Ini 4 Hal Prioritas Pengembagan Ekonomi Syariah di Indonesia

Ini 4 Hal Prioritas Pengembagan Ekonomi Syariah di Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Wapres  KH Ma’ruf Amin dalam Silaturahim Kerja Nasional Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menekankan bahwa kehadiran MES harus dapat dirasakan oleh masyarakat melalui program yang membawa solusi dan kemaslahatan, serta menjadi motor penggerak dalam pengembangan usaha masyarakat terutama UMKM.

Dirinya juga berharap agar konsep ekonomi syariah yang merupakan al-iqtishadiyah al-Ishlahiyah dapat menjadi kerangka dasar dalam pemulihan ekonomi nasional.

“Sebagaimana juga yang disampaikan dalam MUNAS MES, bahwa ekonomi dan keuangan syariah merupakan konsep ekonomi perbaikan yakni al-iqtishadiyah al-Ishlahiyah. Oleh karena itu, kita harapkan dapat menjadi kerangka dasar pemulihan ekonomi nasional” tegas Ma’ruf.

Lebih lanjut Maruf menambahkan bahwa saat ini ekonomi dan keuangan syariah secara kelembagaan telah diperkuat melalui Perpres No. 28 tahun 2020 tentang KNEKS. Melalui Perpres tersebut, pengambangan ekonomi dan keuangan syariah telah difokuskan pada empat hal yaitu pengembangan dan perluasan industri produk halal, pengembangan dan perluasan industri keuangan syariah termasuk penguatan institusi mikro syariah, pengembangan dana sosial syariah melalui ziswaf, serta pengembangan dan perluasan akivitias usaha syariah bagi pelaku UMKM.

“MES harus dapat mengawal keempat fokus tersebut dalam bentuk program yang kongkrit dan dapat terukur dari waktu ke waktu.” tambah Ma’ruf.

Dalam menutup arahannya, Ma’ruf menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang terpadu antara lembaga. Menurutnya dua hal tersebut menjadi kunci utama untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

“Kunci utama percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah terletak pada sinergi dan kolabirasi yang terpadu antara lembaga. saya berharap MES dapat bersiniergi dengan berbagai pihak terutama pemerintah untuk menyukseskan berbagai program yang telah dirancang”tutup Ma’ruf.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan kerja sama antara MES bersama dengan sejumlah lembaga, di antaranya yaitu, Yayasan Santripreneur Indonesia tentang Pelatihan, Inkubasi, dan Pendampingan Pelaku Usaha, dan PT Surveyor terkait Kerja sama Pengembangan Pemasaran, dan Pemeriksa Produk Halal.

Pelaksanaan Silaknas MES ini dirangkai dengan acara Indonesia Islamic Economic Forum (IIEF) dengan tema “Enhancing Sustainable Community Empowerment through Islamic Finance and Impact Investment” dan menjadi bagian dari gelaran International Sharia Economic Festival (ISEF) 2021 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Dalam kesempatan tersebut juga

diluncurkan aplikasi marketplace syariah pertama yang digagas oleh MES DKI Jakarta yang diberi nama Pasyar.

Meski dilanda kondisi pandemic COVID-19, sepanjang tahun 2021, MES secara konsisten menghadirkan program – program inklusif dan implementatif dengan bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Program Indonesia International Halal Fair, pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM, peluncuran Indeks saham syariah IDX-MES BUMN 17, serta sejumlah program literasi melalui roadshow keuangan syariah di berbagai daerah merupakan bagian dari program MES yang dapat terealisasikan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses