Responsive image

Rusia Bantah Tuduhan AS sebagai Penyebar Berita Palsu Penyebab Krisis Qatar

Rusia Bantah Tuduhan AS sebagai Penyebar Berita Palsu Penyebab Krisis Qatar

RUSIA (Jurnalislam.com)Moskow pada hari Rabu (7/6/2017) menolak tuduhan bahwa hacker Rusia membantu memicu krisis diplomatik di sekitar Qatar, setelah CNN melaporkan bahwa pejabat AS percaya Rusia menyebarkan sebuah berita palsu, lansir World Bulletin.

“Apapun yang terjadi, itu adalah hacker. Ini adalah klaim basi dan seperti sebelumnya tidak ada bukti, namun kesimpulan ditarik sebelum kejadian tersebut diselidiki,” katanya.

CNN melaporkan pada hari Selasa pejabat intelijen AS percaya bahwa hacker Rusia menyebarkan sebuah berita palsu yang menyebabkan Arab Saudi dan beberapa sekutunya memutuskan hubungan dengan Qatar.

Pakar FBI mengunjungi Qatar pada akhir Mei untuk menganalisis dugaan pelanggaran cyber yang membuat para peretas menempatkan berita palsu tersebut di kantor berita negara Qatar, kata penyiar AS.

Laporan tersebut mencakup komentar dari penguasa emirat yang tampak ramah terhadap Israel dan Iran dan meragukan berapa lama Presiden AS Donald Trump akan tetap menjabat.

Arab Saudi kemudian mengutip berita palsu tersebut sebagai alasan untuk memberlakukan blokade diplomatik dan ekonomi melawan Qatar, kata laporan tersebut.

Peretas Rusia saat ini menjadi pusat perhatian internasional setelah laporan bahwa Kremlin meluncurkan serangan cyber untuk mengatur pemungutan suara presiden AS tahun lalu.

Moskow berulang kali membantah bahwa mereka berada di balik serangan hacking terhadap AS dan serangkaian pelanggaran cyber lainnya yang diduga terjadi di luar negeri

Bagikan
Close X