Bloody Hands

Oleh: M Rizal Fadillah
Ketua Maung Institute

Media Australia “The Courier Mail” pernah menjadikan headline beritanya soal Presiden Jokowi dengan judul “Bloody Hands” saat peristiwa yang menimpa WN Australia yang dieksekusi kasus narkoba yang dikenal dengan Bali Nine tahun 2015. Dalam media itu digambarkan Presiden berpakaian jas dasi tersenyum dengan tangan kanan terangkat dan tapak tangannya bersimbah darah. Tentu itu adalah reaksi Australia atas hukum tembak yang dilaksanakan Pemerintah terhadap warga negaranya. Sedangkan Herald Sun memberi gambar sampul wajah Jokowi dengan tulisan “Portrait of the Killer”.

Nah entah dari mana asal muasalnya kini tiba tiba beredar kembali di medsos kita media Australia dengan profil Presiden Jokowi “tangan berdarah” di tengah peristiwa tragedi penembakan dan tindakan brutal aparat kepolisian Indonesia dalam menangani aksi 21-22 Mei yang menewaskan dan melukai banyak peserta aksi damai tersebut. Menampilkan sosok sang Presiden yang mesti bertanggungjawab atas pembunuhan atau pembantaian di area gedung Bawaslu dan sekitarnya seperti Petamburan Tanah Abang. Tangan Presiden yang berdaran–Bloody Hands.

Ditambah dengan tewasnya hampir 700 pelaksana Pemilu di bulan sebelumnya, maka Pemilu saat ini telah menimbulkan “tragedi berdarah” yang luar biasa. Meski dirasakan aneh oleh rakyat bahwa Pemerintahan Jokowi menyikapi hal ini dengan “adem ayem” saja. Tak ada kebijakan krisis yang seharusnya diambil. Mungkin cocok dengan foto tertawa di media Australia tersebut.
Jatuhnya korban tanpa upaya pencegahan sehingga terkesan adanya pembiaran itu dalam hukum bisa masuk dalam kategori suatu kejahatan (crime by omission).

Presiden yang tidak menindak aparat yang melakukan perbuatan melawan hukum apalagi pelanggaran berat HAM tentu menjadi penanggungjawab atas kejahatan tersebut. Nampaknya pas jika kasus Pemilu saat ini beban tanggungjawab ada pada Presiden. Sebab Jokowi di samping sebagai kandidat juga de facto dan de jure adalah Presiden Republik Indonesia. Pengendali dan Kepala Pemerintahan. Darah yang mengalir baik akibat tindakan aparat maupun sikap pembiaran adalah “the bloody hands” sang Presiden. Tuntutan akan berlanjut untuk aspek pertanggungjawaban politik dan hukum.
Meskipun masih bisa tersenyum bahkan tertawa namun tangan Presiden memang telah berlumuran darah.
Bloody hands, Mr President !

Bandung, 26 Mei 2019

Bukan Teroris, Warga Ciamis Gembira Safri Kembali

CIAMIS (Jurnalislam.com) – Safri (42) warga Lingkungan Karang, Kelurahan Ciamis, Kabupaten Ciamis Jawa Barat, yang sempat ditangkap karena di duga teroris di Jalan Malangbong Garut kemarin, kini sudah berakrifitas biasa dan berbaur bersama warga tempat tinggalnya. Ia dilepaskan setelah mendapat pemeriksaan sehari semalam.

Terlihat Safri sedang berkumpul bersama para tokoh masyarakat di mushala sekitar rumahnya, Sabtu (25/5/2019). Sehabis salat dzuhur Sapri terlihat akrab berbincang bersama RT, RW dan warga sambil menunggu waktu asar.

Itu membuktikan Safri selalu bersosialisasi baik dengan warga sekitar. Tak ada kecurigaan apapun terhadap Safri. Warga sangat mengenal kepribadian Safri yang sudah lama tinggal di Lingkungan Karang, meskipun sebagai pendatang. Sehingga warga tak percaya Safri dituduh teroris, saat terjadi penangkapan.

“Warga disini gembira Safri bisa kembali bersama kami, jadi kami memang tak percaya dengan hal itu. Karena Safri ini baik, bersosialisasi, prilakunya disenangi masyarakat. Tak menunjukan gejala itu. Mungkin dengan adanya kejadian ini ambil hikmahnya,” ujar Ketua RW setempat Agus Heryadi.

Sementara itu, Safri berterimakasih kepada aparatur pemerintah dan warga Ciamis yang telah memberikan dukungan kepadanya. Ia lega setelah pihak keamanan menyatakan bahwa tidak terindikasi jaringan teroris.

“Masyarakat sudah menerima saya, dukungan sangat penuh dari semuanya,” ucapnya.

Safri bercerita, awal keberangkatannya ke Jakarta sebenarnya ke Depok mengantar rekannya bernama Yahya untuk menjemput saudaranya yang sakit. Namun saat itu ada dua rekan lainnya yang ikut dan berniat ingin melihat situasi di Jakarta yakni aksi 22 Mei.

Selama perjalanan, Sapri mengaku banyak diberhentikan oleh pemeriksaan polisi dari berangkat sampai ke Malangbong. Karena berpikir akan lama sampai dengan pemeriksaan petugas keamanan di jalan, ia bersama rekannya memutuskan untuk kembali ke Ciamis. Setelah balik kanan, di Malangbong sempat melaksanakan solat asar. Sewaktu balik arah tak ada yang mengejar.

“Setelah disitu baru ada yang kejar ada yang datang, katanya harus nunggu, saya menyarankan di Pos Malangbong kepada petugas itu. Sudah menunggu, saya kaget luar biasa, polisi bersenjata datang menyuruh angkat tangan dan tiarap, dan mobil digeledah,” ungkapnya.

Setelah itu, Safri bersama 4 rekannya dibawa ke Polsek Malangbong, setelah itu dibawa ke Polres Garut dan dilakukan pemeriksaan sehari semalam.

“Pertanyaan memang banyak ditujukan ke saya karena memang saya yang bawa mobil. Pemeriksaan semalam saja, pagi-pagi sudah beres. Saya di sana duduk-duduk tak ada pengawalan, baru diperbolehkan pulang jam 5 sore,” ucapnya.

Setelah diperbolehkan pulang oleh Kapolres Garut, lalu ia bersama 4 rekannya diantar oleh aparat kepolisian pulang ke Ciamis.

“Memang kalau waktu itu kami tak balik arah mungkin tak ada kejadian ini. Cuma karena balik arah saja jadi mungkin ada kecurigaan,” pungkasnya.

Sumber: Kabar Priangan

Doa Untuk Keselamatan dan Kejayaan Bangsa Indonesia

١- بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
الحمد لله رب العالمين
الصلاة والسلام علي رسول الله قائد المجاهدين
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ

Artinya :

“Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Alloh Rob/Tuhan Pemelihara semesta alam. Semoga sholawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan kita Rasulullah Panglima bagi para pejuanh (mujahid)

Ya Allah! Sesungguhnya hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan, meminta ampunan, dan senantiasa memuji-Mu atas kebaikan yang diberikan. Kami tidak kufur kepada-Mu, dan kami berlepas diri serta meninggalkan orang-orang yang durhaka kepada-Mu”.

٢- اَللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّى وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ. نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ

Artinya :

“Ya Allah! Hanya kepada Engkau kami beribadah, hanya karena Engkau kami shalat dan sujud, hanya kepada Engkau pula kami berusaha dan berkhidmat. Kami sangat mengharap rahmat-Mu dan kami pun takut akan siksa-Mu, karena sesungguhnya siksa-Mu itu tidak akan pernah berkurang atas orang-orang kafir”.

٣- اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ

Artinya :

“Ya Allah ! Ampunilah kami, ampunilah kaum mukminin dan mukminat, ampinilah kaum muslimin dan muslimat.

Persatukanlah hati mereka. Perbaikilah hubungan di antara mereka dan menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka”.

٤- اَللَّهُمَّ اهلك الكَفَرَةَ والمشركين والمنافقين الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَائَكَ

Artinya :

“Ya Allah! Hancurkanlah orang-orang kafir ,musyrik dan munafiq yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasul-Mu, dan memerangi wali-wali-Mu”.

٥- اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَ تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ

Artinya :

“Ya Allah! Cerai beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat”.

٦- اللهم ارزقنا اماما عادلا وفتحا مبينا ٣×

“Ya Alloh karuniakan kepada kami (Bangsa Indonesia) pemimpin yang adil dan kemenangan yang nyata. 3x

٧- اللهم اجعل بلدتنا اندونيسيا بلدتا طيبة آمِنَةً مُّطْمَئِنَّةً عامرة معمورة مباركة

“Ya Alloh jadikanlah negeri kami Indonesia: negeri yg baik, aman, tenteram, makmur dan penuh berkah”.

٨- اللهم اجعل بلدتنا اندونيسيا سالمة من كيد أعادئك وأعادئنا واعداء الاسلام واعداء المسلمين من داخلها ومن جارجها.

“Ya Alloh jadikan negeri kami Indonesia “terselamatkan” dari tipu daya musuh -musuh MU, juga muauh kami, musuj Islam dan musuh kaum muslimin, baik dari dalam nrgeri maupun luar negeri

٩-اللهم تقبل منا اخواننا المقتولين في حادثة ٢١ مايو شهداء

“Ya Alloh terimalah dari kami saudara-saudara yg terbunuh dalam tragedi 21 Mei berdarah sebagai para Syuhada’ disisiMU.

١٠- وصلي الله علي نبينا محمد وعلي اله واصحابه اجمعين
واخر دهوانا ان الحمد لله رب العالمين

“Dam semoga “sholawat” selalu tercurah untuk junjungam nabi kita Muhammad, keluarga dan para shahabat.

Hari Terakhir Hijrahfest 2019 Akan Didedikasikan Untuk Almarhum Ustaz Arifin Ilham

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Almarhum Ustaz Arifin Ilham dijadwalkan menjadi pembicara dalam gelaran Hijrahfest Ramadhan 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Hall A & B, Senayan.

Founder Hijrahfest, Arie Untung mengatakan bahwa kepergian Ustaz Arifin Ilham merupakan sebuah pukulan baginya, khususnya di teman-teman komunitas Hijrahfest. Hal tersebut dikarenakan beliau merupakan ustaz yang diundang pertama kali saat bulan November lalu dan beberapa hari sebelum acara meminta cancel dengan alasan kesehatan.

“Karena beliau merupakan salah satu ustadz pertama waktu November kemarin yang kita datangi juga, beliau mengisi beberapa hari sebelumnya langsung cancel dengan alasan kesehatan,” kata Arie di JCC, Jumat (24/5/2019) dilansir Kiblatnet.

Oleh karena itu, Arie berencana akan mendedikasikan hari terakhir acara untuk Ustadz Arifin Ilham, apalagi nama Arifin Ilham juga telah dicetak dalam kaos acara. Arie mengatakan,  pihaknya akan mengundang keluarga dan para ustaz pada pada hari terakhir Hijrah Fest Ramadhan nanti.

“Namanya sudah ada di baju kita tuh, dan hari terakhir kita akan dedikasikan untuk beliau, buat penutupan acara. Insya Allah kita bisa mengundang keluarga atau juga mungkin para guru-guru ustaz akan berkumpul di hari akhir nanti,” jelasnya.

Bagi Arie, Ustaz Arifin Ilham adalah seorang ulama yang istiqomah. Selain itu semasa hidupnya beliau juga sering mendapatkan serangan kata-kata dari berbagai pihak, namun beliau menerima dan mengerti bagaimana melewati semua itu, termasuk dalam menghadapi sakitnya.

“Beliau itu, ya semua ustadz merasakan banyak sekali serangan secara kata-kata, secara banyak lah. Memang diantara orang ada yang suka, ada yang nggak suka, beliau termasuk dari orang yang banyak di kehidupan beliau untuk menerima itu dan bagaimana caranya untuk melewatinya itu, luar biasa, nggak mungkin mental kita seperti beliau untuk menghadapi berbagai cobaan, ya termasuk dalam menghadapi sakitnya, sebuah cobaan yang perlu kita pelajari hikmahnya,” ungkapnya.

Arie juga membandingkan kematian Ustadz Arifin Ilham dengan kematian Rasulullah SAW, yang mana Rasulullah meninggal diawali dengan sakit serta bersyukur dan semangat dalam menghadapinya.

“Jadi beliau meninggalnya seperti Rasulullah, diawali sakit, dalam menyingkapi sakitnya dengan cara bersyukur, dengan cara memberikan semangat, terakhir kali kita jenguk aja nggak bisa bicara, tapi dia masih berusaha menyambut kita dengan baik, kita jangan masuk dulu, dia mau duduk, dia keliatannya bisa duduk demi untuk bisa menyambut kita. Masya Allah,” tutur Arie.

Sumber: Kiblatnet

Tausyiah Habib Novel Alaydrus di Hijrah Fest 2019, Dakwah Harus Inovatif

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Majelis Ar-Raudah Solo Habib Novel Alaydrus memuji gelaran Hijrah Fest yang digagas presenter kenamaan, Arie Untung. Habib Novel mengatakan, dakwah itu inovatif.

“Dakwah itu gak boleh kaku, monoton,” katanya kepada Jurnalislam.com di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

Ia menyampaikan, zaman terus berkembang demikian pula dengan dakwah. Akan tetapi, kata dia, agama tidak boleh berubah karena agama adalah dasarnya.

“Agama tidak berubah, tetapi agama bahan dasar, bahan baku. Kita bisa mengambil bagian-bagian yang bisa disesuaikan di setiap waktunya mengikuti zaman,” ujarnya.

Habib Novel menilai, Hijrahfest harus terus dikembangkan ke daerah-daerah sebagai upaya untuk mengurangi event-event negatif yang digandrungi oleh generasi muda.

“Hijrahfest harus dikembangkan, tidak hanya di ibu kota saja. Daerah-daerah, kabupaten juga harus bikin. Agar acara ini dapat menggeser acara-acara yang kurang baik,” tuturnya.

Seperti diketahui, hijrah fest secara resmi dibuka pada Jumat 24 Mei 2019 oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Acara pun berlangsung sampai Minggu 26 Mei 2019.

Ustaz Arifin Ilham di Mata Keluarga Ustaz Abu Bakar Ba’asyir

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wafatnya ulama muda karismatik, KH Muhammad Arifin Ilham meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga Ustaz Abu Bakar Ba’asyir.

Bagi keluarga Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, KH Muhammad Arifin Ilham atau Ustaz Arifin Ilham adalah sosok orang soleh yang ada di Indonesia. Ustaz Arifin Ilham adalah salah satu mencusuar bagi umat Islam Indonesia.

“Kita (keluarga Ustaz Abu) sangat kehilangan, beliau adalah pilar umat, bukan hanya pilar ya tapi salah satu mercusuar umat. Bbeliau ini menjadi mercusuar itu artinya menjadi penunjuk jalan bagi umat ini ke mana seharusnya umat harus melangkah dan bagaimana harus bersikap,” kata putra bungsu Ustaz Abu, Abdul Rochim Ba’asyir kepada Jurnal Islam, Jumat (24/5/2019).

Almarhum Ustaz Arifin Ilham, kata dia, adalah sosok yang berjiwa besar dan berlapang dada dalam menyikapi perbedaan-perbedaan dalam tubuh umat Islam dan rendah hati.

“Dimana-mana beliau selalu mengistilahkan diri beliau sebagai Ananda kepada orang-orang yang lebih tua pada beliau, dan kepada siapa pun beliau selalu menggunakan istilah yang sifatnya betul-betul mendekatkan hati, kadang dengan yang lebih tua sedikit, yang disebut Kakanda, termasuk kepada ustadz Bakar Ba’asyir,” ujarnya.

Ustaz Arifin Ilham bukanlah sosok asing bagi keluarga Ustaz Abu Bakar Ba’asyir. Ia termasuk salah satu ulama terkemuka yang berani menunjukkan pembelaannya kepada Ustaz Abu Bakar Ba’asyir ketika Ustaz Abu didera fitnah terorisme.

“Kami salut dengan sikap beliau pada saat dahulu Ustaz Abu Bakar Ba’asyir mendapatkan ujian fitnah terorisme, di saat-saat dimana semua orang menjauhi ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan takut untuk bertemu dengan beliau tapi ustadz Arifin ini almarhum ini mendatangi dan menemui beliau, padahal saat itu Ustaz Arifin sedang di puncak ketenarannya,” ungkapnya.

“Artinya kesetiakawanannya dan hormat kepada sosok Ustaz Abu Bakar Ba’asyir yang merupakan sosok dai yang berjuang yang selama ini berjuang untuk menegakkan syariat Islam beliau bela walau dengan kemampuan yang ada. Beliau tidak takut sama sekali kehilangan popularitasnya, subhanallah ini sebuah jiwa begitu murni dan luar biasa sekali dan mudah-mudahan itu semua menjadi bukti hujjah atau kesaksian kita untuk melihat beliau sebagai orang sholeh, Insyaallah dan merupakan sosok yang luar biasa sekali kita lihat,” sambungnya.

Mewakili keluarga, pria yang karib disapa Ustaz Iim ini menyampaikan takziyah dan doa untuk almarhum Ustaz Arifin Ilham. Ia mendoakan, semoga ustaz Arifin diterima di sisi Allah Subhanahu ta’ala ditempatkan di tempat yang mulia bersama para iliyin (orang-orang yang berbakti kepada Allah, yang disaksikan malaikat-malaikat yang didekatkan kepada Allah), dengan para syuhada, dan para nabi nabi dan rasul.

“Karena orang-orang seperti beliau ini adalah orang-orang para pewaris Nabi dan Rasul yang mewarisi dakwah dan tugas-tugas untuk berdakwah di masyarakat dan membersihkan jiwa masyarakat ataupun umatnya kepada untuk kembali pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” pungkasnya.

Terakhir kalinya Almarhum Ustaz Arifin Ilham bertemu dengan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir adalah ketika ia mengunjungi Ustaz Abu di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat pada bulan suci Ramadhan tahun 2016, tepatnya pada tanggal 16 April 2016. Lapas Gunung Sindur yang memang tak jauh dari pondok pesantrennya.

Dalam pertemuan selam satu jam itu, Almarhum Ustaz Arifin Ilham menyampaikan pesan Ustaz Abu yaitu untuk terus berdakwah menegakkan syariat Islam.

“SubhanAllah walhamdulillah hari ketiga puasa, menjenguk beliau LP Gunung Sindur. Beliau lebih sehat dilayani dg baik, sholat jumat di mesjid, dan ditemani seorang mujahid muda yg hafidz bersama beliau dalam satu kamar yg nyaman. Alhamdulillah arifin menerima nasehat beliau kurang lebih setengah jam. Wasiat beliau terus kobarkan semangat da’wah tegaknya SYARIAT ALLAH. Dan beliau sangat tidak setuju bom teror seperti yg terjadi di negeri kita. Semoga Allah selalu menjaga para mujahidNya dalam kemuliaan,” tutur almarhum.

Ustadz Arifin Ilham: Yang Menang Jangan Sombong, Yang Kalah Muhasabah

Penghinanya Datang ke Az Zikra, Ini Jawaban Mengagumkan Ustadz Arifin Ilham

Mengenang Kembali Pesan Cinta Ustaz Arifin untuk Para Peserta Aksi 212

 

Masyarakat Tasikmalaya Mengutuk Keras Tindakan Represif Aparat

SINGAPARNA (Jurnalislam.com) – Aksi solidaritas untuk korban kerusuhan di Jakarta pada 21-22 Mei juga dilakukan masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya. Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Islam Tasikmalaya (FORMASIT) berunjuk rasa di depan Mapolres Tasikmalaya pada Jum’at (24/5/2019).

Koordinator aksi, Ustaz Yanyan Al Bayani menegaskan, unjuk rasat tersebut tidak ada kaitannya sama politik.

“Ini murni panggilan rasa peduli kita kepada para korban kebiadaban oknum aparat, tidak ada kaitannya sama sekali dengan 01 ataupun 02,” kata Ustaz Yanyan dalam orasinya.

Perwakilan massa diterima langsung oleh Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra, SIK dan beberapa orang dari Polda Jawa Barat di ruang rapat Mapolres Tasikmalaya.

Dalam mediasi, perwakilan Formasit lainnya, KH Anshari menyampaikan beberapa tuntutan kepada pihak kepolisian yang dituangkan dalam tujuh poin pernyataan sikap Formasit.

Kiai Anshari mengatakan, pihaknya mengutuk keras penyerangan oleh oknum aparat terhadap kaum muslimin dalam aksi 21 dan 22 Mei di Jakarta. Ia mendesak pemerintah untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut.

“Mengutuk keras penyerangan oknum aparat di Masjid Al-Makmur Petamburan dan penyerangan oknum aparat kepada kaum muslimin di Jakarta 22 Mei 2019,” tegas Kiai Anshari

Ia juga meminta pemerintah dan aparat kepolisian untuk menghentikan kriminalisasi terhadap para ulama.

“Kami berharap aparat kepolisian bersikap adil dan semoga tuntutan kami ini bisa disampaikan kepada para pimpinan Polri sehingga tercipta ketenteraman dan kedamaian di NKRI,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra menyampaikan bahwa pihaknya akan menyampaikan aspirasi dari masyarakat Kabupaten Tasikmalaya kepada ke Mabes Polri.

Selain itu, Dony juga berpesan kepada perwakilan massa aksi untuk terus menjaga kondusifitas Kabupaten Tasikmalaya.

“Saya titipkan kepada para kyai, Ajengan dan tokoh masyarakat untuk terus bersinergi dalam menciptakan kondusifitas di Tasikmalaya,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, unjuk rasa menolak kecurangan pemilu 2019 di depan Kantor Bawaslu RI pada 21-22 Mei lalu berunjung ricuh. Sedikitnya 8 peserta aksi meninggal dan ratusan lainnya terluka.

Komnas HAM Didesak Bentuk TPF Kericuhan 22 Mei

Massa GNKR Gelar Tarawih dan Malam Nuzulul Qur’an di Depan Kantor Bawaslu

Polisi Bubarkan Massa Aksi yang Masih Bertahan di Depan Kantor Bawaslu

Kerusuhan Bawaslu Menelan Korban, Wiranto dan Kapolri Diminta Mundur

SOLO (Jurnalislam.com) – Ratusan masyarakat Soloraya menggelar aksi solidaritas untuk korban meninggal dalam kerusuhan 21-22 Mei di depan Mapolresta Surakarta, Jum’at (24/5/2019). Dalam Kerusuhan yang bermula dari depan kantor Bawaslu RI itu tercatat 8 orang meninggal dan 737 orang lainnya terluka. 

Massa menuntut Menkopolhukam Wiranto dan Kapolri Tito Karnavian bertanggung jawab atas jatuhnya korban dalam aksi menolak kecurangan pemilu 2019. Mereka juga mendesak keduanya mudur dari jabatannya karena dinilai tidak mampu mencegah jatuhanya korban jiwa.

“Penegakan hukum tidak boleh melanggar hukum, dan tetap menjunjung tinggi profesionalitas dan Hak Asasi Manusia. Oleh karena itu kami meminta dengan hormat Bapak Wiranto, Kapolri dan Kapolda Metro Jaya untuk mengundurkan diri,” kata Humas Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Endro Sudarsono.

Endro juga meminta Kapolri untuk mengevaluasi kinerja anak buahnya dalam melakukan penanganan pembubaran aksi-aksi yang dilakukan masyarakat.

“Berharap kepada Kapolri, agar mengevaluasi menyeluruh atas SOP pembubaran massa dengan menghindarkan korban meninggal dunia ataupun luka luka,” ungkapnya.

“Saat pembubaran massa tidak boleh ada tindakan yang mematikan kecuali, memperingatkan, menghalau atau melumpuhkan,” imbuhnya.

Dalam aksi solidaritas tersebut, massa menggelar buka bersama dan shalat maghrib berjamaah yang diakhiri dengan doa bersama untuk para korban kerusuhan 21-22 Mei.

AMM dan Tokoh Solo Kecam Tindakan Represif Kepolisian

FPI Benarkan Ada Anggotanya Gugur Ditembak Polisi

Anwar Abbas: Tindakan Represif Polisi Berdampak Buruk terhadap Kehidupan Bangsa

Anies Baswedan Buka Hijrahfest 2019

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuka perhelatan Hijrahfest 2019 di Jakarta Convention Center, Senayan Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Dalam sambutannya, Anies mengatakan hijrahfest bukan saja festival yang sifatnya materialistis tetapi adalah penumbuhan aspek spiritual.

“Saya mengapresiasi acara ini, karena bagaimana di abad 21 menghadirkan pesan-pesan Islam di dalam nuansa kekinian,” katanya.

Anies menilai salah satu tantangan terbesar yang dihadapi umat seperti nada dan syair. Islam itu nada dan syairnya indah, tapi suaranya tak selalu merdu. Banyak kita temukan nada dan syair kurang baik tapi penyanyinya merdu jadi terkesan baik.

“Kalau Hijrahfest nada dan syair baik dan penyanyinya merdu,” ujarnya.

Selain itu, dia berharap perhelatan ini bisa menjadi pendorong rasa damai di ibu kota. Karena beberapa hari lalu Jakarta sempat tegang.

“Titik ketegangan cuma berada 200 meter Thamrin, lalu di Slipi, Tanah Abang dan Petamburan. Namun itu semua seakan membuat Jakarta tegang. Tapi acara ini jadi pendorong rasa damai di Ibu Kota,” pungkasnya.

Prabowo: Tidak Ada Niat Makar, Kami Ingin Menegakkan Kebenaran!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Capres Prabowo Subianto berpesan agar aksi 22 Mei digelar secara damai sesuai dengan aturan. Prabowo menegaskan aksi terkait hasil Pilpres 2019 bukan makar, tapi bersuara atas dugaan kecurangan pemilu.

“Jadi Saudara-saudara, kami dapat laporan ada banyak isu-isu, katanya ada yang mau bikin aksi kekerasan, itu bukan pendukung-pendukung kami. Dan itu bukan sahabat-sahabat saya, bukan sahabat-sahabat kami. Sekali lagi, apa pun tindakan, lakukan dengan damai,” ujar Prabowo dalam video yang disampaikan tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) pada Selasa (21/5/2019) dini hari.

Selain itu, Prabowo meminta aparat penegak hukum mengayomi seluruh rakyat Indonesia dengan suasana kekeluargaan.

“Tidak ada niat kami untuk makar. Tidak ada niat kami untuk melanggar hukum, justru kami ingin mengamankan hukum. Kami ingin menegakkan kebenaran dan keadilan. Katakanlah yang benar itu benar dan yang salah itu salah,” ujar dia.

“Saudara sekalian, saya ingatkan, perjuangan kita harus damai, perjuangan kita harus bebas dari kekerasan. Memang kami-kami banyak yang mantan tentara, kami mengerti apa arti perang dan kekerasan. Kami tidak menginginkeun sama sekali kekerasan digunakan dalam kehidupan politik Indonesia,” imbuh Prabowo.

Aliansi BEM Seluruh Indonesia Kecam Sikap Represif Pemerintah

Jimly Minta Pemerintah Jangan Asal Main Tangkap Peserta Aksi

Pengamat: Protes Hasil Pemilu adalah Hak Politik Warga