Responsive image

Dalam 9 Jam, Lebih dari 2.600 Orang Menyumbang untuk Masjid Victoria yang Terbakar

Dalam 9 Jam, Lebih dari 2.600 Orang Menyumbang untuk Masjid Victoria yang Terbakar

TEXAS (Jurnalislam.com) – Pada hari Sabtu (28/01/2017) lebih dari 2.600 orang menyumbang untuk membangun kembali sebuah Masjid di Victoria, Texas setelah kebakaran merobohkannya, World Bulletin melaporkan, Ahad (29/01/2017).

“Kami akan membangun kembali, dengan CINTA!” kata halaman Facebook Victoria Islamic Center, dengan gambar yang menunjukkan kobaran besar dan asap hitam mengepul di atas struktur bangunan.

Kampanye gofundme.com untuk mendanai pembangunan kembali Masjid – yang memiliki jamaah sekitar seratus orang – sudah mencapai seperempat dari yang dibutuhkan, yaitu sebesar $ 450.000, pada Sabtu sore meningkat menjadi $ 119.670 dalam waktu sembilan jam.

Sebuah penyelidikan di tingkat lokal dan federal – termasuk oleh FBI – sedang berlangsung, saat penyebab kebakaran belum ditentukan.

Pesan dukungan untuk Masjid tertuang pada hari Sabtu di media sosial dan halaman gofundme.

Cody Cluff, seorang penyumbang menulis: “Banyak rekan senegara Anda yang mencintai dan menghargai Anda dan orang-orang beragama Islam. Anda adalah bagian indah dari komunitas kami, dan saya minta maaf untuk kebencian yang dilakukan pada Anda. Semoga Anda diberkati dengan keberanian, kekuatan, dan kedamaian.”

Betsy Brune mengatakan: “Kami sangat menyesal tentang masjid Anda. Kami akan membela sesama warga Amerika kami yang hanya ingin hidup dan beribadah menurut yang mereka harapkan. Ini adalah janji utama negara kita.”

Manajemen Masjid mengucapkan terima kasih atas dukungan pada halaman Facebook-nya. “Curahan dukungan dari komunitas Victoria dan seluruh bangsa yang indah ini sangat fenomenal! UNITED WE STAND (Bersatulah Kita)! Jangan mempolitisasi tragedi ini! Tetap Bersatu,” tulis mereka.

Serangan anti-Islam telah meningkat sejak pemilihan Donald Trump menjadi presiden AS pada 8 November. Presiden Trump telah menjadi kritikus vokal dari kebijakan pemerintah terhadap yang dia sebut “teror Islam radikal,” lalu menjanjikan dan menerapkan sejumlah langkah menentangnya.

Langkah-langkah tersebut termasuk sebuah perintah eksekutif membatasi aliran pengungsi ke AS dari tujuh negara mayoritas Muslim dan melakukan “pemeriksaan ekstrim” untuk prosedur pemeriksaan identitas, serta proposal untuk memiliki pencatatan informasi Muslim.

Bagikan
Close X