Pejabat Tinggi Inggris Didesak Dukung Pelarangan Jilbab di Sekolah

Pejabat Tinggi Inggris Didesak Dukung Pelarangan Jilbab di Sekolah

LONDON (Jurnalislam.com) – Pejabat tinggi pendidikan Inggris pada hari Kamis (2/2/2018) didesak untuk berbicara mendukung seorang Kepala Sekolah yang memberlakukan larangan terhadap penutup kepala, atau jilbab, menurut laporan media setempat.

Dalam sebuah pidato hari ini, Amanda Spielman, inspektur kepala untuk Kantor Standar Pendidikan (the Office for Standards in Education-OFSTED), diharapkan dapat secara terbuka mendukung Neena Lall, kepala sekolah di sebuah sekolah negeri berpenduduk mayoritas Muslim yang memberlakukan larangan tersebut bulan lalu, memicu kegemparan dari orang tua dan tokoh masyarakat di London timur. World Bulletin melaporkan.

Berbicara di sebuah konferensi Gereja Inggris, Spielman diharapkan akan mengatakan bahwa pemimpin sekolah harus memiliki hak untuk menetapkan kebijakan seragam sekolah sesuai keinginan mereka, untuk “mempromosikan kohesi,” dan juga untuk memperingatkan bahaya orang-orang yang bertindak atas nama agama untuk “menodai” pendidikan.

Austria Resmi Larang Jilbab Bercadar Tanggal 1 Oktober

“Dengan dalih keyakinan agama, mereka menggunakan institusi pendidikan, legal dan ilegal, untuk mempersempit cakrawala orang muda, untuk mengisolasi dan memisahkan, dan dalam kasus terburuk untuk mengindoktrinasi pikiran yang mudah dipengaruhi dengan ideologi ekstremis,” dia diperkirakan akan mengklaim.

Mengenai ucapan ulang Spielman tersebut, seorang juru bicara Dewan Muslim Inggris mengatakan: “Seiring dengan kabar bahwa Spielman terus mengeluarkan pernyataan publik yang tidak proporsional tentang Muslim dan menunjukkan kaitannya dengan ekstremisme, kami berharap dia berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengeluarkan kebijakan yang tidak dapat dibenarkan lagi.

“Kurangnya keterlibatan yang tepat tidak diragukan lagi akan memperkuat persepsi negatif di antara banyak orangtua Muslim tentang intervensi OFSTED.”

Politisi Anti-Muslim Australia Lakukan aksi Kenakan Burqa untuk Larangan Jilbab

Larangan di sekolah negeri mayoritas Muslim terhadap gadis-gadis Muslim muda yang mengenakan jilbab tersebut telah dibatalkan awal bulan ini setelah pengunduran diri gubernur.

November lalu, Spielman mendapat kecaman setelah mengatakan bahwa petugas OFSTED akan menanyai gadis-gadis muda di sekolah dasar yang memakai jilbab. Lebih dari 1.000 akademisi, guru dan pemimpin agama mengecam keputusan OFSTED dan menyebutnya “brengsek, diskriminatif dan rasis secara institusional.”

Bagikan