Permintaan Zona Larangan Terbang Ditolak, Ukraina: NATO Beri Lampu Hijau Pesawat Pembom Rusia

Permintaan Zona Larangan Terbang Ditolak, Ukraina: NATO Beri Lampu Hijau Pesawat Pembom Rusia

UKRAINA(Jurnalislam.com))–NATO telah menolak permintaan Ukraina untuk zona larangan terbang, penolakan itu memicu kritik keras dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang mengatakan langkah itu seperti memberi lampu hijau pada serangan pemboman Rusia di negaranya.

Jens Stoltenberg, sekretaris jenderal NATO, mengumumkan keputusan tersebut setelah pertemuan darurat dari aliansi 30-anggota di Brussels. Dia mengatakan membantu Ukraina melindungi langitnya dari rudal dan pesawat tempur Rusia akan membutuhkan pasukan NATO untuk menembak jatuh pesawat Rusia, sebuah langkah yang dapat mengakibatkan “perang total di Eropa yang akan melibatkan lebih banyak negara”.

“Kami bukan bagian dari konflik ini,” katanya.

“Kami memiliki tanggung jawab sebagai sekutu NATO untuk mencegah perang ini meningkat di luar Ukraina karena itu akan lebih berbahaya, lebih menghancurkan dan akan menyebabkan lebih banyak penderitaan manusia.” sambungnya.

Sementara itu, Presiden Ukraina mengkritik keputusan itu dalam pidato yang emosional.

“Hari ini ada KTT NATO, KTT yang lemah, KTT yang membingungkan, KTT di mana jelas bahwa tidak semua orang menganggap pertempuran untuk kebebasan Eropa sebagai tujuan nomor satu,” kata Zelenskyy dalam pidato yang disiarkan televisi pada Jumat malam (04/03/2022).

“Hari ini, kepemimpinan aliansi NATO telah memberi lampu hijau untuk pemboman lebih lanjut di kota-kota dan desa-desa Ukraina, setelah menolak untuk menetapkan zona larangan terbang.” tegasnya.

Rusia menginvasi Ukraina melalui darat, laut dan udara sejak 24 Februari, Rusia menyebutnya sebagai “operasi militer khusus” yang bertujuan untuk mengusir “neo-Nazi” yang memerintah negara itu. Serangan yang berlangsung sembilan hari ini telah menewaskan dan melukai ribuan orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang meninggalkan Ukraina mencari perlindungan.

Menurut Zelenskyy sekarang NATO juga memikul tanggung jawab atas kematian di Ukraina.

“Semua orang yang mati mulai hari ini juga akan mati karena Anda, karena kelemahan Anda, karena kurangnya persatuan Anda,” pungkasnya. (Bahri)

Sumber: Al Jazeera

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.