Rayakan Tahun Baru Islam, Griya Al-Qur’an Surabaya Wisuda 206 Hafidz

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Banyak cara yang dilakukan untuk merayakan tahun baru Islam. Griya Al Qur’an Surabaya, mengumpulkan para ratusan penghafal Al-Qur’an untuk merayakan datangnya tahun 1440 Hijriyah itu.
Dalam acara yang dibungkus dengan nama Majelis Pecinta Al Qur’an ini, panitia memilih tuna netra yang hafal 30 juz sebagai inspiratornya.
Selasa (11/9/2018), di gedung DBL Arena Surabaya, 206 penghafal Al-Quran dikumpulkan dalam acara Majelis Pecinta Al Qur’an. Tidak hanya itu ratusan penghafal Al-Qur’an itu juga diwisuda secara bersama-sama yang disaksikan sekitar 2000 masyarakat yang hadir.

“Para wisudawan itu sudah melalui seleksi yang ketat,” ujar Wirawan Dwi, Ketua Panitia kegiatan itu.

Semua calon wisudawan, ujarnya, selalu melalui 5 tahap, pendaftaran, tes, pembinaan, tasmi’ dan wisuda.  Semua peserta yang mendaftar akan dites.

“Jika tidak lulus, kami memberi kesempatan berikutnya di tahun depan,” ujar Wirawan. Yang tidak lulus, tambahnya, biasanya belum memenuhi kaidah bacaan yang benar.

Majelis Pecinta Al-Qur’an

Para Penghafal Al Qur’an Dites Ketat

Setelah tahap tes, para calon wisudawan akan mendapatkan pembinaan dan tasmi’. “Tasmi’ itu proses memperdengarkan semua hafalannya kepada para ustadz Griya Al Qur’an, semuanya bahkan yang 30 juz sekalipun, harus diperdengarkan. Lalu para ustadz kami akan membacakan ayat secara acak, lalu mereka meneruskannya,” tambah pria yang juga menjadi Public Relations Griya Al Qur’an ini.

Wirawan kemudian melanjutkan bahwa setelah proses itu, baru mereka bisa mengikuti wisuda.

Para penghafal Al Qur’an itu terbagi dari beberapa tingkatan hafalan, ada yang 2 juz, 5 juz dan kelipatannya hingga tuntas 30 juz. “Sebagian besar para wisudawan, di atas 40 tahun, bahkan ada yang 70 tahun lebih,” kata Wirawan.

Dalam wisuda ke 7 Griya Al Qur’an ini, juga mendatangkan para inspirator Al Qur’an, yaitu Sri Lestari, wanita 67 tahun yang berhasil menghafalkan  17 juz Al Qur’an setelah pension. “Beliau ini 8 tahun lalu mendaftar di Griya Al Qur’an, dan saat dites, masuk di kelas dasar 2, masih tahap mengenal huruf. Sekarang beliau sudah hafal 17 juz,” ujarnya.

Inspirator Al Qur’an lain yang tepilih adalah Arifin Sholeh, pengusaha yang punya hafalan sebanyak 15 juz. Dalam pertemuan itu Arifin mengatakan, “Saya awal-awal dulu menghafal satu surat selama 2 bulan, kemudian setelah menguatkan niat, dalam setahun dapat 10 juz,” ujar Arifin.

“Dulu, saya merasa tidak punya waktu untuk menghafal Al Qur’an, dan benar, Allah mengabulkan, waktu saya sempit sekali, benar-benar tidak  sempat. Padahal saat saya berniat, justru Allah memudahkan. Semua tergantung niat kita,” pesannya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.