Hampir 1.000 Anak-anak Terbunuh di Suriah

Hampir 1.000 Anak-anak Terbunuh di Suriah

JENEWA (Jurnalislam.com) – Hampir 1.000 anak-anak terbunuh dan setidaknya 961 anak direkrut dan digunakan dalam konflik di Suriah tahun lalu, UNICEF mengatakan pada hari Selasa (13/3/2018).

“Tahun lalu, PBB memverifikasi 910 kematian anak-anak dibandingkan dengan 652 pada tahun 2016. Serangan yang tidak proporsional di daerah berpenduduk padat meningkatkan jumlah anak yang terbunuh saat ini mencapai seperempat jumlah kematian warga sipil,” juru bicara UNICEF Marixie Mercado mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, lansir Anadolu Agency.

Sedikitnya 961 anak yang direkrut dan digunakan dalam konflik pada tahun 2017, hampir tiga kali lipat jumlahnya dibandingkan tahun 2015, kata Mercado.

SOHR: 931 Warga Sipil Ghouta Tewas, MSF: Lebih dari 1.000 Terbunuh Rezim Assad

“Penting untuk dicatat bahwa ini adalah angka terverifikasi. Angka sebenarnya pasti jauh lebih tinggi,” tambahnya.

Menurut UNICEF, sat ini ada 5,3 juta anak secara keseluruhan yang membutuhkan pertolongan. Sekitar 2,8 juta mengungsi di dalam negeri, 2,6 juta lainnya menjadi pengungsi (ke Negara tetangga). Lebih dari 1,7 juta anak-anak tidak sekolah, dan 1,3 juta lainnya berisiko putus sekolah.

Rezim Suriah telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran hukum humaniter internasional yang meluas terhadap anak-anak, PBB memperingatkan pada hari Selasa.

“Konflik yang keji, memalukan, namun dapat dicegah ini tidak hanya menyakiti hak asasi jutaan anak-anak, namun juga merampas hak masa kecil mereka,” Wakil Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia PBB, Kate Gilmore mengatakan pada hari Selasa di sesi ke-37 Dewan Panel Hak Asasi Manusia PBB untuk anak-anak di Suriah.

Korban Tewas di Ghouta Akibat Serangan Brutal Rezim Assad dan Rusia Capai 800 Orang

Memperhatikan 125.000 anak-anak yang terjebak di Ghouta timur, Gilmore mengatakan: “Anak-anak Ghouta Timur, kemungkinan adalah korban kejahatan perang rezim Assad dan Rusia, yang berpotensi sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.”

“Skala, ruang lingkup dan beratnya kejahatan yang dilakukan terhadap anak-anak ini sangat mengejutkan. Pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran hukum humaniter internasional yang mempengaruhi atau menargetkan anak-anak dilakukan oleh pemerintah Suriah. Dan dilakukan juga oleh beberapa kelompok bersenjata,” tambahnya.

Asisten Sekretaris Jenderal dan Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Krisis Suriah, Panos Moumtzis mengatakan bahwa 108 serangan, termasuk 81 serangan udara, di rumah sakit dan fasilitas medis tahun lalu telah diverifikasi.

Balita Karim Tinggal di Bawah Tanah untuk Hindari Serangan Rezim Assad di Ghouta

“Dalam beberapa bulan terakhir, bantuan lintas garis ke daerah yang sulit dijangkau dan terkepung hampir gagal karena rezim Suriah menolak untuk memberikan izin yang diperlukan, dengan beberapa pengecualian dalam beberapa hari terakhir,” kata Moumtzis.

Moumtzis memperingatkan bahwa lebih banyak orang yang akan meninggal karena kelaparan dan penyakit disbanding yang meninggal akibat pemboman dan serangan jika tidak ada pelaksanaan gencatan senjata nasional di Suriah selama 30 hari.

Suriah mengalami konflik dahsyat yang dimulai pada awal tahun 2011 ketika rezim Syiah Bashar al-Assad membantai pelaku unjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga.

Bagikan