Responsive image

Peduli Generasi Muda, Da’i Salimah & Asharusyariah Sosialisasikan Haramnya Valentine Day

Peduli Generasi Muda, Da’i Salimah & Asharusyariah Sosialisasikan Haramnya Valentine Day

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Bulan Februari, bagi kalangan remaja identik dengan tradisi memberikan coklat, bunga, atau pun pernak pernik yang berwarna pink, sebagai bentuk perayaan Hari Valentine, padahal, tradisi tersebut bertentangan dengan ajaran Islam.

Untuk itu, guna memahamkan budaya yang marak menyerang para pemuda Islam tersebut, para Dai Salimah Sukoharjo dan Jamaah Anshorusy Syariah (JAS) Sukoharjo mengadakan kajian dan membagikan brosur larangan Valentine Day di SMP 2 Grogol Sukoharjo, pada, Jumat, (2/2/2018).

“Diharapakan siswa bisa paham terhadap bahaya Valentine Day dan bisa menghindarinya, karna perayaan Valentine Day mengakibatkan kerusakan aqidah dan akhlak di kalangan remaja,” kata Ustaz Budi perwakilan Dai Salimah kepada Jurnalislam.com usai aksi.

Acara yang berlangsung sekitar 1 jam itu, diapresiasi oleh kepala sekolah Smp 2 Grogol Ustaz Sumarto, ia berharap, kegiatan semacam ini terus dilaksanakan guna menyelamatkan para generasi bangsa dari budaya budaya barat.

“Mudah-mudahan bisa berkelanjutan, karna ini kewajiban kita semua untuk mendakwahkan Islam, terima kasih untuk semuanya,” paparnya.

Sementara itu, Ustaz Yazid dari Mahad Aly An-Nuur, Waru, Sukoharjo yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut, menjelaskan tentang sejarah munculnya perayaan hari Valentine, ia menjelaskan, bahwa dalam Islam, tak ada anjuran merayakan hari kasih sayang setahun sekali.

“Hari Valentine itu, bukan adat kaum muslimin, maka perayaan ini bukan dari Islam, maka perayaanya haram, dalam Islam namanya kasih sayang itu, bukan setahun sekali, tapi setiap hari,” kata Ustadz Yazid dihadapan ratusan siswa.

“Maka jauhi pacaran, fokus tholabul ilmi, Kalau mau pacaran ketika sudah menikah, ok,” tandasnya.

reporter : Ridho Asfary

Bagikan
Close X