Langsung ke konten

Jurnal Islam

Rabu, 10 Jumadal Ula 1448 / 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik
Internasional

Erdogan: Bashar Assad Teroris, Masa Depan Suriah Tidak Bisa Berlanjut Dengannya

Erdogan: Bashar Assad Teroris, Masa Depan Suriah Tidak Bisa Berlanjut Dengannya
Arie Ristyan
28 Desember 2017, 07:38

TUNISIA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Rabu (27/12/2017) menyebut Presiden Suriah Bashar al-Assad sebagai seorang teroris dan mengatakan bahwa upaya perdamaian Suriah tidak mungkin berlanjut dengan adanya Assad.

Erdogan mengeluarkan komentarnya tersebut saat berada di Tunis untuk menandatangani perjanjian utama bersama dengan 10 menteri pemerintah dan lebih dari 150 pengusaha dalam perjalanan baru-baru ini yang juga membawanya ke Chad dan Sudan.

Kementerian luar negeri Suriah dengan cepat menanggapi dengan menuduh Erdogan sendiri mendukung kelompok-kelompok oposisi yang memerangi Assad dalam perang Suriah.

Pada awal perang, Turki menuntut penggulingan Assad dari kekuasaan dan mendukung oposisi yang berjuang untuk menggulingkan Assad. Namun Turki telah mengurangi tuntutannya sejak mulai bekerja dengan sekutu Assad, Rusia dan Iran, untuk sebuah resolusi politik.

Putaran Kedelapan Perundingan Damai Suriah, Oposisi: Hapus Assad dalam Daftar Pemilihan Baru

“Assad jelas merupakan teroris yang telah melakukan terorisme negara,” kata Erdogan dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan televisi bersama rekannya dari Tunisia Beji Caid Essebsi di Tunis, lansir Middle East Eye.

“Tidak mungkin untuk maju bersama Assad. Bagaimana kita bisa merangkul masa depan dengan seorang presiden Suriah yang telah membunuh hampir satu juta warganya?” katanya, dalam beberapa komentar terberatnya selama berpekan-pekan.

Meskipun Turki telah lama menuntut penghapusan Assad, saat ini perhatian Turki atas Suriah lebih terfokus pada ancaman dari pasukan Kurdi yang mereka anggap sebagai sekutu Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang mereka katakan telah membentuk “koridor teror” di wilayah perbatasan selatan Turki.

Rezim Syiah Assad Bunuh 20.919 Perempuan dari 24.700 Wanita yang Tewas di Suriah

Turki mengatakan milisi YPG Kurdi Suriah, yang dinilai Ankara sebagai perpanjangan kelompok terlarang PKK yang telah beroperasi di Turki tenggara sejak tahun 80an, tidak dapat diundang ke perundingan damai Suriah di ibukota Kazakhstan, Astana.

YPG adalah elemen utama dalam sebuah kekuatan yang telah dibantu Washington dengan pelatihan, senjata, dukungan udara dan bantuan penasihat lapangan dalam pertempuran melawan kelompok Islamic State (IS). Dukungan AS telah membuat marah Ankara, sekutu NATO Washington.

Meskipun memiliki perbedaan dengan Rusia dan Iran, Turki telah bekerja dengan dua kekuatan tersebut dalam mencari solusi politik di Suriah.

Tiga kekuatan tersebut memperantarai kesepakatan untuk mengatur dan memantau “zona de-eskalasi” untuk mengurangi pertempuran antara kelompok oposisi dan pasukan rezim Suriah di provinsi Idlib yang dikuasai faksi-faksi jihad Suriah.

“Kami tidak dapat mengatakan bahwa Assad akan menangani hal ini. Tidak mungkin Turki menerima ini. Suriah Utara telah diserahkan sebagai koridor teror. Tidak ada perdamaian di Suriah dan perdamaian tidak akan datang bersama Assad,” kata Erdogan.

Kantor berita rezim Syiah Suriah SANA mengutip sebuah sumber kementerian luar negeri mengatakan bahwa Erdogan “terus menyesatkan opini publik Turki dengan bualan yang biasa ia katakan dalam usaha untuk membebaskan dirinya dari kejahatan yang telah dilakukannya terhadap warga Suriah melalui dukungan yang terus berlanjut kepada berbagai kelompok oposisi di Suriah.”

Selama kunjungannya ke Tunis, Erdogan juga menandatangani kesepakatan mengenai pertahanan, investasi dan lingkungan.

Bahas Yerusalem dengan Erdogan di Turki, Putin Perintahkan Pasukan Rusia Mundur dari Suriah

“Kami menegaskan keinginan kedua negara untuk memperkuat kerjasama … dengan mempertimbangkan keadaan yang mempengaruhi Tunisia,” kata Essebsi.

Pemimpin Tunisia itu kemudian memuji “pemahaman yang ditunjukkan oleh presiden Turki mengenai keadaan ini.”

Ketidakseimbangan perdagangan Tunisia telah meningkat pesat, mencapai $ 649 juta dalam 10 bulan pertama tahun 2017, dan negara tersebut telah mengembalikan bea cukai pada produk tertentu yang diimpor dari Turki.

Awal bulan ini, dalam sebuah langkah yang mengejutkan dan membuat marah banyak politisi Tunisia, Uni Eropa mencantumkan negara tersebut sebagai surga pajak.

“Turki mendukung Tunisia di masa-masa sulit,” kata Erdogan. “Perkembangan Tunisia adalah pengembangan Turki.”

Tags bashar al asaad Erdogan Konflik Suriah

Berita Terkait

Akhiri Perang Saudara di Sudan dengan Tegaknya Institusi Islam
Artikel

Akhiri Perang Saudara di Sudan dengan Tegaknya Institusi Islam

6 November 2025
Israel Bahas Pengusiran Warga Palestina Gaza ke Sudan Selatan
Berita

Israel Bahas Pengusiran Warga Palestina Gaza ke Sudan Selatan

14 Agustus 2025
Menhan Sudan Tolak Usulan Gencatan Senjata AS, Tegaskan Perang Lawan RSF Akan Dilanjutkan
Berita

Menhan Sudan Tolak Usulan Gencatan Senjata AS, Tegaskan Perang Lawan RSF Akan Dilanjutkan

6 November 2025
Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?
Artikel

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

5 Februari 2026
Ketegangan Sudan Meningkat: Militer Tolak Gencatan Senjata, RSF Kuasai Sepertiga Negara
Berita

Ketegangan Sudan Meningkat: Militer Tolak Gencatan Senjata, RSF Kuasai Sepertiga Negara

23 November 2025
Sudan Tolak Campur Tangan Asing, Serukan Akhiri Serangan RSF
Berita

Sudan Tolak Campur Tangan Asing, Serukan Akhiri Serangan RSF

2 November 2025

Terpopuler

Berita

Sorry. No data so far.

Artikel

Sorry. No data so far.

Berita

  1. Puing Rudal Houthi Lukai Empat Warga di Riyadh, 15 Rumah Terdampak
  2. Al-Alimi Tak Mundur dari Operasi terhadap Houthi, Janjikan Perlindungan Warga Sipil
  3. KNEKS Andalkan Lima Sektor Ekonomi Syariah untuk Dorong Target Pertumbuhan 8 Persen
  4. Peringkat SGIE Indonesia Turun ke Posisi Empat, Ma’ruf Amin Desak Akselerasi Ekonomi Syariah

Artikel

  1. Pendidikan Bukan Sekadar Naik Kelas dan Meraih Ijazah
  2. Pendidikan Politik Jalan di Tempat, Anggaran Parpol Jalan Terus

Berita

  1. Boikot Israel: Membaca Basis Data PBB, Daftar BDS, dan Nama-Nama yang Beredar di Indonesia
  2. Dugaan Politik Uang Mengguncang Muktamar NU, KPK NU Seret Nama Tiga Tokoh
  3. Gus Lilur Ungkap Dugaan Rp480 Miliar Dana Korupsi Mengalir ke Muktamar NU
  4. Gus Lilur Sebut Rp180 Miliar Dikaitkan dengan Nusron Wahid dalam Dugaan Aliran Dana Muktamar NU

Artikel

  1. Mengapa Negara Mayoritas Muslim Seperti Azerbaijan Membatasi Hijab?
  2. Bias Konfirmasi: Ketika Kita Sulit Melihat Kesalahan Sendiri
  3. Tiga Tahun Gaza: Jangan Lelah Membela Al-Aqsa

Opini

Pendidikan Politik Jalan di Tempat, Anggaran Parpol Jalan Terus

Pendidikan Politik Jalan di Tempat, Anggaran Parpol Jalan Terus

19 Okt 2026 08:30:25
Pendidikan Bukan Sekadar Naik Kelas dan Meraih Ijazah

Pendidikan Bukan Sekadar Naik Kelas dan Meraih Ijazah

16 Okt 2026 09:01:06
Mengapa Negara Mayoritas Muslim Seperti Azerbaijan Membatasi Hijab?

Mengapa Negara Mayoritas Muslim Seperti Azerbaijan Membatasi Hijab?

13 Okt 2026 15:54:49
Toleran di Panggung, Kejam di Gerbang Sekolah

Toleran di Panggung, Kejam di Gerbang Sekolah

13 Okt 2026 15:52:22

Internasional

Al-Alimi Tak Mundur dari Operasi terhadap Houthi, Janjikan Perlindungan Warga Sipil

Al-Alimi Tak Mundur dari Operasi terhadap Houthi, Janjikan Perlindungan Warga Sipil

15 Okt 2026 08:39:05
Puing Rudal Houthi Lukai Empat Warga di Riyadh, 15 Rumah Terdampak

Puing Rudal Houthi Lukai Empat Warga di Riyadh, 15 Rumah Terdampak

15 Okt 2026 08:37:25
Ratusan Warga AS Desak Embargo Senjata terhadap Israel dalam Aksi Pro-Palestina

Ratusan Warga AS Desak Embargo Senjata terhadap Israel dalam Aksi Pro-Palestina

14 Okt 2026 05:15:55
Konflik Yaman Memanas, Militer Serang Posisi Houthi dan Ancaman Bandara Saudi Berlanjut

Konflik Yaman Memanas, Militer Serang Posisi Houthi dan Ancaman Bandara Saudi Berlanjut

14 Okt 2026 05:14:34

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

[ INFOGRAFIK ] Azerbaijan, Muslim dan Hijab
[ INFOGRAFIK ] Setahun Gencatan Senjata Gaza dalam Lima Angka
[INFOGRAFIK] Jakarta Understanding 2026: Tujuh Komitmen Imam Besar Dunia dari Jakarta
[INFOGRAFIK] Partai Kepala Daerah Juara Korupsi di Era Jokowi: Golkar Disusul PDIP

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED