Tahun Baru, Muhammadiyah Banten: Umat Islam Jangan Latah

BANTEN (Jurnalislam.com) – Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Banten, Dr. KH. Syamsudin, M.Pd. mengimbau umat Islam untuk tidak latah ikut-ikutan merayakan tahun baru. Sebab, tahun baru merupakan bagian dari perayaan Natal.

“Umat Islam jangan latah dengan budaya tahun baru itu, latah itu ikut-ikut merayakan. Karena tahun baru itu bagian dari Natal. Kan, ucapannya juga selamat Natal dan tahun baru,” katanya kepada Jurnalislam melalui sambungan telepon, Selasa (29/12/2015).

Menurutnya, makna toleransi adalah saling menjaga keyakinan dan menghargai perbedaan tanpa mencampuradukannya dengan keyakinan, ibadah dan agama.

“Perihal kemasyarakan dan sosial, kita bisa bekerja sama dengan mereka,” kata Kyai Syam.

Selain itu, Kyai Syamsuddin menilai bahwa fatwa MUI terkait Natal dan tahun baru yang digagas oleh Buya Hamka sangat relevan dengan keadan umat Islam saat ini. Karena umat Islam sekarang hampir kehilangan batas batas wilayah keagamaan.

“Kami himbau umat Islam berpegang teguh sesuai dengan surat Al Kafirun dan Al Ikhlas. Mereka menghargai perbedaan keyakinan tapi tanpa mempercampuradukan apalagi bekerja sama dalam wilayah-wilayah keyakinan,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Muhammadiyah menggulirkan program-program bimbingan remaja sebagai upaya mencegah generasi muda dari melakukan hal-hal diatas,

“Kalau progam ini direspon oleh masyarakat umum dengan mengikuti dengan baik, anak-anak remaja kita tidak akan melakukan seperti itu,” ujarnya

Kyai Syamsuddin berharap, para pemimpin menjadi tauladan dan contoh yang baik bagi masyarakat, karena berbicara toleransi antar umat beragama tanpa mencampuradukan keyakinan itu terasa sulit jika pemimpin tidak mencontohkannya ke umat.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.