Pendidikan Dinilai Mampu Putus Rantai Kemiskinan

Pendidikan Dinilai Mampu Putus Rantai Kemiskinan

 JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama Fachrul Razi meyakini pendidikan cara terbaik memutus mata rantai kemiskinan dan keterbelakangan.

“Pendidikan yang berkualitas hanya didapatkan jika anak-anak ini belajar di lembaga pendidikan yang berkualitas. Karenanya, layanan pendidikan yang berkualitas merupakan suatu yang mutlak dan harus terus diperjuangkan dan diupayakan,” kata Menag saat menyampaikan sambutan di  Webinar Janji Pendidikan di Indonesia (The Promise Of Education in Indonesia) yang digelar oleh World Bank Jakarta, Rabu (18/11).

Menurut Menag, pendidikan harus berorientasi masa depan. “Pendidikan adalah untuk masa depan anak-anak,” tegasnya.

Karenanya, Menag menyambut baik dilaksanakannya kegiatan webinar yang bertajuk  The Promise of Education in Indonesia. “Tema ini penting dan strategis untuk mewujudkan janji pendidikan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Tahun 1945,” kata Menag.

Untuk itu, Menag menyampaikan terima kasih kepada Bank Dunia atas kontribusinya melalui berbagai studi dan penelitian dalam rangka memberikan masukan dan bahkan mungkin koreksi kritis kepada Pemerintah dalam upaya mewujudkan janji pendidikan dan memajukan kualitas pendidikan di Indonesia.

Terlepas dari fakta masih ada sejumlah tantangan penjaminan mutu pendidikan di Kementerian Agama, sebagaimana hasil penelitian Bank Dunia saat ini, satu hal yang tidak boleh dinegasikan adalah fakta bahwa keberadaan madrasah saat ini telah mengalami transformasi yang signifikan dan lompatan prestasi dalam kontribusinya mendukung kemajuan pendidikan nasional di Indonesia.

Saat ini Kementerian Agama membina 87 ribu madrasah dan satuan pendidikan keagamaan lainnya, dengan lebih 10 juta siswa. “Karenanya satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama termasuk sekolah-sekolah Keagamaan Kristen, Khatolik, Budha dan Hindu dituntut memberikan pelayanan terbaik agar siswa memiliki daya saing dan kompetensi abad 21 yang dibutuhkan saat ini,” tuturnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X