Ansharusyariah Sebut Survey Masjid Radikal Bentuk Islamofobia

Ansharusyariah Sebut Survey Masjid Radikal Bentuk Islamofobia

SOLO (Jurnalislam.com) – Tuduhan terhadap adanya 41 masjid radikal oleh Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) disebut juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah ustaz Abdul Rochim Ba’asyir adalah sebuah upaya yang dilakukan kalangan Islam phobi untuk menjauhkan ajaran Islam kepada umat manusia.

Menurut ustaz Iim, sapaan karibnya, upaya-upaya semacam itu sudah dilakukan oleh musuh-musuh Islam terhadap Rasulullah sejak awal menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat dan bangsanya. Ia memberi contoh tentang permusuhkan kaum Quraisy Mekah kepada Rasulullah setelah mendakwahkan ajaran Islam.

“Ini hal yang sebenarnya baru, tapi kaum muslimin juga tidak boleh diam karena ini adalah upaya jahat yang dilakukan oleh musuh Islam, kalangan islam fobia untuk menjauhkan Islam asing dan jauh dari umat manusia,” katanya kepada Jurnalislam.com saat ditemui dirumahnya Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis, (12/7/2018).

“Maka mereka upayakan diamana caranya umat manusia supaya jauh dari ajaran Islam takut memdengarkan khutbah khutbah Islam secara sempurna, takut dengan kalangan kaum muslimin yang mengamalkan islam secara sempurna dan upaya itu dilakukan orang yang anti Islam,” imbuh ustaz Iim.

Lebih lanjut, kata ustaz iim, musuh-musuh Islam selalu ingin memecah belah umat Islam dengan cara membuat umat Islam hanya mengamalkan sebagian dari ajaran Islam. Untuk itu, ia meminta para juru dakwah untuk bisa membimbing umat Islam ini dari kesesatan dan tipudaya musuh Islam.

“Dan ini tugas para Dai atau juru dakwah untuk menghadapi hal-hal semacam ini, kemudian mengajak umat ini kepada dienul Islam dan mengajak kepada Islam yang sempurna, dari mulai urusan yang kecil sampai yang besar,” tandasnya.

Bagikan
Close X