Aksi DMC di September Hijau: Distribusi Paket Hygiene Kit hingga Aksi Bersih-bersih

Aksi DMC di September Hijau: Distribusi Paket Hygiene Kit hingga Aksi Bersih-bersih

KATINGAN(Jurnalislam.com)—Disaster Management Center ( DMC ) Dompet Dhuafa mendistribusikan sejumlah paket hygiene kit kepada penyintas banjir bandang Kalimantan Tengah. Tepatnya di Desa Karuing, Kec. Kamipang, Kab. Katingan, Kalimantan Tengah dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 160 jiwa Minggu lalu (18/09/21).

Bersama Dompet Dhuafa Cabang Kalimantan Tengah, tim bergegas mendistribusikan paket hygiene kit ke masing-masing kediaman penyintas. Pendistribusian ini buah amanah sejumlah donatur yakni Komunitas Cinta Anak, Indosat Ooredoo, SEKAR Telkomsel, Apotek Alkes, dan Sekolah Sahabat Alam Palangkaraya.

“Kebutuhan hygiene kit di Karuing cukup tinggi,” pungkas Taqi Falsafati selaku tim respon DMC Dompet Dhuafa penugasan Kalimantan Tengah.

Kemudian pada hari Senin, tim DMC memutuskan untuk melakukan aksi bersih di SDN Tumbang Runen, Kec.Kamipang, Kab.Katingan (19/09/21). Aksi ini dilanjutkan sampai besok dengan target lokasi Posyandu, Kantor Desa Tumbang Runen (20/09/21).

“Kita menargetkan fasilitas publik terdahulu. Supaya segera bisa dioperasikan secepatnya,”tambah Taqi.

Banjir bandang ini cukup memberikan dampak yang besar bagi warga Kalimantan Tengah. Terutama berhentinya sebagian aktivitas masyarakat dalam mencari pendapatan. “Biasanya cari ikan dapat banyak, karena banjir ikannya tidak ada,” ujar Ibu Ramida selaku penyintas dari Desa Tumbang Runen.

Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa adalah Lembaga Semi Otonom Dompet Dhuafa yang berperan sebagai garda terdepan dalam pengelolaan bencana, baik di dalam maupun luar negeri. DMC Dompet Dhuafa secara resmi berdiri pada tanggal 25 Maret 2010, DMC hadir dengan tugas pokok pengelolaan kebencanaan pada masa sebelum terjadi bencana (pra bencana) melalui kampanye Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan membangun unit yang tangguh untuk menangani bencana, saat terjadi bencana (tanggap darurat) dengan respon bencana dan setelah terjadi bencana (pasca bencana) dengan pemulihan.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X