Pekat Masih Meruyak, PCNU Tasikmalaya: Aturan Harus Membuat Efek Jera

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Masih meruyaknya penyakit masyarakat (pekat) di Kota Tasikmalaya, membuat Ketua PC Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya, KH Didi Hudaya angkat bicara. Kyai Didi juga meminta kepada eksekutif dan legislatif untuk mengkaji kembali aturan yang sudah ada. Sanksinya harus jelas.

“Aturan perundang-undangannya harus jelas. Percuma kalau tidak ada efek jera bagi pelaku kriminal,” tegasnya sebagaimana dilansir initasik, Jumat (25/12/2015).

Ia pun mendesak aparat lebih serius melaksanakan tugasnya. “Para pelaku kejahatan selalu mencari kesempatan dan titik lemah petugas. Masyarakat pun harus berperan dengan menciptakan lingkungan yang bebas dari penyakit masyarakat,” tuturnya 

Menurutnya, selama manusia hidup, kebaikan dan keburukan akan selalu ada. “Salah satu kewajiban kita adalah amar maruf (memerintah kepada kebaikan) dan nahyi munkar (mencegah kemunkaran). Itu adalah lahan amal kita. Jangan bosan melakukan itu sesuai dengan proporsi masing-masing,” ajaknya.

Upaya pemerintah Kota Tasikmalaya dan aparat dalam memberantas penyakit masyarakat (pekat) tidak kendur. Aparat biasa seminggu dua kali, bahkan lebih, menggelar razia. Sasarannya bukan hanya minuman keras dan geng motor, tapi juga tempat hiburan dan indekos.

Namun, kendati sudah intens melangsungkan operasi cipta kondisi, penyakit-penyakit masyarakat di kota ini masih meruyak. Minuman keras tetap mudah didapat. Nyaris tiap merazia hotel dan rumah pondokan, pasti ada pasangan bukan mahram yang terpaksa digelandang ke kantor polisi.

Reporter: Aryo Jipang | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.