IDI Luruskan Hoaks Seputar Penularan dan Pengobatan Virus Corona

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Satgas Waspada dan Siaga nCoV PB IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Erlina Burhan meluruskan sejumlah kabar hoaks terkait penularan dan pengobatan virus corona.

“Tolonglah media juga membantu melakukan edukasi karena sudah liar sekali, hoaksnya itu luar biasa,” kata Erlina di Forum ILC TvOne, Selasa (4/2/2020) malam.

Ada beberapa hoaks yang beredar luas yang dibantah oleh Erlina. Seperti hoaks tentang penularan virus corona melalui buah impor, tatapan mata, dan sinyal telepon.

“Ini sudah gak masuk akal hoaksnya. Kemudian juga bisa tertular dari udara terbuka karena virusnya mudah berpindah-pindah, itu juga tidak benar,” ujarnya.

Erlina menjelaskan, penularan virus corona itu hanya melalui kontak langsung, kontak erat dan droplet atau cairan yang dikeluarkan ketika batuk atau bersin yang daya jangkaunya hanya 1 sampai 1,8 meter.

“Jadi, Insya Allah karena jarak dari tempat observasi di Natuna itu sekitar 1,2 km dari pemukiman, jadi Insya Allah aman. Gak mungkin orang bersin itu sampai 1km, paling jauh itu 1 sampai 1,8 meter,” paparnya.

Erlina juga membantah hoaks tentang penggunaan masker N95. Menurutnya, masyarakat cukup menggunakan masker bedah, karena maker N95 itu hanya digunakan oleh petugas medis di ruang isolasi.

“Itu gak bener, masyarakat cukup memakai masker bedah karena masker N95 itu hanya digunakan oleh petugas kesehatan di ruang isolasi,” ungkap Erlina.

Dia juga membantah hoaks tentang anjuran untuk memakai masker terbalik bagi yang tidak sehat. “Itu juga hoaks,” tegasnya.

Hoaks tentang bawang putih dan meminum alkohol untuk mengobati virus corona juga dibantah oleh Erlina.

“Hoaks itu banyak beredar, obatin dengan bawang putih atau minum alkohol karena virus itu mati dengan alkohol, ini hoaksnya luar biasa,” kata Erlina.

Dia menjelaskan, pengobatan virus corona saat ini hanya bersifat suportif atau pengobatan dilakukan hanya pada gejalanya saja. Sebab, kata dia, belum ada obat yang spesifik untuk virus corona.

“Artinya sifatnya simptomatis, kalau ada gejala, gejala itulah yang diobati. Misalnya ada demam, diberi obat penurun demam,” paparnya.

Ustaz Abu Bakar Ba’asyir: Semoga Gus Sholah Mendapat Tempat Mulia di Sisi Allah SWT

SOLO (Jurnalislam.com) – Wafatnya pengasuh Pesantren Tebuireng KH Sholahudin Wahid pada hari Ahad (2/2/2020) di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta juga meninggalkan kesedihan bagi pendiri Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Ustaz Abu Bakar Ba’asyir. Ustaz Abu menerima kabar duka tersebut dari putranya, Abdul Rochim Ba’asyir.

“Ustaz Abu terkejut ketika saya sampaikan Gus Sholah telah wafat, beliau menyampaikan takjiah dan mendoakan Gus Sholah semoga ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah SWT,” ,” kata pria yang karib disapa Ustaz Iim itu saat dihubungi Jurnalislam.com, Selasa (4/2/2020).

Ustaz Iim mengatakan, Gus Sholah adalah sosok yang lembut namun tegas dalam membela nilai-nilai kebenaran. Dia kemudian menceritakan pengalamannya ketika mendampingi Ustadz Abu bersilaturahmi ke Ponpes Tebuireng pada tahun 2009 silam.

Saat itu Ustadz Abu dan Gus Sholah berdiskusi soal penegakan syariat Islam yang menjadi fokus dakwah Ustadz Abu.

“Beliau beberapa kali bertemu dengan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, berdiskusi tentang persoalan umat. Saya ingat, saat itu kami silaturahmi ke Tebuireng pada 2009, mereka berdiskusi tentang bagaimana pentingnya penegakan syariah Islam di Indonesia,” kata Ustaz Iim.

Menurutnya Ustadz Iim, Gus Sholah sangat mendukung dakwah penegakan syariat Islam yang dibawa oleh Ustadz Abu.

“Meskipun berbeda jamaah dengan Ustadz Abu, tapi beliau sangat mendukung upaya penegakan syariah yang dilakukan Ustadz Abu,” ungkapnya.

Ustadz Iim juga mengungkapkan, Gus Sholah adalah tokoh yang memiliki karisma yang luar biasa dan bersahaja.

“Saya ingat ketika Ustaz Abu sakit, saat itu mungkin karena situasi, sehingga tidak banyak tokoh ada yang menjenguk Ustadz Abu, tapi Gus Sholah datang menjenguk di RS Harapan Kita dan mendoakan ustadz Abu,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini Ustadz Abu Bakar Ba’asyir sedang berada di LP Super Maximum Security Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Adapun, kondisi kesehatan Ustadz Abu saat ini, Ustadz Iim mengabarkan, secara umum kondisinya sehat.

“Keluhannya masih di kaki beliau karena ada pengapuran pada tulang kakinya, jadi masih sering sakit-sakit gitu kakinya. Kami mohon doanya dari kaum muslimin untuk kesehatan Ustadz Abu,” tutupnya.

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, Gus Sholah Berpulang

JAKARTA (Jurnalislam.com)Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid berpulang pada Ahad (2/2/2020) malam. Sebelumnya, Almarhum dirawat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

Kabar duka tersebut disampaikan puteranya, Ipang Wahid. Seperti yang dikutip dari akun twiternya.

“Gus Sholah baru saja wafat, pada pukul 20:55. Mohon dimaafkan seluruh kesalahan. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu.” demikian unggahan pukul 9:16 Ahad malam.

Beberapa jam sebelumnya, Irfan sempat mengunggah twit yang mengabarkan kondisi ayahnya yang sedang kritis.

“Asslm ww. Dengan kerendahan hati, kami mohon keikhlasan doa untuk Ayahanda kami @Gus_Sholah yg sedang dalam keadaan kritis. Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan, kekuatan, kesabaran & yang terbaik bagi Beliau. Semoga Allah SWT mencabut sakit Beliau tanpa disertai rasa sakit,” katanya.

Sesepuh Nahdlatul Ulama yang juga adik dari Presiden ke 4 RI Abdurrahman Wahid ini sempat menjalani tindakan medis ablasi. Operasi itu dilakukan karena ada masalah pada selaput jantungnya.

Padahal, Gus Sholah sebelumnya telah sukses menjalani operasi untuk mengatasi gangguan irama jantung atau ablasi di rumah sakit. Setelah itu, Gus Sholah dibolehkan pulang.

Beberapa hari di rumah, tubuh Gus Sholah kembali lemas sehingga keluarga langsung membawanya kembali ke rumah sakit

 

100 Hari Rezim Jokowi Jilid 2, Rakyat Sejahtera atau Binasa?

Oleh : Djumriah Lina Johan
Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Sosial Ekonomi Islam

Terhitung 100 hari telah berlalu tepat pada Selasa, 28 Januari 2020 lalu sejak dilantiknya Jokowi-Ma’ruf. Kabinet Indonesia Maju pun telah terbentuk. Sekitar 34 jabatan menteri telah dilantik beserta kepala staf kepresidenan, sekretaris kabinet, kepala badan koordinasi penanaman modal, dan jaksa agung. Kebijakan demi kebijakan telah digelontorkan. Mulai dari kebijakan di bidang politik ekonomi hingga perang melawan radikalisme. Namun, tak satupun dari kebijakan-kebijakan tersebut yang menyentuh kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Dikutip dari CNNIndonesia, pada Selasa (28/1/2020) Ekonom dan Direktur Riset dari Center of Reforms on Economics (CORE) Piter Abdullah menilai wajar banyaknya keluhan masyarakat terhadap kebijakan 100 hari kinerja Jokowi. Piter merasa kebijakan Jokowi pada periode sebelumnya lebih baik daripada kebijakan yang diambilnya pada awal periode ini. “Pak Jokowi mengatakan di kampanye bahwa dia sudah nothing to lose, dia akan all out. Tapi yang kita lihat, kalau saya membandingkan periode pertama dengan kedua, justru periode yang pertama yang lebih nothing to lose,” ucap Piter.

Menurut Piter, Jokowi lebih berani untuk mengambil kebijakan yang mengapresiasi anggaran, seperti mengurangi jumlah subsidi sehingga dapat mengubah struktur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan mengerek investasi. “Dia lebih membebani masyarakat. Seperti menaikkan cukai rokok, (iuran) BPJS Kesehatan, kemudian ini juga arahnya akan mengubah terkait dengan subsidi gas. Ini selain dia membebani, tapi dampaknya terhadap APBN-nya, ya tidak positif juga,” tuturnya.

Menurutnya, kesalahan utama yang dilakukan Jokowi pada periode ini terletak pada strategi kebijakan-kebijakan yang memberikan tekanan terhadap daya konsumsi masyarakat secara keseluruhan di tengah kondisi tekanan perekonomian global. Hasilnya, disamping turunnya daya beli masyarakat, tak sedikit dari publik yang memprotes dan lebih sensitif terhadap kebijakan-kebijakan tersebut.

Setidaknya ada tujuh poin yang bisa dianalisa dari 100 hari kinerja rezim Jokowi jilid 2 :

Pertama, dalam bidang politik. Pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju dengan orang-orang yang terpilih menjadi menteri cukup tak terduga. Hal ini disebabkan adanya menteri agama dengan latar belakang militer hingga menteri pendidikan yang berlatar belakang pengusaha. Walhasil, kebijakan-kebijakan yang lahir dari kementerian-kementerian tersebut sesuai dengan latar belakang mereka.

Menteri Agama dengan kebijakan rasa militer, mulai dari kebijakan perang melawan radikalisme dengan kebijakan turunannya pelarangan cadar dan celana cingkrang bagi ASN hingga menjadikan materi jihad dan Khilafah sebagai pelajaran sejarah bukan lagi fikih. Mendikbud dengan kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, justru mengarahkan generasi dan perguruan tinggi semakin liberal.

Kedua, dalam bidang hukum. Revisi UU KPK yang malah mengakibatkan kelumpuhan pada instansi tersebut. Lihatlah drama antara KPK dengan partai kepala banteng. Menggelikan sekaligus membuktikan bahwa rezim sekarang justru berpihak dan melindungi koruptor. Belum lagi banyaknya rancangan omnibus law, mulai dari Omnibus Law IKN, Pajak, hingga Cipta Lapangan Kerja. Tak ada satupun hukum yang berpihak kepada rakyat serta tidak ada hukum yang dibuat demi kesejahteraan dan kepentingan rakyat. Semua demi dan hanya untuk menyenangkan para kapitalis.

Ketiga, dalam bidang ekonomi. Rapor merah rezim yang sangat menzalimi rakyat. Mulai dari kenaikan iuran BPJS Kesehatan, kenaikan tarif jalan tol, kenaikan tarif dasar listrik, wacana penghilangan subsidi gas 3 kg, hingga gempuran investasi asing di mega proyek pembangunan IKN. Sekali lagi, menegaskan tak ada satupun kebijakan yang dibuat demi kemaslahatan rakyat.

Keempat, dalam hal infrastruktur. Adanya peresmian bendungan dan tol layang Jakarta – Cikampek. Namun, efek buruk dan negatif yang ditimbulkan justru lebih besar dan dahsyat. Yakni, banjir. Polemik yang terus menghantui negeri ini. Konsep smart city yang diagung-agungkan pun tak mampu membendung gempuran banjir bandang di beberapa kota metropolitan. Tak terkecuali Jakarta dan daerah calon IKN. Maka, apa yang bisa dibanggakan dari hasil kerja rezim?

Kelima, dalam hal birokrasi. Kebijakan pemangkasan Eselon I di Kementerian BUMN, Eselon III dan IV di Kementerian/lembaga serta perombakan direksi dan komisaris di 14 perusahaan BUMN. Namun, nyatanya kebijakan tersebut tumpang tindih dengan kebijakan yang lain sebagaimana adanya pengangkatan stafsus presiden serta wakil menteri dengan tupoksi dan jam kerja yang tidak jelas akan tetapi bergaji tinggi. Belum lagi terungkapnya kasus korupsi di BUMN, yaitu Jiwasraya, Asabri, serta Pelindo II menambah daftar panjang salah urus negeri ini.

Keenam, dalam bidang sosial budaya. Kebijakan penghapusan tenaga honorer tak akan menjamin penyelesaian masalah penyaluran dan pengaturan tenaga kerja. Karena pada dasarnya kesalahan bukan pada tenaga honorer tetapi rumit dan ruwetnya menjadi ASN. Sejatinya tujuan awal rekrutmen tenaga honorer bertujuan untuk mengurangi pengangguran sekaligus mendapatkan tenaga yang mau dibayar rendah sesuai budget negara karena belum berpengalaman atau karena janji direkrut sebagai ASN. Namun, menumpuknya tenaga honorer justru diklaim sebagai beban negara.

Ketujuh, akar dari semua permasalahan di atas karena penerapan sistem kapitalis sekuler. Sehingga negara yang sejatinya berperan mengurusi masalah rakyat malah hari demi hari terus berupaya menyengsarakan rakyat. Secara gamblang rezim menunjukkan ketidakpeduliannya mereka kepada nasib rakyat. Penguasa hanya mementingkan kepentingan korporasi dan antek-anteknya. Maka tak ada jawaban lain untuk menyolusikan masalah yang menimpa rakyat negeri ini selain mengganti sistem sesat nan zalim sekarang.

Hanya Islam yang mampu menjawab tantangan mengurusi masalah umat dengan tuntas dan benar. Sesuai kalamullah dan sunnah RasulNya. Hal ini terbukti dan tercatat dalam buku-buku karya ulama terdahulu maupun orang-orang kafir yang melihat dengan mata kepala sendiri atau telah melakukan penelitian mengenai sejarah peradaban Islam. Dengan demikian, campakkanlah sistem saat ini dan ganti dengan menerapkan Islam secara kaffah. Wallahu a’lam bish shawab.

Siap-siap! Februari Ini Bakal Ada “Banten Love Hijrah” di Kota Cilegon

CILEGON (Jurnalislam.com) – Sebuah acara bertema “Hijrah” dengan nama “Banten Love Hijrah” akan segera digelar di Kota Cilegon, Banten pada 15-16 Februari 2020 mendatang.  Acara dengan tema “Sedulur Sedanten, Merajut Cinta dengan Hijrah” yang akan diramaikan oleh dai nasional dan artis-artis hijrah ini akan dilangsungkan di halaman Masjid Arrohmah Kec. Grogol, Kota Cilegon, Banten.

“Insya Allah persiapan untuk acara ini sudah 70% tinggal hal-hal yang bersifat teknis saja,” kata Ketua Pelaksana Banten Love Hijrah, Bamas Hidayaturrahman kepada Jurnalislam.com, Sabtu (1/2/2020).

“Untuk pengisi acara ini selain ustaz-ustaz lokal Banten, Insya Allah akan mengundang ustadz nasional dan beberapa artis hijrah untuk inspirasi hijrah,” sambung Bamas.

Seperti acara-acara hijrah lainnya, Banten Love Hijrah juga akan disajikan semenarik mungkin.

“Selain kegiatan tabligh akbar, kegiatan-kegiatan penunjang lainnya seperti bazar muslim, pojok anak, wisata kuliner, cek kesehatan akan hadir di acara ini. Bahkan akan disediakan booth/tempat menghapus tato bagi umat Muslim yang sudah bertato dan ingin menghapus tato nya,” papar Bamas.

Bamas menjelaskan, selain ingin mengenalkan komunitas-komunitas hijrah lokal, Banten Love Hijrah ini juga untuk meluruskan pemahaman tentang “Hari Kasih Sayang” yang masih dirayakan oleh sebagian generasi muda Islam.

“Bulan Februari ada istilah Love (Cinta) dan banyak kalangan anak muda yang salah mengartikan nya melalui Valentine’s Day. Nah, acara ini ingin meluruskan hal itu juga bahwa tidak ada istilah Valentine’s Day dalam Islam,” ujarnya.

Acara ini diinisiasi Yayasan Abnaul Ummah Banten dan DKM Arrohmah serta komunitas Pemuda Hijrah yang ada di Cilegon dan Serang. Sedikitnya, 50 booth/tenda sudah disiapkan panitia untuk bazar, media partner, medis, wisata kuliner dan kegiatan penunjang lainnya. Banten Love Hijrah juga bersifat terbuka untuk umum dan gratis.

Antisipasi Virus Corona, 173 Wisatawan Cina Dipulangkan dari Solo

SOLO (Jurnalislam.com) – Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Surakarta terpaksa memulangkan 173 wisatawan asal Tiongkok sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus Corona.

Kepala Sub Seksi Pemeriksaan Bandara Adi Sumarmo, Lucky Ariwibowo mengatakan 173 wisatawan itu berasal dari Kumning, Cina itu dipulangkan pada hari Rabu (29/1/2020).

“Pada tanggal 27 Januari sudah mulai ramai virus Corona ini, kemudian kami dari otoritas bandara mengadakan rapat, termasuk untuk mencegah penyebaran virus Corona ini dan mulai tanggal 27 Januari itu penerbangan sudah dihentikan,” kata Lucky di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Jumat (31/1/2020).

Lucky melanjutkan, setelah diperiksa, dari 173 wisatawan itu tidak ada satu pun yang terinfeksi virus Corona. Kendati demikian, pihaknya tetap memulangkan mereka sebagai tindakan pencegahan.

“Berdasarkan pemeriksaan dari pihak Akap, tidak ada yang terindikasi terinfeksi virus Corona, secara pantauan dari terpal kamera, jadi kemarin mereka semuanya aman,” ujarnya.

Para wisatawan asal Cina itu pulang sepekan lebih cepat dari jadwal seharusnya. Mereka tiba di Indonesia pada Kamis (23/1/2020) dan akan untuk mengunjungi beberapa kota di Jawa Tengah.

“Mereka datang pada hari kamis pagi, kemudian selama satu minggu itu mereka berada di Indonesia, sejauh yang kami pantau kemarin, informasi dari travel agen dan dari humasnya, akan tur ke Semarang ke Jogja dan terakhir ke Solo, sekalian mereka kembali pada hari rabu minggu depannya,” papar Lucky.

Pemerintah Didesak Bentuk Sagtas Khusus Pencegahan Virus Corona

SOLO (Jurnalislam.com) – Masyarakat Pecinta Bendera Tauhid (Martabat) mendesak pemerintah untuk melakukan upaya antisipasi penyebaran virus Corona agar tak menyebar di Indonesia.

Humas Martabat, Endro Sudarsono mengusulkan pemerintah untuk membentuk satgas khusus di setiap Kabupaten/Kota serta mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Cina.

“Satgas khusus tersebut nantinya bertugas untuk mengantisipasi, pencegahan, mendeteksi, melakukan tindakan medis, dan koordinasi antar instansi terkait virus Corona,” kata Endro kepada Jurnalislam.com usai menemui pihak Imigrasi di Solo, Jum’at (31/1/2020).

Dengan adanya satgas tersebut, kata Endro,  pemerintah diharapkan dapat bertindak dengan cepat dan tepat apabila ada WNI yang terinfeksi virus Corona.

“Melakukan tindakan medis secara cepat dan tepat untuk pasien yang diduga terjangkit virus Corona,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mendukung langkah pemerintah yang akan melakukan evakuasi terhadap warga negara Indonesia di negara lain khususnya di negara China.

Ormas Datangi Kantor Imigrasi Solo Bahas Pencegahan Virus Corona

SOLO (Jurnalislam.com) – Masyarakat Pecinta Bendera Tauhid (Martabat) pada Jum’at (31/1/2020) mendatangi kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Surakarta, Jalan Adi Sucipto No 8 Colomadu, Surakarta, Jawa Tengah guna melakukan audiensi terkait pencegahan penyebaran virus Corona.

Rombongan Martabat diterima langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Surakarta Said Ismail di ruang sekretariat.

Humas Martabat Endro Sudarsono menyayangkan ketidakhadiran perwakilan dari pihak PT Angkasa Pura Adi Sumarmo Solo.

“Sebenarnya kita mau melakukan audiensi dengan pihak Angkasa Pura hingga dipindahkan disini, walaupun kita sebenarnya akan ada konvoi di batas aman bandara karena bandara ini kan batas aman, kemudian kita melakukan audiensi dan akhirnya ini bertempat di kantor Imigrasi,” katanya.

Endro mendesak pemerintah untuk melakukan pencegahan dini terhadap barang dan orang yang berpotensi menularkan virus Corona. Ia mengusulkan pemerintah untuk menghentikan impor barang dan tenaga kerja asal Cina.

“Stop impor barang dan segala sesuatu yang berasal dari negara Cina, melakukan deteksi semua penumpang yang bcrasal dari negara China baik di bandara maupun di Pelabuhan,” paparnya.

Endro juga meminta pihak Angkasa Pura untuk melarang turis asal Cina.

“Mendeportasi warga negara asing yang terindikasi terjangkit virus Corona, khususnya yang berasal dari negara China,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Surakarta Said Ismail menjelaskan bahwa turis dari Kumning, Cina sebanyak 173 sudah dipulangkan kembali ke asalnya.

“Alhamdulillah kemarin tanggal 30 karena memang ada masih penumpang yang disini, yang terakhir itu ada 173 dan yang perlu kita sampaikan itu masuk 173 pulang 173, tiap minggu sekali tidak di stay di kita dan khusus pariwisata,” ujarnya.

“Jadi dalam hal ini kita tetap menjalankan aturan aturan yang sesuai berlaku,” pungkas Said.

Usulkan Raperda Anti LGBT, DPRD Sebut Ada 5.700 Komunitas Gay di Depok

DEPOK (Jurnalislam.com) – Menyusul aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah elemen di Pemkot Depok pada Jumat (31/1/2020) yang menuntut disahkannya rancangan peraturan daerah (raperda) anti-lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), Ketua Komisi A DPRD Depok, Jawa Barat, Hamzah mengakui bahwa pihaknya yang mengusulkan Raperda tersebut.

Hamzah menyebut raperda tersebut diusulkan karena penyebaran komunitas LGBT di wilayahnya yang semakin masif.

“Dari 2017, 2018, 2019 itu komunitas gay di Kota Depok itu semakin tahun semakin bertambah. Total yang sekarang kami dapatkan ada 5.700 lebih komunitas gay yang ada di Kota Depok,” kata Hamzah, Jumat (31/1/2020).

Baca juga:

Ratusan Massa Berunjuk Rasa Desak Pemkot Depok Sahkan Raperda Anti LGBT

Dia kemudian mengungkapkan data terkait jumlah penderita HIV di Depok. Hamzah mengatakan terdapat 100 orang lebih di Depok yang terjangkit HIV karena hubungan sesama jenis.

“Bahkan, dari Dinas Kesehatan kita mendapat data, dari 222 orang terkena HIV di Kota Depok, 140 lebihnya itu adalah orang yang melakukan hubungan sejenis atau gay. Ini data dari Dinas Kesehatan,” ungkap Hamzah.

“Maka dengan kondisi itu kami rasa sangat penting dan perlu segera membentuk perda anti-LGBT,” sambungnya.

Hamzah menjelaskan wacana penyusunan raperda anti-LGBT ini sebetulnya sudah disampaikan kepada Pemkot Depok sejak Juli 2019. Dia memastikan akan mengupayakan kembali agar raperda ini bisa masuk program pembentukan rancangan peraturan daerah (propemperda) Kota Depok 2020.

“Kalau pengusulan itu boleh-boleh saja. Nanti Februari ini akan ada pengusulan rapat dengan para pengusul raperda-raperda, komisi A, B, C, D,” jelas Hamzah.

Sumber: Detik

Ratusan Massa Berunjuk Rasa Desak Pemkot Depok Sahkan Raperda Anti LGBT

DEPOK (Jurnalislam.com) – Ratusan massa dari berbagai elemen berunjuk rasa menolak Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di depan Kantor Walikota Depok pada Jumat (31/1/2020). Mereka mendesak pemerintah kota Depok untuk bertindak tegas terhadap keberadaan kelompok LGBT.

Koordinator aksi dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Depok, Ahmad, mengatakan aksi tersebut digelar sebagai wujud keprihatinan atas maraknya kelompok LGBT di kota Depok.

“Pertama karena kita melihat keadaan di masyarakat yang terkena LGBT cukup tinggi. Termasuk yang kemarin viral dan kebetulan berasal dari Depok. Kemudian sikap Wali Kota Depok yang terkesan maju-mundur dalam menyikapi masalah LGBT ini, ” jelas Ahmad.

Ahmad juga mengungkapkan bahwa pelaku LGBT di Kota Depok ada sekitar 5.000 orang.

“Kita prihatin tentang banyaknya warga Depok yang terjangkit penyakit LGBT. Data terakhir sekitar 5000 orang,” lanjutnya.

Sementara itu, orator lain menyebut LGBT adalah sebuah azab.

“Kita sudah sepakat bahwasanya warga Depok menolak keberadaan LGBT. Karena apa? Karena membawa azab ke lingkungan kita. Betul? Betul. Mari kita dukung Perda Kota Depok yang melarang LGBT karena dampaknya sangat kita rasakan sekali,” kata Ketua Ormas Pengacara dan Jawara Bela Umat (Pejabat) Kota Depok, Fathoni.

Isur Suryadi, Perwakilan Jamaah Ansharu Syariah menekankan lebih rinci lagi. Dia meminta agar pemerintah turun langsung memantau kondisi di lapangan.

“Ya, kami meminta Satpol PP untuk turun ke lapangan biar tahu kondisinya seperti apa. Sebab kelompok LGBT di Depok ini sudah sangat meresahkan,” ujar Isur.

Setelah melakukan orasi, sejumlah perwakilan massa diterima oleh pihak Pemkot untuk menyampaikan aspirasinya. Salah satunya, massa mendesak Pemkot untuk segera mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anti LGBT yang sudah diusulkan oleh DPRD.

Berikut 5 butir pernyataan sikap:

1. Mendukung Surat Edaran Pemerintah Kota Depok tentang Pelaksanaan Penguatan Ketahanan Keluarga Terhadap Perilaku Penyimpangan Seksual.

2. Mendesak segera diadakannya pembahasan dan pengesahan Raperda Anti LGBT untuk segera menjadi Perda di Kota Depok.

3. Mendorong Pemkot Depok untuk konsisten terhadap visi kota Depok yang relijius.

4. Mendukung Pemkot Depok untuk menjadikan Kota Depok sebagai kota ramah anak.

Aksi yang diikuti sekitar 150 orang itu diawali dengan longmarch sambil membentangkan berbagai poster berisi penolakan terhadap LGBT.

Reporter : Sohib Putra Roharasy