Banjir Juga  Meluas di Wilayah Banten

LEBAK (Jurnalislam.com) – Banjir terjadi di Kabupaten Lebak, Banten, akibat sungai meluap.

Banjir melanda daerah Kecamatan Cipanas dan Lebak Gedong. Air berasal dari luapan Sungai Ciberang dan Cimangenteung.

Banjir di Cipanas sendiri saat ini terjadi di tujuh desa, yaitu Desa Bintangresmi, Bintangsari, Haur Jauh, Sukasari, Sipayung, Cipanas, Luhurjaya. Meluapnya dua sungai tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.

“Banjirnya luar biasa gede, jadi karena dua sungai,” kata Camat Cipanas, Oleh Najamudin, di Lebak, Banten, Rabu (1/1/2020).

Oleh, yang saat ini sedang berada di lokasi, menjelaskan, rumah warga terendam di 7 desa di Cipanas. Ada laporan bahwa 3 orang terjebak di persawahan dan saat ini masih dalam proses pencarian.

“Saya di lokasi tengah evakuasi, belum ada korban, tapi laporan ada 3 warga yang kejebak di sawah,” ujarnya.

Kepala BPBD Lebak Kaprawi mengatakan, selain Kecamatan Cipanas, banjir terjadi di Kecamatan Lebak Gedong. Banjir akibat luapan Sungai Ciberang dan hujan deras sejak tadi malam.

“Tadi malam sudah menginformasikan dua wilayah itu untuk waspada, tadi jam 7 sampai jam 8 banjir bandang melanda dua wilayah yaitu di Lebak Gedong dan Cipanas,” ujar Kaprawi.

Hujan Deras, Jalan Utama Depok Dilanda Banjir

DEPOK(Jurnalislam.com)–Hujan deras mengguyur Jakarta dan wilayah sekitarnya sejak kemarin malam. Hal tersebut memicu banjir, termasuk di Depok.

Salah satu warga Depok, Kusumo, mengatakan banjir terjadi di Jalan Arif Rahman Hakim. Dia mengatakan air menggenangi jalan dan mengganggu arus lalu lintas.

“Jalan Arif Rahman Hakim, Depok banjir,” ujar Kusumo, Rabu (1/1/2020).

Banjir terlihat sekitar pukul 09.30 WIB. Dia mengatakan cuaca masih hujan di lokasi.

Sumber: detik.com

Anies Instruksikan Jajarannya Penuhi Kebutuhan Korban Banjir Jakarta

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyampaikan instruksi untuk para jajarannya guna mengatasi banjir yang juga melanda daerah Jakarta. Dia memerintahkan anak buahnya untuk menghadapi banjir.

“Karena itu saya instruksikan kepada seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk turun tangan langsung, datangi kantor kelurahan terdekat, bekerja di bawah koordinasi para lurah, membantu untuk menyelamatkan warga,” perintah Anies dalam pesan suara, disampaikan Humas Pemprov DKI, Rabu (1/1/2020).

Dia menyampaikan ini saat berada di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan. Dia mengawali pesannya dengan penjelasan bahwa Jakarta mengalami banjir sejak Selasa (31/12/2019) saat kawasan barat Pulau Jawa mengalami hujan yang cukup intensif. Dia memerintahkan anak buahnya untuk melayani korban banjir.

Siapkan evakuasi warga terdampak. Pastikan tempat pengungsian sudah siap, seluruh kantor pemerintah, sekolah, harus siap menjadi tempat pengungsian. Siapkan dapur umum, siapkan pos kesehatan, dan pastikan semua tenaga kesehatan siap,” kata Anies.

Obat-obatan hingga makanan untuk warga harus terjamin. Alas tidur, toilet umum, dan semua kebutuhan dasar untuk korban banjir harus siap.

“Kepada para Wali Kota, lakukan koordinasi di wilayahnya masing-masing,” kata Anies.

sumber: detik.com

ACT Kirim Tim Evakuasi Korban Banjir di Wilayah Jabodetabek

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Hujan deras yang menguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa (31/1/2019) sore hinga Rabu (1/1/2020) pagi membuat sejumlah wilayah terendam banjir.

Tim Disaster Emergency Response (DER) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah memberangkatkan tim ke sejumlah lokasi banjir pada Rabu (1/1/2020) pagi.

Komandan DER – ACT Dwiko Hari Dastriadi menerangkan, tim sudah diberangkatkan ke wilayah terdampak banjir, yakni Jakarta Timur, Tangerang, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat. “Tim sudah bergerak, relawan di beberapa lokasi banjir sudah siaga, tim di pusat sedang bergerak untuk menurunkan perahu karet ke lokasi-lokasi tersebut,” kata Dwiko dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com.

Satu regu tim DER terdiri dari 4-5 personel yang dilengkapi perahu karet dan peralatan penyelamatan lainnya.

“Kami juga segera mengaktivasi posko bantuan di Jabodetabek,” tambah Dwiko.

Anggota tim DER-ACT Lukman Salehuddin yang bertugas di Tangerang Selata  melaporkan, saat ini ia dan timnya tengah mengevakuasi warga di wilayah Paku Jaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

“Puluhan orang kami evakuasi keluar dari rumah ke tempat yang lebih aman,” terang Lukman.

Sementara itu, sejumlah warga di Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tampak mulai mengungsi ke masjid Al Ridwan. Pengurus DKM Masjid Al Ridwan, Jati Padang, Iwan Hari mengatakan, hujan yang tidak kunjung berhenti membuat semakin banyak warga yang mengungsi.

“Bahkan banjir di Jati Padang ada yang mencapai setengah mete di kampung padat penduduk, terutama RT 03, RT 11 di RW 06 Kelurahan Jati Padang. Semalam ACT juga mendistribusikan Air Minum Wakaf 50 dus, sangat membantu sekali,” jelas Hari.

Laporan langsung pun juga terus diterima ACT, baik melalui media sosial maupun tim di lapangan. Pengamatan mata tim ACT Eka Saputra langsung dari Pintu Air Bendung Katulampa, saat ini debit air sudah mencapai 340 meter kubik atau siaga 2.

“Warga di wilayah Jakarta, Depok, Bekasi, diimbau untuk wwaspada. Saat ini sejumlah wilayah juga sudah dilaporkan banjir,” terang Eka

Meneropong Diplomasi RI dalam Persoalan Rohingya

Oleh: Habibah Auni*

Isu Rohingya kembali muncul ke permukaan. Kabar yang masuk ke nusantara akhirnya adalah mengenai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Resolusi PBB atas Rohingya akhirnya disahkan pada Jum’at, 27 Desember 2019.

Seperti yang kita tahu, ribuan orang Rohingya dibunuh sebab aksi represif oleh militer Myanmar pada tahun 2017. Kala itu Myanmar mengencangkan kampanye pembersihan di Rakhine dalam menanggapi serangan oleh kelompok pemberontak Rohingya. Pasukan keamanan tersebut diduga melakukan pemerkosaan massal dan pembunuhan serta membakar ribuan rumah.

Selain menerima tindakan kekerasan, Rohingya yang sudah lama menempati Rakhine, juga tidak dianggap bagian dari Myanmar. Mereka ditolak kewarganegaraannya sejak tahun 1982. Myanmar yang mayoritas beragama Buddha, abadi melabeli Rohingya sebagai “orang Bengali” dari Bangladesh.  Alhasil, kebebasan bergerak dan hak-hak dasar lain orang Rohingya ditolak.

Perbuatan Myanmar menjadi sebuah hal yang ironis jika kita mereka memori kembali. Sejarahnya, Myanmar pernah penandatangan Konvensi Genosida 1948. Konvensi ini berisikan tentang pelarangan negara dalam melakukan kejahatan Hak Asasi Manusia (HAM) bahkan genosida dan memaksa Myanmar untuk mencegah serta menghukum kejahatan genosida.

Resolusi yang baru saja dikeluarkan oleh PBB, mengamanatkan Myanmar agar melindungi semua golongan masyarakat dan menjamin keadilan untuk seluruh korban pelanggaran HAM. Resolusi yang disahkan ini memang bukanlah suatu produk hukum, namun 134 negara dari 193 negara anggota yang pro terhadap resolusi nampaknya dapat mencerminkan opini dunia.

Syukur-syukur Myanmar tidak jadi menelan ludah sendiri. Coba dipikir, Myanmar telah melakukan pelanggaran HAM terhadap Rohingya, namun ia juga menandatangani Konvensi 1948. Sebuah keironian bukan? Ultimatum yang diberikan oleh PBB setidaknya sudah menjadi alarm agar Myanmar menyudahi perbuatannya.

Peran Cina

Meskipun sudah ada sedikit titik terang dari perkara Rohingya ini, nampaknya kita tetap perlu mewaspadai ancaman yang akan datang. Ya, sebut saja marabahaya yang menanti berasal dari Cina. Wah, kenapa dari Cina? Karena Cina sebagai salah satu negara adikuasa memiliki kedekatan yang erat dengan Myanmar.

Cina yang kini memegang posisi ekonomi global yang sangat kuat, memandang Myanmar sebagai saudara Asianya yang patut dilindungi. Hal ini dikarenakan Cina tengah menjalankan projek Belt Road Initiative (BRI). Saking berharganya Myanmar bagi Cina, Cina sampai rela menggunakan hak veto-nya lagi untuk melindungi Myanmar dari hukuman PBB.

Anehnya, apa yang dilakukan Cina terhadap Myanmar sedikit keluar dari kebijakannya sendiri. Cina selama ini memegang prinsip bahwa ia tidak akan mengintervensi permasalahan HAM negara lain. Sekarang, Cina malah mencampuri urusan politik dalam negeri Myanmar.

Sudah terlihat jelas sekali Cina ingin mempertahankan Myanmar, lebih tepatnya menjerat negara Asia Tenggara itu dalam jaring laba-labanya. Cina yang tengah bersaing dengan Amerika Serikat (AS), merasa bahwa usaha negeri Paman Sam dilakukan untuk menghalau pengaruh Cina. AS yang terancam dengan projek BRI, mengintervensi keputusan di PBB dalam rangka memenangkan kontestasi geopolitik melawan Cina.

Melihat narasi Cina merantai kaki Myanmar, bisa disimpulkan bahwa apa yang dilakukannya hanyalah kepentingan ekonomi belaka. Beijing yang menganut sistem pemerintahan yang otoriter, tidak tertarik menolong Myanmar yang tengah bertransformasi dari negara yang militeristik menjadi demokratis. Dampaknya, Myanmar akan terus mengekor pada Beijing tanpa tau akan teraktualisasinya negara tanpa pelanggaran HAM.

Lantas apa yang harus dilakukan Myanmar dalam menyelesaikan persoalan Rohingya adalah meminta bantuan dari negara lain. Salah satu negara yang bisa dimintai tolong yakni Indonesia. Mengapa Indonesia? Berbeda dengan negara lain, Indonesia memiliki hubungan persaudaraan yang dekat sejak awal tanah air merdeka.

Urusan Ekonomi

Salah satu buktinya dapat diteropong dari segi ekonomi, dimana nilai perdagangan antara Indonesia dan Myanmar sudah mencapai 1 triliun US dolar pada tahun 2018 (Mizzima, 2019). Akumulasi perdagangan ini berhasil mencetak sejarah hubungan bilateral yang positif.

Adapun produk yang diperjualbelikan Hubungan antara Indonesia dan Myanmar fokus adalah sektor agrikultur, industri, tekstil, dan produk makanan. Indonesia mengekspor minyak kelapa sawit, minyak, plastik, karet, elektronik, dan part mobil ke Myanmar, sedangkan Myanmar menjual kayu jati ke Indonesia. Produk kayu jati yang diimpor ini sesuai cita-cita nusantara dalam peta jalan Making Indonesia 4.0 (Pramudyani, 2019).

Indonesia sendiri berkomitmen dalam memberi bantuan kemanusiaan di Negara Bagian Rakhine. Pak Jokowi saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Persatuan Myanmar Win Myint pada tahun 2018, pernah mengeluarkan statement: “Kepentingan Indonesia hanya satu, melihat Rakhine State stabil dan damai, dimana masyarakatnya, termasuk masyarakat muslim, dapat hidup dengan damai.”

Percayalah, karena Indonesia sudah berhasil membangun rumah sakit di Rakhine pada tahun 2019. Indonesia juga pernah diapresiasi Indonesia atas bantuan kemanusiaan sebesar 20 ton.

Hal yang agak disayangkan dari Indonesia adalah kurang memanfaatkan diplomasi secara maksimal untuk menyelesaikan perkara Rohingya. Keganjalan yang dapat ditemui adalah Myanmar yang sekarang ini, jauh terlampau percaya dengan Beijing dibandingkan dengan Indonesia. Padahal Indonesia dan Myanmar memiliki keakraban mulai dari liang lahat.

Memang tidak bisa disangkal secara ekonomi Indonesia jauh tertinggal dari Beijing, mengingat Indonesia sendiri ekonominya masih bergantung dengan Cina. Berdasarkan data ANP-INSIGHT (Ucu, 2019), Beijing menempati posisi global player pada level diplomacy in global perspective dan memiliki internal security serta external security yang sama-sama mencapai poin 1. Policy vitality Cina juga mencapai 0.89.

Sedangkan Indonesia hanya menempati posisi internal player yang lebih menekankan kepada kebijakan inward looking dengan policy vitality 0.33. Artinya, Indonesia memiliki daya tawar diplomasi yang lemah dibandingkan dengan Cina. Sehingga power yang dipunyai Indonesia untuk menyelesaikan masalah Rohingya sangatlah kecil.

Indonesia yang menganut asas politik luar negeri yang bebas aktif, menjadi enggan mengintervensi urusan negara lain. Ditambah lagi, Indonesia dan Myanmar yang merupakan anggota ASEAN, memegang prinsip non-intervensi. Prinsip ini melarang negara anggota ASEAN mencampuri urusan domestik anggota negara lainnya (Firman, 2017).

Jadinya Indonesia tidak berani mengambil langkah dalam perkara Rohingya, padahal perlakuan Myanmar terhadap etnis Rohingya sudah kelewat batas. Masalah hak asasi manusia seharusnya tidak tidak punya batasan. Terlebih lagi masalahnya sudah sangat jelas dan terekspos ke dunia internasional.

 

Tentu sangat disayangkan dari usaha Indonesia atas Rohingya yang kurang getol, padahal Indonesia sudah menjadi anggota DK PBB dan sangat terhormat posisinya di OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) (Mulyadi, 2019). Jika saja Indonesia berani m

engambil langkah diplomasi, ia bisa merebut kembali hati Myanmar yang sekarang digenggam oleh Beijing.

Ketulusan Indonesia dalam menjalin kasih sayang dengan Myanmar, akan membuat problem solving Rohingya lebih mudah dicapai. Maka dengan kata lain, Indonesia harus memaksimalkan diplomasi dengan Myanmar baik dalam forum bilateral maupun multilateral.

*Penulis adalah Mahasiswa Univeritas Gajah Mada

Daftar pustaka:

Firman, T., 2017. Rohingya: Membandingka Respons Indonesia & Negara Lain. [Online]
Available at: https://tirto.id/rohingya-membandingkan-respons-indonesia-negara-lain-cv3b
[Accessed 29 Desember 2019].

Mizzima, 2019. Indonesian Ambassador Stresses Strong Ties on 70th Anniversary of Indonesia-Myanmar Relations. [Online]
Available at: http://mizzima.com/article/indonesian-ambassador-stresses-strong-ties-70th-anniversary-indonesia-myanmar-relations
[Accessed 29 Desember 2019].

Mulyadi, I., 2019. MUI Kritik Indonesia Kalah dari Gambia Soal Krisis Rohingya. [Online]
Available at: https://m.cnnindonesia.com/internasional/20191217174726-106-457798/mui-kritik-indonesia-kalah-dari-gambia-soal-krisis-rohingya
[Accessed 29 Desember 2019].

Pramudyani, Y. D., 2019. Tekstil Indonesia dipromosikan di Myanmar. [Online]
Available at: https://m.antaranews.com/berita/1183848/tekstil-indonesia-dipromosikan-di-myanmar
[Accessed 29 Desember 2019].

Ucu, K. R., 2019. Uighur dan Komitmen Indonesia Menyelamatkan Umat Islam. [Online]
Available at: https://m.republika.co.id/berita/kolom/wacana/19/02/16/pn00y7282-uighur-dan-komitmen-indonesia-menyelamatkan-umat-islam
[Accessed 16 Desember 2019].

 

 

 

 

Pergantian Tahun, Warga dan Pemkot Tasikmalaya Hadiri Muhasabah ‘Syukur Waktu’ di Masjid Agung

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) Menjelang pergantian tahun 2020, DKMB Masjid Agung Kota Tasikmalaya mengadakan acara Syukur Waktu, Selasa (31/12/2019).

Acara dimulai pada ba’da shalat isya dengan muhasabah, Istighosah, i’tikaf, tahajud, haflah tilawah, simaah, tabligh akbar / parade dakwah, doa bersama dan  diakhiri dengan shalat subuh berjamaah.

Acara Syukur Waktu ini juga dihadiri oleh pejabat pemerintahan kota Tasikmalaya, diantaranya Wakil Wali Kota, Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya, Dandim TNI, Kapolres Kota tasik, ketua DPRD, kepala Sekda Kota, dan lain-lain.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Drs. H. M Yusuf menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara acara Syukur waktu dan jama’ah yang hadir.

Yusuf juga membacakan salah satu ayat Qur an yaitu QS 59 ayat 11 yang berbunyi “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”.

“Ada 3 hal yang perlu kita renungkan dalam ayat ini, yang pertama adalah kita harus menjaga dan meningkatkan ketakwaan, kedua kita harus senantiasa bermuhasabah dengan apa yang telah kita lakukan, terakhir adalah kita harus senantiasa istiqomah menjaga ketakwaan kita kepada Allah” jelasnya.

JIC Gelar Muhasabah di Malam Tahun Baru

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Dalam menyambut datangnya malam pergantian tahun baru 2020, Jakarta Islamic Centre (JIC) akan mengadakan kegiatan malam muhasabah. Kegiatan ini diisi dengan zikir, doa, dan tausyiah.

Kepala Divisi Takmir Badan Management JIC Maarif Fuadi menyebut selain zikir dan doa, akan diadakan pula tilawah Alquran dan shalat malam. Kegiatan dimulai dengan shalat berjamaah pada 31 Desember, dilanjut dengan rangkaian kegiatan lainnya hingga pukul 00.00 dan diakhiri shalat tahajud berjamaah.

“Untuk menghindari kegiatan yang bersifat hura-hura dan mendekati kemaksiatan, JIC memberikan pilihan bagi umat Islam kegiatan yang positif dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Maarif dalam keterangan ,Senin (30/12).

Pengurus JIC juga mengadakan kegiatan santunan bagi anak yatim yang menjadi binaan JIC. Hadrah dari majelis taklim yang tergabung dalam komunitas Masjid Raya JIC siap memeriahkan acara akhir tahun ini. Tilawatul Quran dari para huffadz, tasmi’ Alquran, serta ceramah diagendakan untuk memberi siraman rohani bagi jamaah.

Dalam acara Dzikir, Doa dan Muhasabah ini, JIC akan memberikan doorprize bagi para jamaah yang hadir. Hadiah yang disiapkan antara lain kulkas, setrika, termos, dan jilbab. Doorprize yang diberikan merupakan bantuan dari Komunitas Divisi Takmir Masjid Raya Jakarta Islamic Centre.

“Insya Allah Gubernur DKI Jakarta diperkirakan akan hadir di JIC. Kebetulan puncak malam pergantian tahun baru gubernur akan ke Ancol. Setelah dari Ancol langsung ke Masjid Raya Jakarta Islamic Centre,” ujarnya.

Kepala Sekretariat Jakarta Islamic Centre Ahmad Juhandi mengimbau umat Islam di DKI Jakarta menghadiri malam muhasabah di Masjid Raya JIC.

“Selain menghindari hal-hal yang negatif dan kontroversi, dengan mengikuti kegiatan di JIC akan lebih mendekatkan diri kepada Allah dan juga mendapatkan ilmu dari para ahlinya,” ucap Ahmad.

sumber: republika.co.id

Setelah Bebas, Ahmad Dani Akan Tetap Kritik Pemerintah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Musikus Ahmad Dhani mengaku akan tetap melontarkan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Namun, dia mengatakan, hal tersebut akan dilakukan dengan lebih hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai hal dan kondisi.

“Tergantung kita membaca geopolitiknya dulu, saya akan membaca geopolitiknya dulu,” kata Ahmad Dhani saat menggelar konferensi pers di studio Republik Cinta Management di Jakarta Selatan, Senin (30/12).

Secara pribadi, Dhani mengaku tetap mendapatkan informasi terbaru akan perkembangan serta dinamika politik nasional.

Pentolan grup musik Dewa 19 ini mengatakan, hal itu dia dapatkan setiap kali ada keluarga atau kerabat yang datang mengunjunginya di fasilitas lembaga pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur.

“Ya kan saya sering dikunjungi. Setiap dikunjungi saya selalu dapat info kan, Fadli (Wakil Ketua Umum Gerindra) mengunjungi, saya dapat info gini-gini, jadi selalu update kalau ada yang mengunjungi,” kata Dhani lagi.

Kendati demikian, dia mengaku tidak akan berbicara banyak mengenai Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Hal itu, lanjut dia, sesuai dengan putusan pengadilan saat memberikan dirinya kebebasan. Dhani saat ini juga tengah menjalani masa percobaan akibat kasus UU ITE yang diputus oleh pengadilan negeri Surabaya.

Sumber: republika.co.id

Tiga Fraksi DPR Usulkan Bentuk Pansus Jiwasraya

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan secara informal saat ini sudah ada tiga fraksi yang mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) terkait kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero).
Namun ia masih menunggul usulan secara formal.

“Kalau secara informasi, mungkin baru 2-3 fraksi (usulkan pembentukan Pansus Jiwasraya), namun nanti kita lihat secara formalnya,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin. (30/12).

Dasco mengatakan, salah satu fraksi yang mengusulkan pembentukan Pansus Jiwasraya tersebut adalah Fraksi Partai Gerindra. Namun ia enggan mengungkapkan dua fraksi lainnya.

Dia menjelaskan, penyampaian usulan pembentukan Pansus Jiwasraya dilakukan ketika masa sidang, sedangkan saat ini DPR sedang masa reses hingga 10 Januari 2020.

Menurut dia, dalam masa sidang mendatang Pimpinan DPR akan melaksanakan Rapat Pimpinan (Rapim), dan dalam rapat tersebut akan terlihat secara formal fraksi apa saja yang mengusulkan pembentukan Pansus Jiwasraya.

“Ini ada tata kelola keuangan di bawah Komisi XI, lalu akuntabilitas keuangan dibawa ke Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) dan ada Komisi VI sehingga nanti tiga unsur tersebut perlu digabungkan dan mekansime penggabungan itu ada di Pansus,” ujarnya.
Sumber: republika.co.id

Gubernur Sumbar: Lebih Baik Tahun Baru Diisi Muhasabah dan Zikir

PADANG(Jurnalislam.com) — Gubenur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengajak warganya tidak melakukan kegiatan negatif menyambut datangnya tahun baru 2020.

Menurut Irwan, sebaiknya pergantian tahun diisi dengan memperbanyak ibadah dan memakmurkan masjid.

“Mari sambut tahun baru 2020 dengan memperbanyak ibadah, memakmurkan masjid, berkumpul dengan keluarga dan introspeksi diri,” kata Irwan, Senin (30/12).

Irwan menyebut sekarang bukan lagi zamannya merayakan tahun baru dengan melakukan balapan liar, kebut-kebutan di jalan raya, membunyikan petasan. Kegiatan negatif tersebut selain tidak baik buat keselamatan, juga akan mengganggu kenyamanan warga lainnya.

Irwan juga meminta warganya agar saat malam perayaan pergantian tahun tidak ada masyarakat Sumbar yang mengonsumsi narkoba, minuman keras, tawuran dan perbuatan maksiat lainnya.

“Lebih baik kita manfaatkan malam tahun baru dengan bermuhasabah dan berzikir,” ucap Irwan.

Irwan juga mendukung bila ada pemuda dan masyarakat menyelenggarakan malam muhasabah dan zikir bersama saat menyambut tahun baru. Dengan begitu, malam pergantian tahun akan terasa lebih bermakna dan berfaedah. Para pemuda dan masyarakat bisa melakukan evaluasi diri selama tahun ke belakang serta memasang tekad atau resolusi untuk mengubah diri ke arah yang lebih baik di masa yang akan datang.

Sumber: republika.co.id