SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 34 warga sipil, termasuk sembilan anak-anak, tewas dalam serangan udara Rusia di feri Sungai Efrat di dekat kota Deir Al Zour, Suriah, menurut sebuah kelompok pemantau pada Ahad (10/9/2017), Aljazeera melaporkan.
Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, mengatakan bahwa serangan udara pada hari Ahad tersebut menargetkan “lebih dari 40 feri” yang meninggalkan kota al-Boulil di barat daya Deir Al Zour menuju pantai timur Sungai Efrat.
Pihak berwenang Rusia tidak bersedia memberikan tanggapan langsung.
Serangan hari Ahad terjadi saat pasukan Suriah meluncurkan serangan terhadap kelompok Islamic State (IS) di seluruh provinsi Deir Al Zour dengan dukungan udara militer Rusia.
Menurut saluran War Media yang dioperasikan oleh sekutu rezim Suriah Syiah Hizbullah, pasukan Suriah menguasai sepenuhnya jalan sepanjang 450 km yang menghubungkan ibu kota, Damaskus, ke Deir Al Zour untuk pertama kalinya dalam empat tahun.
“Tentara Suriah dan sekutu-sekutunya sekarang mengendalikan seluruh jalan raya internasional antara Deir Al Zour dan Damaskus, melalui kota-kota di Sukhna dan Palmyra,” katanya, merujuk pada kota-kota Suriah lainnya yang direbut dari IS.
Aliansi pasukan Kurdi Suriah dan Arab yang didukung oleh Amerika Serikat juga sedang bergerak melawan IS di Deir Al Zour.
Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pada hari Sabtu mengumumkan telah mulai membersihkan pasukan IS dari daerah timur sungai Efrat, yang melintas secara diagonal di seluruh provinsi tersebut.
Pada hari Ahad, Observatorium mengatakan bahwa SDF telah melakukan serangan, merebut wilayah yang berjarak hanya beberapa kilometer dari kota Deir Al Zour.
“Mereka menguasai puncak bukit tujuh kilometer dari tepi timur Sungai Efrat,” kata Abdel Rahman.
Dia menghubungkan kemenangan cepat tersebut dengan fakta bahwa “bagian timur Deir Al Zour adalah gurun dan tidak padat penduduknya”.
Provinsi Deir Al Zour yang kaya minyak berbatasan dengan Irak dan merupakan hadiah strategis bagi SDF dan tentara Suriah.
Sejak tahun 2014, IS telah menguasai sekitar 60 persen kota dan sebagian besar provinsi di sekitarnya.
