Responsive image

Valentine Lahirkan Budaya Hedonisme

Valentine Lahirkan Budaya Hedonisme

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad meminta masyarakat menilai dampak buruk berkenaan dengan kebiasaan merayakan hari valentine.

Dia mengimbau semua pihak untuk meninggalkan kebiasaan itu jika lebih banyak mendatangkan keburukan.

“Memang kita itu harus menghindari tindakan-tindakan atau perayaan-perayaan yang memboroskan biaya dan tidak ada maknanya,” kata Dadang Kahmad di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Menurutnya, momentum perayaan hari kasih sayang hanya melahirkan budaya hedonisme dan hura-hura bagi anak bangsa.

Dia mengatakan, padahal kondisi bangsa saat ini juga masih belum berada dalam posisi yang bagus.

Dia mengungkapkan, dalam ajaran islam sebagaimana juga ucapan nabi bahwa umat harus melakukan tindakan yang bermanfaat. Nabi, sambung dia, meminta umat islam untuk meninggalkan apa yang tidak bermanfaat bagi dirinya apalagi orang lain.

Valentine belakangan dijadikan momentum bagi seseorang untuk mengungkapkan rasa kasing sayang mereka terhadap individu lainnya. Dadang mengatakan, pengungkapan rasa kasih sayang sedianya dilakukan selamanya.

Guru Besar Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati itu melanjutkan, pengungkapan rasa tersebut tidak perlu menunggu momentum tertentu. Dia mengatakan, melampiaskan kasih sayang kepada siapapun itu sebaiknya memang dilakukan setiap waktu.

Dadang mengakui bahwa memang belum ada hukum dalam islam yang secara baku mengatur tentang perayaan hari valentine tersebut. Dia mengatakan, saat ini perayaan simbolis hari kasih sayang itu baru berupa imbauan kepada masyarakat.

Namun kembali, dia meminta masyarakat untuk menimbang kebaikan dan keburukan apa yang saja yang dihasilkan dari kebudayaan asing tersebut. Secara pribadi, dia menilai bahwa kegiatan itu lebih banyak menimbulkan dampak buruk dibanding sebaliknya.

“Jadi ukuran-ukuran itu kita tanya saja pada diri sendiri, kalau manfaat lebih tinggi ya silahkan tapi kalau lebih berdampak buruk ya lebih baik tinggalkan saja. Karena dalam alquran juga seperti itu,” katanya.

Menurutnya, negara dan bangsa apalagi anak-anak muda lebih baik mengamalkan kebudayaan lokal yang lebih bermanfaat dibanding valentine. Dia mengatakan, banyak kebudayaan daerah di Indonesia yang bisa dirambah bahkan dipromosikan ke luar negeri.

Sumber: republika.co.id

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X