Satu Lagi Tahanan Palestina Tewas di Penjara Israel, Jumlah Korban Terus Bertambah

Satu Lagi Tahanan Palestina Tewas di Penjara Israel, Jumlah Korban Terus Bertambah

GAZA (jurnalislam.com)- Seorang tahanan Palestina kembali meninggal dunia dalam tahanan Israel, menambah panjang daftar kematian warga Palestina di penjara-penjara Zionis.

Hassan Issa al-Qasha’leh, warga kota Rahat di wilayah Negev, dilaporkan meninggal pada Kamis (1/1/2026) di dalam Penjara Beersheba, Israel selatan. Kabar tersebut disampaikan kantor berita resmi Palestina, WAFA.

Menurut laporan WAFA, al-Qasha’leh telah ditahan di penjara Israel selama lebih dari 13 bulan dan seharusnya dibebaskan dalam waktu enam bulan ke depan.

Sebelumnya, Layanan Penjara Israel mengonfirmasi kematian seorang tahanan Palestina yang ditahan dengan status penahanan administratif, namun enggan mengungkap identitas korban. Otoritas penjara Israel menyatakan telah membentuk tim investigasi khusus, seraya mengklaim bahwa penyebab kematian masih belum diketahui.

Kematian al-Qasha’leh terjadi di tengah meningkatnya laporan tentang kondisi penahanan yang memburuk secara drastis di fasilitas-fasilitas penjara Israel.

Organisasi-organisasi hak asasi manusia Palestina memperingatkan bahwa ribuan warga Palestina saat ini ditahan dalam kondisi yang tidak manusiawi. Mereka menyoroti adanya pelanggaran sistematis, termasuk penyiksaan, kelaparan, pengabaian medis, serta pelecehan fisik dan seksual terhadap para tahanan.

Kelompok-kelompok tersebut menegaskan bahwa praktik-praktik ini berkontribusi langsung terhadap meningkatnya angka kematian di kalangan tahanan Palestina.

Kantor Media Tahanan Palestina menyatakan bahwa kebijakan isolasi, penindasan, dan pengabaian yang disengaja oleh otoritas Israel terus berlangsung dan berdampak serius terhadap kesehatan fisik serta keselamatan para tahanan.

“Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas keselamatan para tahanan Palestina,” tegas kantor tersebut, seraya memperingatkan akan adanya konsekuensi serius jika kebijakan penahanan yang ada terus berlanjut. Mereka juga menyerukan intervensi hukum dan kemanusiaan yang mendesak untuk menghentikan pelanggaran yang terus terjadi di dalam penjara-penjara Israel.

Otoritas Palestina memperkirakan lebih dari 9.300 warga Palestina saat ini ditahan di penjara-penjara Israel, termasuk lebih dari 50 perempuan dan sekitar 350 anak-anak. Angka tersebut belum termasuk tahanan yang ditempatkan di kamp-kamp militer Israel.

Sejak Oktober 2023, kelompok-kelompok Palestina mencatat sedikitnya 100 tahanan Palestina telah meninggal dunia dalam tahanan Israel, sebuah angka yang mencerminkan krisis kemanusiaan yang semakin mengkhawatirkan. (Bahry)

Sumber: TRT

Bagikan