Pemberontak Syiah Houthi Berikan Waktu 3 Hari pada Faksi Politik Untuk Rubah Konstistusi Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pemberontak Syiah Houthi pada hari Ahad (01/02/2015) memberikan kepada faksi politik di negara itu tiga hari untuk mencapai penyelesaian politik bagi krisis di Yaman.

Syiah Houthi, yang telah mengendalikan ibukota Yaman, Sanaa sejak September 2014, menyerukan untuk menghapus bagian dalam konstitusi Yaman yang bertentangan dengan perjanjian perdamaian dan kemitraan yang ditandatangani oleh kekuatan politik Yaman dan presiden Yaman, pada akhir tahun 2014.

Dikatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan turun tangan untuk menghindari krisis politik Yaman saat ini jika kekuatan politik di negara itu tidak mencapai penyelesaian dengan batas waktu yang telah diumumkan.

Namun pemberontak Houthi tidak secara spesifik menjelaskan bagian mana dalam konstitusi  yang mereka maksud.

Pada hari Selasa, pemimpin kelompok tersebut, Abdel-Malak al-Houthi, memerintahkan untuk mengadakan pertemuan membahas situasi politik dan keamanan Yaman.

Ibukota Yaman diguncang pertempuran antara pemberontak Syiah Houthi dan pasukan penjaga presiden pada bulan Januari.

Bentrokan tersebut membuka pintu bagi Houthi untuk mengontrol istana presiden di Sanaa.

Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi mengajukan pengunduran dirinya kepada parlemen beberapa waktu kemudian. Perdana Menteri-nya Khaled Bahah sebelumnya juga telah mengajukan pengunduran diri kabinetnya ke parlemen.

Pengunduran diri Presiden membuat Yaman, yang telah menderita kerusakan politik dan keamanan sejak 2011, berada dalam situasi vakum konstitusional.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.