Rezim Syiah Assad Membom Aleppo di Hari Idul Fitri

Rezim Syiah Assad Membom Aleppo di Hari Idul Fitri

aleppoSURIAH (Jurnalislam.com) – Rezim Nushairiyah Assad melanggar gencatan senjata tiga hari dengan melakukan serangan udara dan pemboman di provinsi Aleppo, wilayah yang dikuasai mujahidin Suriah, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights) yang berbasis di Inggris, Rabu (06/07/2016).

Pesawat perang rezim Syiah Assad menjatuhkan bom di wilayah Aleppo utara pada hari Rabu, sementara pasukan daratnya menembakkan peluru di kota terdekat Anadan.

Serangan tersebut dibalas oleh mujahidin Suriah dengan menembakkan peluru ke kota al-Zahra, kata Observatorium.

Pemerintah rezim Syiah Bashar al-Assad sebelumnya secara sepihak menyatakan gencatan senjata tiga hari, yang direncanakan berlangsung hingga akhir Jumat (08/07/2016), menurut kantor berita rezim SANA.

Gencatan senjata bertepatan dengan dimulainya Idul Fitri, yang menandai akhir bulan suci Ramadhan.

Sebuah upaya regime of calm (rezim yang tenang) selama 72-jam akan diterapkan di seluruh negeri sampai 8 Juli tengah malam, kata rezim Suriah dalam sebuah pernyataan ulang di media lokal.

Dalam pernyataan yang diposting online, koalisi oposisi Suriah mengatakan setuju dengan rencana gencatan senjata selama Idul Fitri.

“Sampai sekarang, (pemerintah) tidak mematuhi apa yang telah mereka umumkan dengan meluncurkan sejumlah serangan di berbagai daerah hari ini,” kata pernyataan itu.

Pernyataan itu mengatakan aliansi oposisi menyambut baik upaya internasional yang berujung pengumuman dari rezim Bashar al-Assad, tetapi hasilnya serangan tidak juga berhenti.

Juru bicara Jaish al Islam, Islam Alloush, mengatakan: “Rezim membuat pengumuman ini murni hanya untuk melarikan diri dari tekanan internasional, saya tidak berpikir sesuatu telah berubah..”

Jaish al Islam mengatakan dalam sebuah pernyataan terpisah bahwa, meskipun gencatan senjata diumumkan, pemerintah dan pasukan sekutu telah menyerang kota Maydaa, di Timur Ghouta wilayah timur Damaskus. Maydaa telah dikendalikan oleh Jaish al Islam.

Gencatan senjata yang ditengahi oleh kekuatan asing pada bulan Februari dalam memfasilitasi perundingan untuk mengakhiri perang global selama lima tahun telah banyak dilanggar rezim Assad di sejumlah daerah di barat negara itu.

Gencatan senjata parsial bentukan Moskow dan Washington tersebut disepakati oleh banyak milisi oposisi, tetapi tidak termasuk Jabhah Nusrah dan sekutunya yang merupakan afiliasi al-Qaeda di Suriah.

Sejak itu, tentara Suriah dan militer Rusia, yang mendukung rezim Suriah Bashar al-Assad, telah mengumumkan sejumlah gencatan senjata lokal sementara di daerah pertempuran sengit.

Tapi serangan udara dan pertempuran sering dilanggar setelah dideklarasi oleh rezim Suriah dan Rusia hingga kini.

 

Deddy | SOHR | Aljazeera | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X