10 Rekomendasi Multaqo Ulama dan Dai Internasional ke-V

7 Juli 2018
10 Rekomendasi Multaqo Ulama dan Dai Internasional ke-V
Ustadz Zaitun Rasmin, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Bachtiar Nasir (keempat dari kanan) serta Ustadz Abdul Somad dikerumuni para peserta usai memberikan ceramah pada acara Pertemuan Ulama dan Da'i se-Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa ke-5, di Jakarta, Kamis (5/7/2018). FOTO: Syahrain/ Jurnalis Islam Bersatu (JITU)

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Multaqo (pertemuan) Ulama dan Dai V resmi ditutup pada Jumat (6/7/2018). Acara yang digelar sejak Selasa (3/6/2018) di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat ini dihadiri oleh lebih dari 600 dai dan ulama dari Indonesia dan berbagai negara Asia Tenggara, Afrika dan Eropa.

Dalam penutupan tersebut, Sekjen Persatuan Dai dan Ulama se-Asia Tenggara, Ustadz Jeje Zainuddin membacakan 10 rekomendasi dari Multaqo tersebut.

1. Menekankan pentingnya rahmat dalam Islam dan hidup berdampingan secara damai dan harmoni antara Muslim dan non-muslim dan bahwa cinta terhadap kebaikan antar sesama merupakan hal yang baik, maka seharusnya tidak menginginkan keburukan untuk dirinya sendiri dan orang lain

2. Untuk mencapai persatuan dan kesatuan di antara umat. Perlu berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman yang komprehensif dan terintegrasi yang sejalan dengan kaidah-kaidah ilmiah dan praktis yang telah disusun oleh para ulama otoritatif dari masa ke masa.

3. Pentingnya membangun kemitraan kerja sama antara lembaga-lembaga dakwah dengan berbagai lembaga-lembaga ilmiah dan pendidikan baik pemerintah atau swasta, dalam rangka mencapai perdamaian, stabilitas, kemajuan, pembangunan dan kemakmuran dalam naungan ridha Allah SWT.

4. Meningkatkan peran strategis lembaga-lembaga dakwah dan kontribusinya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Muslim di berbagai bidang dan disiplin ilmu dalam rangka mewujudkan misi “khairu ummah” dan “ummatan wasatha”.

5. Memperkuat posisi keluarga sebagai institusi terkecil dan pondasi dasar bangsa dan negara, melalui pendidikan dan pengembangan karakter yang mulia yagn sejalan dengan ajaran Islam yang hanif.

6. Mendorong para ulama dan da’i untuk melakukan revolusi penyampaian dakwah yang cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi (IT) dan media sosial sebagai media untuk menyampaikan dakwah Islam yang berorientasi kepada budaya literasi.

7. Mengingat Indonesia adalah negara Muslim terbesar dalam hal jumlah penduduk, ia harus memainkan peran utama dalam menciptakan perdamaian dunia melalui dakwah dan pendidikan yang didukung oleh kebijakan pemerintah yang benar

8. Karena Jakarta sebagai Ibu Kota Negara memiliki berbagai keragaman agama, etnis, sosial, budaya dan lain-lain, maka setiap orang yang bekerja di bidang dakwah Islam harus mengambil metode dan strategi yang dapat membina dan mempertahankan kohesi sosial.

9. Memperkuat kedudukan kota Jakarta sebagai pusat Peradaban berbasis Dakwah dan Pendidikan Islam di konteks nasional dan internasional.

10. Membentuk panitia khusus untuk merealisasikan seluruh keputusan forum multaqa ini dengan melibatkan semua unsur-unsur terkait.

Reporter: Gio