Sirah Community: Mayoritas Kitab Terjemahan Sirah Nabawiyah ar-Rahiq al-Makhtum Masih Gunakan Naskah Lawas Tahun 1979

Sirah Community: Mayoritas Kitab Terjemahan Sirah Nabawiyah ar-Rahiq al-Makhtum Masih Gunakan Naskah Lawas Tahun 1979

CIPUTAT (jurnalislam.com)– Peneliti Sirah Community Indonesia, Asep Sobari Lc dan Husna Robbi Radhiyya pada Selasa, (28/7/2026) mengikuti Simposium Sejarah Islam di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah.

Pada kesempatan itu Sirah Community mempresentasikan artikel ilmian bertajuk “Missunderstanding Sirah Nabawiyah: Kesalahan Penerjemahan dalam Buku Sirah Ar-Rahiq al-Makhtum pada Beberapa Edisi Cetakan Indonesia Suatu Analisis Kritis Terhadap Kualitas Alih Wahana Teks Historiografi Islam”.

Penelitian ini membatasi jumlah buku terjemahan yang diteliti sebanyak lima buku dari lima penerbit berbeda. Di antaranya ialah Pustaka Al-Kautsar, Darul Haq, Ummul Quro, Gema Insani dan Qisthi Press.

“Kemunculan ide untuk mendalami topik penelitian ini dimulai dari interaksi antara guru dan murid dalam kelas-kelas Sirah Nabawiyah, baik yang digelar Sirah Community Indonesia melalui kelas Madrasah Sirah Nabawiyah (2014), maupun dalam kelas-kelas sirah lainnya seperti dengan komunitas Indonesia Sirah Institute (2019) yang diampu oleh penulis,” tukas Asep Sobari, Lc, pendiri Sirah Community Indonesia.

Dalam sesi diskusi interaktif, saat penyampaian materi Sirah Nabawiyah di kalangan majelis taklim dan komunitas pecinta Sirah Nabawiyah, sering didapati adanya kesalahpahaman dalam menganalisis peristiwa yang terjadi dalam Sirah Nabawiyah.

“Setelah ditelusuri dan dikejar sumbernya, rupanya kesalahpahaman itu didapat dari bahan bacaan para pengkaji Sirah Nabawiyah, yang mengandalkan buku terjemahan yang umum beredar di Indonesia,” tukas alumni Universitas Islam Madinah ini.

Penelitian ini juga menemukan bahwa buku-buku terjemahan ar-Rahiq al-Makhtum yang beredar di Indonesia, mayoritas merupakan terjemahan versi tahun 1979. Yaitu versi yang pertama kali naskah ini menempati juara pertama lomba penulisan Sirah Nabawiyah pada Muktamar Islam Pertama tentang Sirah Nabawiyah yang diadakan pada tahun 1396 H/1976 M di Pakistan oleh Rabithah ‘Alam Islami.

Kemudian, naskah tersebut diterbitkan oleh Penerbit Darussalam, Riyadh, Arab Saudi pada tahun 1979, setelah adanya tambahan-tambahan dan editing penulisan dari penerbit.

“Padahal, kitab tersebut sudah mengalami beberapa kali revisi. Revisi yang paling dianggap final ialah versi tahun 1994. Namun Shafiyurrahman Al Mubarakfuri masih menambah catatannya pada cetakan Penerbit Darul Wafa tahun 2010,” tambahnya.

Hal ini sebagamana telah diuraikan oleh penelitian dari cendekiawan Muslim asal Malaysia, Syihabudin Ahmad yang telah mengkaji perbandingan antara naskah ar-Rahiq al-Makhtum edisi 1979 dan edisi tahun 1994.

Dari berbagai sampel penelitian yang ada, didapati bahwa buku-buku terjemahan ar-Rahiq al-Makhtum dari penerbit Ummul Quro, Gema Insani, Pustaka Al Kautsar dan Darul Haq mengambil versi terjemahan 1979.

Wabilkhusus, pada cetakan penerbit Ummul Quro, meskipun telah dilengkapi edisi at-Tahqiq ala Kitab ar-Rahiq al-Makhtum karya Abu Abdirrahman Mahmud bin Muhammad Al-Malah dalam catatan kakinya, namun naskah aslinya masih identik dengan edisi versi tahun 1979. Sementara Qisthi Press, satu-satunya penerbit dalam sampel penelitian ini yang telah mengadopsi versi tahun 1994.

Temuan dari penelitian ini, sejujurnya sangat mengapresiasi upaya para penerbit Islam yang dengan giat telah berusaha menyebarkan sumber pengetahuan terkait sosok pribadi agung Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam.

Namun, temuan penelitian ini dapat memberikan peta kesalahan yang dapat menjadi acuan revisi bagi penerbit dan penerjemah, sekaligus menegaskan urgensi kompetensi filologi dan kritik sumber dalam menerjemahkan literatur sirah agar historiografi Islam di Indonesia tidak terdistorsi oleh kesalahan alih bahasa yang berulang.

Bagikan