Responsive image
Responsive image
Responsive image

Pemerintah Minta Warga Waspadai Varian Omricon

Pemerintah Minta Warga Waspadai Varian Omricon

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengimbau agar Indonesia tetap mewaspadai masuknya varian Omicron yang kini telah ditemukan di sejumlah negara. Ia menyampaikan, berdasarkan bukti awal menunjukan kemungkinan peningkatan risiko kembali tertular bagi para penyintas Covid-19 jika dibandingkan dengan varian lainnya.

Namun demikian, kata dia, informasi ini masih sangat terbatas dan masih dalam proses penelitian. “Dikatakan bahwa bukti awal menunjukan mungkin ada peningkatan risiko tertular kembali untuk orang yang sudah pernah mengalami Covid dibandingkan dengan varian lainnya,” ujar Wiku saat konferensi pers, dikutip pada Rabu (1/12).

Karena itu, lanjut dia, sebagian besar negara di dunia khususnya yang tengah mengalami peningkatan kasus, telah mengambil langkah antisipasi untuk mencegah masuknya varian Omicron. Tujuh negara pun telah mengkonfirmasi temuan kasus Omicron seperti Italia, Jerman, Belanda, Inggris, Australia, Kanada, dan juga Israel.

“Dari tujuh negara tersebut ternyata enam negara di antaranya saat ini tengah menunjukan kenaikan kasus. Bahkan Italia, Jerman, dan Belanda mengalami kenaikan kasus yang sangat tajam. Hanya Israel yang saat ini tren kasusnya belum menunjukan kenaikan,” jelas dia.

Selain ketujuh negara tersebut, sejumlah negara lainnya juga memberlakukan kebijakan pengetatan, seperti di Jepang yang melarang kedatangan seluruh WNA meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus Omicron di negara tersebut.

Sedangkan Taiwan yang sudah memberlakukan pembatasan border yang sangat ketat, tidak berencana mengubah kebijakannya terhadap varian Omicron. Sementara di Singapura dan Malaysia yang sudah menutup negaranya hampir dua tahun mulai memperbolehkan kedatangan WNA yang sudah divaksin lengkap.

“Meskipun demikian, kedua negara ini mempertimbangkan penutupan border kembali setelah ditetapkannya varian Omicron sebagai varian of concern atau VOC oleh WHO,” kata Wiku.

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close X