Pelajar Islam Mojokerto Tolak Valentine Day

MOJOKERTO (Jurnalislam.com) – Ahad, (8/2/2015) Aktifitas masyarakat Mojokerto sedikit ada yang tidak biasa tepatnya hari ahad pagi pada moment Car Free Day pekan ini di Jalan Benteng Pancasila, Mojokerto. Karena menjelang moment agenda maksiat dan pengkafiran massal yang melalui program “VALENTINE DAY” ada dari sekelompok pelajar islam di Mojokerto yang masih peduli akan rusaknya moral dan aqidah remaja masa kini.

Masyarakat seluruh dunia khususnya di Mojokerto dalam waktu yang tidak lama lagi akan kedatangan moment “VALENTINE DAY”. Dimana didalamnya terselip agenda terselubung dari mereka orang kafir yaitu maksiat massal dengan dalih VALENTINE DAY = HARI KASIH SAYANG. Sehingga perlu adanya gerakan yang bersifat menolak atau mengajak ummat islam khususnya remaja agar tidak turut serta dalam moment tersebut.

Dalam moment tersebut dari Kelompok Pelajar Islam Mojokerto tidak lupa turut membagikan sebanyak 100 pin, 350 buku saku dan 500 lembar buletin terkait akan larangan Merayakan Perayaan Valentine Day bagi ummat Islam Mojokerto secara Gratis.

Program maksiat massal ini pun turut direspon oleh beberapa pihak pengusaha dengan memberikan diskon untuk memuluskan program tersebut. Hal ini yang memancing gagasan untuk melalukan aksi menolak valentine day.

Peserta aksi mewawancarai sejumlah pengunjung CFD tentang hari valentine. Diantara mereka ternyata masih banyak yang acuh terhadap perayaan orang kafir yang kerap diikuti oleh umat Islam ini.

“Valentine Day merupakan hari kasih sayang yang merupakan salah satu perayaan mereka orang yang bukan Islam. Akan tetapi biarkan saja karena itu sudah lama berkembang dimasyarakat”, kata Nuril, pengunjung di Car Free Day. Betapa ironisnya melihat pemikiran mereka para remaja yang kurang peduli dengan kondisi saat ini.

”Dari kegiatan ini kami dapat menyimpulkan bahwa tidak sedikit remaja di Mojokerto yang sudah paham perayaan Valentine Day itu milik siapa? Namun mereka mayoritas enggan mengajak orang lain untuk turut tidak merayakannya. Sebagian dari mereka yang turut merayakan Valentine Day hanya sekedar ikut-ikutan saja tanpa mengetahui asal usulnya perayaan tersebut”, ungkap Korlap Aksi Didit.

Kontributor: Adit | Editor : Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X