HOMS (Jurnalislam.com) – Rezim Syiah Nushairiyah Suriah telah meluncurkan operasi militer baru di wilayah-wilayah yang dipegang oposisi di provinsi Homs utara.
Menurut informasi yang dikumpulkan oleh koresponden Anadolu Agency di Suriah, pasukan rezim Syiah tersebut telah meluncurkan serangan baru sejak Senin (16/4/2018) di wilayah Homs utara yang dikuasai oposisi.
Oposisi bersenjata Suriah mengambil kembali beberapa posisi strategis yang sebelumnya direbut oleh rezim Bashar al-Assad.
Di bawah mediasi Rusia, gencatan senjata jangka pendek diumumkan dan akan berakhir pada 22 April.
Sekitar 250.000 orang yang tinggal di daerah seluas 592 kilometer persegi masih berada di bawah blokade oleh rezim Suriah selama lima tahun.
Unit Operasi Homs Utara Lancarkan Serangan Kilat, Puluhan Pasukan Assad Terbunuh dan Terluka
Sementara itu, rezim juga mengintensifkan serangan di Kamp Yarmouk, yang dikendalikan oleh sisa-sisa milisi Islamic State (IS).
Rezim baru-baru ini telah merebut pinggiran Damaskus di Ghouta Timur – salah satu benteng pertahanan oposisi terakhir yang terletak di pinggiran ibukota – menyusul serangan berkelanjutan dan blokade lima tahun disana.
Akses kemanusiaan ke daerah itu, yang merupakan rumah bagi 400.000 orang, benar-benar telah terputus.
Selama delapan bulan terakhir, pasukan rezim Nushairiyah bersama sekutu Syiah internasional dan Ruisa telah mengintensifkan pengepungan mereka, sehingga makanan atau obat-obatan hampir tidak mungkin bisa masuk ke distrik dan ribuan warga sipil yang membutuhkan bantuan semakin menderita.