Poligami di Mata Muhammadiyah

Poligami di Mata Muhammadiyah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sejumlah pihak ikut berkomentar terkait poligami, PP Muhammadiyah diantaranya. Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pustaka dan Informasi, Dadang Kahmad menegaskan bahwa poligami merupakan salah satu ajaran Islam, dan tertera jelas dalam Alquran.

“Alquran membolehkan muslim berpoligami jika dalam keadaan tertentu,” katanya dilansir Republika.co.id, Senin (17/12/2018).

Maksud dari keadaan tertentu, lanjut Dadang, salah satunya adalah ketika banyak anak menjadi yatim karena ayahnya gugur di medan perang. Sehingga banyak wanita yang menjadi janda dan harus membesarkan anaknya seorang diri.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fahmi Salim menjelaskan, bentuk-bentuk yang melanggar ajaran Islam dan Pancasila itu bukan poligami, melainkan suatu tindakan yang telah umum diketahui masyarakat.

Fahmi Salim

“Free sex, perselingkuhan, kumpul kebo, perzinahan, kawin kontrak (mut’ah), kawin sejenis, prostitusi anak dan prostitusi LGBT. Itu baru benar dinyatakan bukan ajaran Islam dan tidak sesuai Pancasila,” ungkapnya dalam akun Facebook resminya, Ahad (16/12/2018).

“Karena bukan bersumber dari ajaran Tuhan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dan harus diberantas, tak boleh dilindungi di bumi NKRI yang berlandaskan Pancasila,” tambahnya.

Sebelumya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan memperjuangkan larangan poligami untuk pejabat publik, baik di tingkat eksekutif, legislatif, yudikatif hingga aparatur sipil negara (ASN).

Bahkan, langkah itu sudah dimulai PSI dengan melarang kadernya beristri lebih dari satu orang, atau jika kader mereka nanti terpilih menjadi anggota dewan.

Selain itu, PSI juga bermaksud merevisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, terutama yang mengizinkan praktik poligami.

Sebenarnya tidak hanya satu kali ini saja PSI membuat wacana kontroversial. Sebelumnya partai pendatang baru di pemilihan umum (Pemilu) 2019 ini juga menolak adanya peraturan daerah (perda) agama. Yaitu menolak perda syariah dan perda injil. Praktis wacana-wacana kontroversial PSI ini menuai polemik di masyarakat.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.