Spanduk #SaveTheChildrenOfSyria" di GBK Ditolak Timnas Suriah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Belasan massa Pemuda Peduli Kemanusiaan (PPK) terlihat membentangkan spanduk sepanjang 30 meter bertuliskan “Dari Indonesia Selamatkan Anak-anak Suriah” jelang pertandingan persahabatan antara Timnas Indonesia vs Timnas Suriah di Stadion Gelora Bung Karno, sore tadi.

Dalam laga persahabatan itu, Timnas Indonesia menghadapi Suriah yang sedang dirundung konflik kemanusiaan. Bahkan PBB menyebut tragedi kemanusiaan di Suriah sebagai “The Biggest Humanitarian Crisis In The World.”

Sontak spanduk dari PPK itu mendapatkan respon antusias dari penonton lainnya. Mereka ikut membantu memasangkan spanduk kemanusiaan yang bertuliskan “Selamatkan Anak Suriah. Bantu Mereka Hadapi Musim Dingin #SaveTheChildrenOfSyria” itu.

Spanduk dengan pesan kemanusiaan itu memancing perhatian penonton yang hadir. Sebagian di antara mereka ikut mengabadikan gambarnya.

Sayang, tak lama kemudian panitia mengumumkan melalui pengeras suara bahwa kedua spanduk itu harus dicopot. Salah seorang pihak keamanan mendatangi koordinator aksi (PPK) dan meminta spanduk itu diturunkan.

“Mas tolong ya spanduknya diturunkan, karena kalau masih ada spanduk ini Tim Suriah gak mau main,” ujar koordinator PPK, Ahmad Suroso menirukan suara petugas keamanan GBK, seperti diberitakan Kiblat.net. Sementara satu spanduk lainnya disita oleh petugas.

Selanjutnya Ahmad Suroso menjelaskan maksud aksi PPK. “Sepakbola memang tak boleh dicampuri urusan politik, namun jika ada tragedi kemanusiaan sudah lazim para pemain sepakbola boleh menyuarakan kepeduliannya.”

Contohnya, saat gempa atau bencana lainnya, pemain biasa memakai ban hitam di bahunya. “Bahkan di Liga Italia pun sempat terpampang spanduk dukungan untuk Palestina,” imbuhnya.

Ia menambahkan, spanduk ini bertujuan untuk menyampaikan pesan bahwa di Suriah ada tragedi kemanusiaan. Sengaja dipasang di GBK agar pesan ini sampai kedua belah pihak baik masyarakat Indonesia maupun Suriah, bahwa masih ada yang peduli kepada tragedi kemanusiaan, yang oleh PBB disebut sebagai, paling buruk di dunia itu. (Fajar Kiblat)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.