Rakyat Palestina Takkan Biarkan Siapapun Mengakui Jerusalem sebagai Ibukota Israel

22 April 2018
Rakyat Palestina Takkan Biarkan Siapapun Mengakui Jerusalem sebagai Ibukota Israel
Presiden Palestina Mahmoud Abbas

TEPI BARAT (Jurnalislam.com) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, rakyat Palestina tidak akan pernah mengijinkan negara manapun untuk membuka kedutaan untuk Israel di Jerusalem.

Pernyataan itu disampaikan Mahmoud Abbas dalam sebuah pertemuan di Ramallah, Tepi Barat pada Sabtu (21/4/2018).

“Rakyat Palestina tidak akan membiarkan Donald Trump atau siapapun yang mengklaim Jerusalem sebagai ibukota Israel,” tegasnya dilansir kantor berita WAFA.

“Pemerintah Palestina akan melawan keputusan Trump dan tidak akan membiarkan negara manapun memindahkan kedutaannya ke Jerusalem sampai konflik Palestina-Israel dapat diselesaikan,” kata Mahmoud.

Abbas menegaskan lagi bahwa Jerusalem Timur adalah Ibukota Palestina yang terbuka untuk semua agama.

“Jerusalem Timur adalah tempat lahirnya tiga agama Ibrahim: Islam, Kristen, dan Yahudi. Para penganutnya dapat berkunjung kesini, berdoa dan dengan bebas memenuhi kewajiban agamanya. Kita selalu mengatakan bahwa Jerusalem Timur adalah ibukota negara kami (Palestina) dan terbuka untuk semua agama,” paparnya.

Abbas juga mengimbau orang arab dan umat Islam untuk mengunjungi negerinya yang dijajah, khusunya Jerusalem.

Sebagaimana diketahui, pada 6 Desember tahun lalu, Donald Trump mengumumkan secara sepihak bahwa Jerusalem adalah ibukota Israel. Keputusan tersebut menuai kecaman dari umat Islam di seluruh dunia dan kemarahan rakyat Palestina.