Pelajar dan Elemen Komunitas Bandung Gelar Aksi Tolak RUU-PKS

Pelajar dan Elemen Komunitas Bandung Gelar Aksi Tolak RUU-PKS

BANDUNG (Jurnalislam.com)–Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) masih menjadi kontroversi di tengah sebagian kalangan.

RUU ini dinilai bertentangan dengan nilai kebangsaan, budaya, dan Pancasila.

Baru-baru ini, para pelajar dari PII (Pelajar Islam Indonesia) dan elemen Gerakkan Peduli Perempuan (#GPP) menggelar aksi penolakan RUU P-KS.

“Kita harus bisa mengawal naskah akademik yang dibikin oleh pemerintah yang berupa RUU, yang disana terdapat ruh-ruh dalam bangunan yang berpengaruh pada payung hukum kedepannya,” kata Alni Nur Firani selaku Koordinator Lapangan Pelajar Putri di CFD Dago, Bandung.

Ketua Divisi Kajian Isu Strategis dan Ekternal Badan Otonom   PIIWati Jawa Barat ini menegaskan bahwa UU ini nantinya akan bermasalah dalam ranah filosofis.

“Kami sebagai pelajar Islam Indonesia yang mempunyai peran sebagai sebagai entitas sosial, juga atas dasar tujuan kami dalam kesempurnaan pendidikkan dan kebudayaan yang sesuai ajaran agama,” tambahnya.

Kebudayaan, menurut para peserta aksi menjadi sangat penting karena terkait dengan pendidikan.

“Pastinya akan berpengaruh pada pendidikkan yang akan dirasakan oleh pelajar-pelajar,”ungkapnya.

Ia mengajak seluruh wanita Indonesia untuk menolak keras budaya yang bertentangan dengan Pancasila yang secara nyata ada dalam RUU ini, seperti misalnya terkait perzinaan dan sebagainya.

Gerakkan Peduli Perempuan  #GPP, adalah gabungan elemen masyarakat dan organisasi seperti : ITJ Bandung, Kammi Kab. Bandung, PIIWati Jawa Barat, PIIWati Kota Bandung, PIIWati Kab. Bandung, SPJ Bandung, Kammi Bandung, Kammi Sumedang, Al Fath Universitas Telkom, FSLDK Baraya, Gamais ITB, dan Keluarga Muslim Itenas.

Reporter : Erlin Fatinah Haniyyah

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X