Unjuk Rasa Di Solo Desak Bawaslu Usut Kematian 573 Petugas Pemilu

Unjuk Rasa Di Solo Desak Bawaslu Usut Kematian 573 Petugas Pemilu

SOLO (Jurnalislam.com) – Masyarakat Soloraya yang tergabung dalam Gabungan Presidium Rakyat Bergerak (GAPRAK) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surakarta, Jalan Penembahan No 2, Penumping, Solo, Jum’at (10/5/2019).

Massa mendesak Bawaslu untuk melakukan penyelidikan dan penyebab pasti kematian 573 petugas pemilu tahun 2019.

“Kita minta pada Bawaslu untuk melakukan otopsi baik mandiri, kerjasama dengan Komnas HAM ataupun menerima tawaran dari pihak Muhammadiyah,” kata korlap aksi Endro Sudarsono kepada jurniscom usai aksi.

“Sehingga masyarakat dan penyelenggara pemilu yang akan datang tidak khawatir akan kematian yang serupa kita evaluasi kita perbaiki hingga saat ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia meminta Bawaslu untuk dapat menerima laporan masyarakat terkait dugaan kecurangan yang terjadi di pemilu 2019.

“Kita meminta Bawaslu menerima aduan aduan atas masyarakat atas kecurangan dalam pemilu termasuk salah data input entri KPU,” ujarnya.

Endro juga mendesak Bawaslu ikut merekomendasikan dibentuknya TPF Pemilu yang saat ini banyak diminta masyarakat.

“Seandainya Bawaslu tidak memiliki kewenangan, kita ingin Bawaslu menyampaikan surat merekomendasikan kepada Polri atau Komnas HAM,” tandasnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X