zaghlul yang dikenal sebagai bapak kemerdekaan Mesir

Jiwa pelopor KH. Mas Mansyur mulai tumbuh dan terpatri dalam sanubarinya. Kalau Albert Camus mengatakan, “Aku memberontak maka aku ada“, dapat dikatakan KH Mas Mansyur, “Aku membaharu maka aku ada.”

Seusai menuntut ilmu, pulanglah ia ke tanah air pada tahun 1915. Sepulangnya di rumah, ia mendapati pertumbuhan pergerakan nasional terjadi di berbagai tempat, yang pada pada akhirnya mempertemukan ia dengan Persyarikatan Muhammadiyah karena kecocokan visi dan misi.

Tak butuh waktu lama semenjak perkenalannya beliau langsung jatuh cinta dengan Muhammadiyah. Maka beliau masuk ke dalamnya pada tahun 1921. Setelah masuk, jiwa pelopornya yang didapatkan saat di Mesir pun berkobar. Setelah mendapat izin dari KH Ahmad Dahlan maka dengan penuh semangat KH Mas Mansyur mendirikan Muhammadiyah Cabang Surabaya di tahun itu juga. Tak hanya itu, ia pun mengusulkan berdirinya Majelis Tarjih pada Kongres Muhammadiyah yang ke-16 di Pekalongan tahun 1927. Alasannya adalah guna mencegah timbulnya percekcokan dan perselisihan masalah-masalah agama di kalangan Muhammadiyah. Sebab hal itu akan menghambat jalannya kemajuan organisasi, serta akan meretakkan ukhuwah islamiyah. Di samping itu, untuk mencegah timbulnya penyalahgunaan hukum agama demi kepentingan pribadi.

Pengaruhnya yang sangat berarti di tubuh Muhammadiyah inilah yang membuatnya akhirnya terpilih menjadi Ketua PB Muhammadiyah pada tahun 1937-1943. Beliau menjadi nahkoda bahtera Muhammadiyah yang ketiga setelah KH Ahmad Dahlan dan KH Ibrahim.

Kepeloporannya tak hanya di lingkungan Muhammadiyah saja, bersama HOS Cokroaminoto, KH Mas Mansyur ikut menahkodai Sarekat Islam yang menjadi satu-satunya wadah perjuangan umat Islam di bidang politik kala itu. Beliau juga tergabung dalam MIAI atau Majelis Islam A’la Indonesia yang menjadi cikal bakal Masyumi yang sangat masyhur pengaruhnya. Juga melalui PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) yang dipimpinnya ia membentuk BKR yang bertransformasi menjadi TKR yang kini menjadi TNI.

Selain peran di politik pemerintahan, tokoh Muhammadiyah ini sangat akrab dengan semua kalangan, termasuk juga dengan Nahdhatul Ulama. Tercatat setelah kepulangannya dari timur tengah, bersama KH Wahab Chasbullah mempelopori berdirinya kelompok diskusi “Taswirul Afkar” di Surabaya. Lalu mereka membentuk suatu perkumpulan yang bergerak dalam bidang pendidikan yang diberi nama “Djami’ah Nahdhatul Wathan” dari perkumpulan inu kemudian didirikan sekolah yang cukup modern kala itu dengan “Khitabul Wathan” di Surabaya. Perkumpulan ini berkembang pesat hingga muncullah cabang-cabang di berbagai tempat. Selain itu beliau ikut mempelopori berdirinya STI yang menjadi Sekolah Tinggi Islam pertama dan satu-satunya di Indonesia kala itu.

Tinta emas prestasi yang diukir oleh KH Mas Mansyur membuat pada puncaknya beliau meraih gelar Pahlawan Nasional yang disematkan oleh Presiden Soekarno melalui surat keputusan Presiden RI no. 590 th. 1961 tertanggal 19 November 1961.

Sekian banyak prestasi yang ditorehkan oleh KH. Mas Mansyur memberikan kesimpulan bahwasannya beliau adalah sosok ulama yang tak menyukai stagnasi dan kebekuan ide maka dari itu beliau mendobraknya dengan pembaharuan di segala, tempat, waktu dan dengan siapapun kawannya. Jiwa kepeloporan inilah ibrah yang harus kita ambil dari beliau karena Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

Barangsiapa mencontohkan dalam Islam contoh yang baik maka baginya mendapat pahala dari amal itu sendiri dan mendapat pahala dari amalan orang yang mengamalkannya dengan apa yang telah ia contohkan tanpa berkurang pahalanya sedikitpun dan barangsiapa mencontohkan dalam Islam contoh yang buruk maka baginya mendapat dosa dari amal itu sendiri dan mendapat dosa dari amalan orang yang mengamalkannya dengan apa yang telah ia contohkan tanpa berkurang dosanya sedikitpun (H.R. Muslim)

Maka dari itu, mari kita menjadi pelopor dalam kebaikan untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Wallahua’lambishawab

Mukalla, 1 Mei 2019

Pukul 23.30 WPT

Arab Saudi: 1 Ramadhan 1440 H Jatuh pada Hari Senin, 6 Mei 2019

RIYADH (Jurnalislam.com) – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memutuskan awal puasa Ramadhan 1440H jatuh pada Hari Senin (6/5/2019) besok. Keputusan tersebut berdasarkan hasil pemantauan hilal pada Sabtu (4/5/2019) yang tidak terlihat sehingga bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari.

Berdasarkan hal tersebut, Arab Saudi akan memulai pelaksanaan Puasa Ramadhan 1440 H pada hari Senin, 6 Mei 2019.

Tahun ini, Ramadhan akan jatuh pada hari-hari musim panas yang panjang bagi umat Muslim di belahan bumi utara.

Menteri Arab Saudi untuk urusan Islam, Sheikh Abdullatif Al-Asheikh, mengatakan lebih dari 4.000 ulama dipekerjakan selama Ramadhan dan 1.100 imam disewa untuk memimpin shalat Tarawih. Dia menambahkan bahwa lebih dari 2.400 masjid telah direnovasi dan 221 masjid telah dibuka sebelum Ramadhan.

Al-Asheikh juga mengatakan bahwa 100 pengkhotbah pria dan 50 pengkhotbah wanita telah ditugaskan ke Mekah dan Madinah untuk meningkatkan kesadaran di antara mereka yang melakukan umrah. Dia menambahkan bahwa 70 imam telah ditunjuk untuk memimpin sholat di 35 negara dalam menanggapi permintaan pusat-pusat Islam di negara-negara itu.

Sumber: Alarabiya, arabnews

Puluhan Tewas Akibat Serangan Udara ‘Brutal’ Rusia-Suriah di Idlib

IDLIB (Jurnalislam.com) – Serikat Perawatan Medis dan Organisasi Bantuan (UOSSM) yang berbasis di AS mengatakan 50 orang telah terbunuh oleh serangan udara pasukan koalisi Rusia dan militer Suriah di Idlib dalam beberapa hari ini.

Pasukan pemerintah Suriah dan sekutu Rusia mereka telah meningkatkan serangan udara mereka selama lima hari berturut-turut di barat laut yang dikuasai kelompok-kelompok pejuang. Pasukan koalisi terus membunuh dan melukai puluhan dan memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka.

Setelah jeda semalam, pesawat-pesawat tempur pemerintah dan Rusia meningkatkan pemboman pada hari Sabtu (4/5/2019) menargetkan daerah-daerah yang dikuasai pejuang di Idlib dan provinsi tetangga Hama.

Militer Suriah mengirim bala bantuan baru ke arah Idlib, termasuk tank, pengangkut personel lapis baja dan ratusan tentara pada hari Sabtu.

Koordinator kemanusiaan PBB mengatakan sekolah, fasilitas kesehatan dan daerah perumahan telah terkena dampak dan pasukan pemerintah menggunakan bom barel terburuk dalam setidaknya 15 bulan.

Bom barel adalah wadah yang berisi peledak yang dijatuhkan dari helikopter.

“Sekarang, pemboman telah kembali dan jauh lebih berat dan telah menyebar sangat luas di Jabal al-Zawiya dan pedesaan Hama utara,” Ahmad al-Dbis, manajer keselamatan dan keamanan untuk Serikat Perawatan Medis dan Organisasi Bantuan (UOSSM) yang berbasis di AS. ), kepada kantor berita Reuters.

“Pesawat-pesawat itu tidak berhenti sama sekali dan pemboman terus berlanjut dengan cara yang sangat besar seperti kemarin dan lebih buruk,” tambah al-Dbis.

Sumber: Aljazeera

Hamas dan Fatah Kecam Keras Serangan Udara Israel di Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Kelompok Perlawanan Hamas dan Fatah Palestina mengecam serangan udara zionis Israel baru-baru ini di Jalur Gaza yang diblokade sejak Jumat (3/5/2019). Serangan tersebut menewaskan lima orang warga sipil dan melukai puluhan lainnya.

Hamas mengatakan, perlawanan Palestina tidak akan membiarkan penjajah Israel menyerang orang-orang Palestina di Gaza yang dikuasai Hamas.

“Tanggapan Hamas (atas serangan Israel) membawa pesan kepada musuh (Israel) bahwa itu ada di sini dan tidak akan membiarkan Israel menyerang orang-orang jami,” kata jurubicara Hamas, Abdul Latif Al-Qanoua dalam sebuah pernyataan, Sabtu (/5/2019).

Sementara itu Fatah meminta pemerintah Israel bertanggungjawab atas eskalasi militer serta kejahatan perang yang dilakukan oleh tentara penjajah terhadap warga sipili Palestina yang tidak bersalah.

“Kejahatan-kejahatan ini tidak akan dibiarkan begitu saja dan dituntut,” kata Fatah.

Serangan Israel pada hari Sabtu (4/5/2019) menargetkan beberapa bagian dari jalur Gaza yang diblokade, membunuh seorang Palestina dan tujuh lainnya terluka. Sementara itu, faksi-faksi Palestina menembakkan puluhan roket ke permukiman Israel di sebelahnya.

Peningkatan itu dimulai ketika empat warga Palestina terbunuh dan 51 lainnya cedera pada hari Jumat dalam serangan militer Israel terhadap situs-situs yang berafiliasi dengan Hamas dan serangan Israel yang terpisah pada satu unjuk rasa Palestina terhadap pendudukan selama satu dekade dan pengepungan jalur Gaza.

Dunia Mengutuk Serangan Israel ke Kantor Berita Anadolu Agency di Gaza

ANKARA (Jurnalislam.comm) – Sejumlah kantor berita, kelompok advokasi dan pemimpin berbagai negara yang mengutuk serangan Israel terhadap kantor Anadolu Agency di Jalur Gaza, Sabtu, terus bertambah.

Pesawat-pesawat tempur Israel menghantam gedung dengan setidaknya lima roket setelah tembakan peringatan, lapor koresponden Anadolu Agency di Yerusalem. Tak ada korban terluka atau tewas.

“Penargetan kantor Anadolu Agency adalah upaya untuk menghilangkan saksi dan mempersiapkan pembantaian Israel terhadap Gaza,” ujar juru bicara pemerintah Palestina Ibrahim Melhem kepada Anadolu Agency.

Asosiasi Agen Berita Balkan-Eropa Tenggara (ABNA-SE) dan Kantor Berita Athena juga mengutuk serangan itu.

“Kami mengutuk serangan terhadap kantor Anadolu Agency di Tepi Barat,” kata Sekretaris Jenderal ABNA-SE dan Presiden Kantor Berita Athena Michalis Psilos lewat sebuah pernyataan.

“Penting untuk mempertahankan kebebasan pers dari serangan semacam itu,” kata Psilos.

“Saya ingin menyampaikan dukungan saya kepada Direktur Jenderal Anadolu Agency Senol Kazanci terkait serangan ini,” tambahnya.

The Media Review Network, kelompok advokasi yang berbasis di Johannesburg, juga mengecam serangan itu.

“Media Review Network (MRN) mengutuk keras serangan rudal biadab Israel terhadap institusi media terkemuka di Gaza,” kata anggota eksekutif kelompok itu, Iqbal Jassat, Sabtu malam.

Jassat mengatakan serangan tidak sengaja atas Anadolu Agency yang berbasis di Turki itu merupakan upaya untuk mencegah agen tersebut melaporkan kejahatan perang Israel yang mengerikan.

“Kami di MRN sangat prihatin, apalagi serangan sebelumnya oleh rezim Netanyahu
terhadap platform media, kemarahan global telah diredam,” kata Jassat.

Dia menambahkan bahwa saat ini serangan terhadap penduduk Gaza yang dikepung, telah menelan banyak korban.

“Menargetkan outlet media seperti Anadolu Agency, tidak hanya [menunjukkan Israel] pengecut tetapi sekaligus upaya untuk menghabisi wartawan, jurnalis, dan komentator.

“Kami menyerukan aktivis kebebasan media dan LSM untuk memastikan bahwa kampanye mempertahankan kebebasan pers dan integritas jurnalis terus berlanjut,” kata Jassat.

Pemboman Israel terhadap kantor Anadolu Agency di Gaza adalah serangan terhadap kebebasan berbicara, kata seorang pemimpin Muslim Nigeria.

Disu Kamor, kepala Pusat Hubungan Masyarakat Muslim (MPAC), mengatakan serangan Israel itu mengikuti pola yang sama dari sikap tidak hormat negara tersebut terhadap kehidupan sipil dan harus dikecam.

“Merusak bangunan atau semacamnya itu mengerikan. Apalagi itu kantor media yang baik dan terkenal,” kata Kamor kepada Anadolu Agency.

“Serangan ini harus dilihat dan dikecam karena sekaligus serangan terhadap kebebasan berbicara yang sepenuhnya mengabaikan kehidupan manusia. Kita tahu bahwa Israel tidak bermoral tentang kehidupan sipil, dan siapapun yang menganggap kebebasan berbicara adalah hak politik dan hak asasi manusia harus mengutuk keras serangan terhadap kebebasan pers ini dengan sepenuh hati,” tambah Kamor.

Menurut saksi mata, pesawat tempur Israel juga menargetkan dua posisi faksi perlawanan Palestina di bagian utara wilayah itu, sebuah gedung polisi angkatan laut di Pelabuhan Gaza dan rumah sipil di Kota Khan Yunis.

Serangan itu menghancurkan kedua target dan merusak sederet rumah di sekitarnya.

Setidaknya enam warga Palestina tewas ketika pesawat-pesawat tempur Israel menyerang posisi Hamas di Jalur Gaza yang diblokade.

Serangan itu terjadi menyusul laporan soal dua tentara Israel yang terluka oleh tembakan di dekat zona penyangga Gaza-Israel pada Jumat.

Serangan Udara Israel Tewaskan Ibu Hamil dan Anaknya Usia 14 Bulan

GAZA (Jurnalislam.com) – Lima orang tewas akibat serangan udara penjajah Zionis Israel yang menyerang bangunan di Gaza pada Sabtu (4/5/2019). Dari lima orang tersebut, terdapat seorang ibu yang sedang hamil bersama anaknya berusia 14 bulan.

Serangan udara dengan peluru kendali dari jet tempur F-16 itu menghancurkan tiga bangunan. Salah satunya, kantor pusat Anadolu Agency Turki dan Kantor Informasi Tahanan.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyebut nama-nama korban: Imad Muhammad Nasir (22), Saba Mahmoud Abu A’rar (14bulan), Falesteen Saleh Abu A’rar (37) dan bersama bayi yang masih dalam kandungannya.

Kondisi tersebut juga membuat Kementerian Pendidikan Palestina meliburkan semua sekolah. Sementara zionis Israel menutup semua penyebrangan ke Gaza.

Sumber: MEMO

Besok, Bawaslu Gelar Sidang Ajudikasi Laporan BPN

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Abhan mengatakan pihaknya akan menggelar sidang ajudikasi (pendahuluan) atas dugaan kecurangan yang dilaporkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua: Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Senin besok (6/5/2019).

Menurut mantan Ketua Bawaslu Jawa Tengah ini, ada dua laporan BPN yang diterima Bawaslu. Pertama, terkait dugaan kecurangan Sistem Informasi Penghitungan Suara ( Situng) dan lembaga survei quick count.

“(Keduanya) sedang kami pelajari. Kami kaji. Nanti hari Senin kami akan melakukan sidang ajudikasi dengan putusan pendahuluan,” tegas katanya melalui siaran pers yang diterima Jurnalislam, Ahad (5/5/2019).

Abhan menerangkan, dalam sidang ajudikasi tersebut akan didapati keputusan kelanjutan laporan. Diantaranya, laporan akan diperiksa lebih mendalam atau tidak dilanjutkan.

“Jadi, apakah laporan itu dilanjutkan dengan proses pemeriksaan lebih lanjut, atau berhenti sampai pada pembacaan putusan pendahuluan. Itu Senin nanti,” ungkapnya.

Abhan menyatakan, atas laporan dugaan pelanggaran yang telah diterima Bawaslu, semua sedang dalam proses pengkajian. Sebab, laporan yang masuk perlu memenuhi syarat-syarat formil dan materil.

“Semua laporan ditindaklanjuti dengan kajian kami, selama memenuhi syarat formil materil kami akan lakukan tindakan lebih lanjut,” tandasnya.

Prioritas Pendidikan Generasi

Oleh: Agastya Harjunadhi
Pegiat Dunia Pendidikan, Founder Bina Keluarga & Mentor Komunitas @TheRealUmmi

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” (UU 20/2003 pasal 3)

Berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 (UU 20/2003), Warga Negara Indonesia (WNI) berhak dan berkewajiban untuk mengikuti program pendidikan formal wajib belajar 9 tahun, yaitu jenjang Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Jenjang pendidikan formal selanjutnya adalah Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) yang umumnya dilanjutkan minimal 4 tahun di jenjang pendidikan tinggi untuk program sarjana. Artinya secara umum, rata-rata generasi muda Indonesia perlu mengikuti pendidikan formal minimal selama 16 tahun sebelum akhirnya dikategorikan siap terjun ke dunia kerja.

Dalam praktiknya, sebagaimana disebutkan dalam pasal 12.1.a peserta didik berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan keyakinan yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. Sebagaimana merujuk cita-cita mulia yang tercantum dalam UU tersebut, maka keluarga muslim memiliki alternatif untuk menyekolahkan putra-putrinya di sekolah Islam terpadu yang diyakini baik. Yaitu sekolah yang tidak hanya mengakomodir kurikulum nasional dan/atau internasional, tapi juga memfasilitasi pendidikan agama dan penanaman nilai-nilai Islam secara lebih intensif.

Meskipun kita sebagai orang tua telah memilih sekolah terbaik berdasarkan pertimbangan maupun sumber daya yang dimiliki, namun penting bagi kita untuk tetap memonitor dan mengarahkan putra-putri kita. Pendidikan di sekolah dikategorikan sebagai pendidikan formal dan pendidikan oleh orang tua (keluarga dan lingkungan) dikategorikan sebagai pendidikan informal menurut UU 20/2003, namun peran orang tua sesungguhnya jauh lebih penting dalam proses pembentukan akhlak, karakter, dan masa depan putra-putrinya.

Oleh karena itu, sebagai keluarga muslim yang bercita-cita masuk surga sekeluarga, kita perlu mengupayakan agar prioritas pendidikan putra-putri kita adalah berorientasi akhirat. UU 20/2003 juga telah jelas memberikan urutan prioritas. Yaitu:

1. “Menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa”. Iman dan taqwa menjadi prioritas tertinggi karena tanpa dua hal ini, semua usaha kita berikutnya akan sia-sia. Keyakinan ini harus kokoh tertanam dalam sanubari anak sejak dini melalui pengenalan ilmu tauhid, pengenalan syariat dan nilai-nilai luhur yang bersumber dari firman Allah (Al Quran) dan teladan rasulullah saw. Pendidikan agama inilah landasan dan satu-satunya pintu gerbang pendidikan yang berorientasi kepada akhirat, agar generasi kita memiliki ukuran kebahagiaan dan kesuksesan bukan sebab ranking nilai yang tinggi dan hal-hal lain yang bersifat materi semata.

2. “manusia yang berakhlak mulia, sehat, berilmu”. Selain menjadi pintu gerbang dan landasan keimanan dan ketaqwaan, pendidikan agama diyakini menjadi sumber utama untuk menanamkan serta menumbuhkan akhlak mulia peserta didik. Karena akhlak adalah wujud nyata atau buah dari proses ibadah yang benar, ibadah yang dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan. Akhlak ini kemudian yang akan berperan dalam harmonisasi adat, kultur, yang hadir dari luar nilai agama. Keserasian dan keharmonisan keduanyalah yang kemudian akan menghasilkan peradaban suatu bangsa. Maka benar adanya, bahwa generasi yang berkhlak mulia adalah pondasi peradaban mulia. Agama juga mengajarkan agar kita memiliki ilmu, pemikiran dan badan yang sehat, agar semakin luas manfaat. Bukankah rasulullah bersabda, sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya kepada manusia yang lain?

3. “Cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Setelah “beres” software internal manusia, maka tugas pendidikan selanjutnya adalah membentuk karakter dan mental manusia yang cakap ( good lifeskill /berkompeten), kreatif, mandiri, yang nantinya akan berhubungan kuat dengan amanah/pekerjaan-pekerjaan kolektif. Prioritas pendidikan ini harus kita sadari, sebab salah satu masalah utama hari ini atau bahkan tantangan abad ini adalah banyaknya orang baik namun tidak cakap (tidak kompeten) dalam memegang amanah/tugas/pekerjaan. Sehingga kemudian kebaikan individunya tidak memiliki dampak sosial yg lebih luas (kurang manfaat) untuk banyak manusia. Kita sebagai orang tua hendaknya memandang penting akan kecakapan ini, agar anak-anak menjadi insan yang “problem solver”. Kemudian mental kratif dan mandiri juga penting agar menjadi pribadi yang cerdas dalam mencari jalan keluar dan tidak mudah putus asa. Terlebih mental demokratis dan bertanggung jawab, harus tertanam baik dalam pribadi anak-anak kita, agar ketika bekerjasama dengan tim ia menjadi pribadi yang bijaksana, tidak mudah memaksakan kehendak, setia dan tidak berlaku curang.

Semua hal yang menjadi cita-cita pendidikan negara kita di atas, wajib kita wujudkan bersama. Kita harus mendukung program-program pemerintah yang memang baik. Kita juga bisa mendukung dengan cara membuat program-program independen yang bermanfaat. Semua dilakukan dalam rangka mewujudkan peradaban bangsa Indonesia yang cerdas dan bermartabat. Apalagi Indonesia adalah negara mayoritas muslim terbesar di dunia, kita ummat Islam sangat bersykur bisa berseiringan antara berteladan kepada rasulullah dan membantu mewujudkan cita-cita konstitusi negara.

Ini sekaligus bukti bahwa konstitusi kita sudah sangat sesuai dengan nilai-nilai Islam. Tak berlebihan jika menyebutkan bahwa karakter generasi yang diidamkan konstitusi negara kita, sesungguhnya juga terwujud indah dan sempurna dalam kepribadian Rasulullah SAW dan generasi para sahabat. Sehingga belajar dari Rasulullah SAW dalam mendidik generasi hebat di masa lalu, menjadi kebutuhan utama. Dalam aplikasinya, metode belajar, bentuk kurikulum bisa disesuaikan dengan usia anak, termasuk selektif dalam memilih sekolah sebagai pendidikan formal bagi putra-putri kita.

Mari berjanji kepada diri kita dan keluarga, bahwa kita mau bersungguh-sungguh memprioritaskan ilmu agama dan kecakapan (lifeskill) menjadi dua garis besar haluan pendidikan anak/generasi kita, yang pada akhirnya kita mampu mencetak human being, menjadi khalifah di muka bumi yang menebarkan manfaat bagi agama, bangsa, dan sesama, bukan sekedar mencetak human working. Mari berjanji menghadirkan generasi yang meyakini bahwa agama mampu memimpin modernitas menjadi lebih baik, sehingga kemudian sumber ukuran kebahagiaan dan kesuksesan mereka kelak bukanlah nilai-nilai materialistis.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2019.
Kokoh generasiku, jayalah bangsaku Indonesia!

UBN: Ijtima Ulama Untuk Meluruskan Arah Politik Bangsa

SENTUL (Jurnalislam.com) – Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) mengatakan, Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional III dihelat untuk meluruskan arah politik bangsa.

Pernyataan itu sekaligus merespon tanggapan wakil presien Jusuf Kalla beberapa waktu lalu yang mengatakan Ijtima Ulama jangan berdasarkan politis.

“Terus kalau disebut gak boleh berpolitik, loh ini kan hak warga negara, hak konstitusi, jadi gak ada yang salah kalau Ijtima Ulama juga membicarakan hal-hal yang bisa meluruskan politik terutama arah kebangsaan kita,” katanya kepada wartawan di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Rabu (1/5/2019).

Baca juga: Dinilai Lakukan Kecurangan TSM, Ijtima Ulama III: Diskualifikasi Paslon 01

UBN juga mengatakan, harus dibedakan antara ijma’ dan ijtima’. “Ijtima itu beda dengan ijma’ yang harus ada tahapan-tahan syar’inya. Tapi ini kan ijtima’ artinya pertemuan. Syarat syar’inya apa? Kita sudah diperintahkan kok untuk bermusyawarah,” paparnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa Ijtima Ulama itu harus betul-betul berdasarkan pedoman atau aturan dan hadits sehingga berdasar hukum yang benar.

“jangan dasarnya politis,” kata dia di Istana Wakil Presiden, Selasa (30/4/2019).