Peran Strategis Imuwan Muslimah dalam Sejarah Islam

Peran Strategis Imuwan Muslimah dalam Sejarah Islam

Oleh : Hardita Amalia, S.Pd.I, M.Pd.I*

(Jurnalislam.com)–Hampir 14 abad khilafah Islam berjaya di seantero negri Islam di terapkan secara paripurna dalam semua sendi kehidupan termasuk dalam aspek pendidikan.

Hingga kita melihat penerapan Islam membuahkan hasil gemilang termasuk di kalangan muslimah.

Munculnya banyak tokoh ilmuwan muslimah yang memiliki kontribusi besar dalam kehidupan bahkan kita bisa merasakan hasil penemuannya yang memiliki benefit yang luar biasa kepada manusia diera kini.

Diantara ilmuwan muslimah pada era khilafah Islam yang mampu menorehkan prestasi luar biasa.

Ada Mariyam “Al-Astrolabiya” al-Ijliya .Maryam hidup sekitar Abad 10 masehi. Sayangnya, tidak banyak yang diketahui tentang identitasnya.

Bahkan nama Mariyam pun adalah nama yang disandangkan padanya oleh the Syrian Archaeological Society.

Dan “Al-Astrolabiya” tidak lain adalah julukan yang diberikan oleh para ilmuan Eropa kepadanya atas jasanya dalam bidang astronomi.

Orang-orang lebih banyak mengenalnya melalui karyanya yang luar biasa, yaitu Astrolabe.Astrolabe yang berarti (star finder) atau alat pemburu bintang, adalah GPS pertama di dunia.

Inilah alat pertama yang digunakan untuk menentukan lokasi, waktu (tahun, bulan dan tanggal), dan peredaran matahari.

Menurut Harold Williams seorang ahli di bidang astrofisika (Astrophysicist), Astrolabe adalah alat penghitung astronomi yang paling penting sebelum komputer digital ditemukan, dan instrumen observasi astronomi yang paling penting sebelum teleskop ditemukan.

Mariyam membuat desain dan teknik pembuatannya lebih rumit, inovatif dan lebih presisi.

Menurut Prof. Saleem Al-Husaini, yang dikutip dari Arab Times, “Mariyam adalah Muslimah pertama pembuat cikal alat transportasi dan komunikasi untuk dunia modern.

Pekerjaan yang dilakukannya rumit dan berkaitan dengan persamaan matematis tapi ia mampu membuktikan kemampuannya dalam bidang ini.

Peran Muslimah dari Masa ke Masa

Sejak masa Rasulullah ﷺ berdakwah di Mekkah hingga masa kekhilafahan Islam, kaum Muslimah turut berkiprah di tengah masyarakat.

Mereka melaksanakan perannya sebagai ummun wa robbatul bait, aktif beramar ma’ruh nahyi munkar, hingga berkontribusi dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Misalnya, Ummul Mukminin, Aisyah binti Abu Bakr. Ia memiliki keahlian khusus dalam administrasi, ahli hadis, fiqih, seorang pendidik, dan seorang orator.

Dalam bidang medis, sosok Rufaida Al Islamiyyah dikenal sebagai perawat Islam pertama dengan keahlian medisnya.

Dalam peperangan yang terjadi di berbagai Medan pertempuran, Rufaidah kerap merawat korban yang terluka dan sekarat di tenda-tenda yang didirikan kaum Muslimin. Keahlian medisnya ia kontribusikan untuk kemaslahatan kaum Muslimin.

Selain Rufaida, ada dua sahabiyah lain yang menggeluti bidang medis. Mereka adalah al-Ashifa binti Abdullah dan Nusaiba binti Harits al-Ansari.

Sejarah mencatat, mereka pernah merawat Rasulullah ﷺ ketika menderita luka-luka akibat peperang. ( Republika, 28 April 2010) Dalam bidang matematika, adalah Sutaita al-Mahamali salah satu Muslimah yang tercatat dalam sejarah Islam sebagai sosok ilmuwan pakar matematika.

Ia merupakan ilmuwan Muslimah yang hidup di abad ke – 10 H masa kekhilafahan Abbasiyah.

Kemahiran yang ia torehkan dalam bidang matematika berhasil memecahkan solusi sistem persamaan dalam matematika.

Catatannya tentang sistem persamaan tersebut kini banyak dikutip oleh para matematikawan lainnya. Selain itu, ia juga seorang pakar dalam bidang ilmu hadis, sastra Arab dan hukum dan seorang saksi ahli di pengadilan.

Ilmuwan Matematika lainnya adalah Labana dari Cordoba, Spanyol. Labana adalah salah satu dari beberapa matematika perempuan Islam yang banyak bergelut dalam ilmu-ilmu eksakta.

Ia juga bisa memecahkan masalah geometri dan aljabar yang paling kompleks yang dikenal di zamannya. Karenakeluasan ilmu dan literatur umum yang diperolehnya, ia dipekerjakan menjadi sekretaris pribadi Umayyah Khalifah SpanyolIslam, al-Hakam II. Kontribusi ilmu matematika saat itu ditujukan untuk melakukan perhitungan warisan sesuai dengan aturan hukum Islam.

Sehingga ilmu matematika sangat bermanfaat digunakan dalam perhitungan dan aritmatika yang terkait dengan perhitungan successoral (fara’idh dan mawarith).

Peran Strategis Muslimah

Islam agama rahmatan lil’alamin dan agama yang sempurna yang mengatur beragam aspek kehidupan.

Islam juga menempatkan perempuan pada kedudukan yang mulia dimana Islam memberikan kesempatan setinggi – tingginya bagi para perempuan untuk mengoreskan amal kemuliaan dalam menuntut ilmu dan berkontribusi bagi umat.

Semua itu dilakukan tanpa menghilangkan peran utamanya sebagai umm warabatul bayt ( ibu dan manajer rumah tangga ) karena menuntut ilmu juga mengamalkannya.

Bagi muslim, merupakan aktivitas ibadah yang diperintahkah oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana firman-Nya dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56: “Keutamaan orang-orang yang menuntut ilmu telah dijamin oleh Allah subhanahu wa ta’ala di dalam Al-Qur’an:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” (QS Al-Mujadilah [58]: 11).

Penerapan Islam pada era Khilafah Islam menjadikan laki- laki dan perempuan bersinergis dalam amal sholih semua sama tidak ada pembeda.

Keberadaan keduanya di tengah-tengah masyarakat tidak dapat dipisahkan. Karena itu, aktivitas politik dalam pengertian riayah syu’unil ummah atau pengaturan urusan umat bukan hanya kewajiban laki-laki saja, melainkan juga merupakan kewajiban kaum perempuan sebagai bagian dari umat.

Dan Terbukti,pada realitas history bahwa  negara khilafah yang kaya akan visi keumatan telah memproduksi banyak ilmuwan Muslimah sholihah, dengan kapasitas multi disiplin ilmu.

*Penulis adalah seorang ibu yang aktif menulis buku juga mengajar di STAI PTDII. Founder Sekolah Ibu Pembelajar

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X