Tukar Tahanan Hizbullah dengan Warga Sipil, JFS Sepakati Gencatan Senjata

Tukar Tahanan Hizbullah dengan Warga Sipil, JFS Sepakati Gencatan Senjata

Beirut (Jurnalislam.com)Jabhat Fateh al-Sham (JFS) dengan milisi bersenjata Syiah Hizbullah telah mencapai kesepakatan gencatan senjata di wilayah perbatasan Lebanon-Suriah yang berbukit, menurut kantor berita resmi Lebanon, Kamis (27/7/2017), lansir Anadolu Agency.

“Gencatan senjata mulai berlaku pada pukul 6 pagi (0300 GMT) hari ini,” kata Kantor Berita Nasional (National News Agency-NNA), menambahkan kesepakatan tersebut telah ditengahi oleh Kepala Keamanan Umum Lebanon Mayjen Abbas Ibrahim.

Kesepakatan mengenai kota Juroud Arsal di Suriah termasuk jalan keluar bagi mujahidin Jabhat Fateh al-Sham – yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhah Nusrah – sebagai pertukaran untuk membebaskan tiga pasukan Syiah Hizbullah yang ditangkap saat bertempur bersama pasukan rezim Syiah Suriah di wilayah Tel Ais Suriah pada 2016, menurut seorang pejabat Lebanon.

Menurut sumber yang sama, kesepakatan tersebut “juga mencakup Saraya Ahl al-Sham – afiliasai Tentara Pembebasan Suriah (FSA) – yang akan pergi ke kota Ruhaiba di pedesaan Damaskus.”

Pejabat tersebut mengatakan bahwa “batas akhir pelaksanaan perjanjian gencatan senjata tidak akan terbuka, mengharapkan akan berakhir pada awal Agustus mendatang.

Mujahidin Jabhat Fath al-Sham, keluarga mereka dan warga sipil di daerah tersebut yang ingin bergabung dengan mereka akan berangkat menuju provinsi Idlib, Suriah utara, kata Ibrahim.

Berbicara dalam sebuah konferensi pers setelah bertemu dengan Ketua Parlemen Nabih Berri, kepala keamanan umum menambahkan bahwa pergerakan warga ke Idlib akan dilakukan di bawah “pengawasan negara Lebanon sementara Palang Merah bertanggung jawab atas masalah logistik”.

Ibrahim menyatakan “optimisme” atas gencatan senjata di Arsal “meski mengalami beberapa kesulitan”.

Didukung oleh Angkatan Udara rezim Syiah Suriah, Syiah Hizbullah mulai bertempur di Juroud Arsal pada tanggal 19 Juli melawan berbagai kelompok oposisi bersenjata Suriah, termasuk faksi jihad Jabhat Fath al-Sham.

Sejak awal pertempuran, kelompok hak asasi manusia mengungkapkan keprihatinannya terhadap 100.000 pengungsi Suriah yang tinggal di wilayah tersebut.

Suriah telah dikepung dalam sebuah perang global yang kejam sejak awal tahun 2011 ketika rezim Bashar al-Assad membantai aksi unjuk rasa warganya dengan keganasan yang tak terduga.

Ratusan ribu warga sipil Suriah diyakini telah terbunuh sampai saat ini.

Bagikan
Close X