Pakar: Klarifikasi Tidak Cukup, Ketua BPIP Harus Diproses Hukum

Pakar: Klarifikasi Tidak Cukup, Ketua BPIP Harus Diproses Hukum

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Guru Besar Filsafat Pancasila Universitas Diponegoro Prof. Suteki mengatakan bahwa Ketua BPIP Prof. Yudian dapat diproses hukum atas dugaan penodaan agama.

Menurutnya, klarifikasi yang dilakukan oleh Prof Yudian yang menyebutkan agama adalah musuh terbesar Pancasila, adalah tidak cukup.

“Saya katakan ini ada dugaan kuat telah terjadi  perbuatan yang memenuhi unsur-unsur pasal 156 atau pasal 156 a KHUP, itu tentang penodaan agama,” kata Prof. Dr. Suteki dalam ILC TV One baru-baru ini.

Walaupun Prof. Yudian sudah melakukan klarifikasi dengan menuduh sekelompok orang, namun nyatanya klarifikasi dinilai tidak cukup.

“Apakah setelah melakukan klarifikasi itu masalah selesai? Saya katakan tidak cukup! Karena ini adalah negara hukum bukan negara klarifikasi,” tambah dia.

Prof. Suteki memiliki pengalaman pribadi bahwa dirinya pernah mendapat tuduhan, walaupun sudah melakukan klarifikasi tapi nyatanya, jabatan dia tetap dicopot.

“Jadi tidak cukup klarifikasi, salah input, salah ketik, salah ucap, ini pejabatloh, bukan sembarangan. Kalau Suteki yang ngomong,” kata dia.

Ia mendesak agar polisi segera menindak hukum, atau masyarakat akan kembali bersuara.

“Nah jadi menurut saya ini harus diproses hukum untuk menunjukkan bahwa kita punya prinsip equality before the law,” pungkasnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X