Temukan Peluang Bisnis Baru di Era Covid-19

Temukan Peluang Bisnis Baru di Era Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Hingga hari ini,  Indonesia memasuki hari ke-51 sejak Presiden Joko Widodo pada 15 Maret 2020 menyampaikan arahan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Tentu saja ini berimbas pada laju bisnis dan usaha. Walau demikian pandemi COVID-19 ini mestinya dijadikan pelaku usaha menjadi momen untuk melakukan terobosan dan perubahan dalam berbisnis.

Ini untuk mempersiapkan diri menghadapi ‘new normal’ selepas pandemi COVID-19.

Hal ini disampaikan Kemal E. Gani, Pimpinan Umum Grup SWA Media, dalam sebuah diskusi virtual dalam rangka 30 tahun HUT Markplus.

“Memang akibat krisis pandemi COVID-19 ini kita menghadapi tantangan kompleks dengan pembatasan gerak sosial, bisnis pun dibatasi geraknya. Dampaknya luar biasa pada para pelaku bisnis. Convidence level konsumen di Indonesia menurun luar biasa. Sebelumnya 100%, setelah krisis jadi 15%, prioritas konsumen bergeser pada kebutuhan pokok, kesehatan, paket data, daripada belanja konsumsi yang sifatnya sekunder,” terang pria yang juga Ketua Forum Pimred Indonesia ini.

Menurutnya, walau Pemerintah Indonesia mengucurkan stimulus dana yang besar untuk dunia usaha, pelaku usaha tetap menghadapi tantangan terutama dalam hal perilaku konsumen yang berubah.

“Di konsumen kini muncul budaya baru, budaya yang lebih sehat, higienis, mengutamakan virtual dan daring baik dalam hal belanja, bekerja maupun akses informasi dan belajar,” tuturnya.

Lebih jauh ia menerangkan, dalam konteks ini, kemampuan perubahan yang terjadi pada konsumen, untuk memenangkan masa depan sangat penting.

“Dalam pengalaman krisis sebelumnya, banyak perusahaan dan produk muncul saat krisis. Kita ingat Susi Air lahir saat tsunami Aceh, perusahaan airlines yang dibangun mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti ini, sebelumnya hanya terbatas membawa produk perikanan saja, lalu berkembang sekarang mengangkut penumpang dan barang lain,” terangnya.

Selain itu, Kemal mengatakan saat terjadi krisis akibat pandemi sindrom pernapasan akut atau SARS di China pada 2003, muncul e-commerce besar yaitu Alibaba dan JD.com.

Padahal Alibaba sendiri sebenarnya ddirikan Jack Ma sejak 1999, sedangkan JD.com didirkan Richard Liu pada 1998.

“Markplus pun makin besar saat krisis, kita mestinya bisa menangkap peluang-peluang baru saat krisis. Kita juga melihat saat pandemi, Zoom meroket luar biasa,” tutur Kemal.

Ia juga yakin, walau saat ini bisnis penerbangan terhantam luar biasa akibat pandemi ini, Garuda Indonesia tetap mencari peluang bisnis lain, contohnya dengan penumpang terbatas hanya 40 orang, serta memaksimalkan armada untuk layanan logistik.

Hal yang sama dilakukan oleh Arif Wibowo CEO Airfast dengan lebih menggarap bisnis logistik. “Saya meyakini siapa yang bisa beradaptasi kondisi ekstrim, merekalah yang bisa meraih peluang untuk memenangkan bisnis di masa depan,” tandasnya.

Sumber: republika.co.id

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X