Pilih Mengungsi, Korban Tsunami Masih Belum Berani Pulang

Pilih Mengungsi, Korban Tsunami Masih Belum Berani Pulang

SERANG (Jurnalislam.com) – Suasana mencekam masih melanda daerah terdampak Tsunami Selat Sunda. Dalam pantauan Jurnalislam.com, Senin (24/12/18) di sepanjang jalan pesisir pantai dari kecamatan Cinangka daerah terdekat dengan kota Cilegon yang terdampak tsunami sampai ke daerah Carita tampak puing-puing reruntuhan, bangunan-bangunan, dan lahan-lahan bekas sapuan tsunami.

Meski beberapa titik puing-puing telah dibersihkan oleh alat-alat berat dan beberapa mobil pribadi korban tsunami telah diangkut oleh utusan pemiliknya, namun masih perlu waktu lagi untuk membersihkan sisa-sisa tsunami.

Angin pun masih terasa kencang, air laut masih belum terlihat tenang, cuaca pun tak menentu, agak terang, gerimis dan hujan bergantian. Tampak sibuk mobil-mobil dari arah kota Cilegon membawa bantuan-bantuan logistik dan relawan.

Warga di kecamatan Cinangka disiang hari beberapa sudah mulai memberanikan diri pulang ke rumah untuk membersihkan rumah mereka akibat tsunami, bahkan ada beberapa warga yang mulai aktifitas berjualan.

Mini market-mini market pun sudah aktif berjualan. Namun, menjelang maghrib warga kembali ke tempat pengungsian di dataran yang lebih tinggi. Mereka mengungsi di rumah-rumah warga, mushola dan masjid.

“Saya kalau siang pulang ke rumah, untuk beres-beres, banyak sampah dari tsunami di rumah saya, tapi mau maghrib saya ke pengungsian lagi, masih takut kalau tsunami datang malam” cerita bu Ebeg warga Bulakan Cinangka kepada Jurnalislam.com.

Sejak senin pagi  proses pencarian jenazah masih tetap berlangsung, dan ditemukan 5 jenazah di pantai kecamatan Cinangka tercatat hingga senin sore pukul 17.00 WIB, 2 jenazah diantaranya belum terindentifikasi.

“Tadi pagi sebelum apel pagi ditemukan 2 jenazah di pesisir pantai, mereka mengambang dan menepi sendiri, 2 lagi di temukan pasca apel pagi, dan 1 jenazah lagi setelah break siang” ujar Arif salah satu tim SAR dari Jawa Tengah.

 

Total korban berdasarkan data dari posko utama kacamatan Cinangka hingga hari Senin (24/12/18) pukul 17.00 WIB tercatat korban 12 luka ringan, 14 luka berat dan 17 meninggal dunia, 2 dari korban meninggal dunia belum teridentifikasi. Kebanyakan korban berasal dari wisatawan lokal.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X