Responsive image

Agresor AS Tambahkan Hizbul Mujahidin Pakistan ke Dalam Daftar Teroris

Agresor AS Tambahkan Hizbul Mujahidin Pakistan ke Dalam Daftar Teroris

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Departemen Luar Negeri AS menambahkan Hizbul Mujahidin (HM) ke dalam daftar Organisasi Teroris Asing hari Rabu (16/8/2017). Selain penunjukan resmi amir HM, Syed Salahuddin, AS juga menyoroti kegiatan kelompok tersebut di Kashmir seraya mengabaikan hubungannya dengan perkumpulan kelompok jihad Pakistan dan regional, termasuk yang berperang melawan pasukan AS di Afghanistan, lansir Long War Journal.

AS mencatat bahwa HM, yang didirikan pada tahun 1989, “adalah salah satu kelompok militan terbesar dan tertua yang beroperasi di Kashmir” dan “telah mengklaim bertanggung jawab atas beberapa serangan, termasuk serangan bahan peledak pada bulan April 2014 di negara bagian Jammu dan [India] Kashmir, yang melukai 17 orang.”

Penunjukan tersebut mengabaikan dukungan HM untuk al Qaeda di masa lalu, serta hubungannya dengan kelompok jihad lainnya di Pakistan, Afghanistan, dan India, seperti Lashkar-e-Taiba. Hizbul Mujahidin juga menerima dukungan dari militer Pakistan dan Direktorat Intelijen Antar-Dinas (the Inter-Services Intelligence Directorate-ISI), yang memungkinkan kelompok tersebut beroperasi secara terbuka di Pakistan dan Pakistan yang diduduki Kashmir.

Salahuddin, pemimpin HM, ditambahkan ke daftar teroris global yang ditunjuk secara khusus pada tanggal 27 Juni 2017, bersamaan saat Presiden Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Selain menjabat sebagai amir HM, Salahuddin juga ketua Dewan Jihad Sedunia, yang didukung oleh militer Pakistan dan ISI. Fokus Dewan Jihad Sedunia adalah melancarkan jihad melawan institusi India di dalam Kashmir, namun dewan tersebut juga berfungsi sebagai jembatan bagi kelompok jihad lainnya yang beroperasi di wilayah tersebut. Lashkar-e-Taiba dan Jaish-e-Mohammed, dua kelompok yang berada di daftar organisasi teror AS dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, adalah bagian dari Dewan Jihad Sedunia (the United Jihad Council).

Salahuddin beroperasi secara terbuka dan kebal terhadap penangkapan dari pihak berwenang Pakistan. Dia dikenal karena mempertahankan sebuah kantor di daerah Baila Noor Shah di Muzaffarabad, ibukota Kashmir yang diduduki Pakistan. Pemerintah Pakistan menolak untuk bertindak terhadap Salahuddin dan pemimpin perjuangan lainnya, terlepas dari keterlibatan langsung mereka dalam kegiatan teroris.

Dulu, Salahuddin pernah mengakui bahwa militer Pakistan mengizinkannya untuk menjalankan “ratusan kamp pelatihan di negara tempat kita merekrut dan melatih mujahidin.”

Dia juga dikenal mengumpulkan uang untuk kelompok jihad yang beroperasi di Asia Selatan. Pada bulan Juli 2012, Salahuddin berbicara mengenai penggalangan dana dan perekrutan jihad di Afghanistan dan India, dan mengatakan bahwa Pakistan adalah korban konspirasi AS dan Israel. Pada konferensi yang diadakan di Rawalpindi, dia menyatakan bahwa pejuangnya melakukan jihad melawan AS.

“Pakistan adalah sasaran perhubungan AS-Israel. Pejuang kami membela Pakistan pada saat batas geografis, keamanan dan identitas Islamnya berisiko, “kata Salahuddin. “Kami bertempur di Kashmir. Tidak masalah bagi kita jika kita diberi label teroris. Kami bangga disebut teroris karena memerangi AS dan sekutunya di Afghanistan. ”

Bulan sebelumnya, Salahuddin mengancam negara Pakistan jika mereka menarik dukungannya untuk kelompok jihad. Pada saat itu, Pakistan menekan kelompok-kelompok jihad untuk mengurangi aktivitas di negara bagian Kashmir dan Jammu di India. Salahuddin juga menghadiri pemakaman Insinyur Ahsan Aziz, seorang jihadis yang syahid dalam serangan pesawat tak berawak AS di Waziristan Utara pada Agustus 2012. Menurut ayah Aziz, anaknya menetap di Waziristan selama satu dekade dan bertempur di Afghanistan.

“Kami berjuang dalam perang Pakistan di Kashmir dan jika mereka menarik dukungannya, perang akan dilakukan di dalam Pakistan,” katanya, menurut The Times of India.

Bagikan
Close X