Hargai Membom Mekkah 2.500 Point, Polisi Inggris Kejar Penyebar Selebaran Kebencian

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Polisi anti-terorisme di Inggris sedang menyelidiki kemungkinan kejahatan kebencian setelah beberapa orang menerima surat yang meminta mereka menyerang Muslim pada tanggal 3 April, yang disebut dalam selebaran tersebut sebagai hari “menghukum seorang Muslim.”

Beberapa warga Inggris di London, West Midlands dan Yorkshire mengatakan bahwa mereka menerima surat tersebut melalui pos, menurut laporan, lansir Aljazeera Sabtu (10/3/2018).

Beberapa meng-upload gambar komunikasi tersebut di media sosial.

Selebaran itu mengatakan: “Mereka telah menyakiti Anda, mereka telah membuat orang-orang yang Anda cintai menderita, mereka telah menyebabkan Anda sakit dan sakit hati. Apa yang akan Anda lakukan?”

Isi surat ini berlanjut dengan menawarkan penghargaan bagi penyerang, mulai dari 10 poin untuk menyerang seorang Muslim secara verbal dan 50 poin untuk melemparkan air keras ke wajah seorang Muslim, hingga 1.000 poin karena mengebom sebuah Masjid dan 2.500 poin untuk “membom Mekkah”.

Ada lebih dari 2,5 juta Muslim di Inggris, dimana Islam adalah agama terbesar kedua.

Muslim di Inggris jadi Target Serangan Islamophobia Media Cetak

Pada hari Sabtu, polisi West Yorkshire bergabung dengan Polisi Metropolitan London dalam usaha untuk “menangkap orang atau sekelompok orang yang bertanggung jawab atas ini”.

“Keamanan publik tetap menjadi prioritas kami dan saya akan mendesak masyarakat kita untuk waspada tapi tidak takut,” kata polisi West Yorkshire dalam sebuah pernyataan. “Kami lebih kuat saat kita berdiri bersama sebagai satu kesatuan dan tidak akan terpecah.”

Tell MAMA, sebuah organisasi yang memantau kejahatan kebencian anti-Muslim, mengatakan bahwa pihaknya bekerja dengan polisi.

“Masalahnya sedang diperlakukan dengan sangat serius,” kata organisasi tersebut.

“Semua surat dan amplop harus disimpan dan ditangani minimal untuk melestarikan bukti agar polisi melakukan penyelidikan,” kata monitor tersebut, memberitahu para penerima.

Muslim Inggris, pemimpin agama, politisi dan kelompok hak-hak sipil telah menyatakan ketakutan dan kemarahan mereka pada perkembangan tersebut.

“Kampanye surat keji yang dikirim ke umat Islam di Inggris telah menyebabkan tekanan dan kewaspadaan yang dalam. Kami menyambut baik tindakan yang diambil oleh polisi untuk menyelidiki masalah ini,” kata Miqdaad Versi, asisten sekretaris jenderal the Muslim Council of Britain, salah satu organisasi payung Muslim Inggris terbesar, kepada Al Jazeera.

“Sayangnya, kampanye ini mencerminkan kebencian terhadap Muslim yang terus menampakkan diri selain munculnya kelompok paling-kanan. Para pejabat terpilih perlu berdiri dan mengambil tindakan melawan Islamofobia dengan cara yang sama seperti yang telah mereka lakukan untuk melawan kefanatikan terhadap kelompok lain, Versi menambahkan.

Yasmin Qureshi, politisi Partai Buruh dan seorang pengacara, mengatakan: “Saya terkejut mengetahui bahwa pengecut ekstremis menyebarkan surat tanpa nama yang mendorong orang untuk menyerang Muslim.”

200 Lebih Masjid di Inggris Gelar “Open House” Bagi Masyarakat Non Muslim

Jess Phillips, anggota parlemen Partai Buruh untuk Birmingham Yardley, mengatakan: “Ini benar-benar tidak dapat dipercaya, jika ada anggota konstituen kami yang menerimanya silakan hubungi kami.”

“Ini sangat menyedihkan bukan hanya bagi mereka yang telah menerima surat tersebut tapi juga untuk masyarakat luas,” kata Naz Shah, anggota parlemen untuk Bradford West di West Yorkshire.

“Kepala kepolisian anti-teror di timur laut Inggris, Russ Foster, telah memberikan kepastian bahwa penyelidikan menyeluruh dan profesional berjalan dengan baik dan mendesak setiap korban yang menerima surat semacam itu untuk melaporkan masalah tersebut ke polisi,” Shah mengatakan.

Kepala hubungan antaragama Gereja Inggris, Andrew Smith, men-tweet: “Betapa marahnya mendengar tentang ucapan mengerikan yang telah dikirim tentang ‘menghukum seorang Muslim’. Tidak dapat dibayangkan betapa mengerikan dan menakutkannya jika mendapatkan surat seperti itu. Demi melipatgandakan usaha kita membangun perdamaian di masyarakat kita dan dukung mereka yang merasa takut atau terintimidasi. Usaha terus berlanjut.”

Bagikan