Rekomendasi PBNU Soal Presiden Dipilih MPR Akan Dikaji

Rekomendasi PBNU Soal Presiden Dipilih MPR Akan Dikaji

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKB, Jazilul Fawaid, mengatakan, rekomendasi PBNU yang mengusulkan pemilihan presiden melalui MPR menjadi bahan kajian penting institusi.

Ia yakin rekomendasi PBNU telah berdasarkan kajian mendalam dengan melihat manfaat dan kerugian ketika pemilihan presiden secara langsung.

“Kami sebagai pimpinan MPR akan mendengarkan dan memasukan rekomendasi itu sebagai bahan kajian penting. Namun kembali pada kehendak masyarakat karena ini sudah terlanjur dengan pemilihan langsung,” kata dia, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Ia menilai rekomendasi PBNU itu berdasarkan kajian para ulama PB NU yang mempertimbangkan sisi manfaat dan kerugiannya. Ia mencontohkan biaya sosial yang tinggi dalam pelaksanaan Pemilu langsung sehingga lebih baik dikembalikan ke MPR.

“Saat ini kalau kita kalkulasi biaya untuk memilih presiden, kita membutuhkan Rp24 triliun. Kalau dipilih melalui MPR, tidak akan sampai segitu bahkan bisa berkurang 80 persen untuk memilih seorang kepala daerah,” ujarnya.

Menurut dia, dalam pemilihan langsung, biaya yang dikeluarkan calon juga besar dan juga kerugian sosial di sebuah daerah. Ia mengatakan, untuk pembiayaan Pilkada langsung di satu daerah bisa menghabiskan biaya Rp20 miliar namun kalau pemilihan di DPRD biayanya hanya Rp1 miliar.

“Fraksi PKB akan menerima itu sebagai masukan, nasihat sekaligus kami akan berfikir apakah nanti ide atau arahan dari PBNU akan diterima dari semua fraksi yang ada,” katanya.

Menurut dia, kalau semua fraksi menerima rekomendasi PB NU maka PKB berhasil meyakinkan apa yang menjadi rekomendasi PBNU.

Sumber: republika.co.id

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X