Pemuda Muhammadiyah Minta Jenazah MJ Diautopsi

14 Februari 2018
Pemuda Muhammadiyah Minta Jenazah MJ Diautopsi
Dahnil Anzar Simanjuntak

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak mendesak Densus 88 untuk menjelaskan kepada publik perihal kematian Muhammad Jefri (MJ). Kasus MJ dinilainya serupa dengan kasus Siyono pada tahun 2016 lalu.

Dahnil mengaku pihaknya menemukan banyak kejanggalan dalam kasus kematian MJ. Oleh sebab itu ia meminta jenazah MJ untuk diautopsi.

“Pertama, Saya menemukan sinyal banyak kejanggalan terkait dengan kematian MJ, oleh sebab itu agar sinyal kejanggal-kejanggalan tersebut tidak menjadi fitnah dan tuduhan terhadap Kepolisian,” ungkap Dahnil sebagaimana dilansir Sangpencerah.id,Rabu (14/2/2018).

“Penting agaknya, Densus 88, perlu menjelaskan secara terbuka hasil autopsi terhadap MJ, dan penting dilakukan autopsi yang lebih independent terkait sebab kematian MJ,” sambung Dahnil.

Dahnil menilai Densus 88 selama ini selalu bertindak reprensif dan arogan, kali ini, tidak diperbolehkannya keluarga melihat jenazah MJ, mengingatkannya kepada kasus kematian Siyono yang dikawal oleh Pemuda Muhammadiyah 1,5 tahun yang lalu.

“Terlepas dari apakah Muhammad Jeffri terlibat dalam jaringan terorisme atau tidak, Saya menganggap Densus 88 harus terbuka terkait dengan kematian Muhammad Jefri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dahnil mendorong keluarga MJ untuk berani mengadukan kasus ini ke Komnas HAM, sebab, ia tidak ingin memori kelam atas kematian Siyono yang tidak tuntas penyelesaian kasusnya kembali terulang, meski saat itu, hasil otopsi membuktikan bahwa penyebab kematian Siyono adalah penganiayaan.

“Kedua, Saran saya keluarga berusaha mencari keadilan secara aktif dan tidak perlu takut, Silahkan bawa kasus kematian MJ ke Komnas HAM agar bisa ditangani oleh institusi negara tersebut, untuk dibuktikan penyebab kematian MJ. Ini penting, dan polisi tidak boleh tertutup terkait dengan hal ini,” pungkasnya.