Forum Me-Dan NTB Gelar Bazar Paket Sembako Murah

BIMA (Jurnalislam.com) – Untuk membantu ekonomi serta meringankan beban masyarakat di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok, Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-Dan) Wilayah NTB menggelar acara Bazar paket sembako murah. Acara yabg berlangsung pada ahad (11/6/2017) dilaksanakan di Jalan Wolter Monginsidi, Melayu, Kelurahan Melayu, Asakota, Kota Bima.

“Acara ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok berupa sembako dan kebutuhan lainnya,” kata Ketua Forum Me-DAN NTB, Suherman A.Md Kep kepada Jurnalislam.com.

“Terlebih ini adalah bulan ramadhan, maka kami akan selalu berupaya untuk bisa selalu menjalin ukhuwah dan peduli kepada sesama, termasuk melalui acara-acara seperti ini,” sambungnya.

Suherman menjelaskan, bazaar akan digelar selama tiga hari di tempat yang berbeda termasuk di wilayah Kabupaten Bima.

“Kami juga ucapkan terimakasih atas kerjasamanya, dan Insya Allah akan kami juga akan adakan aksi-aksi berikutnya yang lebih luas lagi,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Ibu Fatmah, menuturkan, “Saya sangat senang sekali dengan Pasar Murah ini, meskipun stok pembelian dibatasi tetapi suasana tetap sangat ramai, kalau bisa diadakan lagi ya Mas,” tuturnya.

Reporter: Sirath

Semangat Saling Menguatkan, SPM Bentuk Komunitas Orang Tua Anak Penyandang Epilepsi

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Para orangtua anak penyandang epilepsi, terkadang merasa hanya dirinya sendiri yang berjuang melakukan pengobatan untuk sang buah hati. Sebab itu, guna menumbuhkan semangat saling menguatkan, Sinergi Pelayanan Masyarakat (SPM) Sinergi Foundation menggelar Silaturahim dan Pembentukan Komunitas Orang Tua Anak Penyandang Epilepsi.

“Dengan adanya komunitas, mereka bisa saling sharing informasi dan saling menguatkan. Sampai saat ini belum ada komunitas yang mewadahi orang tua penyandang epilepsi,” terang Koordinator SPM, Nenon Saribanon di Aula Gedung Wakaf Bandung, Kamis (08/6/2017).

“Kegiatan ini bertujuan mewadahi mereka (red_orang tua), agar tetap bersemangat dalam menjalani ujiannya, bahwa mereka tidak sendiri,”lanjutnya. Para orang tua yang tergabung dalam komunitas ini adalah dhuafa yang beberapa kali sempat mendapat bantuan dana dan obat-obatan dari Sinergi Foundation.

Ke depannya, imbuh Nenon, orang tua anak penyandang Epilepsi ini akan dikelompokkan berdasarkan daerah. Sekaligus penunjukkan ketua dari masing-masing kelompok Hal ini agar memudahkan SF untuk mengontrol jalannya komunitas.

Selain itu, kegiatan tahunan kedua kali ini diisi oleh Nasir Jatmika pakar Akupresur yang sangat mendalami perihal penyakit Epilepsi. Di acara silaturahim tersebut, peserta mendapatkan edukasi materi cum cerita tentang apa dan bagaimana menangani penyakit epilepsi. Ia juga memberikan tips memberikan terapi kesembuhan yang bisa dilakukan di rumah.

Dalam materinya, ia juga mengapresiasi inisiasi SPM-SF membentuk komunitas epilepsi tersebut. Dengan dibentuknya komunitas ini, Nasir berharap akan lebih banyak anak yang sembuh dan hidup normal seperti kebanyakan yang lain.

Sementara itu, salah seorang penerima manfaat, Ummu Adam bersyukur dengan adanya kegiatan ini. “Anak saya sudah menderita epilepsi selama 12 tahun. Alhamdulillah, dengan bantuan Sinergi Foundation, beban saya membeli obat yang harganya melangit teringankan. Apalagi sekarang ada komunitas, saya bisa berbagi pengalaman dengan sesama orang tua penyandang epilepsi,” katanya.

Siaran Pers

Temui Wiranto, Komnas HAM Tak Bermaksud Intervensi Hukum

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai mengungkapkan, pertemuannya dengan Menko Polhukam Wiranto untuk membahas dugaan kriminalisasi ulama tidak dimaksudkan untuk mengintervensi hukum yang tengah berjalan. Apalagi, menurutnya, kepolisian juga sangat kooperatif, di mana Komnas HAM sudah lakukan pertemuan kurang lebih empat kali, termasuk pertemuan dengan Kapolri, penyidik Polri, maupun Polda Metro Jaya.

“Sebagai lembaga pengawas eksternal kepolisian, kami sangat memahami proses sistem peradilan pidana (criminal justice system). Sehingga, Komnas HAM tidak sama sekali bermaksud untuk intervensi proses penegakan hukum yang sedang berjalan,” kata Pigai dilansir Republika.co.id, Ahad (11/6/2017).

Meski demikian, Pigai minta pemerintah, dalam hal ini Presiden Joko Widodo untuk mencari solusi komprehensif atasi kegaduhan nasional saat ini. Terlebih, kegaduhan yang ada menurutnya mengganggu integritas sosial, integritas nasional, dan pembangunan Nawacita.

“Penyelesaian kegaduan ini harus melalui dialog yang melibatkan pemimpin struktural, kultural maupun mereka yang menjadi korban,” ucap Pigai.

Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menemui Menko Polhukam Wiranto untuk membahas dugaan kriminalisasi ulama dan pembubaran HTI pada Jumat (9/6/2017). Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan, negara atau pemerintah harus ambil langkah progresif ciptakan kedamaian antara pemerintah dengan komunitas muslim. Salah satu langkah yang perlu diambil yaitu bertujuan untuk ciptakan kedamaian dan hentikan kegaduhan.

Sumber: Republika

Siapakah Sebenarnya yang Intoleran Itu?

Oleh: Hamzah Baya, S.Pd.I

Toleransi dalam Islam adalah topik yang penting ketika dihadapkan pada situasi saat ini pada saat Islam dihadapkan dengan banyaknya kritikan bahwa Islam adalah agama intoleran, diskriminatif, radikal dan ekstrim. Islam dituduh tidak memberikan ruang kebebasan beragama, kebebasan berpendapat. Sebaliknya Islam syarat dengan kekerasan agama sehingga jauh dari perdamaian, kasih sayang dan persatuan. Bahkan mereka menuduh umat Islam yang intolerans dan menumbuhkan bibit-bibit teroris. Sesungguhnya semua tuduhan bahwa umat Islam intolerans adalah fitnah yang sangat kejam.

Agama Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi keadilan. Keadilan bagi siapa saja, yaitu menempatkan sesuatu sesuai tempatnya dan memberikan hak sesuai dengan haknya. Begitu juga dengan toleransi dalam beragama. Agama Islam melarang keras berbuat zalim dengan agama selain Islam dengan merampas hak-hak mereka. Prinsip toleransi yang diajarkan Islam adalah membiarkan umat lain untuk beribadah tanpa mengusik mereka.

Ironisnya, pemahaman sebagian umat Islam sangat jauh dari ajaran yang sesungguhnya, justru prinsip toleransi yang diyakini sebagian orang berasal dari keyakinan dan pemahaman orang kafir Quraisy yang mengakui kebenaran semua agama, dan kesediaan untuk mengikuti ibadat-ibadat agama lain serta beranggapan bahwa menerima apa saja yang dikatakan oleh orang lain asal bisa menciptakan kedamaian dan kesamaan.

Prinsip seperti ini sama persis seperti apa yang ditawarkan oleh kafir Quraisy pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika Al Walid bin Mughirah, Al ‘Ash bin Wail, Al Aswad Ibnul Muthollib, dan Umayyah bin Khalaf menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka menawarkan:

يا محمد ، هلم فلنعبد ما تعبد ، وتعبد ما نعبد ، ونشترك نحن وأنت في أمرنا كله ، فإن كان الذي جئت به خيرا مما بأيدينا ، كنا قد شاركناك فيه ، وأخذنا بحظنا منه . وإن كان الذي بأيدينا خيرا مما بيدك ، كنت قد شركتنا في أمرنا ، وأخذت بحظك منه

“Wahai Muhammad, bagaimana kalau kami beribadah kepada Tuhanmu dan kalian (muslim) juga beribadah kepada Tuhan kami. Kita bertoleransi dalam segala permasalahan agama kita. Apabila ada sebagaian dari ajaran agamamu yang lebih baik (menurut kami) dari tuntunan agama kami, kami akan amalkan hal itu. Sebaliknya, apabila ada dari ajaran kami yang lebih baik dari tuntunan agamamu, engkau juga harus mengamalkannya.” (Tafsir Al Qurthubi, 14: 425)

Itulah prinsip toleransi yang digelontorkan oleh kafir Quraisy di masa silam, hingga Allah pun menurunkan ayat,

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ. لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ. وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ. وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ. وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ. لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

“Katakanlah (wahai Muhammad kepada orang-orang kafir), “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”. (QS. Al-Kafirun: 1-6)

Siapa bilang Islam tidak mengajarkan toleransi?

Justru Islam menjunjung tinggi toleransi. Islam mengajarkan “Tasamuh” adalah sikap saling menghormati dan saling bekerjasama diantara kelompok masyarakat yang berbeda baik secara etnis, bahasa, budaya, politik maupun agama. Merupakan konsep yang agung dan mulia dalam Islam. Dalam hubungan dengan orang-orang yang tidak seagama, Islam mengajarkan agar umat Islam berbuat baik dan adil, selama tidak berbuat aniaya kepada umat Islam. Al Quran juga mengajarkan agar umat Islam mengutamakan terciptanya suasana perdamaian hingga timbul rasa kasih sayang diantara umat. Begitulah Rasulullah Shallalhualaihi wasallam mempraktekan kehidupan bertasamuh (toleransi) dalam rangka membangun peradaban Islam di madinah (lihat piagam madinah).

Prinsip dalam Islam yang diajarkan untuk toleransi adalah membiarkan segala bentuk peribadatan mereka tanpa mengganggunya. Namun kita tidak terlibat sedikitpun dengan segala kegiatan agamanya dan wajib meninggalkan, karena menurut syariat Islam, segala praktek ibadah mereka adalah menyimpang dari ajaran Islam alias bentuk kekufuran.

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (8) إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (9)

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Mumtahanah: 8-9)

Ayat ini mengajarkan prinsip toleransi, yaitu hendaklah setiap muslim berbuat baik pada lainnya selama tidak ada sangkut pautnya dengan hal agama.Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

“Allah tidak melarang kalian berbuat baik kepada non muslim yang tidak memerangi kalian seperti berbuat baik kepada wanita dan orang yang lemah di antara mereka. Hendaklah berbuat baik dan adil karena Allah menyukai orang yang berbuat adil. Sedangkan ayat selanjutnya adalah berisi larangan untuk loyal pada non muslim yang jelas adalah musuh Islam. Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 248.

Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah mengatakan bahwa bentuk berbuat baik dan adil di sini berlaku kepada setiap agama. (Lihat Tafsir Ath Thobari, 14: 81)

Setiap Muslim tak boleh ada satu pun keraguan sedikit pun dalam menjalankan Islam. Semua, harus masuk Islam secara kaffah (totalitas). Umat Islam sudah seharusnya jauh lebih paham soal toleransi, bahkan sudah jauh sejak Indonesia membentuk dasar negara Indonesia , sehingga tidak lagi ada fitnah bahwa umat Islam adalah diskriminatif, radikal, teroris, ekstrim dan Intoleransi. Sesungguhnya mereka yang tidak memahami Islam dengan benar sesuai dengan tuntunan Allah dan RasulNya itulah yang berpotensi merusak perdamaian, menumbuhkan intoleransi, permusuhan dan menjauhkan dari persatuan umat yang diperintahkan dalam Islam. Wallahua’lam bisshowab.

*) Ketua Mimbar Syariah

DPP Al-Irsyad Khawatir Krisis Qatar Lahirkan Arab Spring Jilid 2

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum DPP Perhimpunan Al-Irsyad, dr. H. M. Basyir Ahmad mengungkapkan kekhawatirannya atas konflik yang terjadi di negara-negara teluk. Ia mengatakan, pemutusan hubungan diplomatik negara-negara teluk dengan Qatar akan menimbulkan Arab Spring jilid 2.

“Konflik yang terjadi di timur tengah untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, ini dikhawatirkan akan menimbulkan Arab Spring jilid 2,” katanya dalam keterangan tertulis kepada Jurnalislam.com, Jumat (9/6/2017).

Ia menilai, jika itu terjadi maka dapat dipastikan akan meluluhlantahkan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara teluk serta menimbulkan instabilitas politik di kawasan Timur Tengah.

“Oleh sebab itu, segera saya mengusulkan agar Liga Arab segera mengadakan pertemuan darurat untuk menyelesaikan masalah tersebut,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pemutusan hubungan tersebut tidak hanya berdampak buruk pada sector ekonomi seperti indikasi naiknya harga minyak mentah. Akan tetapi pada sector lainnya seperti terganggunya perhubungan haji dan umroh.

“Ini kenaikan yang cukup signifikan, sekitar lima dolar kenaikannya serta factor-faktor lain yaitu dengan terganggunya perhubungan haji dan umroh sudah mulai terlihat, ini mulai terlihat jelas terjadinya kesulitan transportasi perhubungan yang tentu ini akan merugikan,” terangnya.

Menurutnya, konflik beberapa negara teluk tersebut tidak terlepas dari kepentingan ekonomi Amerika.

“Kita prihatin atas konflik yang terjadi itu, Kedua harus ada tindakan cepat, menegaskan liga arab agar segera menggarap krisis tersebut agar tidak terjadi krisis lebih lanjut Ini murni politik,” pungkasnya.

Siaran Pers

Sebut Penyebar Chat di Amerika, Pengacara Habib Rizieq: ‘Ini Akal-akalan Polisi Saja’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengacara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Sugito Atmo Pawiro mengatakan, pernyataan Polda Metro Jaya yang mengklaim sudah menemukan penyebar percakapan pornografi yang diduga melibatkan kliennya dan Firza Husein di Amerika Serikat hanya akal-akalan saja.

Baca juga: Pemuda Muhammadiyah: Persoalan Bangsa Saat Ini adalah Ketidakadilan, Bukan yang Lain

“Saya duga ya itu dilemparkan ke anonymous yang ada di Amerika supaya kewajiban untuk (menangkap) yang meng-upload sebagai bagian dari pelaku tindak pidana susah untuk dikejar. Jadi ini akal-akalan polisi aja,” ujar Sugito dilansir RMOLJabar, Jumat (9/6/2017).

Sugito membeberkan jika telepon genggam milik Firza pernah disita polisi pada 2 Desember 2016 lalu. Saat itu, Firza ditangkap polisi atas perkara dugaan pemufakatan makar. Namun, tiba-tiba pada 29 Januari 2017, percakapan itu tersebar luas dan menjadi viral di media sosial.

Atas dasar fakta itulah pihaknya tidak yakin bahwa penyebarnya ada di Amerika Serikat.

“Saya tidak menuduh, tetapi harus didalami. HP di tangan penyidik kok bisa menyebar ke mana-mana,” kata Sugito.

Baca juga: Pengacara Al Khaththath Sebut Kliennya tak Pernah Jumpa Ahok di Mako Brimob


Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan menjelaskan jika pemilik situs baladacintarizieq yang menyebarkan percakapan via WhatsApp berkonten pornografi diperolehnya lewat alamat internet protokol yang digunakan pelaku di Amerika.

“(Server) itu dari luar, dari Amerika, anonymus. Kami sedang lakukan penyelidikan,” ujar Iriawan.

Sumber: RMOL Jabar

Unjuk Rasa Mahasiswa ‘Sambut’ Safari Ramadhan Presiden di Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Kunjungan Safari Ramadhan Presiden Jokowi ke Tasikmalaya disambut aksi unjuk rasa mahasiswa dari BEM FAI Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Jum’at (09/06/2017).

Aksi unjuk rasa ini dilakukan sebagai kekecewaan dari mahasiswa terkait sikap represif pemerintahan Jokowi terhadap mahasiswa.

“Kami akan menempuh jalur hukum, berapa kali memang kawan-kawan mahasiswa Islam lainnya ditangkap, kawan-kawan HMI ditangkap di Medan, IMM di Jakarta, dan KAMMI kemaren, kita coba dengan pendekatan hukum, dan kita gunakan dengan persuasif intelektual,” kata korlap aksi, Hima Faniar Rohman kepada Jurnalislam.com.

Dia juga mengecam upaya kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam. Menurutnya, tindakan tersebut sangat mengancam kebhinekaan.

“Kita meminta kepada pemerintah stop kriminalisasi ulama dan aktivis Islam, apalagi ini terjadi pula kepada Bapak Reformasi Amien Rais,” tegasnya.

Baca juga: Ansharusyariah Berharap NU Muhammadiyah Bersatu Lawan Kriminalisasi Ulama

Faniar menilai, agenda Safari Ramadhan Jokowi sebagai langkah politis untuk meredam gejolak dan meraih simpati umat Islam.

“Jokowi paham sekali, agar dapat mendapati simpati umat Islam di Jawa Barat adalah dengan mengunjungi pesantren-pesantren besar agar dapat meredam isu-isu nasional perihal kriminalisasi ulama,” tandasnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah. Yang pertama, menolak Permenristekdikti Nomor 29 Tahun 2016 Pasal 10 Tentang uang pangkal.

Baca juga: Di Bulan Penuh Hikmah, Ini Seruan GNPF MUI Untuk Pemerintah

Kedua, meminta penegakan supremasi hukum, dan kembalikan fungsi POLRI sebagai alat negara bukan alat penguasa. Ketiga, hentikan kriminalisasi ulama dan aktivis Islam

“Dan yang terakhir kita ingin mengembalilkan subsidi listrik 900 Volt Amper, pada dasarnya subsidi 900 Volt dipake oleh warga menegah kebawah bukan warga menegah keatas seperti yang disampaikan oleh pemerintah,” pungkasnya.

Dalam agenda safari Ramadhan di Tasikmalaya, Presiden Jokowi mengunjungi Pondok Pesantren Cipasung dan melaksanakan shalat tarawih berjamaah disana.

Reporter: Lutfhi Habibulhaq

Gerebek Rumah Bersih, RBC #BerbagiBingkisanBergizi Bersama Dhuafa

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Selama Ramadhan 1438 H, Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) Sinergi Foundation melakukan Gerebek Rumah Bersih di sejumlah rumah dhuafa di Soreang Kabupaten Bandung, Rabu (7/6/2017). Empat orang kaum papa yang juga merupakan member RBC di daerah tersebut mendapat kesempatan kunjungan dari tim Gerebek Rumah Bersih.

Dalam kegiatan ini, para dhuafa diberi paket #BerbagiBingkisanBergizi berupa makanan-makanan sehat, seperti susu, buah-buahan, telur, dan multivitamin anak; juga seperangkat alat-alat kebersihan yang menunjang keresikan rumah mereka.

Selain itu, tim RBC pun sekaligus melakukan penyuluhan kesehatan bertema Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS). Penyuluhan ini memuat 10 tips bagi mereka dalam membina rumah sehat, di antaranya: persalinan oleh tenaga medis, memberi ASI ekslusif, menimbang balita setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah sekali seminggu, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik, dan tidak merokok.

“Barangkali tips-tips ini tak bisa sempurna mereka lakukan. Tapi melalui penyuluhan ini, kami berharap mereka bisa melaksanakan tips ini semampu mereka,” kata Tita Yulia, salah seorang tim RBC.

Nurhayati, salah seorang penerima manfaat asal Cijerah, bersyukur dengan program Gerebek Rumah Sehat. “Terima kasih RBC dan Sinergi Foundation atas bantuan makanan bergizi dan terutama ilmunya. Insya Allah ilmu tersebut akan bermanfaat untuk saya dan keluarga demi kehidupan yang lebih sehat,” tutur Nurhayati.

Nurhayati merupakan member RBC yang tinggal di sebuah gubuk ringkih di Cijerah bersama suami dan ketiga anaknya. Sempat, ia selama delapan tahun tinggal di kuburan tak jauh dari tempat tinggalnya kini, karena keterbatasan biaya. RBC sempat membantu persalinan dan dana permberdayaan untuk keluarga Nurhayati. []

Siaran Pers

Ahli: Perundang-undangan Indonesia Belum Mengenal Istilah Persekusi

JEMBER (Jurnalislam.com) – Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Emy Kholifah R. MSi, mengatakan bahwa istilah persekusi yang kini ramai mencuat di media kurang pas, sebab Undang-undang di Indonesia belum mengatur hal itu. Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Seminar Mencegah Persekusi yang diadakan oleh Polres Jember di Hall News Sari Utama, Jl. Hayam Wuruk Kaliwates, Kamis (8 /6/2017).

Baca juga : Kriminalisasi Kian Menjadi, UBN: Pemerintah Semakin Represif

“Istilah persekusi merupakan penderitaan yang diakibatkan oleh sebuah tindakan yang termasuk dalam jenis kejahatan luar biasa seperti Genosida atau kejahatan perang lainnya. Sehingga harus ada definisi yang lebih spesifik lagi untuk mendefiniskan perbuatan yang saat ini dilakukan oleh beberapa kelompok dan sedang ramai jadi perbincangan. Istilah persekusi kurang pas untuk disematkan apalagi Undang-undang di Indonesia belum mengatur hal itu,“ terangnya.

Senada dengan Emy, pembicara lainnya, Dr. Nurul Gufron, SH. MH menyampaikan bahwa persekusi ditinjau dari pandangan hukum merupakan sebuah jenis kejahatan kemanusiaan yang didefinisikan dalam statuta Roma Mahkamah hukum Internasional.

“Hukum perundang-undangan Indonesia sendiri belum mengatur masalah persekusi dan hanya mengadopsi undang-undang tentang HAM pasal 9 untuk memberikan sanski pada pelaku persekusi,” ungkap Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember itu.

Acara juga dihadiri oleh pejabat dari Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Jember dan Rektor beberapa Perguruan Tinggi di Jember, serta Ketua FKUB Jember, perwakilan ormas-ormas Islam di Jember, dan organisasi kepemudaan (OKPK) dan Organisasi Kemahasiswaan se-Jember.

Baca juga: GNPF MUI Serukan Umat Islam Lakukan Qunut Nazilah

Dari beberapa tokoh yang hadir, Ketua DPW Front Pembela Islam (FPI) Jember Ustadz Muhammad Faidzin memberikan tanggapan terkait tudingan persekusi kepada salah satu ormas Islam di Jember yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

“Yang ditudingkan persekusi sebenarnya merupakan sebuah reaksi akibat adanya penghinaan terhadap tokoh, ulama ataupun kelompok tertentu melalui sosial media. Dalam aksi tersebut itu pun bukan diancam, tapi diklarifikasi atau tabayyun apakah benar yang bersangkutan mengatakan demikian di sosial media, jika benar kita suruh dia untuk meminta maaf,” jelasnya.

“Jadi tidak benar jika hal tersebut dikaitkan perbuatan mengancam atau mengintimidasi,” tandasnya.

Reporter: Budi Eko

Sekolah Alam Babel Berhasil Kumpulkan 5,8 Ton Beras Untuk Afrika

PANGKALPINANG (Jurnalislam.com) – Sekolah Alam Bangka Belitung (SABB) di Jalan Kamboja, Kelurahan Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang berhasil mengumpulkan beras sebanyak 5.801,5 Kg (5.8 ton) dalam program Kapal Kemanusiaan Beras untuk Afrika. Bantuan itu akan disalurkan melalui perwakilan ACT (Aksi Cepat Tanggap) Bangka Belitung.

Ribuan kilogram beras yang berhasil digalang oleh Tim SABB itu berkat sosialisasi yang intes dilakukan SABB kepada masyarakat Babel.

Pemilik dari Yayasan SABB, Ustadz Firdaus Hasanuddin Muhalid mengatakan bahwa salah satu kegiatan SABB selain pendidikan adalah kegiatan sosial sesuai dengan program SABB.

“Kita tergerak untuk Kapal Kemanusiaan karena sesuai dengan program SABB dan dulu saat banjir melanda Pangkalpinang SABB salah posko resmi dari pemerintah,” katanya kepada Awak Media, Selasa (6/6/2017).

Ustadz Firdaus menjelaskan Yayasan SABB merupakan sekolah yang berada di bawah Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN) yang telah bekerja sama dengan ACT dalam program Kapal Kemanusiaan.

“Karena kita termasuk JASN maka kita ikut mengumpulkan beras untuk Afrika,” jelasnya.

Eko Gunawan selaku Leader ACT Babel berterima kasih kepada tim SABB yang telah menyalurkan beras Kapal Kemanusiaan untuk Afrika melalui Perwakilan ACT Babel. Eko mengharapkan kerjasama antara SABB dan ACT Babel tetap terjalin dan tidak terputus dalam hal Kemanusiaan.

Krisis pangan di Afrika telah menyebabkan ribuan orang meninggal kebanyakan anak-anal. Ada 20 juta penduduk di empat negara itu kini sudah berada di ujung pengharapan, hanya uluran tangan membawa bantuan pangan yang dinanti oleh diantaranya saudara muslim kita disana.

Kontributor: Revan, Pangkalpinang